DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 283


__ADS_3

Kesembilan orang Panglima terbaik yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela, juga dilibatkan dalam penyerangan tersebut. Mereka semua sudah sangat geram dengan perilaku musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra, yang semakin hari semakin tidak waras. Keputusan Prabu Jabang Wiyagra adalah sebuah keputusan yang sudah ditunggu selama bertahun-tahun oleh para Panglima tersebut. Mereka sudah menunggu peristiwa ini sejak lama. Karena mereka sudah bosan memberikan kesempatan kepada musuh-musuh Kerajaan Wiyagra Malela.


Dengan adanya perintah tersebut, maka mereka memiliki banyak kesempatan untuk membunuh musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra, sepuas hati mereka. Dikarenakan Panglima Dara Gending dan Panglima Galang Tantra masih berada di wilayah Kerajaan Panca Warna, akhirnya Pasukan Bara Jaya ditugaskan untuk menjaga wilayah istana Kerajaan Wiyagra Malela. Sedangkan sisa pasukan Panglima Dara Gending yang ada di Taram Sari, akan diambil alih oleh Panglima Lara Kencana, untuk sementara waktu.


Penyerangan besar-besaran ini dilakukan juga sebagai upaya untuk menemukan para abdi setia Prabu Jabang Wiyagra, yang ditahan oleh musuh-musuh mereka. Terutama dengan Panglima Dara Gending dan Panglima Galang Tantra, yang sampai saat ini belum terdengar kabarnya lagi. Dan ternyata, Prabu Gala Ganda juga sudah mengetahui akan adanya penyerangan ke seluruh wilayah yang dikuasai oleh musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra. Begitu juga dengan Maha Patih Rangkat Sena, yang mulai mempersiapkan seluruh pasukannya.


Faktanya, Maha Patih Rangkat Sena masih berada di wilayah Kerajaan Putra Bathara. Hanya saja dia sangat ahli dalam menyembunyikan diri. Selama ini Maha Patih Rangkat Sena selalu mengawasi pergerakan yang dilakukan Prabu Gala Ganda dan para abdinya yang masih setia. Dengan sangat-sangat terpaksa, Maha Patih Rangkat Sena dan pasukannya pun memutuskan untuk bergabung kembali dengan Prabu Gala Ganda, agar bisa selamat dari penyerangan besar-besaran tersebut.


Maha Patih Rangkat Sena dan seluruh pasukannya dengan cepat pergi ke istana Kerajaan Putra Bathara. Seluruh pasukan Prabu Gala Ganda mang adanya di depan pintu gerbang, karena mereka mengira kalau Maha Patih Rangkat Sena akan melakukan penyerangan. Untung saja Prabu Gala Ganda langsung menyadari kedatangan Maha Patih Rangkat Sena dan pasukannya. Prabu Gala Ganda yang memang membutuhkan pasukan tambahan, dengan terpaksa menerima kedatangan Maha Patih Rangkat Sena.


Untuk beberapa saat, Maha Patih Rangkat Sena dan Prabu Gala Ganda berdebat cukup hebat. Prabu Gala Ganda masih belum menerima keputusan yang diambil oleh Maha Patih Rangkat Sena. Karena selama Maha Patih Rangkat Sena pergi, Kerajaan Putra Bathara mengalami banyak sekali kemunduran. Terutama dari segi kekuatan pasukan yang mulai melemah. Prabu Gala Ganda semakin kehilangan pamornya sebagai seorang raja besar. Hingga saat ini, Prabu Gala Ganda masih sakit hati kepada Maha Patih Rangkat Sena dan pasukannya.


Namun perdebatan mereka dihentikan oleh penasehat Prabu Gala Ganda yang baru. Dia adalah Maha Patih Jala Karang. Maha Patih Jala Karang menghentikan perdebatan diantara Maha Patih Rangkat Sena dan Prabu Gala Ganda, yang semakin lama semakin memanas. Tidak ada satupun dari mereka berdua yang mau mengalah. Dua-duanya sama-sama ingin menang sendiri, dan merasa benar sendiri. Padahal situasi sedang sangat genting. Karena dipastikan, pasukan Kerajaan Wiyagra Malela tidak akan lama lagi akan sampai di wilayah Kerajaan Putra Bathara.


"Sudah cukup Gusti Prabu. Maha Patih, hentikan semua perdebatan ini." Ucap Maha Patih Jala Karang.

__ADS_1


"Diam Maha Patih Jala Karang! Jangan ikut campur urusanku! Kau adalah abdi setiaku! Tidak sepantasnya kamu ikut campur!"


"Gusti Prabu, seluruh pasukan Kerajaan Wiyagra Malela sudah menuju ke tempat ini, dan sebentar lagi mereka akan menghancurkan kerajaan kita, kalau kita terus-menerus berdebat seperti ini. Sebaiknya redam dulu amarah Gusti Prabu. Setelah semuanya selesai, barulah Gusti Prabu bereskan masalah pribadi Gusti Prabu dengan Maha Patih Rangkat Sena."


Mereka berdua pun dia mendengar ucapan Maha Patih Jala Karang.


