
"Seluruh pasukan Kakang Prabu sudah bersiap di tiap-tiap wilayah penting yang ada di Kerajaan Bala Bathara, Kakang Prabu." Ucap Maha Patih Lare Damar kepada Prabu Jabang Wiyagra.
"Terima kasih Dimas Patih. Aku ingin setiap pasukan melakukan penyerangan secara bergiliran, untuk membuat pasukan Prabu Barajang kebingungan. Kekuatan mereka pasti akan dipecah belah. Karena bagaimanapun caranya, Prabu Barajang akan bersikeras untuk menjaga kekuasaannya."
"Kenapa tidak melakukan penyerangan secara serempak saja Kakang Prabu?"
"Jangan Dimas Patih. Prabu Barajang sudah mempersiapkan pasukannya untuk serangan semacam itu. Dan Prabu Barajang juga sudah mempersiapkan para pasukannya untuk melakukan penyerangan ke kerajaanku."
Maha Patih Lare Damar kaget setelah mengetahui hal itu. Dia tidak menyangka kalau semua yang dilakukannya sangatlah jauh dari perkiraannya sendiri. Maha Patih Lare Damar tidak menyangka kalau Prabu Barajang akan melakukan serangan ke seluruh wilayah kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra. Sedangkan sekarang, banyak bala tentara Prabu Jabang Wiyagra yang berada di wilayah Kerajaan Bala Bathara.
"Kalau begitu, kita harus melakukan sesuatu Kakang Prabu. Kalau sampai Kerajaan Wiyagra Malela jatuh ke tangan musuh, kekuasaan Kakang Prabu bisa runtuh."
"Tidak perlu khawatir Dimas. Aku sudah mengetahui rencana penyerangan itu dari awal. Aku akan membiarkan mereka masuk ke dalam istanaku ini. Biarlah istanaku banjir darah. Yang penting rakyatku tidak sengsara. Aku memiliki rencanaku sendiri Dimas Patih. Kau tetap lanjutkan rencanamu."
"Mohon maaf Kakang Prabu. Apakah itu tidak membahayakan diri Kakang Prabu sendiri? Kalau mereka masuk ke istana ini, mereka bisa membunuh Kakang Prabu." Ucap Maha Patih Lare Damar sembari memegang dadanya, karena dia takut dengan apa yang akan terjadi kepada Prabu Jabang Wiyagra.
Namun Prabu Jabang Wiyagra tersenyum, dan menanggapi hal itu dengan sangat tenang. Prabu Jabang Wiyagra sudah tahu apa yang akan dilakukan oleh Prabu Barajang dan pasukannya di Kerajaan Wiyagra Malela. Dan Prabu Jabang Wiyagra sudah mempersiapkan segala hal yang akan ia gunakan untuk menghadapi Prabu Barajang dan seluruh pasukannya.
__ADS_1
"Tenang Dimas. Turuti saja perintahku. Ya?"
"Bagaimana hamba bisa tenang Kakang Prabu?! Kakang Prabu dalam lingkaran merah sekarang. Kalau sampai terjadi sesuatu kepada Kakang Prabu, hamba akan merasa sangat bersalah seumur hidup hamba, Kakang Prabu."
"Dimas. Itu hanya rasa khawatirmu saja. Kamu tidak perlu khawatir. Aku tahu apa yang aku lakukan."
Maha Patih Lare Damar hanya bisa tertunduk lesu menerima keputusan Prabu Jabang Wiyagra yang ingin bergerak sendiri, dengan hanya mengandalkan para Patih yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela, dan juga raja-raja kecil yang ada di bawah kekuasaannya. Yang sudah bisa dipastikan kalau kemampuan mereka tidak ada apa-apanya, jika berhadapan dengan Prabu Barajang dan pasukannya.
Apalagi sekarang Prabu Barajang sudah mendapatkan dukungan penuh dari pasukannya. Dia sendiripun sudah bertambah sakti dan bertambah kuat. Prabu Barajang yang sekarang, sudah tidak bisa diremehkan seperti dulu. Dia sudah memiliki kekuatan lebih untuk melakukan perlawanan terhadap Prabu Jabang Wiyagra dan pasukannya.
