Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
Ok,,,Deal!!


__ADS_3

...Selamat membaca...


...❤️❤️❤️❤️...


"Jadi namanya Karin? Nama yang manis. Semoga saja semanis orangnya ya." ucap Hana sambil memainkan pipet di gelas minumnya.


Duduk berhadapan dengan Yusuf yang menarik mata dan hatinya membuatnya ingin berlama lama saja bersama pria itu. Sayangnya sedari tadi pria di depannya itu terus membahas Karin seperti sama sekali tak tertarik untuk tau lebih jauh tentang siapa Hana.


"Aku kenal dia lama. Dia tetanggaku sekaligus teman sekolahku. Jadi aku tau betul bagaimana sikap dan perangainya." jawab Yusuf.


"Yakin?" Hana memutar matanya malas.


Kalau saja bukan karena ingin cari tau banyak, ia tak akan mau terus membahas nama itu.


"Tentu saja." Yusuf sangat yakin.


"Baiklah. Semoga saja dia memang yang terbaik. Tapi apa gak sayang sih cakep cakep gini kok malah dapat janda anak satu?"ledek Hana.


"Bukan masalah sih itu. Yang penting kan si janda masih legit hahaha,,," Yusuf yang memang suka bercanda pun mengimbangi.


"Lapis kalik legit." sungut Hana kesal tapi tertawa juga.


"Manis manis legit dan lengket ya." Yusuf bablas bercanda.


"Mending juga sama aku. Walau sama sama janda tapi masih ori belum pernah turun mesin." tanpa tau malu Hana menawarkan diri.


"Widiiihhh,,, kok bisa belum turun mesin?"


"Ya gitu deh. Nasib punya suami dulunya gak sehat. Gak bisa buntingin. Kalau kamu gimana? Yakin bisa?? Udah dicoba??" ledek Hana.


"Hahaha,,, begini begini aku masih ori. Masih ada segelnya." Yusuf menyombongkan diri.


"Hari gini masih saja ada yang sok suci begini. Jadi gemes pingin ngajarin." celetuk Hana.

__ADS_1


"Hehehe,,, Nggak pingin belajar belajar karena ini khusus buat istri kelak." tolak Yusuf halus.


"Halah,,, juga yang mau diperistri bekas banyak laki laki. Ngapain juga nahan nahan diri buat perempuan begitu."


"Maaf. Ini maksudnya apa ya??" Yusuf mulai tidak suka dengan komen Hana yang sepertinya malah lebih tau tentang Karin ketimbang dirinya.


"Santai sayang. Duduk manis saja. Nanti hilang lho cakepnya." Hana menghabiskan minumnya dengan santai.


Yusuf ingin protes tapi ia penasaran juga. Sepertinya wanita yang baru dikenalnya ini memang tau sesuatu.


Hana tertawa melihat ekspresi Yusuf yang penasaran itu.


"Apanya yang lucu?" tanya Yusuf.


"Wajahmu itu sayang. Makin menggemaskan kalau lagi penasaran begitu. Aku jadi ingin makin membuatmu penasaran." ucap Hana.


"Hana,,,!!! Kalau kamu cuma mau main main denganku, kamu salah orang. Aku tidak punya banyak waktu dengan yang hanya ingin main main saja. Lagipula aku dan kamu baru kenal dan aku minta maaf sekali lagi atas kejadian tadi. Aku sudah menemanimu makan siang,,, aku juga sudah bersedia membayar tagihan ponsel yang akan kamu beli nantinya. Jadi kurasa cukup. Aku permisi!!"


Yusuf langsung beranjak dari duduknya dengan perasaan kesal. Kesal karena sudah bela belain memberikan makanan buatan Karin demi menebus rasa bersalahnya tapi malah cuma diajak main main begini.


"Karina Saswita,,, istri Dion yang hilang. Ibu dari Delvara Abdi Mandala." teriak Hana saat Yusuf sudah beberapa langkah darinya.


Mau tidak mau itu menghentikan langkah kaki Yusuf. Dan sesuai dengan harapan Hana,,, Yusuf pun berbalik dengan wajah makin penasaran.


"Kamu masih mau dengar banyak kan sekarang??" tanya Hana manis dan makin mempermanis senyumannya saat Yusuf kembali mendekatinya.


"Ok,,, you got my attention. Sekarang katakan semua yang kamu tau. Dan satu hal,,,siapa kamu dan apa hubunganmu dengannya sampai kamu tau semua urusan pribadinya?" tegas Yusuf.


