
Minat para pemuda untuk bergabung dengan keprajuritan di Kerajaan Wiyagra Malela semakin banyak. Kerajaan Wiyagra Malela juga telah melahirkan banyak sekali orang-orang terpelajar. Mereka yang memiliki keahlian akan diberikan pelatihan di Padepokan Ageng Reksa Pati.
Semua biayanya ditanggung oleh Kerajaan Wiyagra Malela. Mereka semua hanya memerlukan modal niat dan tekad yang kuat. Karena untuk urusan materi, Kerajaan Wiyagra Malela tidak akan mempermasalahkannya. Karena sekarang, Kerajaan Wiyagra Malela sudah menjadi kerajaan yang kaya raya.
Kerajaan Wiyagra Malela bahkan sudah melebarkan sayap mereka sampai ke pulau-pulau lain. Dan Kerajaan Wiyagra Malela diterima dengan sangat baik oleh para raja yang menguasai pulau sebrang tersebut, karena sifat Prabu Jabang Wiyagra yang sangat santun dan rendah hati.
Hal itu kemudian memancing kecemburuan diantara kerajaan-kerajaan besar yang lainnya. Terutama Kerajaan Gelap Ngampar dan Kerajaan Mangkon Rogo. Kerajaan Gelap Ngampar dipimpin oleh seorang raja bernama Prabu Bambang Pura yang memiliki seorang Maha Patih bernama Maha Patih Kana Rana.
Sedangkan Kerajaan Mangkon Rogo dipimpin oleh seorang raja bernama Prabu Garan Darang. Maha Patih-nya bernama Maha Patih Jogo Rogo. Kedua kerajaan itu sama-sama merasa tidak nyaman dengan perkembangan pesat yang dimiliki oleh Kerajaan Wiyagra Malela.
Padahal, Kerajaan Wiyagra Malela sudah memberikan kontribusi yang cukup baik kepada dua kerajaan besar itu. Namun godaan akan kekuasaan, seakan membuat mereka berdua menjadi gelap mata. Dan merencanakan pengkhianatan kepada Prabu Jabang Wiyagra.
Sudah bukan hal yang baru lagi, ketika ada satu kerajaan yang tumbuh besar dan memiliki pengaruh besar, maka akan banyak kerajaan yang berusaha untuk menjatuhkannya. Karena orang seperti mereka akan selalu merasa susah ketika melihat orang lain senang. Dan akan senang ketika melihat orang lain yang susah.
Kedua kerajaan besar ini memang bersahabat baik. Tapi dua kerajaan besar itu dipimpin oleh dua orang raja yang sama-sama licik. Mereka baik dan santun di depan semua orang, padahal mereka semua tidak seperti itu. Sangat berbeda ketika mereka sudah berada di istana mereka masing-masing.
Perilaku busuk mereka akan ketahuan setelah mereka berdua duduk di singgasananya. Mereka bahkan sering melakukan penindasan kepada rakyat mereka sendiri. Dan yang paling menjijikan adalah, Prabu Bambang Pura adalah seorang raja yang suka main perempuan. Padahal dia sudah memiliki enam orang istri.
Sama halnya dengan Prabu Garan Darang. Dia sudah memiliki tiga orang istri yang cantik dan memiliki sifat yang sangat baik kepada semua orang. Sangat berbeda dengan Prabu Garan Darang yang suka bermain kasar dan suka menindas setiap orang yang ada dibawahnya. Bahkan Prabu Garan Darang sering sekali berselingkuh dengan istri-istri para bawahannya.
Bagi yang menolak, pasti akan mendapatkan hukuman berat. Mereka akan dibunuh di depan semua orang dengan berbagai tuduhan yang dilontarkan oleh Prabu Garan Darang. Ada yang dituduh mencuri, ada yang dituduh menggoda Prabu Garan Darang, ada juga yang dituduh melakukan penghinaan kepada istri Prabu Garan Darang.
__ADS_1
Padahal semua itu hanyalah tipu muslihatnya saja. Sebagai seorang raja, jelas ucapan Prabu Garan Darang lebih dipercaya. Sedangkan orang yang menjadi korban bukanlah siapa-siapa. Mereka hanyalah istri seorang pejabat istana yang bisa Prabu Garan Darang bunuh kapan pun ia mau.
Perilaku buruknya itu benar-benar ditutupi sangat rapat. Sehingga tidak ada satu pun raja lain yang tahu mengenai kelakuan busuk Prabu Garan Darang. Kalau pun mereka tahu, mereka tidak berani membuka mulut mereka. Karena Prabu Garan Darang bisa membungkam mereka untuk selama-lamanya.
Prabu Garan Darang ditakuti karena dia memiliki seorang Maha Patih yang cerdas dan sakti. Maha Patih Jogo Rogo adalah aset penting di Kerajaan Mangkon Rogo. Kalau dia pergi atau pun mati, maka tamatlah sudah Kerajaan Mangkon Rogo. Prabu Garan Darang tidak akan lagi memiliki kekuatan apa-apa di kerajaannya sendiri.
Namun, Maha Patih Jogo Rogo belum melakukan tindakan yang pasti, untuk menghentikan kelakuan bejat Prabu Garan Darang. Tetapi dia selalu berhasil memberikan larangan kepada Prabu Garan Darang, kalau Prabu Garan Darang sudah kelewatan.
