DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 315


__ADS_3

Di suatu tempat, Intan Senggani sedang melakukan meditasi untuk memulihkan semua tenaga dalamnya. Sekarang Intan Senggani benar-benar sendirian tanpa ditemani oleh satu orang pasukan pun. Dia nampak kesepian, di sebuah gua yang cukup gelap, dan terletak jauh di dalam hutan. Di sana Intan Senggani mencoba mencari petunjuk kepada makhluk pujaannya, untuk langkah yang akan dia lakukan selanjutnya. Ternyata selama ini Intan Senggani mengabdi kepada sosok iblis, yang tadi diketahui siapa namanya dan juga rupanya. Namun memiliki kekuatan yang sangat-sangat luar biasa.


Dalam meditasi tersebut, ada hal yang tidak biasa dilakukan oleh orang-orang yang melakukan meditasi pada umumnya. Intan Senggani melepas semua hal yang menempel di tubuhnya. Dengan kata lain, Intan Senggani sekarang berada dalam keadaan tubuh yang telanjang bulat, tanpa sehelai benang pun. Hal itu dilakukan agar Intan Senggani tidak perlu melakukan pengorbanan lain, yang mengharuskannya membunuh seseorang. Dengan ritual tanpa pakaian itu, Intan Senggani hanya perlu menunggu iblis itu datang, dan memberikan petunjuk, sekaligus kekuatan baru kepadanya.


Intan Senggani ingin menjadi orang yang jauh lebih sakti lagi daripada sebelumnya. Namun, setelah berhari-hari melakukan meditasi, Intan Senggani masih belum menemukan titik terang dari semua permasalahan yang sedang ia hadapi saat ini. Padahal Intan Senggani sangat menginginkan makhluk pujaannya itu hadir di hadapannya. Karena dia sudah tidak tahan lagi dengan kesendirian ini. Intan Senggani ingin berkuasa lagi di Kerajaan Panca Warna. Dan dia ingin semua orang yang ada di Kerajaan Panca Warna, tunduk kepada perintahnya. Tanpa penolakan. Dia ingin menguasai Kerajaan Panca Warna dan seluruh wilayahnya, secara penuh.


Entah sudah berapa hari dia berada di tempat ini, semenjak kejadian penyerangan di Kerajaan Panca Warna. Yang pasti, Intan Senggani sudah berhari-hari tidak makan dan minum, dan juga tidak pernah mandi selama melakukan meditasi tersebut. Bahkan dia sudah tidak keluar selama berhari-hari. Seluruh tubuhnya juga putih pucat seperti mayat. Intan Senggani tidak mau menyerah, untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Dan selama ini, tidak ada satupun orang yang tahu, kalau dia menyembah iblis, agar bisa berkuasa di Kerajaan Panca Warna.


Tirakat yang ia lakukan selama berhari-hari itu, telah merubahnya menjadi seseorang yang berbeda. Dalam waktu beberapa hari saja, berat badan Intan Senggani sudah menurun. Karena tidak ada setetes pun minuman, ataupun secuil makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Intan Senggani terus menerus melakukan pemujaan, dengan membaca sebuah mantra pemanggilan secara berulang-ulang. Mulutnya tidak berhenti komat-kamit selama berhari-hari.


"Hyang Panguwoso. Dhateng marang sliraku. Dekepono jiwo lan rogoku. Parengono welas lan asihmu. Pithuduhaken woso palimenganmu." Ucap Intan Senggani.

__ADS_1


Dalam tirakat panjangnya tersebut, yang begitu melelahkan, akhirnya Intan Senggani mendapatkan apa yang ia inginkan. Iblis yang selama ini ia sembah, secara tiba-tiba muncul ke hadapannya. Tidak jelas bagaimana wujud iblis tersebut. Yang pasti, iblis itu memiliki tubuh yang dipenuhi dengan api yang menjilat-jilat. Bahkan karena besarnya api yang ada di tubuh iblis itu, gua yang gelap itu menjadi sangat terang. Wajah Intan Senggani yang sudah sangat pucat, bisa terlihat dengan jelas. Intan Senggani begitu senang saat pujaan hatinya itu datang kepadanya.


"Ada apa engkau memanggilku Intan Senggani?" Tanya iblis itu.


"Aku membutuhkan bantuanmu, Tuanku. Aku mengalami kekalahan dan kemunduran, karena pasukan Jabang Wiyagra terlalu kuat untuk aku hadapi. Bantulah aku. Berikanlah aku sebuah kekuatan yang luar biasa, yang tidak ada tandingannya. Aku mohon Tuanku. Aku mohon." Ucap Intan Senggani kepada iblis pujaannya itu.


Si iblis itu sudah pasti merasa senang ketika ada manusia yang menyembah kepadanya. Terlebih lagi orang seperti Intan Senggani akan rela melakukan apa saja, demi mendapatkan segala sesuatu yang ia idamkan. Intan Senggani sudah berkali-kali meminta bantuan kepada iblis tersebut. Bahkan tanpa sepengetahuan kakaknya, Ratu Mekar Senggani, Intan Senggani sudah pernah menumbalkan beberapa orang abdi setia yang ada di istana Kerajaan Panca Warna. Demi mendapatkan ilmu kesaktian.


