
...Selamat membaca 🍭...
...🧁🧁🧁...
"Nah ini dia kamar kamu sayang. Kamu suka?" tanya mama Herna saat mengantar Hana masuk ke kamarnya.
"Suka ma. Kamarnya bagus." jawab Hana riang.
"Syukurlah kalau kamu suka. Biar mama suruh si mbak bawakan barang barang kamu masuk dulu ya."
"Mmm,,, Ma,,, Kamar Dion di mana?" tanya Hana sebelum mama Herna beranjak pergi.
"Kamar kami tepat di sebelah kamar ini mbak. Akhirnya mbak datang juga. Maaf kalau Karin telat menyambut."
Suara itu membuat Hana menoleh ke arah pintu kamar yang terbuka. Karin sudah berdiri di sana memasang senyum.
"Tidak apa apa. Aku juga bukan tamu di sini yang perlu kamu sambut. Aku hanya pengganggu kan bagimu?" sindir Hana memulai perangnya.
"Mm mana ya si mbak. Mama cari dulu ya Han." mama Herna seperti ingin kabur dari perang yang dimulai itu.
"Si mbak lagi Karin suruh ke pasar ma. Baru saja pergi. Mungkin akan lama pulangnya." jawab Karin.
"Yah,,, Trus siapa dong yang suruh masukin barang Hana? Mana papa lagi pergi juga. Mama mana kuat angkat barang." keluh mama Herna.
"Mungkin mbak Hana bisa bawa masuk dulu sendiri karena maaf Karin sudah besar begini perutnya sudah gak bisa angkat berat. Gimana mbak? Bisa?" tanya Karin.
Bisa dong pastinya,,, menjadi benalu dengan sengaja dalam rumah tanggaku saja kamu bisa kok,,, batin Karin tiba tiba menyindir Hana.
__ADS_1
"Iya bisa kok. Gak apa apa. Itu gak berat juga kok." jawab Hana sambil mengurai senyumnya.
Sialan anak kecil ini,,,belum belum udah ngerjain aku aja. Dikiranya aku ini pembantu apa??!! Dia lupa diri bahwa sebentar lagi bukan hanya dia nyonya rumah di sini tapi aku juga. Bahkan bisa jadi akan ku tendang juga dirinya dari rumah ini,,,, batin Hana mulai protes.
"Baiklah kalau begitu Karin tinggal ke kamar dulu mbak.Kalau ada apa apa bisa panggil Karin ya." pesan Karin.
"Terima kasih atas kebaikanmu menerimaku di sini." Hana menebar senyum palsu.
Karin malas menanggapinya dan lantas pergi masuk kembali ke kamarnya di sebelah.
"Kamu yakin bisa bawa barang barangmu Han?" mama Herna cemas.
"Bisa ma. Tidak apa apa. Hana sadar diri di sini Hana bukan lagi nyonya rumah seperti dulu melainkan hanya orang yang kehadirannya saja sangat dibenci oleh Karin.Jadi Hana akan berusaja sebisa mungkin untuk mandiri dan gak merepotkan siapa pun di rumah ini."
"Kamu memang orang baik Han. Maafkan sikap Karin tadi ya. Dia tentu tidak berniat menjadikanmu seperti pembantu begini." ucap mama Herna.
"Keterlaluan kalau sampai dia begitu sih. Dia kan gak boleh lupa kenapa kamu bisa jadi seperti ini.Kalau bukan karena ulah suaminya juga kamu pasti masih hidup bahagia bersama anak dan suamimu." yang diracuni mulai terpancing dan tersulut emosi.
"Ma,,,Tolong jangan bahas itu lagi ma. Itu hanya akan membuka luka hati Hana menganga kembali.Hana rindu sama anak dan suami Hana. Seandainya mereka masih ada,,, tidak akan sampai Hana harus tarik tarik koper sendiri begini. Tidak akan perlu Hana sampai mengemis untuk dinikahi Dion begini. Hana ini masih punya harga diri dan hati ma. Hana masih bisa mengerti apa yang dirasakan Karin saat ini.Tapi Karin,,,sepertinya dia tidak pernah mau berusaha mengerti Hana."
