Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
Lanjutan 72


__ADS_3

Alea merasa haus dan lapar, namun dokter Bayu tidak juga membuka pintu atau setidaknya memberi perempuan itu makan dan minum, Alea hanya dibiarkan saja sendiri di dalam kamar nan cantik itu yang mulai merasa kehausan dan kelaparan.


"Dia bilang mencintaiku, tapi kenapa aku dibiarkan mati kelaparan seperti ini, dokter itu memang benar-benar sakit jiwa....oh aku lapar dan haus, bagaimana ini bahkan sudah larut tapi tidak diberi makan sedikitpun, kau memang kejam dokter Bayu" gumam Alea yang terus memegang perutnya yang berbunyi.


Perempuan ini kembali berdiri menghampiri pintu kamar dan mengetuknya keras "Hallo.....apa ada seseorang di luar? aku butuh makan.....dokter Bayu kau bisa mendengarku? aku lapar" pekik Alea namun tetap saja sia-sia.


Pada kenyataannya tidak ada seorangpun disana, dokter gila itu pulang ke rumahnya di kota agar tidak ada yang mencurigainya, pria ini sama sekali tidak memikirkan bagaimana wanita yang ia cintai itu sedang kelaparan bahkan dokter Bayu tidak meninggalkan apapun disana, hanya mengurung Alea saja tanpa bekal apa-apa. Sungguh kejam memang namun seperti itulah Bayu, pria itu hanya berfokus pada obsesinya menikahi Alea yang tidak tahu sangat membuatnya tergila-gila dan mampu menghilangkan akal sehatnya hingga bisa berbuat sejauh ini.


"Dasar dokter sialan....aku tidak diberi makan apapun dari tadi, ya Tuhan....perutku perih, tidak mungkin juga aku makan kelopak mawar ini, aku bukan Suzanna yang bisa makan bunga....huh dokter gila menyebalkan, ini bukan cinta, dia seperti malaikat maut yang akan menjemputku jika seperti ini, oh aku akan mati kelaparan, bagaimana dengan janinku mereka ada dua mana cukup makan kelopak mawar saja" rutuk Alea yang tidak sudah-sudah sambil mengamati kelopak mawar yang ia genggam.


Alea berdiri berjalan menuju kamar mandi, ia tidak bisa menahan hausnya terpaksa ia meminum air keran agar tetap bisa bertahan meski perutnya tetap saja berbunyi ingin sesuatu yang bisa dimakan.


Alea meringkuk di atas ranjang sambil terus memegang perutnya yang lapar hingga ia terlelap sendiri.


*****


Keesokan paginya Abrar memang telah siap menanggung segala risikonya untuk berhadapan dengan sang mertua, dan benar saja ia harus kembali menerima bogem mentah dari papa Kemal yang bahkan lebih murka dari sebelumnya akan hal yang baru saja ia ketahui tentang putrinya.


Mama Eliana hanya bisa menangis dan berdoa agar Alea baik-baik saja dimana pun ia berada, bahkan perempuan ini sempat pingsan ketika menantunya datang pagi-pagi memberi kabar bahwa Alea kembali hilang sejak kemarin.


Mama Bella menenangkan besannya itu, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa ketika papa Kemal memukul putranya, ia juga merasa kesal pada Abrar kenapa ini bisa terjadi lagi, sesibuk apapun seorang lelaki ia akan pandai menjaga istrinya namun mengapa Abrar bisa lengah lagi padahal ini bukan yang pertama Alea menghilang.


Semua sedang berpikir keras bagaimana bisa menemukan Alea sedang tidak ada jejak sedikitpun, namun cerita Abrar tentang dokter Bayu menyita perhatian semua orang terlebih mama Eliana yang tiba-tiba teringat akan masa mudanya yang juga pernah dicintai oleh pria lain semasa kuliah yaitu dosennya sendiri pak Aras namun mama El merasa Alea tidak seberuntung dirinya yang hanya dicintai dalam diam saja tanpa obsesi memiliki yang ujung-ujungnya bisa bertindak kejahatan.


"Alea sayang kau dimana nak....dia sedang mengandung aku takut terjadi apa-apa padanya, bagaimana ini?" gumam mama El dengan tangisnya yang masih didampingi besannya mama Bella.


"Tenanglah El....kita akan berusaha bagaimanapun caranya" ucap mama Bella menenangkan.

__ADS_1


Kemal tidak banyak bicara, ia hanya mengepalkan tangan dan menatap tajam menantunya itu, papa Ricko pun tengah menghubungi polisi.


Abrar kembali ke rumah sakit seorang diri untuk menanyakan alamat dokter Bayu pada bagian kepegawaian, seperti yang dicurigai oleh dua sahabat Alea, Abrar pun mulai fokus pada sosok dokter Bayu yang terkesan misterius di antara para dokter lain seperti informasi yang diberikan pihak rumah sakit yang begitu kooperatif memberikan penjelasan terkait dokter tersebut mengingat penculikan itu terjadi di lingkungan rumah sakit.


Abrar memegang alamat tersebut langsung saja menuju kesana bersama adiknya Arkan, dua pria ini menggila bertamu di pagi hari namun langsung main pukul dua penjaga rumah dokter Bayu, membuat dua satpam tidak bersalah itu tidak bisa berbuat apa-apa terlebih mereka hanya memberikan keterangan bahwa dokter Bayu baru saja berangkat bekerja itu artinya ke rumah sakit, satpam tersebut juga mengatakan bahwa dokter Bayu pulang ke rumah semalam tidak ada hal yang mencurigakan dari majikan mereka.


Dengan dada kempang kempis kembali Abrar mengemudi kencang menuju rumah sakit, ia begitu penasaran pada sosok dokter Bayu yang membuat dua sahabat Alea sampai mencurigainya pada kasus hilangnya sang istri.


