Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
Bumil Manja


__ADS_3

...Hai,,, Selamat membaca ya 🌸 Maafkan typo yang bertebaran πŸ€­πŸ™...


...🌸🌸🌸...


"Papa berangkat dulu ya baby D. Jangan bikin mama buncitmu ini ngomel ngomel aja selama papa tinggal ya. Jangan repotin oma sama opa juga ya sayang."


Cup.


Sebuah kecupan lembut bersarang di perut Karin yang sudah membuncit menyesuaikan dengan usia kandungannya yang sudah memasuki bulan ke tujuh.


"Baby D aja yang dicium?? Mamanya??" protes Karin saat Dion main nyelonong keluar kamar saja menenteng tas kerjanya.


"Males ah cium mamanya soalnya mamanya gak bisa dipakai udah tujuh bulan." goda Dion.


"Om papa!!!!" bila digambarkan dengan emoticon maka saat ini wajah Karin bisa digambarkan dengan emoji berwarna merah padam itu.


"Hahaha,,,," Dion malah menertawakannya.


"Karin begini juga karena adanya baby D." si ibu hamil satu ini emang makin hari makin sensitif saja.


Bisa tiba tiba menangis tanpa sebab,,, Bisa marah besar karena kesalahan kecil,,, Bisa juga memilih berdiam diri seharian karena kesal dengan Dion,, Bisa juga tertawa keras untuk hal yang sama sekali tidak lucu.


Tapi Dion menikmati semua proses kehamilan itu dengan penuh kebahagiaan karena baginya inilah momen yang diharapkannya selama ia dua kali menjabat sebagai suami.


Bahkan Dion juga tidak benar benar mempermasalahkan kondisi kehamilan Karin yang tidak memungkinkan bagi mereka berhubungan intim. Setelah pernah dulu Karin sampai pingsan karena kontraksi,,,Mereka pernah sekali lagi mencoba tapi meski pelan Karin masih saja kesakitan.


Karenanya,,,sesuai dengan saran dokter demi keselamatan ibu dan bayi,,, Dion harus tahan dan rela berpuasa sampai sang bayi lahir dan kondisi sang ibu sudah bisa digauli.


Bohong jika Dion tak menginginkannya tapi meski sering terlintas di benaknya untuk meminta sang istri membantunya melepaskan syahwatnya dengan cara oral,, Tapi melihat wajah muda istrinya itu ia tak tega.


Dion takut istrinya yang masih muda itu nanti juga menginginkan kenikmatan seperti itu tapi tak bisa mendapatkannya. Dion takut hal itu akan menyiksa batin istrinya karenanya ia mengurungkan dan benar benar menahan semua gejolak nafsunya selama ini.


Jangan khawatir Dion akan menyeleweng atau jajan di luar karena calon papa satu ini kelewat cinta sama bidadari tak bersayapnya itu.


Tidak ada satu pun wanita lain yang diliriknya atau pun menarik perhatiannya selama ini. Dion benar benar menjaga pandangannya.


Kembali pada istri yang tengah ngambek karena tak dapat ciuman dari Dion,,,

__ADS_1


"Ngambek lagi kan?? Hmm,,, Iya deh iyaaa,,, Om papa yang ngalah deh,,," ucap Dion setelah puas membuat Karin ngambek pagi ini.


"Memang begitu seharusnya!!" Karin masih ngambek.


"Duh duh duh,,,kalau ngambek terus begini apa gak takut kalau om papa jadi makin cinta???" goda Dion lagi.


"Bodo,,,!!!" sungut istri kesayangan Dion.


Cup,,, Cup,,, Cup,,, Ciuman bertubi tubi pun mendarat juga akhirnya di kening, kedua mata, hidung, pipi kanan kiri dan juga bibir Karin.


Senyuman mengembang pun merubah wajah bak kepiting rebus tadi menjadi wajah bidadari nan anggun mempesona.


"Jangan lupa bawain mangga muda pulangnya." Karin nyengir kuda.


"Hmm ada maunya ternyata,,," gumam Dion.


