
"Kalian mau cari mati? kenapa kesini dan darimana kalian tahu aku di rawat di rumah sakit ini?" tanya Alea pada dua pria yang sudah berada di hadapannya.
"Maaf nona, kami hanya ingin memastikan anda baik-baik saja, maaf kami tidak bisa mencegah bos kecil namun kami berhasil mengalihkan tembakannya hingga hanya melewati punggung nona saja tidak sampai menembus" ucap salah satu dari mereka.
"Terimakasih kalian sudah menolongku untuk kedua kalinya, aku baik-baik saja sekarang....kalian boleh pergi sebelum suamiku kembali apa kalian mau masuk penjara?" tatap Alea tajam pada mereka berdua, karena perempuan ini tidak ingin mereka tertangkap.
"Kami kesini sekaligus ingin mengbalikan uang ini, cincin nona terlalu mahal uangnya terlalu banyak jadi kami kembalikan sisanya kami hanya mengambil sesuai kebutuhan saja" ucap pria bujangan sambil mengeluarkan amplop tebal berisi uang dari jaketnya.
Alea ingin tertawa dibuat tingkah polos dua pria itu, perempuan cantik itu menepuk keningnya sendiri.
"Astaga.....kalian ini benar-benar berhati hello kitty, aku ikhlas membantu kalian, suami ku kaya jadi akan diganti olehnya nanti. Simpan dan gunakanlah uang ini untuk membuka usaha dan modal agar kalian tidak mencari pekerjaan lagi kemana-mana, kau bisa ajak istrimu berjualan atau kau bisa membeli motor untuk jadi ojek misalnya" jawab Alea berkata pada pria beristri.
"Dan kau uang ini bisa kau gunakan untuk ikut pelatihan satpam atau sejenisnya. Manfaatkan tubuhmu yang lumayan besar ini sebelum menikah" ucap Alea lagi pada pria bujangan.
"Nona" hanya itu yang terucap dari kedua pria itu.
Alea mengangguk "Aku ikhlaskan semua uang cincinku untuk kalian memulai hidup baru yang lebih baik, aku baik-baik saja sekarang kalian bisa pergi aku juga berterimakasih sudah membantuku lepas, ayolah sebelum suamiku melihat wajah kalian" kembali Alea berkata seraya mengusir dengan tangannya.
"Baiklah nona terimakasih banyak semoga nona bisa cepat sembuh, ah iya kami juga ingin mengatakan bahwa kami berhasil menyekap bos kecil di gubuk jika suami nona ingin balas dendam kami pastikan dia masih disana, beruntung dia tidak membawa anak buahnya kemarin jadi kami berdua mengikatnya disana, kami akan pulang dan tidak ingin lagi terlibat dengan bos kecil maupun bos besar itu, jika nona ingin kami menyerahkan diri juga tidak apa-apa"
Alea ternganga mendengarnya "Ternyata kalian bisa melawan juga rupanya, baiklah terimakasih bantuannya tentu suamiku akan balas dendam pada pelaku penembak istrinya, ayo cepat kalian pergi dari sini" usir Alea lagi sambil matanya mengawasi jika Abrar kembali.
__ADS_1
Dan benar saja dua pria itu menjauh suaminya pun telah mendekat membawa ponsel dan beberapa buah dalam kantong, Alea menyambutnya dengan senyum manis.
******
Abrar menggedong istrinya menuju kamar mereka, Alea telah diperbolehkan pulang oleh dokter dengan rutin rawat jalan sampai lukanya benar-benar sembuh.
"Katakan padaku kau mau makan apa atau mengidam sesuatu?" tanya Abrar bersemangat.
Alea menggeleng dan tersenyum "Aku tidak membutuhkan apapun sekarang, aku hanya ingin suamiku ada disini...." jawab Alea manja menatap suaminya penuh cinta.
Abrar meraih bibir istrinya mencium dengan lembut namun baru saja memulai kembali Alea tiba-tiba saja memuntahkan isi perutnya hingga mengenai baju Abrar.
"Sayang maaf...." ucap Alea.
"Tidak....ayo keluarkan saja" jawab Abrar seraya merangkul istrinya menuju kamar mandi.
Dengan telaten pria ini membasuh wajah Alea yang lelah karena muntah, perempuan itu tampak lesu dan bersandar di bahu sang suami.
"Sayang....aku tidak tahu kenapa perempuan hamil bisa seperti ini, aku kasihan padamu andai bisa aku saja yang merasakannya" ucap Abrar sendu.
__ADS_1
"Aku menikmatinya, ini biasa terjadi pada semua kehamilan memang ada beberapa yang pria calon ayah merasakan ini, seperti papaku dulu, hampir disetiap kehamilan mama selalu papa yang tersiksa seperti ini, sepertinya tidak padamu, kau seharusnya merasa beruntung" jawab Alea terkekeh.
Abrar menarik napas dalam kembali menggendong istrinya menuju ranjang.
"Besok pelayan akan mulai bekerja disini, jadi kau tidak boleh melakukan apapun tentang mengurus rumah, nanti malam juga Naura dan mama Clara akan menjengukmu disini" ucap Abrar membelai wajah istrinya.
Alea mengangguk dan meraih bibir suaminya berniat melanjutkan ciuman mereka yang tertunda, namun baru saja mendekatkan bibirnya pada bibir Abrar kembali rasa mualnya ke permukaan hingga tiba-tiba ia mendorong dada Abrar agar menjauh.
"Ada apa?" tanya lelaki itu.
"Maaf sayang aku kembali mual, aku rasa calon anak kita cemburu padamu....aku mual bahkan langsung muntah ketika mencium bibirmu dan ini terjadi sejak kemarin, maaf sepertinya kau harus berpuasa menciumku" jawab Alea terkekeh melihat raut kecewa suaminya.
"Astaga....memang ada seperti itu, aku tidak percaya" jawab Abrar kemudian ia langsung saja mencium bibir istrinya dalam dan benar saja Alea kembali memuntahkan isi perutnya hingga bajunya kembali kotor.
Lelaki ini hanya bisa menghembus napas kasar setelah itu terbukti, ia merasa kasihan pada Alea yang tampak pucat karena muntah itu cukup menguras tenaga.
"Maafkan aku Alea....baiklah aku akan puasa mencium bibir ini, oh ini sungguh menyebalkan...." kesal Abrar mengusap rambutnya kasar.
####
ayo dukung Bee - zayn udah up juga yaaa
__ADS_1