
"Aku belum mendapatkan kabar apa pun dari Lare Damar soal Patih Kinjiri, apakah ada perkembangan Maha Patih?" Tanya Prabu Jabang Wiyagra kepada Maha Patih Putra Candrasa.
"Mohon maaf Gusti Prabu, dari yang hamba dapatkan dari para prajurit, Patih Kinjiri sedang dalam upaya penyembuhan akibat luka yang dia dapatkan."
"......Seseorang sudah menyerangnya dari belakang. Dan menyebabkannya mendapatkan luka parah di sekujur tubuhnya. Begitu juga dengan Ki Singo Rogo yang masih bertapa karena dia menggunakan Ajian Rengkah Gunung." Jawab Maha Patih Putra Candrasa.
"Baiklah, aku akan datang kesana. Siapkan kudaku, dan juga para pengawal berkuda. Aku akan berangkat sore ini." Ucap Prabu Jabang Wiyagra.
"Nggih Gusti Prabu. Hamba persiapkan semuanya sekarang." Jawab Maha Patih Putra Candrasa.
Maha Patih Putra Candrasa memerintahkan beberapa pasukan berkuda untuk mengawal Prabu Jabang Wiyagra pergi ke wilayah kekuasaan Patih Kinjiri. Prabu Jabang Wiyagra ingin melihat langsung seperti apa keadaan pasukannya di benteng itu. Karena sudah lama sekali Prabu Jabang Wiyagra juga tidak bertemu dengan Patih Kinjiri.
Prabu Jabang Wiyagra khawatir dengan keadaan Patih Kinjiri. Karena baru kali ini dia mendengar seorang Patih Kinjiri bisa kalah hanya karena diserang dari belakang. Walau pun yang menyerangnya sudah mati di tempat, tapi efek dari ilmu pukulannya tentu saja masih ada. Dan meninggalkan luka dalam yang parah ditubuh Patih Kinjiri.
Prabu Jabang Wiyagra juga mengajak Prabu Sura Kalana untuk pergi bersamanya dengan membawa dua ratus pasukan dan juga lima orang tabib terbaik dari Kerajaan Batih Reksa untuk membantu Patih Kinjiri dan mengurus semua keperluannya, selama Patih Kinjiri belum sembuh total.
Semua orang yang melihat Prabu Jabang Wiyagra pergi ke benteng itu pun merasa senang, karena untuk seorang Patih saja Prabu Jabang Wiyagra mau menjenguknya langsung. Bahkan Prabu Jabang Wiyagra juga tidak malu membawakan makanan-makanan enak, kesukaan Patih Kinjiri.
Para warga desa dan warga kota yang tahu kalau tempat mereka akan dilewati oleh Prabu Jabang Wiyagra, sudah berbaris di pinggir jalan. Mereka membuatkan jajanan pasar yang disukai oleh Prabu Jabang Wiyagra. Diketahui kalau Prabu Jabang Wiyagra ini suka sekali dengan jajanan pasar.
__ADS_1
Biasanya Prabu Jabang Wiyagra akan pergi dengan beberapa pengawal menuju salah satu pasar untuk membeli jajanan lokal. Namun hal tersebut tidak pernah ia lakukan lagi selama terjadi peperangan. Prabu Jabang Wiyagra terlalu sibuk memikirkan segala hal untuk mempertahankan Kerajaan Wiyagra Malela.
Dalam perjalanan bersama dengan Prabu Sura Kalana, Prabu Jabang Wiyagra merasa sangat senang, karena akhirnya dia bisa menghirup kembali udara di setiap wilayah Kerajaan Wiyagra Malela. Sudah sangat lama Prabu Jabang Wiyagra tidak merasakan angin segar di luar istana.
Saat melihat banyak sekali rakyatnya yang menunggunya di pinggir jalan yang ia lalui, Prabu Jabang Wiyagra memelankan kudanya, dan mengambil bingkisan yang diberikan kepadanya. Tidak lupa dia memberikan terima kasih kepada mereka. Setelah itu kembali melanjutkan perjalanan.
Dan hal itu dia lakukan setiap kali dia bertemu dengan setiap orang yang menyapanya. Prabu Jabang Wiyagra selalu memperlakukan rakyatnya seperti saudaranya sendiri, sehingga tidak ada satu pun orang yang ragu-ragu, atau pun merasa tidak enak hati saat menyapanya.
