
...Selamat membaca...
...❤️❤️❤️❤️...
Sebuah pemandangan bahagia layaknya keluarga kecil bahagia itu tak luput dari pandangan mata seorang wanita berambut lurus sebahu dengan dandanan formalnya. Wanita yang baru saja melangkah keluar dari lobi rumah sakit elite itu memutuskan menghentikan langkahnya untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang dilihat matanya tidaklah salah.
"Itu benar benar Karin. Sedang apa bocil itu disini? Bukannya dia di Kanada?? Dan bayi itu,,,bisa jadi itu anak mereka. Mirip sekali wajahnya. Tapi siapa laki laki itu? Kenapa sepertinya sayang sekali kepada mereka?." gumam wanita itu.
Wanita yang tak lain adalah Hana itu masih terus memperhatikan. Sampai taksi yang membawa Karin dan Delvara pergi meninggalkan rumah sakit itu. Hana masih tetap ditempatnya memperhatikan laki laki tinggi tampan dan wajahnya sangat menarik perhatiannya itu.
"Apa hubungan Karin dengan si tampan ini?? Mungkinkah mereka,,,,Hmmm,,,dasar jalangg. Kemana pun perginya dapaaaat saja yang bening bening. Kali ini dia jual murah apalagi sampai bisa menarik perhatian si tampan ini?" gerutu Hana kesal.
Merasa lebih kesal lagi kala ia melihat pantulan dirinya di kaca rumah sakit itu. Dirinya memang tak semuda Karin usianya tapi lihatlah penampilannya sekarang,,,, limpahan uang dari keluarga Dion benar benar menyulapnya menjadi wanita berkelas.
Pakaian serba mahal yang hampir tak pernah terlihat kusut,,, perhiasan perhiasan mahal yang bisa terus gonta ganti,,, rambut yang selalu rapi dan wangi oleh sentuhan hair style yang khusus digajinya untuk dirinya saja,,, Sepatu dan tas ternama yang harganya juga fantastis.
Kali ini semua kemewahan itu membuatnya merasa tak bangga hati kala melihat seorang Karin yang jelas tak pernah pakai skincare mahal sepertinya,,, berpakaian seadanya,,, tanpa polesan make up,,, tanpa perhiasan,,, masih diriwehkan dengan adanya bayi juga tapi mampu menarik perhatian si tampan.
"Kurang apa aku coba? Kenapa semua laki laki malah memilih dia? Oh,,, kurang gatal. Kurang genit. Kurang murahan kali ya aku. Karena aku memang bukan murahan!! Camkan itu Karin!!" Hana benar benar kesal.
Dan sekali lagi ia dibuat penasaran oleh si tampan yang tampak dihormati di rumah sakit ini. Hampir semua staff mulai dari cleaning service, security,,,perawat atau pun dokter,,, mengangguk sopan padanya.
"Siapa sebenarnya dia? Apa pengaruhnya di rumah sakit elite ini? Kenapa semua orang begitu segan padanya?" Hana penasaran.
Hana yang hidupnya tak jauh dari kata mewah itu tau persis berapa kisaran tarif di rumah sakit ini.Dirinya yang datang rutin untuk melakukan medical test agar bisa mendeteksi lebih dini kalau ada penyakit apa apa tentu sudah hafal betul bahwa rumah sakit ini di luar jangkauan kaum menengah ke bawah.
"Gembel itu ada perlu apa disini?" Hana menduga duga ada kepentingan apa sebenarnya Karin di sini dan dengan pria tampan yang tak lain adalah Yusuf.
"Sebaiknya aku cari tau semuanya. Aku tidak bisa tidur nyenyak kalau begini ini. Aku yakin Dion dan mama pasti masih berada di negara ini. Gembel itu mana bisa dapat uang untuk keluar dari sini. Tapi setelah melihat Karin di sini, aku tetap tidak rela juga kalau setelah ku usir ternyata malah mereka bertemu lagi dan hidup bahagia lagi. Enak saja mereka." gerutu Hana.
Hana berjalan dengan pura pura sibuk dengan tas dan ponselnya. Ia melakukannya agar terlihat alami saat menabrakkan dirinya ke arah Yusuf.
__ADS_1
Bruukkk,,,
"Aw,,, Yaaaahhh,,,," Hana berpura pura sedih karena ponselnya terjatuh dan pecah.
