
Maha Patih Kumbandha sudah tidak mempedulikan lagi suasana di pelabuhan tersebut. Justru dengan banyaknya orang yang ada di sana, maka Maha Patih Kumbandha dengan mudah bisa memberikan contoh kepada mereka yang suka berbuat curang di tempat ini.
"Ini peringatan untuk semua orang yang ada di sini. Bagi siapa saja yang berani mengkhianati Prabu Sura Kalana, maka hukumannya adalah kematian. Dan tidak akan pernah bisa diganggu gugat. Paham kalian?!" Ucap Maha Patih Kumbandha di depan semua orang yang berkumpul di sana.
Semua orang itu di pelabuhan tersebut hanya bisa menunduk. Tidak ada satupun dari mereka yang berani menjawab Maha Patih Kumbandha. Bahkan para nahkoda kapal yang sudah ditangkap hanya bisa menangis saat mereka tahu, kalau mereka semua akan mati di tempat ini. Apapun yang keluar dari mulut Maha Patih Kumbandha tidak akan pernah ditarik kembali.
Semua orang yang ada di sana pun tahu bagaimana sikap dan sifat Maha Patih Kumbandha, yang sangat loyal kepada rajanya. Maha Patih Kumbandha adalah orang yang sangat-sangat ditakuti di Kerajaan Batih Reksa. Bagi Maha Patih Kumbandha, setiap orang berusaha untuk menghianati Prabu Sura Kalana akan menjadi musuhnya, bahkan hingga sampai kepada keturunannya.
"Aku akan menunjukkan ini di hadapan kalian semua! Ini akan menjadi peringatan terakhir! Bagi siapapun yang mencoba menghianati Prabu Sura Kalana, maka aku sendirilah yang akan menjatuhkan hukuman pancung!"
Maha Patih Kumbandha berjalan menuju ke arah dua puluh lima orang nahkoda kapal yang sedang merengek meminta ampun kepadanya. Tetapi Maha Patih Kumbandha sama sekali tidak mempedulikan rekan mereka. Justru Maha Patih Kumbandha secara kejam membantai mereka semua satu persatu, dengan cara dipenggal kepalanya.
Semua orang yang menyaksikan hal itu sangat ketakutan. Dan rasanya ingin pergi dari sana. Tapi mereka tidak berani melakukannya, karena para pasukan Maha Patih Kumbandha yang berjaga di sana, menghalangi mereka semua agar tidak meninggalkan tempat tersebut, sebelum semuanya selesai.
Maha Patih Kumbandha mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, setelah satu demi satu dari para nahkoda kapal tersebut ia habisi dengan pedang yang ada di tangannya. Maha Patih Kumbandha menendang kepala mereka satu persatu ke arah kerumunan.
__ADS_1
"Buang kepala para penghianat ini! Dan jika ada lagi orang-orang seperti mereka di tempat ini, maka pelabuhan ini akan aku banjiri dengan darah!" Ucap Maha Patih Kumbandha sembari pergi meninggalkan pelabuhan tersebut.
Masalah Maha Patih Kumbandha sekarang sudah selesai. Walaupun masih ada beberapa nahkoda kapal yang tidak tertangkap, tapi mereka tidak akan berani lagi melakukan hal tersebut. Karena Maha Patih Kumbandha cukup memberitakan para pasukannya untuk menyita semua rumah yang menjadi tempat tinggal para nahkoda kapal yang berkhianat itu.
Dan tidak jauh dari sana ternyata ada beberapa orang nahkoda kapal yang sedang bersembunyi. Mereka semua tidak bisa melakukan apa-apa, selain tetap bersembunyi di sebuah gudang penyimpanan makanan, di salah satu rumah makan mewah. Mereka dengan jelas menyaksikan teman-teman mereka dibantai secara sadis oleh Maha Patih Kumbandha.
Mereka semua hanya bisa pasrah dengan nasib mereka saat ini. Karena kemanapun mereka pergi, mereka akan selalu berada dalam pengawasan pasukan Maha Patih Kumbandha, dan juga para prajurit di istana. Tidak ada tempat aman untuk mereka bersembunyi lagi. Mereka akan dicap sebagai penghianat, selama-lamanya.
Rumah yang mereka tinggali disita, dan semua aset yang mereka miliki juga dirampas oleh Maha Patih Kumbandha, untuk dikembalikan kepada Kerajaan Batih Reksa.
