
Dengan Keris Ngerah Pati yang digunakan oleh Prabu Jabang Wiyagra, Ratu Mekar Senggani secara sadar mau menuruti semua permintaan Prabu Jabang Wiyagra. Seakan Prabu Jabang Wiyagra adalah orang yang sangat-sangat dekat dengan dirinya. Ratu Mekar Senggani bahkan tidak menunjukkan reaksi seperti orang gila, saat para prajurit mengeluarkannya dari sel penjara. Dia tidak melakukan perlawanan sedikitpun.
Prabu Putra Candrasa dan Ratu Sukma Jaya merasa sangat takjub dengan kemampuan keris tersebut. Karena tidak ada satupun benda pusaka yang mampu membuat seorang Ratu Mekar Senggani menjadi luluh. Dengan sangat berhati-hati, Prabu Jabang Wiyagra mengajak Ratu Mekar Senggani pergi dari sana, untuk menikmati udara segar di luar istana Kerajaan Putra Malela.
Para prajurit dan pelayan yang melihat hal itu merasa sangat was-was. Apalagi beberapa dari mereka pernah mendapatkan pukulan dari Ratu Mekar Senggani. Namun mereka juga tidak mungkin berani melarang Prabu Jabang Wiyagra. Karena Prabu Jabang Wiyagra adalah seorang raja besar, sekaligus orang yang sangat dihormati di Tanah Jawa ini. Mereka hanya bisa melihat hal itu dari kejauhan saja.
"Mekar Senggani, hiruplah udara yang sangat segar ini. Dan rasakan betapa sejuknya, saat udara itu masuk ke dalam tubuhmu. Ingat, sekarang aku bukanlah musuhmu lagi, seperti dulu. Sekarang aku adalah sahabat baikmu. Yang akan selalu melindungimu."
Ratu Mekar Senggani kalau menatap ke arah Prabu Jabang Wiyagra, dengan memberikan senyuman. Dalam keadaan yang masih sangat sadar, Ratu Mekar Senggani merasa kalau Prabu Jabang Wiyagra adalah orang yang sangat-sangat dekat dengan dirinya. Walaupun Ratu Mekar Senggani masih mengingat semua kejadian yang telah menimpanya, tapi Ratu Mekar Senggani seakan-akan sudah tidak peduli lagi.
Kebenciannya terhadap Prabu Jabang Wiyagra seakan lenyap dan hilang begitu saja. Padahal sebelumnya dia sangat sangatlah membenci kehadiran Prabu Jabang Wiyagra di kehidupannya. Setelah melihat kalau Ratu Mekar Senggani dalam keadaan yang baik-baik saja, Prabu Jabang Wiyagra mulai mempertanyakan apa yang terjadi di Kerajaan Panca Warna. Terutama untuk mencari tahu, siapa orang yang sekarang menjadi pemimpin di kerajaan tersebut.
__ADS_1
Secara perlahan, dengan nada suaranya yang sangat lembut dan halus, Ratu Mekar Senggani mulai mengeja satu nama. Dari yang Prabu Jabang Wiyagra dan Mbah Kangkas dengar, Ratu Mekar Senggani menyebutkan kalimat 'Intan Senggani'. Dari yang Prabu Jabang Wiyagra ketahui, Intan Senggani adalah adik kandung dari Ratu Mekar Senggani yang kabarnya sudah mati, sewaktu ia masih sangat kecil.
Namun kenyataannya, Intan Senggani sama sekali belum mati. Ratu Mekar Senggani sengaja menyembunyikan adiknya itu di sebuah tempat yang sangat terpencil, dan jauh dari hiruk pikuk Kerajaan Panca Warna. Pada waktu adiknya mengalami sakit yang parah dan susah disembuhkan. Sehingga parah tapi membawanya ke sebuah tempat yang dekat dengan tumbuhnya sebuah tanaman obat, yang digunakan untuk menyembuhkan sakit Intan Senggani.
Dengan berat hati, Ratu Mekar Senggani harus merelakan adiknya diasingkan dari istana Kerajaan Panca Warna. Dan selama bertahun-tahun, Intan Senggani telah berjuang melawan penyakitnya. Sampai akhirnya dia sembuh. Dan kembali ke Kerajaan Panca Warna dengan semua pelayan setianya. Tapi Intan Senggani begitu terkejut, setelah mendapati kalau kakaknya, yaitu Ratu Mekar Senggani, tidak berada di singgasana kebesarannya.
Intan Senggani lalu menggunakan kemampuan mata batinnya, untuk mencari keberadaan Ratu Mekar Senggani. Sampai akhirnya Intan Senggani tahu kalau kakaknya sedang ditahan oleh Prabu Putra Candrasa, di Kerajaan Putra Malela. Dengan ilmu yang ia miliki, Intan Senggani bahkan mampu berbicara jarak jauh dengan Ratu Mekar Senggani. Jadi Ratu Mekar Senggani secara tidak langsung telah mengangkat Intan Senggani menjadi ratu di Kerajaan Panca Warna. Dan menduduki singgasana.