*
*
*
Keputusan Prabu Barajang untuk melakukan penyerangan ke Kerajaan Wiyagra Malela tidak berubah. Bersama ribuan pasukannya, Prabu Barajang berangkat melalui jalur darat Kerajaan Panca Warna. Karena hanya itulah satu-satunya jalur yang bisa ia lewati bersama dengan pasukannya. Jika dia melewati jalur wilayah kerajaannya, maka semua pasukannya akan dihadang oleh para pasukan Prabu Jabang Wiyagra yang ada di luar istana Kerajaan Wiyagra Malela.
__ADS_1
Raja-raja kecil yang berada di bawah kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra jelas akan melakukan perlawanan besar-besaran sampai tetes darah penghabisan. Mereka akan membela raja mereka dengan segala cara yang merek miliki. Kekuatan terbesar yang dimiliki oleh Prabu Jabang Wiyagra terletak pada rakyatnya yang mencintainya. Kalau Prabu Barajang memaksakan diri untuk melakukan penyerangan melalui jalur wilayahnya sendiri, maka di harus siap dengan perlawanan sengit dari seluruh rakyat Kerajaan Wiyagra Malela.
Dengan berangkat melalui jalur wilayah Kerajaan Panca Warna, maka dia bersama pasukannya hanya akan berhadapan dengan pasukan penjaga yang ada di wilayah perbatasan Kota Karta Mulya. Adalah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan oleh Prabu Barajang, karena jumlah pasukan penjaga yang ada di perbatasan wilayah Kota Karta Mulya tidak sebanding dengan jumlah pasukan yang ia bawa. Dia juga memiliki kesempatan besar untuk menggempur benteng pertahanan dengan sangat mudah.
Tetapi apakah akan semudah itu?
Tentu saja tidak. Karena Prabu Jabang Wiyagra sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kedatangan Prabu Barajang dan pasukannya. Entah rencana apa saja yang sudah dibuat oleh Prabu Jabang Wiyagra. Bahkan Maha Patih Lare Damar pun tidak diberitahu mengenai rencana yang akan dijalankan Prabu Jabang Wiyagra. Kemungkinan itu adalah rencana besar yang hanya akan dilakukan oleh Prabu Jabang Wiyagra sendiri. Karena Prabu Jabang Wiyagra tidak mengatakan secara pasti siapa saja yang akan dilibatkan.
Kalau yang dilibatkan dalam rencana itu adalah para Patih di Kerajaan Wiyagra Malela, sudah pasti para Patih kerajaan akan memberitahu Maha Patih Lare Damar. Tapi hingga sekarang ini, para Patih juga tidak mengetahui apa rencana Prabu Jabang Wiyagra. Kecuali satu, mereka hanya diperintahkan untuk memperketat penjagaan di wilayah istana Kerajaan Wiyagra Malela. hanya itu saja yang perintah yang diberikan oleh Prabu Jabang Wiyagra kepada mereka semua.
Para Patih kerajaan juga kebingungan dan merasakan kekhawatiran yang dirasakan oleh Maha Patih Lare Damar. Karena Prabu Jabang Wiyagra seperti tidak benar-benar berniat untuk menjaga kerajaannya sendiri. Meskipun mereka semua percaya, kalau Prabu Jabang Wiyagra akan mengorbankan apapun demi menjaga keutuhan Kerajaan Wiyagra Malela, tapi dengan rencana yang tidak pasti, mereka menjadi ragu-ragu dengan hal itu.
Maha Patih Lare Damar yang mengetahui kenyataan kalau pasukan Prabu Jabang Wiyagra sendiri pun sudah meragukannya, lalu bagaimana nanti ketika penyerangan itu terjadi?
Sebelum kembali kepada pasukannya yang ada di wilayah pelabuhan Kerajaan Bala Bathara, Maha Patih Lare Damar hanya berpesan kepada para bawahannya yang ada di istana untuk memperketat penjagaan, terutama di kamar dan ruangan pribadi milik Prabu Jabang Wiyagra. Karena tempat itu bisa menjadi sasaran utama penyerangan musuh. Dan bisa saja musuh melakukan penyusupan ke dalam kamar pribadi Prabu Jabang Wiyagra.
Walaupun Prabu Jabang Wiyagra orang yang sangat sulit untuk dikalahkan. Tetapi bukan berarti dia tidak memiliki kelemahan. Kalau sampai musuh-musuhnya tahu apa kelemahannya, maka Prabu Jabang Wiyagra sudah dipastikan akan kalah dalam penyerangan kali ini. Bahkan dia bisa saja terbunuh dalam penyerangan itu.
__ADS_1