
Lama Kemal menatap wajah istrinya, ia sungguh bersyukur menjadi pendamping perempuan seperti Eliana, selama menikah El tidak pernah menuntut apapun, selalu memberikan pelayanan terbaik bagi suaminya, seperti malam ini, setelah lelah berolahraga malam keduanya masih enggan terpejam.
"Kenapa menatapku seperti itu?" El bersuara memecah keheningan.
"Hmm....karena aku mencintaimu" jawab Kemal singkat, menampilkan senyum manis sebelum mendaratkan kembali sebuah kecupan hangat di hidung istrinya.
El terkekeh, ia mengeratkan pelukan di dada sang suami, terlarut dalam perasaan yang sama sebelum menjemput mimpi berada dalam selimut tebal yang membungkus tubuh polos keduanya.
******
"Sayang.....kau sudah bangun?" ucap Eliana tanpa berbalik badan ketika merasakan suaminya memeluk dari belakang.
Kemal hanya mengangguk pelan sambil menjatuhkan wajahnya di ceruk leher istrinya.
"Pergilah bermain dengan anak-anak di depan, aku akan menyelesaikan sarapan kita"
"Dimana mereka?" tanya Kemal.
"Di depan bersama Karin" El berbalik badan setelah mematikan kompor.
"Aku ingin kita keliling desa dengan berkuda, sepertinya menyenangkan"
"Baiklah....aku akan ikut denganmu sayang, sekarang biarkan aku menyelesaikan pekerjaan ku dulu" jawab Eliana.
Kemal masih tidak bergeming, malah semakin menempel tangannya sudah melingkar di pinggang ramping Eliana. Melihat itu Eliana mengalungkan tangannya di leher Kemal, mengecup seluruh wajah Kemal lalu memeluk erat pria yang belum memiliki celah apalagi menyakitinya selama pernikahan.
"Ehem...astaga ini masih pagi, kapan kalian berhenti menyakiti mataku" celetuk Karin yang memang berniat menemui El di dapur.
__ADS_1
El melepas pelukan, namun tangan Kemal masih tidak bergeming.
"Maaf....makanya kau harus segera menikah agar bisa seperti ini setiap waktu" jawab El terkekeh melihat sepupu suaminya mencebikkan bibir ke depan.
"Kak lepaskan istrimu, aku ingin bicara padanya" ucap Karin pada Kemal.
"Huh......menganggu saja, baiklah aku tidak ingin terlibat urusan perempuan, aku akan melihat anak-anak di depan" ucap Kemal pada istrinya, El mengangguk sebelum mencium pipi suaminya.
"Awas jika kau menghasut istriku yang tidak-tidak" ucap Kemal ketika melewati Karin sambil tangannya mengusap-usap kepala Karin hingga rambut perempuan itu berantakan.
"Aish.....selalu saja curiga padaku" jawab Karin kesal sambil memperbaiki tatanan rambutnya.
"Sudah.....ayo duduk dulu, sepertinya kau ingin bicara serius padaku" El menarik lengan Karin menuju meja makan setelah memberitahu pelayan agar meneruskan masakannya yang masih di atas kompor.
*****
"Kau bahagia?" tanya Kemal sambil merangkul istrinya, mereka duduk di depan tenda menikmati jagung bakar sambil memperhatikan kedua anaknya yang sedari tadi tidak bisa diam.
El tersenyum mengangguk "Sangat bahagia....kau lihat mereka tidak pernah sesenang ini, sayang sekali besok kita sudah harus pulang"
"Kita bisa liburan lagi jika ada waktu luang, aku mengakui liburan singkat ini cukup membuatku kembali mendapatkan energi positif, benar kata bunda desa ini menyenangkan"
"Benar......" jawab El singkat sambil menjatuhkan kepalanya di bahu sang suami.
Mereka terlarut dalam suasana hangat kebersamaan sebagai penutup mereka berlibur sebelum akan kembali ke kota esok harinya, namun tidak bagi Karin perempuan itu sepertinya akan lama berada disana dengan alasan penelitian.
******
Kembali ke kota berarti kembali pula ke rutinitas harian seperti sedia kala setelah berlibur akhir pekan, Eliana ke kampus di antar suaminya.
__ADS_1
"Ingat jangan macam-macam, awas saja jika kau meladeni mantan kekasihmu itu" El mengetuk-ngetukkan jari nya ke dada Kemal ketika pria itu masih memeluk nya sebelum melepaskan Eliana menuju kelas.
"Astaga......kau mencurigaiku" jawab Kemal terkekeh.
"Baiklah.....pergilah nanti kau terlambat"
"Aku akan merindukanmu sayang.....jangan lupa ku tunggu dikantor kita makan siang bersama" Ucap Kemal mencium pipi istrinya gemas.
El mengangguk, akhirnya mereka sama-sama melepas pelukan berpisah menuju urusan masing-masing.
Sampai di kantor Kemal tengah sibuk dengan berbagai berkas yang harus ia tangani selama tidak masuk kemarin.
Benar saja, Tiara kembali datang menemui Kemal, tanpa permisi perempuan itu masuk ke ruangan Kemal yang masih berdiskusi dengan Bella dan dua rekan lainnya.
Semua mata tertuju pada perempuan yang baru saja masuk, Kemal berdiri ia menatap kesal pada Tiara.
"Tiara......?"
Bukannya berbasa basi Tiara langsung saja berhambur ke pelukan Kemal sambil menangis sesegukan.
Kemal tidak merespon, bahkan pria itu melepas pelukan Tiara pelan sambil memengan kedua lengan perempuan itu untuk menjauh.
Bella hanya menghela napas kasar dengan tindakan Tiara barusan, kerena bukan hanya ia yang melihat adegan itu namun juga dua rekan lainnya yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.
Bella menyuruh dua rekannya untuk keluar dari ruangan Kemal dan memberitahu bahwa pertemuan mereka ditunda sementara.
"Tiara ada apa ini? kenapa kau datang menangis, jangan seperti ini.....kau bisa bicara baik-baik bukan, tidak harus memelukku juga" ucap Kemal pada Tiara.
(maaf ya slow up, authornya lagi sakit ni doakan debaynya baik-baik ya gaes....makasih)
__ADS_1