Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
S3 bagian 59


__ADS_3

Dalam sekejap mata Nara berbalik badan menghindari pertemuan yang sejak tadi tidak ia inginkan.


Jantung gadis ini berpacu dengan cepat, berulang kali Nara mencoba mengatur napasnya yang terasa sesak setelah hampir bertatap muka dengan suami beserta teman pria itu.


Nara ingin segera berlalu sebelum Dannis menyadari kehadirannya di sana.


Namun kembali ia memejamkan mata saat namanya dipanggil oleh seorang pria yang juga ia kenali.


"Khinara", penggil Alan.


Alan dan Dannis berjalan berniat menghampiri para teman sekelasnya dulu yang sedang berphoto ria beramai-ramai sebagai kenangan reuni tahun ini.


Namun Dannis merasa tidak asing dengan sosok perempuan berambut panjang terburai dan bertubuh mungil seperti yang sering ia pandangi setiap hari itu tidak sengaja ingin melewati mereka.


Ia ingin menyangkal ketika ia mengingat jelas bahwa istrinya telah ia antarkan ke rumah orang tuanya, namun pikirannya ditepis saat sahabat dekatnya Alan yang berada tepat di samping pria itu mengeluarkan suara yang membuat darahnya kembali berdesir.


"Khinara?", panggil Alan lagi dengan wajah penasaran.


Nara menegang, ia diam tidak bersuara ia tahu ini akan berdampak buruk jika Dannis mengetahui kehadirannya saat ini.


Nara memutuskan melangkah maju ke depan tanpa menghiraukan panggilan Alan, gadis ini berpura-pura tidak mengenal dua lelaki tersebut.


Dannis melirik Alan, entah kenapa ia merasa malas mendengar Alan memanggil nama Khinara.


Nara terus berjalan membelakangi mereka, hingga Alan ingin mengejarnya namun dicegah oleh Dannis.


"Ayolah jangan buang waktu.... apa kau mengenal perempuan itu?", tanya Dannis.


"Aku rasa dia Khinara gadis yang ku kenal, iya aku mengingatnya meski hanya melihat dari belakang", jawab Alan yakin.


Dannis berdecak kesal mendengar Alan menyebut nama itu lagi.


Nara berjalan menunduk karena begitu gugup oleh Dannis yang berada dibelakangnya, hingga gadis ini tidak fokus kemana arah ia berjalan.


Ia baru menyadari ketika sudah benar-benar telah berjalan ke arah tengah dimana para alumni berkumpul ramai menikmati pesta mereka di tepi kolam penuh bunga cantik itu.


Seketika Nara kembali ciut saat mendapat tatapan aneh para orang di sana tentu saja karena ia terlihat berbeda dengan warna baju yang sangat hidup diantara tamu lainnya.


Nara merasa sangat minder oleh keadaan, lama ia terdiam dan terhenti langkahnya, dadanya sesak merasa kurang oksigen untuk bernapas dan kepalanya terasa pusing oleh karena gugup dan malu yang luar biasa.


Seorang wanita mendekatinya dengan wajah sulit dimengerti.


"Hei.... apa kau wanita cleaning service teman yang dibela Sheira waktu itu?".


Lama perempuan itu menatap Nara kemudian lebih mendekat.


"Ah aku tidak salah lagi, kau benar-benar wanita yang menjadi saudara tiri Ranti. ha ha ha lihat penampilan mu, apa kau seorang biduan? apa kau yang menjadi penyanyi acara ini atau kau hanya tersesat salah masuk pesta yang jelas bukan dari kalangan orang seperti mu, apa kau tidak tahu ini SMA para orang kaya tidak mungkin kau bagian dari alumni bukan?", ucap wanita itu lagi dengan nada mengejek setelah ia benar-benar yakin perempuan cantik dihadapannya itu adalah gadis yang dibela musuh bebuyutannya Sheira.