Apa yang telah dilakukan oleh Maha Patih Kumbandha memanglah sebuah hal yang sangat kejam dan keji. Namun semua itu dilakukan demi memberikan efek jera kepada para pelaku yang suka berbuat curang dan juga menggunakan kekuasaan yang mereka punya untuk kepentingan mereka sendiri. Maha Patih Kumbandha juga mengancam kepada para pejabat yang ada di pelabuhan.
Jika para pejabat ini diketahui melakukan kecurangan, sama seperti apa yang dilakukan oleh para nahkoda kapal itu, maka Maha Patih Kumbandha juga tidak akan segan menjatuhkan hukuman pancung kepada para pejabat itu, dan seluruh anggota keluarga mereka. Para pejabat yang ada di sana jelas tidak berani melakukan perlawanan.
Mereka yang pernah melakukan kecurangan, mulai menyibukkan diri mereka untuk menghilangkan jejak kejahatan mereka di tempat ini. Berbagai macam bukti telah mereka hilangkan, dengan cara dibakar, dan ada yang dikubur di dalam tanah. Para pejabat itu benar-benar dibuat takut dan takluk di hadapan Maha Patih Kumbandha.
__ADS_1
Walaupun mereka merasa sangat jengkel, tapi mereka tidak memiliki daya apa-apa kalau sudah berhadapan dengan Maha Patih Kumbandha, yang terkenal sangat kejam kepada siapa saja yang berbuat kacau di Kerajaan Batih Reksa. Maha Patih Kumbandha juga memberikan sebuah peringatan kepada para pendatang untuk tidak melakukan kecurangan dalam bentuk apapun.
Maha Patih Kumbandha tidak peduli dengan siapa yang dia bunuh. Jika ada orang yang berani mengganggu ketenangan Kerajaan Batih Reksa, maka Maha Patih Kumbandha akan melakukan hal-hal gila, yang jauh lebih gila daripada sebelumnya, yang tidak akan pernah diharapkan oleh siapapun.
Maha Patih Kumbandha kembali ke istana Kerajaan Batih Reksa dengan hasil yang memuaskan. Prabu Sura Kalana sangat berterima kasih kepada Maha Patih Kumbandha yang dengan susah payah mau mengembalikan nama baik Prabu Sura Kalana.
"Tapi apakah itu bukan ancaman yang kejam untuk rakyatku sendiri? Maha Patih?" Tanya Prabu Sura Kalana dengan ada suara yang menahan kesedihan.
"Itu memang kejam, dan itu bukanlah cara yang baik Gusti Prabu. Tapi apalah yang bisa hamba lakukan selain menjatuhkan hukuman pancung kepada mereka semua? Mereka sudah terlalu sering diberi peringatan, Gusti Prabu. Dan hari ini adalah peringatan terakhir untuk mereka semua." Jawab Maha Patih Kumbandha.
Prabu Sura Kalana tidak mungkin melarang tindakan Maha Patih Kumbandha. Karena Maha Patih Kumbandha memiliki alasan yang kuat Kenapa dia melakukan hal itu, kepada dua puluh lima orang nahkoda kapal yang melakukan kecurangan. Apa yang sudah dilakukan oleh Maha Patih Kumbandha, semata-mata adalah untuk menjaga keamanan Kerajaan Batih Reksa, dan juga Kerajaan Wiyagra Malela.
Karena kalau sampai ada lagi musuh yang berhasil menembus wilayah perairan, serta berhasil memasuki istana Kerajaan Wiyagra Malela, maka akan timbul masalah yang jauh lebih besar lagi, yang bisa mengakibatkan korban berjatuhan jauh lebih banyak dari apa yang dilakukan oleh Maha Patih Kumbandha, kepada dua puluh lima orang pengkhianat tersebut.
"Mohon maaf Gusti Prabu, jalur hutan yang pernah digunakan oleh Gusti Prabu sebaiknya ditutup saja. Atau Gusti Prabu melakukan pembangunan di wilayah tersebut, agar Gusti Prabu Sura Kalana bisa dengan mudah mengawasi setiap jalur yang sekiranya bisa dijadikan jalur rahasia oleh musuh untuk memasuki wilayah kerajaan."
__ADS_1
"Kamu benar Maha Patih. Aku memang sudah memerintahkan para pejabat istana untuk segera mengurus semuanya. Aku tidak mau ada lagi musuh yang menyusup ke wilayahku ataupun ke wilayah Kerajaan Wiyagra Malela. Aku benar-benar merasa malu kepada Romo Prabu Jabang Wiyagra." Ucap Prabu Sura Kalana sembari mengusap-ngusuk wajahnya dengan penuh rasa penyesalan.