
"Dokter Bayu?" ucap Alea terkejut.
"Iya Alea ini aku....." jawab dokter Bayu seraya mendekat.
"Kenapa kau bisa ada disini? mana suamiku?" tanya Alea mulai cemas melihat raut pria itu yang tersenyum manis namun tampak mengerikan.
"Mana ku tahu suamimu ada dimana, kau disini sekarang itu artinya kau hanya bersamaku" jawab dokter Bayu masih dengan raut senyumnya.
"Apa maksudmu? astaga....apa kau menculikku? stop....jangan dekati aku" Alea terus menggelengkan kepalanya seraya mundur ke belakang.
"Ayolah Alea buka hatimu untukku, aku sudah cukup bersabar selama ini dengan sikapmu yang tidak acuh padaku....jangan pura-pura tidak tahu, aku menyukaimu bahkan sejak pertama kita bertemu"
"Kau gila, aku perempuan bersuami.....keluar kau dari sini, atau aku akan berteriak" ucap Alea cemas, wajahnya merah ingin menangis.
Dokter Bayu terkekeh, ia terus mendekat ke arah perempuan yang terus beringsut mundur.
"Tidak ada yang akan mendengarmu sayang, ayolah Alea aku berjanji tidak akan menyakitimu, terima aku kita akan hidup bahagia, ketahuilah kau memang perempuan kedua yang berhasil membuatku jatuh cinta namun dengan mu aku merasa lain, aku bahkan merasa lebih gila lagi karena kau perempuan yang telah menikah...."
"Aku akan menerima jandamu Alea, ceraikan suamimu....kita akan pergi dari kota ini dan memulai hidup baru, kau benar-benar membuatku gila Alea, kau cantik dan sangat menarik perhatianku, ketahuilah aku pernah kehilangan satu kali dan tidak akan ku ulangi yang kedua kalinya, jadi apapun keadaanmu aku akan menerimanya meski kau janda sekalipun"
Alea menggeleng dengan cepat, airmatanya sudah mengalir sejak tadi, ia tidak pernah merasa setakut ini sebelumnya bahkan pada siapapun, tetapi lain dengan pria gila satu ini dokter Bayu tampak benar-benar mengerikan.
"Aku tidak mau, lepaskan aku dokter aku mohon.....aku sudah punya suami, tidakkah kau sadar tingkahmu ini sungguh gila, aku sedang mengandung sekarang, jangan sakiti aku dokter aku mohon lepaskan aku ingin pulang" ucap Alea memohon, perempuan ini benar-benar takut.
"Kita akan pulang ke rumah kita sayang, tenanglah Alea....aku tidak akan menyakitimu sampai kau benar- benar menjadi milikku, aku akan bersabar menantimu, kau lihat kamar ini apa kau menyukainya? ini ku siapkan khusus untukmu calon istriku" jawab dokter itu lagi dengan wajah tanpa dosa.
__ADS_1
"Kau psikopat yang gila dokter Bayu, aku tidak mau dan tidak akan pernah mau....aku sudah bersuami dan aku hanya mencintai suamiku saja, pergi kau dari sini....." usir Alea mulai emosi, wajahnya memerah dengan tangis ketakutan.
Dokter itu mulai menatap Alea tajam ketika mendengar Alea mengatakan hanya mencintai suaminya saja, tangan pria ini sudah hampir melayang ingin menampar wajah cantik Alea, perempuan itu sontak menunduk namun tidak terjadi apa-apa, dokter Bayu memejamkan matanya sejenak dan menarik napas dalam kemudian menurunkan kembali tangannya yang sudah mengudara, ia mengepalkan tangan itu dengan kuat.
"Alea....aku sudah berjanji tidak akan menyakitimu, istirahatlah....aku juga tidak akan melakukan apapun padamu sampai kita benar-benar menikah dan ini ku harap kau segera menandatangani surat cerai ini agar segera ku kirimkan pada suami yang sama sekali tidak cocok mendampingimu" ucap dokter Bayu meletakkan sebuah map di atas ranjang.
Alea menatap tajam map itu, ia sama sekali tidak menyangka lelaki di hadapannya ini berbuat sampai sejauh itu, padahal tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari dokter tersebut ketika mereka masih di rumah sakit, Alea mengira dokter Bayu tidak akan melakukan hal segila ini sampai menculik bahkan ingin menjadikannya istri, ini mustahil pikir Alea.
"Aku tidak mau.....sampai kapanpun tidak akan pernah mau, kau pria gila yang seharusnya ada di rumah sakit jiwa sekarang, aku membencimu dokter Bayu" jawab Alea langsung menyambar map tersebut dan menyobeknya hingga berkeping-keping.
Dokter Bayu menatapnya santai "Tidak dengan surat itupun aku akan tetap menikahimu sayang, jadi persiapkan dirimu kita akan menikah dan hidup bahagia Alea, aku yakin itu.....namun yang pasti kau tidak akan pernah bisa pergi dari sini, karena mulai saat ini kau milikku Alea....hanya milikku, istirahatlah sayang kau tampak lelah" jawab dokter Bayu seraya berjalan keluar dan kembali mengunci pintu kamar cantik tersebut.