Iya, gadis yang tengah mendekati Nara adalah Angel teman kuliah Ranti yang juga merupakan alumni SMA yang tengah reuni sekarang.


Nara masih terdiam, ia belum fokus pada siapa ia berhadapan karena jantungnya masih saja gugup karena takut Dannis mengetahui kehadirannya.

__ADS_1


"Mana Sheira sialan itu? mana pelindungmu?".


"Karena kau, Sheira mempermalukanku ketika di restoran kala itu, apa kau ingat? oh jika kau lupa, aku rasa jus ini bisa menjadi pengingatmu pada kejadian itu", ucap Angel lagi dengan nada puas setelah mengguyurkan jus minumannya tepat di bagian dada Nara.


"Nona apa yang kau lakukan?" Nara menatap jus yang menempel di dadanya dengan kesal.


"Apa para orang kaya seperti mu suka seenaknya seperti ini? aku memang hanya cleaning service, lebih baik menjadi tukang bersih-bersih tapi beretika daripada menjadi seorang puteri lagi sarjana namun suka merundung seseorang seperti ini", ucap Nara tanpa takut, ia sungguh kesal bahkan gadis ini melupakan Dannis yang tengah menggertakkan gigi geram saat melihat bahwa perempuan yang berpenampilan berbeda sendiri itu adalah benar istrinya.


"Oh dia berani melawan ku", jawab Angel tertawa lagi menatap teman-temannya yang juga ikut tertawa mengejek.


"Terserah padamu, minggirlah aku ingin lewat", Nara menatap tajam pada gadis sombong itu.


"Jika aku tidak mau bagaimana? siapa kau yang berani melawanku", jalan Nara dihadang oleh Angel.


Hingga perdebatan mereka menjadi sebuah tontonan bagi mereka yang tidak jauh dari sana, termasuk Dannis dan Alan yang memang berniat menyusul gadis itu tadi.


Alan ingin menghampiri Nara, ia merasa geram dan kasihan saat Angel mempermalukan gadis cantik itu ditengah keramaian.


Berbeda dengan Dannis, pria itu diam dengan tatapan tidak putus dari istrinya.


Nara merasa cukup untuk Angel mempermalukannya, maka ia mendorong Angel agar bisa ia lewat.


Angel kesal, tanpa basa basi ia menginjak ekor dress panjang milik Nara yang terlihat menjuntai saat Nara berjalan melewatinya hingga gadis itu terjatuh seketika.


Nara ingin menangis oleh adegan itu, ia sungguh malu sekarang dimana ia telah menjadi pusat perhatian ditengah alunan musik mengiringi beberapa alumni yang tampak bernyanyi bersama.


Matanya mengarah pada dua orang pria yang berdiri tidak jauh darinya.


Naura membantu Nara berdiri, gadis itu menyesal telah meninggalkan Nara tadi.


"Apa yang kau lakukan Angel?", bentak Aldo kesal.


"Apa kau juga mengenalnya? apa dia kekasihmu?", ejek Angel tanpa takut pada Aldo.


"Kau tidak tahu dia siapa?".


"Memangnya siapa gadis tukang bersih-bersih ini?", ejek Angel lagi yang mengundang tawa para temannya.


Nara berdiri, ia sudah mulai jengah mendengar Angel menertawakannya sejak tadi.


Nara mendorong Angel dengan kasar.


"Cukup, aku tidak mengenalmu.... cukup kau menjatuhkan harga diriku nona, kau pikir aku takut padamu", ucap Nara tajam, Angel terhuyung ke belakang.


"Asal kau tahu Angel, Nara adalah istri tuan Dannis kakak kelas beberapa angkatan di atas kita yang sekarang menjadi bos tempatku bekerja", jawab Aldo yang mampu membuat orang mendengarnya terkejut.


Terlebih Alan, pria itu menoleh pada Dannis seakan mencari jawaban.


Semua menoleh pada Dannis, namun pria itu hanya menampakkan wajah dingin dan diam seribu bahasa.