Airmata penuh duka yang dibuat buat pun sudah mengalir dari kedua mata Hana. Membuat yang melihatnya menjadi sangat simpatik dan turut merasakan duka laranya.
"Sabar ya sayang. Kamu gak sendirian. Ada mama di sini." mama Herna membelai kepala Hana dengan penuh kasih sayang.
"Tapi apa keberadaan mama saja cukup? Dion saja sepertinya mulai menjauhiku ma. Hana tau sih ini pasti permintaan dari Karin. Karin pasti memakai kehamilannya itu untuk menarik semua perhatian Dion. Betapa beruntung wanita kecil itu ya ma,,,Bisa secepat ini mengandung anak Dion. Sedangkan Hana dulu?? Bertahun tahun menunggu tapi Hana tidak seberuntung itu." lirih Hana sedih.
"Sudah dong sayang. Jangan bahas itu lagi. Nanti juga kamu pasti akan bisa punya anak dari Dion juga. Kalian kan akan menikah juga nantinya. Suatu hari nanti Dion pasti akan menyadari kesalahannya menelantarkanmu begini. Seharusnya dia ingat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama padamu Han. Cukup dulu saja sekali dia menelantarkanmu demi wanita yang mengaku hamil anaknya."
__ADS_1
Mama Herna tersulut emosi mengingat betapa bodohnya dulu Dion yang termakan bujuk rayu Ratna si istri siri yang waktu itu hamil dengan pria lain. Saking bodohnya sampai harus kehilangan Hana.
"Ma,,, Apa mama pernah ikut Dion berobat? Apa mama pernah melihat atau mendengar dokter yang merawatnya menyatakan dirinya sudah sembuh total dari masalah kesuburannya dulu?" tanya Hana tiba tiba.
"Tidak Han. Memangnya kenapa?" mama Herna bertanya balik.
"Mmm bukan apa apa ma." Hana bersikap seolah menyimpan rahasia yang ia tak ingin kulik lagi.
"Han,,,Ada apa? Bilang sama mama. Kamu anak mama kan? Jadi jangan ada rahasia lagi."
"Hana gak enak ma ngomongnya. Takut mama salah paham dan mengira Hana sengaja mengatakan semua ini hanya demi mendapatkan kembali Dion." tolak Hana.
"Katakan saja.Mama gak mau mati penasaran. Ada apa? Kamu yang sudah lama mendampingi Dion tentu tau banyak masalah sakitnya Dion dulu." paksa mama Herna dan itu membuat Hana merasa ada peluang terbuka lebar untuknya segera mendepak Karin dari rumah ini.
"Dulu kata dokter,, Dion itu menderita Azoospermia. Itu artinya tidak ada kandungan sper*ma dalam air mani atau disebut juga sebagai sper*ma kosong. Penyebabnya sendiri antara lain cacat bawaan pada saluran reproduksi, kelainan genetik, hingga infeksi menular sek*sual (IMS) yang tidak dapat diobati. Jadi kemungkinan Dion bisa punya anak itu minim ma." jelas Hana dengan setengah berbisik namun cukup jelas didengar mama Herna.
"Maksud kamu?? Kalau penyakit Dion gak bisa diobati dan kemungkinannya minim bisa membuahi,,,Lalu kandungan Karin,,,?? Jangan bilang ini kasusnya sama ya dengan yang dulu. Ngaku ngaku gitu,,," mama Herna mulai menebak nebak.
"Ma,,, Itulah kenapa Hana tadi gak mau cerita sama mama. Ini yang Hana takutkan. Mama jadi mikir yang aneh aneh kan."
Hana bersikap seolah sangat tidak enak padahal dalam hatinya bersorak.
"Ada gunanya juga tau banyak tentang Dion dulu jadi bisa dipakai senjata." batinnya licik.
...🧁🧁🧁...
...Wah wah wah,,, Gak benar ini!! Mulai ngaco ini Hana 😱...
__ADS_1
Dukung author dengan vote, hadiah, like dan komen ya ❤️