Alea frustasi, ia menangis tergugu menjatuhkan diri di lantai perempuan itu tidak pernah merasa setakut ini sebelumnya pikiran Alea buntu, ia tidak tahu harus berbuat apa hanya ketakutan yang ia rasakan saat ini.
Menarik napas dalam Alea berdiri, ia berjalan menuju pintu dan terasa sia-sia ketika ia mengetuk dan memukul pintu itu yang hanya menghabiskan tenaganya saja, ia berjalan kesana kemari mencari jalan keluar namun tidak ada sama sekali, jendela yang di teralis besi Alea hanya bisa memandang kesal pemandangan yang semula indah baginya namun berubah menjadi mencekam ketika matahari mulai meninggalkan ufuknya.
*****
Abrar kembali merasa gila ketika kehilangan istrinya untuk kedua kali, ia sudah mencari Alea kemana-mana tidak ada jejak, ponsel Alea pun tidak aktif hingga sekarang malam mulai menjelang, pria ini bahkan telah memukul semua sekurity rumah sakit yang bisa lengah akan kejahatan disana, Abrar tidak tahu kenapa ini menimpanya lagi, semua teman Alea tidak ada yang melihat kejadian itu.
CCTV hanya memperlihatkan Alea berjalan keluar gerbang gedung rawat inap yang juga banyak pengunjung yang berlalu lalang, namun ia berjalan keluar arah yang tidak terjangkau kamera pengawas lagi, hingga jejaknya tidak terlihat.
Keysa dan Nazli pun masih sibuk mencari sahabatnya itu, mereka saling bertatapan dan sama-sama membesarkan matanya.
"Dokter Bayu" ucap mereka bersamaan.
__ADS_1
"Apa maksud kalian?" tanya Abrar.
"Begini bang Abrar, ini hanya sebatas kecurigaan ku saja soalnya siang tadi dokter Bayu mencari Alea kemana-mana ketika kami kembali ke rumah sakit setelah dari praktek bibi Shopia, maksudku dokter Bayu sedikit lain hari ini ketika menyebut nama Alea" ucap Keysa menerka-nerka.
"Aku belum mengerti apa hubungannya dengan istriku?" tanya Abrar semakin bingung.
"Huh....baiklah bang Abrar harus tahu bahwa dokter Bayu menyukai Alea bahkan sejak pertama dia membimbing kami, dia bahkan dengan gamblang mengakui ketertarikannya pada istrimu padahal dia tahu Alea telah menikah, dan hari ini memang benar aku juga merasakan aura lain dari dokter Bayu ketika dia menanyakan Alea tadi siang, pria itu juga belum pulang padahal sudah tidak ada jadwal lagi hingga sore, namun dokter Bayu juga pamit pulang ketika Alea pamit pulang, ini hanya curiga ku saja kita tidak ada bukti bukan" jawab Nazli panjang lebar menjelaskan kecurigaannya.
Abrar memejamkan matanya, ia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Kenyataan apalagi ini?" gumam Abrar frustasi ia mengusap wajahnya kasar.
"Dimana alamat dokter itu?" tanya Abrar lagi.
Dua sahabat Alea menggeleng.
Abrar dengan cepat menuju bagian informasi ingin menanyakan alamat dokter tersebut, namun sia-sia karena memang alamat semua dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut adalah rahasia dan hanya di ketahui bagian kepegawaian rumah sakit yang hanya bisa ditemui siang hari pada saat jam kerja tidak malam seperti sekarang.
Abrar kembali menendang kursi yang berada di hadapannya tidak peduli banyak pengunjung rumah sakit yang melihat pria itu kebingungan sekarang.
Kembali berkeliling kota, berharap ada keajaiban bahwa ponsel Alea akan aktif namun tidak juga hingga malam pun semakin larut, lokasi ponsel istrinya hanya terlacak sampai gerbang rumah sakit saja, ia yakin penculiknya sudah mematikan ponsel Alea ketika baru meninggalkan rumah sakit.
Abrar hanya bisa memukul stir mobilnya, ia berkeliling seorang diri entah bagaimana perasaannya saat ini, dan ia merasa menjadi suami yang benar-benar buruk hingga sampai terjadi dua kali penculikan pada istrinya bahkan hanya berjarak beberapa minggu saja dari kejadian salah culik Alea pertama kalinya.
Sempat ia berpikir bahwa Alea kembali di culik oleh orang yang sama, namun perkataan Keysa dan Nazli tentang dokter Bayu pun tidak bisa ia abaikan begitu saja, menyesal iya Abrar menyesal mengiyakan Alea tentang tidak ingin melanjutkan kasus penculikan pertamanya, jika saja ia mengusut tuntas mungkin Alea tidak hilang lagi sekarang pikir Abrar, namun perasaannya juga terpecah pada sosok dokter Bayu yang baru ia ketahui bahwa pria itu menyukai istrinya sejak lama.
__ADS_1
Belum menceritakan pada siapapun, Abrar bahkan tidak berani memberitahu mertuanya tentang ini, ia tidak tahu apa yang terjadi ketika papa Kemal mengtahui bahwa putrinya kembali hilang, hanya menunggu hingga 24 jam agar pria ini bisa melaporkan ke polisi dan juga mau tidak mau memberitahu semua keluarganya dan juga keluarga Alea.