"Jadi gak mau beliin mangga muda?? Om papa jahat,,,Jahat,,,"


Bugh,,, bugh,, detik berikutnya menjadi adegan pukul memukul manja ala Karin di dada bidang Dion. Tidak lupa lelehan airmata manja khas ibu hamil yang hormonnya naik turun.


"Yaelah jadi nangis sekarang. Iya iya nanti om papa bawain mangga muda."


"Pasti dong sayang. Apa sih yang nggak buat bumil buncitku ini." jawab Dion setengah merayu.


"Yang banyak ya om papa." pinta Karin.


"Sekarung bila perlu." tegas Dion.


"Emangnya perut Karin ini perusahaan jus mangga apa??!!!" si bumil galak lagi dan bikin Dion tepuk jidat.


"Dioooonnnn,,,Jam berapa ini??? Ayo turun sarapan.Jangan ganggu menantu mama terus."


Suara mama Herna terdengar memanggilnya dan membuat Dion mau tak mau menyudahi kegiatannya menggoda si bumil manja.


"Iya ma. I am coming." teriak Dion.


"Tuntun Karina turun. Jangan biarin dia jalan sendiri. Tangganya berbahaya buat ibu hamil." teriak mama.

__ADS_1


"Siap!!!"


Dion sudah hafal betul perintah yang terus diulang oleh mamanya tiap harinya itu. Ada benarnya juga kata mama Herna bahwa tangga memang berbahaya bagi ibu hamil. Rencananya pekan depan Dion akan mengambil cuti saja untuk bisa merelokasi kamar mereka agar pindah ke lantai bawah saja.


"Rina,,, Bagaimana baby D pagi ini?? Rewel gak cucu oma??" sambut mama Herna begitu keduanya sampai di bawah.


"Nggak kok ma. Cuma minta mangga muda aja sama papanya."


"Padahal sudah lewat masa ngidam tapi kamu masih saja suka makan mangga muda. Tapi gak apa apa sih.Itu gak jadi masalah selama membuatmu senang sayang. Bagi mama yang penting kamu bahagia. Ibu bahagia,,, yakin pasti si bayi juga tumbuh dengan bahagia juga."


Mama Herna mengelus perut Karin lalu membantunya duduk di kursi.


"Hati hati Rina sayang. Mama ambilkan dulu susu hamilmu ya." ucapnya kemudian.


"Makasih ya ma."


mama Herna hanya tersenyum dan segera berlalu menyeduh susu kehamilan yang selama ini dikonsumsi Karin. Selama ini juga hanya mama Herna saja yang Selalu membuatkan susu karena yang lain dilarang melakukannya.


Meski sudah tua tapi Herna memilih melakukan semua itu sendiri karena ia ingin memastikan sendiri takaran susu itu sudah sesuai dan menantu serta calon cucunya mendapat asupan gizi yang tepat. Herna tak ingin terjadi hal buruk pada keduanya karena ia menyayangi keduanya.


Tulus,,, Setidaknya hingga detik ini dan rencananya sampai kapan pun.


"Kapan cutinya Dion? Jadi kan pindahan kamar?? Kasian lho Karina kalau kelamaan nunggu kamu cuti.Musti naik turun tangga." tanya mama Herna begitu kembali dengan segelas susu hangat untuk Karin.


"Minggu depan ma. Weekend lah ya. Sehabis Dion balik dari meeting di Singapura."


"Jangan ditunda tunda lagi dan gak usah mampir sana sini. Selesai meeting langsung pulang. Berapa hari di sana??" tanya papa Hengki.


"Cuma dua hari kok pa paling lama. Lagian kalau kelamaan nanti bumil manjaku ini bisa nangis guling guling kangen sama suami kece badainya ini." Dion mengerling pada Karin.


"Sok cakep." sungut Karin lalu meneguk susunya.


"Dion titip bumil manja ya ma,, pa,," pesan Dion sebelum dirinya berangkat kerja.


Pagi ini Dion hanya akan ke kantor untuk tanda tangan beberapa berkas penting lalu langsung menuju ke bandara. Klien baru di Singapura menunggunya untuk proyek besar mereka.


...🌸🌸🌸...

__ADS_1


...Maafkan author yang slow up karena ngedrop lagi 😷🀧...


Dukung author dengan vote, like dan komen 🌸❀️🌹


__ADS_2