"Aku akan memberikan apa saja yang kamu inginkan, kekasihku. Tapi ada harga yang harus kamu bayar." Jawab si iblis.


"Berdoalah hanya kepadaku. Dan cintailah aku, seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Apapun yang kamu inginkan akan aku berikan. Begitu pula sebaliknya, apapun yang aku inginkan, maka kamu harus memberikannya. Apakah kamu sanggup?"

__ADS_1


Intan Senggani memejamkan matanya untuk beberapa saat, untuk meyakinkan dirinya. Demi mendapatkan apa yang diinginkannya, Intan Senggani akan melakukan semua persyaratan yang diajukan oleh iblis tersebut. Intan Senggani mengangguk dan mengiyakan semuanya. Tanpa memikirkan bagaimana nasibnya di masa depan. Karena bagi siapa saja yang meminta bantuan kepada iblis, tentunya tidak ada satupun sesuatu yang gratis. Ada harga yang harus dibayar oleh Intan Senggani untuk bisa mendapatkannya.


Tak hanya itu saja. Iblis tersebut juga menginginkan tubuh Intan Senggani. Si iblis ingin menitiskan dirinya kepada seorang anak manusia. Agar dia bisa memiliki seorang penerus yang akan menjalankan tugas-tugasnya di bumi ini. Dengan kata lain, Intan Senggani harus mencari seorang laki-laki untuk melakukan hubungan badan dengan dirinya. Saat Intan Senggani hamil, maka iblis itu akan merasuk ke dalam anak yang dikandung itu, karena hubungan gelap yang Intan Senggani lakukan dengan seorang laki-laki yang bukan suami sahnya.


Iblis akan memiliki kuasa penuh atas anak yang dilahirkan oleh Intan Senggani. Karena anak itu lahir dari hasil hubungan gelap. Dan iblis tersebut berjanji akan selalu melindungi Intan Senggani dalam keadaan apapun. Bahkan, iblis tersebut juga menjanjikan keabadian. Agar Intan Senggani bisa hidup selama-lamanya. Hingga dunia ini berakhir. Intan Senggani akan menjadi seorang penguasa yang paling ditakuti oleh para penguasa yang ada di seluruh Tanah Jawa ini. Termasuk Prabu Jabang Wiyagra sendiri.


Dengan iming-iming luar biasa yang diberikan oleh iblis tersebut, Intan Senggani menjadi semakin yakin untuk melakukan apa yang diperintahkan oleh iblis itu.


"Kamu sudah menyetujui semua permintaan yang aku berikan kepadamu. Maka tidak akan ada satupun jalan yang bisa membebaskan dirimu dari perjanjian ini. Kamu sudah terikat denganku, untuk selama-lamanya. Jika Kamu melanggar perjanjian ini, maka jiwamu-lah yang akan menjadi tumbalnya." Ucap si iblis itu, yang langsung pergi dari tempat tersebut.


Intan Senggani yang sudah gelap mata, tidak lagi mempedulikan hal itu. Tidak masalah bagi dirinya kalau ia juga harus kehilangan anak, ataupun orang-orang yang menyayanginya. Karena syarat laki-laki yang akan menghamili Intan Senggani adalah, harus laki-laki yang tulus mencintai dengan sepenuh hati. Tidak boleh ada yang namanya pemaksaan. Semua yang dilakukan oleh laki-laki itu, harus secara sukarela. Begitu juga dengan Intan Senggani. Dia harus merelakan kegadisannya untuk laki-laki yang akan menanamkan benih di rahimnya.

__ADS_1


Iblis memang sangat menyukai hal-hal yang menjijikkan. Bahkan, untuk mendapatkan apa yang diinginkan, ada saja orang-orang yang rela mengorbankan anak-anak mereka. Semua itu dilakukan hanya untuk memuaskan hasrat mereka di dunia. Mereka sudah tidak peduli lagi dengan penghakiman abadi, yang sudah menanti mereka di alam baka. Mereka tidak pernah memikirkan bagaimana nasib mereka kedepannya. Yang mereka pikirkan hanyalah nasib mereka yang sekarang. Seperti halnya Intan Senggani. Dia sendiri pun sedang berada dalam kondisi tersebut.


Kekuatan dan kekuasaan telah membutakan mata hatinya dan juga pikirannya. Bahkan dengan teganya ia mengorbankan kakak perempuannya sendiri. Tanpa peduli, kalau selama ini kakak perempuannya telah menderita. Memang, tidak semua penderitaan yang dialami oleh Ratu Mekar Senggani adalah kesalahan Intan Senggani. Tetapi kalau Intan Senggani mau berusaha menyelamatkan kakaknya, sudah pasti Ratu Mekar Senggani akan kembali memerintah di Kerajaan Panca Warna. Dan kemungkinan besarnya, Ratu Mekar Senggani akan berakhir menjadi sahabat dekat Sang Maha Raja.


__ADS_2