"Oh sorry. I am so sorry. Are you ok miss??" Yusuf membantunya berdiri dengan penuh rasa bersalah karena tak memperhatikan jalannya.
Apalagi sampai membuat ponsel wanita yang ditabraknya jatuh dan pecah.
"I am ok but i am in trouble. All my important contact are in that phone (aku baik baik saja tapi aku dalam masalah. Semua kontak pentingku ada di ponsel itu)" Hana menunjuk ponsel yang hancur itu.
"My apologize. I will buy you the new one. Did you save all your contact on your goo**gle account?(maafkan aku. aku akan belikan yang baru.Apa kamu menyimpan semua kontakmu di akun goo**gle mu?" tanya Yusuf.
Hana mengangguk.
"Ah syukurlah." lirih Yusuf namun bisa didengar Hana.
"Kamu orang Indonesia?" tanya Hana.
"Loh,, Mbak Indonesia juga??" Yusuf tanya balik.
"Wah,,, makin banyak nih punya kenalan orang Indo. Oh ya,,, kenalkan saya Yusuf."
"Hana. Gak usah pakai mbak. Namamu cocok dengan wajahmu. Tampan seperti nabi Yusuf." puji Hana.
"Ah bisa saja. Oh ya mbak Hana,,,"
"Hana saja. Aku belum terlalu tua untuk kamu panggil mbak. Lagipula walau aku memang sudah tua tapi aku menolak tua." ujar Hana dengan nada bercanda.
"Ah,,, Hahaha,,, pandai ngelucu juga rupanya. Ok Han,,, Aku minta maaf udah buat ponselmu rusak. Ini kartu namaku,,,kamu boleh beli ponsel merk apa pun dan kirimkan saja tagihannya ke alamat ini." ucap Yusuf sambil menyerahkan kartu nama yang terlihat sangat berkelas.
"Merk apa saja??" Hana meyakinkan.
__ADS_1
"Iya. Apa saja. Sesukamu. Aku akan membayarnya. Anggap saja sebagai permohonan maafku." Yusuf juga sangat yakin.
Sebagai seorang yang punya banyak uang tentu bukan masalah baginya membeli sebuah ponsel yang termahal sekalipun.
"Jadi harga maaf seorang pria cuma seharga ponsel nih maksudnya?? Murah sekali." cibir Hana sambil membuang wajahnya.
"Oh maaf kalau itu tidak cukup. Katakan saja,,,Apa yang harus aku lakukan biar kamu bisa memaafkanku." ucap Yusuf.
Pass,,, Jebakan ditangkap.
"Dengan sebuah makan siang juga mungkin?" Hana tersenyum.
Yusuf tak langsung mengiyakan. Matanya tertuju pada tas berisi makan siangnya dari Karin.
"Bagaimana?" tanya Hana lagi.
"Bukannya tidak ingin tapi aku sudah punya makanan untuk makan siang." Yusuf mengangkat dan menunjuk tas itu.
"Buatan istri??"
"Bukan. Bukan istri. Calon istri." Yusuf membenarkan.
"Oh,,, Calon. Baru calon kan? Belum pasti jadi istri." Kata Hana diantara perasaan senang karena pria tampan ini belum resmi dimiliki Karin namun juga kesal karena dengan begitu masih ada kemungkinan Karin bertemu dengan Dion dan mereka hidup bahagia lagi.
Sungguh memuakkan,,, Menyebalkan sekali jadi Hana saat ini. Ia merasa selalu tertinggal selangkah dengan Karin. Sebelumnya Dion yang didapatkan Karin,,, Hana kalah jadinya. Sekarang si kece ini juga,,, Huhhh,,,Hana sangat kesal dan iri.
"Maksudnya apa ya??" tanya Yusuf yang tidak bisa menebak arah bicara Hana.
"Bukan apa apa. Bagaimana?? Lebih memilih makan siang buatan calon istri yang bisa kamu dapatkan lagi lain kali atau menunjukkan rasa bersalahmu dan permohonan maafmu padaku yang mungkin besok tidak bisa kamu temui lagi??" tanya Hana.
"Mmm,,, baiklah. Setidaknya ijinkan aku memberikan makanan ini pada orang lain." Yusuf yang tak enak hati pun akhirnya menyerah.
__ADS_1
Diberikannya tas berisi masakan Karin pada security dan menyuruhnya membagi dengan rekannya untuk makan siang mereka.
...❤️❤️❤️❤️...