Bahkan ada salah seorang juragan kuda, yang memberikan tiga ekor kuda kesayangannya. Kuda itu biasa ia gunakan untuk mengangkut barang.
"Hamba selalu berdoa bisa bertemu dengan Gusti Prabu Jabang Wiyagra secara langsung. Jadi hamba tidak akan menyesal kalau memberikan ketiga kuda kesayangan hamba untuk Gusti Prabu." Ucap si juragan itu.
"Mohon maaf Gusti Prabu, menurut hamba, justru Gusti Prabu-lah yang lebih membutuhkan kuda-kuda ini." Ucap si juragan sembari menunjuk ke pasukan berkuda yang membawa barang-barang Prabu Jabang Wiyagra.
Prabu Jabang Wiyagra pun tertawa bersama si juragan. Prabu Jabang Wiyagra baru menyadari, kalau selama perjalanan menuju ke benteng pertahanan, dia sudah memanen banyak sekali makanan dari rakyatnya yang memberikan berbagai macam bingkisan berisi makanan kepadanya.
Setelah itu Prabu Jabang Wiyagra mengucapkan terima kasih dan kembali melanjutkan perjalanan bersama dengan para pasukannya. Tiga ekor kuda yang diberikan oleh si juragan pun digunakan untuk membawa semua barang-barang milik Prabu Jabang Wiyagra.
Prabu Sura Kalana yang melihat hal itu kebingungan dan hanya bisa garuk-garuk kepala. Dia tidak pernah menyangka, kalau Prabu Jabang Wiyagra begitu dicintai oleh rakyatnya. Sampai ada yang memberikan tiga ekor kuda terbaik secara cuma-cuma. Hal yang mungkin saja tidak akan pernah dia dapatkan dari rakyatnya sendiri.
__ADS_1
Sudah bertahun-tahun dia menjadi seorang raja dan baru kali ini dia melihat hal yang sangat luar biasa. Namun Prabu Sura kalana menjadi paham bagaimana caranya menjadi seorang raja yang baik. Sekaligus tahu bagaimana ia harus memperlakukan rakyatnya sendiri. Memang itu bukanlah hal yang mudah. Tetapi itu adalah hal yang patut untuk ia coba.
"Saya sangat tidak menyangka kalau rakyat Kerajaan Wiyagra Malela begitu mencintai Romo Prabu." Ucap Prabu Sura kalana kepada Prabu Jabang Wiyagra.
"Itulah hasilnya jika kamu memperlakukan rakyatmu dengan baik Nanda Prabu. Mereka benar-benar akan memberikanmu cinta. Bahkan mereka rela memberikan dan mengorbankan jiwa raga mereka." Jawab Prabu Jabang Wiyagra.
"Aku juga ingin seperti Romo Prabu. Agar aku bisa dicintai oleh rakyatku."
"Ya. Tapi kamu tidak akan pernah bisa lepas dari kebencian orang-orang yang ada di sekitar mereka itu. Karena jika ada satu saja orang yang mencintaimu maka akan ada seribu orang yang membencimu."
"Kenapa begitu Romo Prabu?"
"Lihat saja bagaimana aku sekarang. Aku memiliki banyak sekali musuh yang bahkan mungkin saja masih ada yang belum aku ketahui."
".....Namun aku selalu percaya, kalau Yang Maha Kuasa akan selalu melindungiku. Dan akan selalu membimbingku ke jalan yang benar."
Prabu Sura kalana pun mengerti apa yang diucapkan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Kalau dalam kehidupan ini masih ada saja ujian yang harus diterima. Bahkan dalam keadaan yang bahagia sekalipun. Dan setiap makhluk di bumi ini tidak akan pernah lepas dari semua itu. Entah itu kebaikan ataupun keburukan.
Karena dalam kehidupan setiap makhluk, akan selalu ada kegagalan dan keberhasilan, kebahagiaan dan juga kesengsaraan. Tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali Yang Maha Kuasa. Setiap orang memiliki waktunya sendiri-sendiri. Sekarang Prabu Jabang Wiyagra adalah seorang raja yang besar dan sangat dicintai rakyatnya.
__ADS_1
Namun beberapa tahun ke depan tidak menutup kemungkinan kalau semua yang ia miliki juga akan diambil kembali oleh Yang Maha Kuasa. Harta dunia hanyalah sebuah titipan. Dan bahkan bisa menjadi sebuah tipuan untuk menjebak manusia masuk ke dalam lingkaran setan.