"Baiklah. Ingat Maha Patih Rangkat Sena, urusan pribadi kita belum selesai. Sekarang kita bergabung menjadi satu seperti dulu. Kalau peperangan ini sudah usai, maka kita selesaikan urusan kita berdua." Ucap Prabu Gala Ganda.


"Baik. Aku setuju. Aku akan memimpin pasukan ku sendiri. Dan kamu pun memimpin pasukanmu. Kita siapkan semua rencananya sekarang juga."


Prabu Gala Ganda pergi membawa Maha Patih Rangkat Sena sebuah ruangan pribadinya, yang biasa ia gunakan untuk rapat dengan para abdi setianya. Maha Patih Jala Karang lalu menyiapkan sebuah peta di atas meja. Dan menunjukkan setiap wilayah yang masih berada di dalam kekuasaan Prabu Gala Ganda. Maha Patih Jala Karang juga menunjukkan wilayah-wilayah penting yang ada di Kerajaan Putra Bathara. Yang sekiranya harus diutamakan terlebih dahulu untuk mendapatkan penjagaan.


"Kita tidak bisa memimpin sendiri-sendiri. Kita harus menggabungkan kekuatan pasukan kita. Karena jika tidak, pasukan Kerajaan Wiyagra Malela akan dengan mudah menghancurkan kita. Dan seluruh wilayah Kerajaan Putra Bathara akan diambil alih sepenuhnya oleh Prabu Jabang Wiyagra." Ucap Maha Patih Jala Karang.


"Lalu apa rencanamu Maha Patih Jala Karang?" Tanya Prabu Gala Ganda.

__ADS_1


"Begini Gusti Prabu, dan Maha Patih Rangkat Sena. Kita harus membagi pasukan menjadi kelompok-kelompok kecil. Dan khusus untuk wilayah-wilayah penting yang ada di Kerajaan Putra Bathara, harus dijaga ketat oleh pasukan-pasukan terbaik yang kita miliki. Jangan sampai wilayah-wilayah ini jatuh ke tangan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela."


"Jumlah pasukanku sekarang hanya tersisa lima ratus orang. Kebanyakan dari mereka telah mati kedinginan, karena tidak terbiasa hidup di atas bukit." Kata Maha Patih Rangkat Sena.


Prabu Gala Ganda tersenyum sinis kepada Maha Patih Rangkat Sena, seakan mengejek kelemahan pasukannya. Maha Patih Rangkat Sena tidak mempedulikan hal tersebut, dan hanya fokus kepada apa yang sedang dijelaskan oleh Maha Patih Jala Karang.


"Tidak masalah. Berapapun jumlahnya, mereka tetaplah akan membantu kita dalam menghadapi pasukan Kerajaan Wiyagra Malela."


"Lalu bagaimana dengan pasukanmu sendiri? Prabu Gala Ganda?" Tanya Maha Patih Rangkat Sena.


Prabu Gala Ganda tidak menjawab sepatah kata pun pertanyaan dari Maha Patih Rangkat Sena. Maha Patih Jala Karang kemudian menjelaskan keadaan pasukan Kerajaan Putra Bathara saat ini. Bahwa dikatakan, jumlah pasukan Kerajaan Putra Bathara sekarang hanyalah lima ribu pasukan. Itupun tersebar di berbagai tempat. Karena kemunduran yang dialami oleh Kerajaan Putra Bathara, membuat peminat orang-orang yang ingin menjadi prajurit Kerajaan Putra Bathara, menjadi sangat berkurang.


Tapi apa boleh buat, Maha Patih Rangkat Sena juga memiliki keterbatasan dalam pasukan dan persenjataan. Kalau dia tidak bergabung dengan Prabu Gala Ganda, maka dia dan seluruh pasukannya akan mati sia-sia. Dia juga tidak mau kalau harus bergabung dengan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, karena sudah pasti mereka akan menolak Maha Patih Rangkat Sena. Bahkan bisa saja Maha Patih Rangkat Sena dibunuh secara langsung oleh Prabu Jabang Wiyagra.


Dengan jumlah pasukan yang sangat terbatas itulah, mereka semua mencoba bertahan dari serangan yang sebentar lagi akan datang. Maha Patih Jala Karang sendiri sebenarnya sudah mempersiapkan pelarian untuk Prabu Gala Ganda. Tetapi Maha Patih Jala Karang tidak akan melakukannya secepat itu. Prabu Gala Ganda juga menolak hal tersebut, sebelum melakukan perlawanan kepada pasukan Kerajaan Wiyagra Malela. Setidaknya harus ada pasukan Kerajaan Wiyagra Malela yang mati terlebih dahulu di tangannya.

__ADS_1


Maha Patih Jala Karang sendiri adalah orang yang sangat loyal kepada Prabu Gala Ganda. Dia juga yang banyak memberikan masukkan kepada Prabu Gala Ganda, untuk mengembangkan kekuatan Kerajaan Putra Bathara. Sedikit demi sedikit, kekuatan Kerajaan Putra Bathara telah berhasil dikembalikan. Meskipun belum kembali seperti sedia kala, tapi setidaknya Prabu Gala Ganda tidak harus kehilangan kekuasaannya. Semua itu juga berkat pemikiran cerdas dari Maha Patih Jala Karang, yang dengan setia mengawal setiap pergerakan dan keputusan yang dilakukan oleh Prabu Gala Ganda.


__ADS_2