Hana tertawa dan makin lama makin keras sampai ia harus menutup mulutnya agar tak mengganggu semua pengunjung resto itu.


"Jawab aku!!" ketus Yusuf.


"Ok ok,,,," Hana berusaha menghentikan tawanya.

__ADS_1


"Baik. Aku Hana. Mantan istri Dion. Harusnya kami bisa rujuk kembali tapi akibat ulah wanitamu itu membuat Dion tidak lagi bisa menerimaku. Wanita nakalmu yang sudah ditiduri banyak pria,,,sana dan sini itu mengacaukan hidupku. Seharusnya aku bahagia dengan suami dan anak anakku. Tapi takdir merenggut mereka hingga aku kembali kedalam kehidupan Dion. Seharusnya Dion yang begitu mencintaiku memilihku tapi karena hasutan wanitamu itu,,,, Dion mencampakkanku!!"


Pengakuan yang sebenarnya dilebih lebihkan oleh Hana itu mampu membungkam Yusuf.


"Kenapa kamu diam? Kamu gak terima aku mengatai wanitamu itu?" tanya Hana.


"Setauku bukan begitu ceritanya. Jadi kamu,,,,wanita yang mengambil alih semua kekayaan Dion? Kamu yang mengusir mereka?" tanya Yusuf.


"Kamu itu gak tau apa apa. Kamu juga berada jauh darinya saat itu semua terjadi. Kamu tentu tau waktu itu bisa merubah seseorang. Dari yang awalnya manis mungkin bisa jadi semanis madu. Tapi terserah padamu saja,,,percaya atau tidak padaku. Yang jelas saat ini takdir kembali membuatku harus melakukan sesuatu lagi." ucap Hana.


"Apa maksudmu? Jangan macam macam kamu sama Karin. Jangan sentuh dia!!" Yusuf mengancam.


"Dari awal aku tak pernah menyentuhnya. Aku juga gak mau mengotori tanganku sendiri. Begini saja,,, Kita kerjasama." Hana menawarkan.


"Kerjasama??"


"Aku tidak mau Karin sampai kembali pada Dion,,, Kamu juga tentu tidak mau kan itu terjadi? Jadi kita bisa,,,,"


"Aku paham maksudmu dan aku setuju. Bagaimana pun juga aku juga tak rela Karin jadi milik Dion. Aku jauh lebih pantas untuknya." potong Yusuf.


"Kamu benar. Kamu jauh lebih sempurna untuk Karin " ujar Hana sambil tersenyum lalu menyandarkan punggungnya ke bantalan sofa kursi tempatnya duduk. Ia merasa senang karena Yusuf mau bekerjasama dengannya menjauhkan Karin dari Dion.


"Aku tak peduli seperti apa masa lalunya. Seburuk apa pun dia. Entah sudah berapa puluh pria menyentuhnya seperti katamu tadi,,,aku gak peduli. Aku tulus mencintainya dan aku harus bisa mendapatkannya kali ini. Dengan cara apa pun." gumam Yusuf.


"Kamu bisa membawanya pergi jauh dari sini. Toh dengan semua uangmu juga kamu bisa melakukan itu. Itu mudah,, Atau perlu pakai uangku?? Ayolah Yusuf,,,Itu hal mudah." ucap Hana.


"Masalahnya aku tidak bisa pergi dari sini. Semua pusat bisnisku di sini." keluh Yusuf.


"Kita bisa kerjasama kalau begitu. Aku bisa membantumu mengurus bisnismu itu. Mengurus bisnis sekalian membantumu makin fokus dengan wanitamu itu. Menjauhkan mereka dari Dion. Kamu untung dapat Karin dan aku untung bisa melihat Dion makin tersiksa karena Karin makin jauh darinya. Sakit hatiku akan penolakannya akan terbayar."


"Ok,,, deal!!" Yusuf tak pikir panjang lagi dan membuat Hana kembali tersenyum.


"Kamu akan terbiasa denganku dan itu akan membuatku dengan mudah mendapatkanmu Yusuf. Kalau kamu kira aku setuju kamu dengan Karin,,,maka kamu salah besar!! Aku tidak akan pernah rela wanita itu mendapatkanmu juga."

__ADS_1


Jauh di hati kecilnya Hana menyimpan suatu rencana untuk Yusuf.


...❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2