Ratu Mekar Senggani sama sekali tidak menyangka, kalau adik kandungnya sendiri akan tega melakukan hal itu. Padahal Ratu Mekar Senggani sudah sangat mempercayai Intan Senggani. Bahkan memberikan pengarahan kepada Intan Senggani, bagaimana caranya menjadi seorang pemimpin. Sebagian besar rahasia Kerajaan Panca Warna juga sudah diketahui oleh Intan Senggani. Sehingga sekarang, Intan Senggani berkuasa penuh atas kerajaan tersebut.
Tak ada satupun orang di Kerajaan Panca Warna yang berani menghalanginya. Ambisi Intan Senggani begitu besar, sampai dia lupa daratan. Intan Senggani hanya berfokus kepada kekuatan militer kerajaan. Karena dia berpikir, kalau kekuatan pasukannya menguat, maka kerajaannya pun akan semakin berkembang pesat. Padahal semuanya tak semudah itu untuk dilakukan. Karena kenyataannya, Intan Senggani telah gagal.
__ADS_1
Sekarang Kerajaan Panca Warna sudah menjadi ladang mayat. Banyak sekali orang yang mati sia-sia di Kerajaan Panca Warna. Dan yang membuat Ratu Mekar Senggani menjadi gila adalah, ekonomi di kerajaan Panca Warna sudah sangat bobrok. Banyak sekali rakyat yang mengalami kelaparan. Dan Bapak kelaparan tersebut ternyata sudah berlangsung sangat lama. Tetapi tidak ada satu kerajaan pun yang tahu.
Jadi, sebelum Prabu Jabang Wiyagra memerintahkan Panglima Dara Gending untuk menyebarkan bubuk beracun, sebenarnya Kerajaan Panca Warna juga sudah dalam keadaan yang kacau balau. Banyak sekali terjadi penjarahan, yang dilakukan oleh rakyat kelas menengah ke bawah, kepada rakyat yang memiliki banyak kekayaan. Sehingga tak jarang di Kerajaan Panca Warna kerap terjadi pembunuhan.
Rakyat saling serang satu sama lain. Rakyat masih merindukan kepemimpinan Ratu Mekar Senggani, yang selalu adil kepada rakyatnya. Tidak seperti Intan Senggani, yang hanya peduli kepada dirinya sendiri. Pada akhirnya, banyak sekali pejabat istana yang melakukan korupsi, karena mereka tidak mendapatkan gaji yang seharusnya. Bahkan mereka juga terkena imbas dari wabah kelaparan tersebut. Yang membuat mereka terpaksa berbuat curang.
Meskipun begitu, Intan Senggani ternyata memiliki pasukan pribadi, yang sangat loyal kepada dirinya. Mereka rela melakukan apa saja untuk Intan Senggani. Pasukan pribadinya itu adalah orang-orang terpilih, dan orang-orang yang sangat sakti. Karena mereka berasal dari kalangan pendekar. Bahkan, para prajurit istana sekalipun tidak ada yang berani menyentuh mereka. Apalagi sampai mengkritik Intan Senggani.
Siapa saja yang berani membongkar kebusukan Intan Senggani, maka sudah dipastikan akan mati. Sudah pasti kebanyakan orang akan bungkam. Dan lebih memilih untuk bertahan, di tempat yang sudah hampir sama dengan neraka. Kekejaman Intan Senggani tak hanya sampai di situ saja. Kare Intan Senggani ternyata suka memakan ari-ari bayi. Untuk menambah kesaktiannya. Agar tidak ada satupun orang yang berani macam-macam dengan dirinya.
Ari-ari bayi tersebut berasal dari rakyatnya sendiri. Jadi, setiap hari ada saja prajurit yang datang ke rumah-rumah warga, untuk melihat apakah ada orang yang sedang mengandung di rumah itu, atau tidak. Kalau para prajurit sampai mendapati ada orang yang sedang mengandung, maka mereka akan menyeret paksa orang tersebut, agar melahirkan di istana Kerajaan Panca Warna. Karena Intan Senggani akan memakan ari-ari bayi yang lahir itu, secara mentah-mentah.
__ADS_1
Ratu Mekar Senggani menceritakan semuanya kepada Prabu Jabang Wiyagra. Bahkan Ratu Mekar Senggani juga memberitahu seberapa besar kesaktian yang dimiliki oleh Intan Senggani. Ratu Mekar Senggani membongkar semua kebusukan adik kandungnya sendiri. Tanpa melewatkan satu rahasia pun. Semuanya ia bongkar satu persatu. Dari ujung kaki sampai ujung rambut.