Angel tertawa lagi seolah tidak percaya.

__ADS_1


"Benarkah? aku rasa dia hanya mengaku-ngaku saja, lihatlah kak Dannis bahkan diam saja bukan? apa kau tidak tahu malu mengaku menikah dengan kak Dannis?", ucap Angel setelah melihat raut datar Dannis.


Angel mendekati Nara lagi dengan menyeringai.


"Cukup nona, kau sudah merusak acara ini", bentak Naura yang memegang tangan Nara.


"Siapa kau berani membelanya?", ucap Angel lagi pada Naura bahkan Angel mendorong Naura kasar agar ia bisa leluasa mendekati Nara.


Melihat Naura terhuyung membuat Nara kembali kesal, ia sudah tidak peduli pada Dannis yang hanya diam saja sejak tadi.


Nara menampar keras wajah Angel dengan kesal bercampur marah.


"Kau benar-benar keterlaluan, berhenti merundungku, aku tidak takut padamu andai kau pemilik kota ini sekalipun", ucap Nara geram dan habis kesabaran sejak Angel mengejeknya ditengah keramaian, ia sudah tidak peduli dengan rasa malu.


Alan menatap Dannis penuh tanya.


"Aku tidak menyangka Dannis, kau menikahi Khinara. Sekarang aku tahu kau memang tidak menyukai pernikahan itu, kau bahkan diam saja saat istrimu dirundung seseorang", Alan berdecak kesal melihat sahabatnya itu.


Dannis masih saja diam, ia tidak memberi jawaban apapun tentang kebenaran yang diucapkan Aldo tadi.


Angel menjadi kalap saat mendapat tamparan di pipinya, tanpa basa basi ia menarik kasar tangan Nara ke tepi kolam.


"Kau berani melawanku", ucap Angel geram dan mendorong tubuh Nara hingga semua mata tidak menyangka dan dibuat terkejut oleh riak air kolam renang saat tubuh seorang gadis jatuh di dalamnya, membuat ribuan kelopak bunga mawar yang membentuk huruf SMA mereka menjadi buyar seketika.


Nara menangis setelah berdiri sempurna di dasar kolam yang dangkal itu, ia benar-benar dipermalukan di hadapan semua teman-teman suaminya.


"Kau berhasil nona Nesya, kau berhasil mengerjaiku untuk datang ke sini", gumam Nara pelan diiringi airmata yang mengalir pasti, terlebih Dannis masih tidak bergeming dari tempatnya.


Naura dan Aldo menatap geram pada Angel yang tertawa mengejek.


"Aku tahu sekarang Dannis, kau adalah pria pengecut malam ini", ucap Alan tajam melirik Dannis sekilas kemudian ia berjalan menuju kolam renang dimana semua orang kembali dibuat terkejut saat pria itu turun tanpa takut basah seraya membuka jasnya, ia mendekati Nara dan menutup bagian punggung gadis itu yang tampak sedikit terbuka dengan jasnya.


Alan menuntun Nara keluar dari kolam.


Nara yang semula menutup wajahnya menangis, ia terkejut saat pria yang menutup tubuhnya dengan jas.


"Tuan Alan".


"Panggil namaku saja, aku bukan majikanmu, kita berteman Nara jangan lupa itu", jawab Alan pelan.


Setelah keluar dari kolam renang, Nara berhenti sejenak melihat sekilas pada suaminya.


Naura menghampiri gadis itu dengan cepat.


"Ayo aku antar kau pulang Nara", ajak Naura.


"Biar aku saja", jawab Alan seraya merangkul pundak Nara menuju jalan keluar tanpa peduli siapapun yang menatap mereka.


Naura mengikuti langkah mereka seraya memungut sepatu Nara yang terlepas di rerumputan.


Meninggalkan Dannis dalam diam namun tangannya mengepal kuat seraya menggertakkan giginya geram.

__ADS_1


__ADS_2