DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : Episode 63


__ADS_3

“Aku tidak mau kalau kekuatan Kerajaan Rawaja Pati semakin besar. Aku ingin kita semua bergerak. Setidaknya untuk mengurangi jumlah pasukan dari Kerajaan Rawaja Pati.” Ucap Prabu Jabang Wiyagra kepada para raja yang hadir di istanya.


Disana ada Prabu Bagas Candramawa, dan Prabu Sura Kalana, beserta perwakilan kerajaan-kerajaan kecil yang ada dibawah kepemimpinan Prabu Jabang Wiyagra.


“Kalau begitu, kita harus mengirimkan para pendekar-pendekar terbaik dalam pertempuran besar itu, Romo Prabu.” Ucap Prabu Sura Kalana.


“Aku sudah mengirimkan ketujuh pendekar terbaik untuk pergi kesana. Tapi mereka aku tugaskan untuk membuat serangan-serangan kecil.”


“.....Sedangkan untuk pertempuran besar, aku ingin kita mengeluarkan pasukan yang biasa terlebih dahulu. Tapi mereka berpakaian seperti pasukan terbaik.” Ucap Prabu Jabang Wiyagra.


“Mohon maaf Romo Prabu, hamba tidak mengerti.”


“Begini, para pasukan kita diberi pakaian pasukan terbaik, untuk mengelabui para pasukan musuh. Sehingga kalau mereka menang, mereka berfikir kalau mereka memang sudah menang, padahal belum.”


Mereka semua pun memahami rencana Prabu Jabang Wiyagra. Dengan mengelabui para pasukan musuh dengan pakaian pasukan terbaik yang mereka miliki, maka musuh pun akan mengeluarkan pasukan-pasukan terbaik yang mereka miliki juga.


Dengan begitu, para pasukan musuh akan dibuat berfikir, kalau pertarungan dimenangkan oleh mereka. Padahal, mereka masih harus menghadapi pasukan terbaik yang asli, yang sudah bersiap untuk menghancurkan mereka semua.


Apalagi Prabu Suta Rawaja adalah orang yang mudah panas. Dia mudah terpancing emosinya. Prabu Jabang Wiyagra akan mengirimkan surat kepadanya untuk menantang Prabu Suta Rawaja, agar dia mengeluarkan para pasukan terbaiknya.


“Kalau seperti itu rencananya, itu artinya akan banyak orang yang menjadi korban Gusti Prabu.” Ucap Prabu Bagas Candramawa.

__ADS_1


“Iya. Memang. Tapi itulah cara satu-satunya agar kita bisa menang. Itulah kenapa aku tidak pernah suka dengan peperangan. Karena dalam perang, selalu saja ada yang harus dikorbankan.” Jawab Prabu Jabang Wiyagra.


“Ingat saudara-saudaraku, Prabu Suta Rawaja bukanlah satu-satunya musuh besar kita. Masih ada satu lagi musuh yang jauh lebih kuat. Yaitu Ditya Kalana.”


“.....Sampai saat ini, tidak ada satu pun dari kita yang tahu dimana keberadaan Ditya kalana.” Tambah Prabu Jabang Wiyagra.


“Mohon maaf Romo Prabu, soal Ditya Kalana biarkan hamba saja yang mengurusnya. Dia adalah adik hamba. Anak itu memang harus diberi pelajaran. Jadi, izinkan hamba mencari keberadaannya.” Ucap Prabu Sura Kalana.


“Ya. Kamu aku izinkan untuk menghadapi Ditya Kalana. Tapi tidak dengan mencari keberadaannya. Cepat atau lambat, pasti Ditya Kalana akan muncul ke permukaan.”


“....Dan saat itulah kamu akan berhadapan dengan adikmu sendiri, Nanda Prabu Kalana.”


“Nggih Romo.”


Jika tidak, pasti Prabu Suta Rawaja akan membunuh utusan yang menyampaikan surat tersebut, karena Prabu Suta Rawaja sangat membenci Prabu Jabang Wiyagra dan semua orang yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela.