Baru saja memarkirkan mobil, Abrar berlari masuk rumah sakit disusul langkah Arkan, namun mereka datang sia-sia karena dokter Bayu tidak masuk hari ini karena jadwalnya libur, dan mereka hubungkan dengan keterangan satpam rumah dokter itu dengan informasi dari rumah sakit, membuat kecurigaan Abrar dan Arkan kian menjadi-jadi namun harus kemana mereka mencari jika sampai saat ini sosok dokter Bayu itu pun masih belum bisa ditemui.


*****


Dokter Bayu melihat Alea yang terbaring lemah, karena kelaparan sejak semalam hingga pagi ini tidak juga mendapat apa-apa.


Alea mencoba menguatkan fisiknya ketika dokter gila itu datang, ia duduk dari baringnya kembali mencoba memohon namun masih sia-sia saja, dokter itu sama sekali tidak ingin melepaskannya sebelum Alea mengiyakan niat untuk menikahi perempuan itu.


"Tidak sayang, kau tidak akan mati semudah itu, aku hanya ingin membuktikan padamu bahwa aku serius ingin menikahimu....andai kau mengiyakannya sekarang kita akan menikah dan hidup bahagia kau bisa makan enak dan minta apapun dariku, jika kau masih saja berkeras hati siap-siaplah untuk mati disini karena itu lebih baik daripada kau dimiliki oleh pria lain, aku tidak mau melepasmu Alea, aku sudah cukup sabar menunggumu selama ini, aku rasa cukup dan inilah saatnya kita bersatu" jawab dokter Bayu dengan wajah tanpa dosa.


Alea menggeleng pelan, airmatanya seakan kering telah menangis semalaman "Kau benar-benar gila dokter Bayu, ini sama sekali bukan cinta....kau mau membunuhku? bunuh sekarang jangan buat aku menderita kelaparan seperti ini"


"Tidak Alea aku tidak akan membunuh calon istriku, tapi kau sendirilah yang menginginkan semua ini.....aku sudah menawarkan untuk hidup bahagia bersamaku tapi sampai sekarang kau tidak mau, jadi nikmati saja rasa lapar itu hingga malaikat maut menjemputmu, ketahuilah Alea aku pun akan menjemput mautku jika kau mati, kita bisa mati sama-sama bukan?" jawab dokter itu enteng.


Alea menarik napas dalam, ia tidak berkata-kata lagi karena Alea tahu bahwa meladeni orang gila seperti dokter Bayu akan membuatnya cepat mati, maka darinya kembali Alea memejamkan mata dan meringkuk memeluk boneka besar di atas ranjang.


*****


"Aku tertarik membelinya....Villa ini bagus dan sangat nyaman berada di tepi danau masih sangat alami, baiklah aku akan segera menyuruh sekretarisku mengurus semua administrasinya, sayang sekali villa yang itu tidak bisa ku miliki padahal bangunannya sangat aku sukai" ucap Imran pada sesorang yang akan menjual sebuah villa tepi danau padanya.

__ADS_1


"Oh....maaf sekali, villa tersebut sudah dibeli oleh seorang dokter katanya untuk calon istrinya mereka akan menikah disana, baru kemarin dokter itu menyuruh anak buahku mendekor salah satu kamar untuk memberikan kejutan dan melamar kekasihnya, sangat romantis bukan....ayolah kawan kapan kau akan menikah, umurmu sudah tua" jawab pria itu terkekeh.


"Entahlah.....aku ini pria yang payah jatuh cinta sekali aku merasakannya ternyata wanita itu sudah dimiliki pria lain, padahal dia sangat menarik perhatianku bahkan sejak pertama bertemu sangat disayangkan bukan? terlebih dia istri teman lama ku dan sekarang jadi pesaing bisnisku" jawab Imran tertawa.


"Ha ha ha what? jadi kau mau bilang kau jatuh cinta pada istri orang? apa-apaan ini teman, seperti tidak ada wanita lain saja, jika kau mau aku banyak stok wanita cantik yang bisa kau ajak kencan"


"Tidak....aku tidak tertarik pada siapapun sekarang selain wanita itu, tapi sayang aku hanya bisa melihatnya dari jauh saja karena tidak ada kesempatan untuk merebutnya... ha ha ha" ucap Imran kembali tertawa.


"Astaga.....memang benar kata orang-orang jangan sampai kita jatuh cinta pada perempuan bersuami atau kita tidak bisa lepas dari pesonanya, sepertinya pepatah itu terjadi padamu teman" ucap pria itu geleng kepala.


Imran hanya terkekeh melihat raut temannya tersebut, kemudian matanya menangkap sosok pria yang baru saja keluar dari villa yang ia maksud tadi.


Kebetulan Imran dan temannya itu berjalan-jalan melewati villa yang telah dibeli oleh seorang dokter tersebut, karena sudah bertatap muka mau tidak mau mereka saling bertegur sapa.


"Dokter Bayu? kau baru datang apa kau mau pergi lagi?" tanya teman Imran basa basi.


"Iya tuan Beni, aku hanya mampir sebentar saja" jawab dokter Bayu mencoba bersikap seperti biasa.


Imran hanya memperhatikan mereka berbicara saja.


####


Loh kok ada si Imran lagi? authornya ribet deh....


jangan ribet ya, untung ada imran yang akan menentukan kapan Alea akan selamat ya kaannn....klo ga ada imran ga tau deh nasib alea, sebab bang abrar ga tau mau jemput dimana ya kan....aduh pusing authornya maaf yaakkkk, jangan bilang berbelit ya ini hanya ujian kecil aja buat bang abrar sebelum novelnya end...


stay tune...

__ADS_1


__ADS_2