Dan pasti Prabu Garan Darang akan menuruti nasehat Maha Patih Jogo Rogo, karena Maha Patih Jogo Rogo mampu mengendalikan Prabu Garan Darang dengan baik.
Tetapi Prabu Garan Darang juga tidak mau kalah pintar dari Maha Patih Jogo Rogo. Biasanya dia akan membuat Maha Patih Jogo Rogo sibuk dengan tanggung jawabnya, sehingga dia tidak bisa ikut campur dalam urusan Prabu Garan Darang.
Dia bisa bebas melakukan apa pun yang dia mau, kalau Maha Patih Jogo Rogo tidak ada di istana. Karena banyak juga pejabat istana yang sifatnya sebelas dua belas dengan Prabu Garan Darang. Sehingga tanpa kehadiran Maha Patih Jogo Rogo di istana, maka mereka bisa dengan mudah mempengaruhi Prabu Garan Darang.
Sangat disayangkan sekali, sebuah kerajaan yang kaya raya harus dipimpin oleh seorang raja yang sangat rakus dan memiliki nafsu setan yang tidak bisa dikendalikan. Perilaku Prabu Garan Darang ini sebenarnya sudah diketahui oleh Maha Patih Putra Candrasa.
Yang waktu itu tidak sengaja melihat Prabu Garan Darang sedang bermesraan dengan salah satu pelayannya di taman istana Kerajaan Mangkon Rogo. Kala itu Maha Patih Putra Candrasa dan beberapa anggota pasukannya ditugaskan untuk mengirimkan bahan mentah untuk pembuatan senjata di Kerajaan Mangkon Rogo.
Maha Patih Putra Candrasa pun langsung melaporkan hal tersebut kepada Prabu Jabang Wiyagra, setelah dia kembali dari Kerajaan Mangkon Rogo. Tetapi Prabu Jabang Wiyagra meminta Maha Patih Putra Candrasa untuk tidak membuka semua aib itu kepada siapa pun. Dan hanya mereka berdua saja yang tahu akan hal itu.
Perilaku buruk Prabu Garan Darang itu kemudian menjadi sorotan Prabu Jabang Wiyagra. Dia mengirim Patih Kinjiri untuk memata-matai setiap wilayah penting yang ada di Kerajaan Mangkon Rogo. Agar Prabu Jabang Wiyagra tahu, apa saja yang terjadi di kerajaan tersebut.
__ADS_1
Karena sebagai seorang raja yang sudah berpengalaman dalam mengatur pemerintahan, Prabu Jabang Wiyagra mulai mengendus adanya pergerakan yang tidak biasa dari para pasukan Kerajaan Mangkon Rogo.
Prabu Jabang Wiyagra hanya jaga-jaga, kalau sampai Prabu Garan Darang berniat tidak baik kepadanya, maka setidaknya Prabu Jabang Wiyagra sudah siap untuk menanggulanginya.
"Memangnya ada apa Gusti Prabu? Apa Gusti Prabu Jabang Wiyagra mengetahui sesuatu yang tidak hamba ketahui?" Tanya Patih Kinjiri.
"Entahlah Patih. Perasaanku mengatakan kalau ada yang disembunyikan oleh Prabu Garan Darang. Lakukan saja tugasmu. Aku hanya ingin tahu, hal apa saja yang mereka sembunyikan dari kita." Ucap Prabu Jabang Wiyagra kepada Patih Kinjiri.
"Baik Gusti Prabu."
"Oh ya. Satu lagi Patih Kinjiri. Jangan minta bantuan siapa pun, karena tugas ini rahasia. Kamu paham?"
"Baik Gusti Prabu."
Patih Kinjiri pun akhirnya berangkat ke wilayah kekuasaan Kerajaan Mangkon Rogo. Dia menyamar menjadi seorang pendatang yang ingin menjadi seorang pedagang. Tidak ada satu pun orang di Kerajaan Mangkon Rogo yang mengenali dirinya jika berpakaian seperti rakyat biasa.
Apalagi para prajurit istana Kerajaan Mangkon Rogo yang tidak pernah bertemu dengannya sekali pun. Patih Kinjiri bahkan sengaja membuat wajahnya sedikit menghitam dengan berjemur dibawah terik matahari, setiap hari. Karena tidak ada rakyat biasa yang kulitnya seputih kulit Patih Kinjiri.
Kulit putih bersih hanya dimiliki oleh orang-orang penting yang menjabat di istana. Kalau Patih Kinjiri tidak berusaha merubah warna kulitnya, maka dia akan dicurigai. Dia pasti akan lebih mencolok dari pada orang-orang di sekitarnya. Patih Kinjiri bahkan sampai membeli beberapa rumah kecil di beberapa desa, untuk ia tempati.
Karena selama menjadi mata-mata, dia pasti akan tinggal dalam waktu yang lama di daerah kekuasaan Kerajaan Mangkon Rogo. Lagi pula Patih Kinjiri juga belum tahu secara pasti apa yang ia cari di Kerajaan Mangkon Rogo. Dia hanya menjalankan perintah dari Prabu Jabang Wiyagra untuk memata-matai kerajaan besar itu.
__ADS_1