Maha Patih Putra Candrasa pun langsung berangkat ke Kerajaan Rawaja Pati, setelah dia selesai menulit surat itu. Sebagai ejekan, Maha Patih Putra Candrasa menyimpan surat itu kedalam sebuah kotak yang juga dilumuri dengan darah seekor babi dan dicampur dengan kotoran sapi.


Sedangkan para raja yang lainnya, mereka semua pulang ke kerajaan mereka masing-masing, untuk mempersiapkan para pasukan mereka. Mereka diberi waktu tujuh hari untuk mempersiapkan semuanya.


Pada hari kedelapan, para raja itu akan menghadapi pertempuran besar yang akan dilangsungkan di sebuah tempat, di salah satu daerah perbatasan Kerajaan Wiyagra Malela.

__ADS_1


Pertempuran besar itu akan dilangsungkan di dekat daerah perbukitan, di tempat yang sangat luas. Dan tempat itu memang tempat yang dulunya pernah digunakan untuk peperangan besar, oleh para raja-raja besar di masa lalu.


Pertempuran besar itu pastinya akan memakan banyak sekali korban, baik dari pihak Kerajaan Rawaja Pati, maupun Kerajaan Wiyagra Malela. Namun Prabu Jabang Wiyagra tidak hanya mengandalkan pasukannya saja. Dia memiliki rencana lain untuk para pasukan Prabu Suta Rawaja.


Prabu Jabang Wiyagra memerintahkan para pasukan prajurit rakyatnya untuk membuat jebakan di setiap tempat yang akan dilalui oleh Prabu Suta Rawaja dan pasukannya.


Tanah lapang di daerah perbukitan itu hanyalah pancingan dan pengalihan perhatian untuk sementara waktu. Sedangkan pertempuran yang sesungguhnya, akan dilakukan di dalam wilayah Kerajaan Wiyagra Malela.


Prabu Jabang Wiyagra ingin mengurangi jumlah pasukan Kerajaan Rawaja Pati sedikit demi sedikit. Dia ingin memancing pasukan Kerajaan Rawaja Pati untuk masuk ke wilayah Kerajaan Wiyagra Malela.


Dan pada saat itu terjadi, Prabu Jabang Wiyagra dan seluruh pasukan terbaiknya akan membabad habis seluruh pasukan Kerajaan Rawaja Pati. Dia juga ingin menangkap Prabu Suta Rawaja dan dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah.


Dia sudah sangat muak dengan perilaku Prabu Suta Rawaja yang tidak pernah sadar akan kesalahan yang dia lakukan selama ini. Prabu Jabang Wiyagra juga menyurati para kerajaan-kerajaan besar yang lain untuk terlibat dalam pertempuran besar tersebut.


Prabu Jabang Wiyagra ingin membuat kekuasaan Prabu Suta Rawaja runtuh. Sehingga tidak musuh mereka hanyalah tersisa satu orang saja, yaitu Ditya Kalana, yang saat ini keberadaannya masih belum diketahui.


Kekuatan Prabu Suta Rawaja dan pasukannya yang semakin besar itu tidak boleh dianggap remeh, karena Prabu Suta Rawaja sendiri yang melatih dan membentuk pasukannya.


Ditambah lagi dengan Maha Patih Raseksa yang kabarnya juga perlahan sudah mulai sembuh dari sakitnya. Sangat mungkin kalau dia bisa saja masuk ke dalam pertempuran itu, karena dia adalah abdi Prabu Suta Rawaja yang paling setia.


Prabu Suta Rawaja juga sudah mulai mempersiapkan persenjataan untuk digunakan dalam pertempuran besar tersebut. Banyak sekali senjata-senjata baru yang ia gunakan untuk bisa menang dalam pertempuran itu.

__ADS_1


Senjata-senjata itu adalah senjata-senjata jenis baru yang belum pernah dibuat oleh Kerajaan Rawaja Pati. Karena Prabu Suta Rawaja memiliki teman di negara luar yang bisa membuat senjata-senjata jenis baru itu.


__ADS_2