DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 345


__ADS_3

Bajur dan kelompoknya, sedikit demi sedikit mulai mempelajari segala hal yang ada di tempat ini. Bersama-sama, mereka juga mempelajari bagaimana caranya agar bisa menemui Prabu Jabang Wiyagra. Karena itulah kunci mereka agar bisa selamat dari Patri Asih dan para pengikut setianya. Jika mereka sampai gagal dalam menjalankan misi tersebut, sudah dipastikan mereka semua akan mati sia-sia. Bukan hanya mereka saja, tapi para pendekar yang lain juga akan terkena imbasnya. Jadi mereka harus sangat berhati-hati dalam setiap hal yang akan mereka lakukan di tempat ini.


Bajur tidak membeberkan rencana tersebut kepada kelompok yang lain, karena dikhawatirkan akan ada penghianatan. Semua orang yang ikut dengan Bajur adalah orang-orang yang sangat bisa dipercaya. Bukan para pembohong ataupun para pengkhianat. Mereka semua rela mati demi Bajur. Karena Bajur bukan orang yang suka ingkar janji seperti Patri Asih. Siapa saja yang masuk ke dalam kelompoknya, Bajur akan menganggap orang itu sebagai saudara dan keluarga. Tanpa mempedulikan bagaimana besar dan kecilnya pengaruh orang tersebut.


Bagi Bajur, meski dia seorang ketua bandit, dia selalu mencintai dan menyayangi keluarganya. Bahkan, Bajur melarang keras kepada anak buahnya untuk main perempuan. Terutama dengan mereka yang sudah menikah dan memiliki anak. Bagi siapa saja yang melanggar peraturan tersebut, Bajur tidak akan segan untuk menghabisi mereka. Dalam sepak terjangnya selama menjadi seorang bandit, Bajur bisa dibilang tidak pernah sekalipun melakukan pembunuhan. Dia hanya mengambil barang-barang secukupnya saja. Dia tidak mau mengambil semuanya sampai habis.


Setiap kali melakukan perampokan ataupun perampasan, Bajur pasti akan melihat-lihat dulu siapa korbannya. Jika yang dia rampok adalah orang kaya, maka Bajur hanya akan menyisakan sedikit saja harta orang kaya tersebut. Tetapi jika yang dia temui hanyalah orang miskin, maka Bajur hanya akan meminta sedikit beras untuk ia makan bersama dengan anak buahnya. Bahkan, jika orang yang ia temui sangat-sangat miskin, maka Bajur akan memberikan sedikit uang hasil rampasannya untuk orang tersebut. Bajur dan anak buahnya memang terkenal sebagai bandit yang baik hati. Karena mereka pilah-pilih korban. Tidak sembarangan orang bisa mereka jadikan korban perampokan.

__ADS_1


Tidak seperti para kelompok bandit yang lain, Bajur dan anak buahnya sering sekali membagikan makanan kepada anak-anak yang mereka temui di jalan-jalan. Hal itu mereka lakukan, karena mereka tahu bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan. Mereka tahu, bagaimana rasanya saat membutuhkan bantuan, tapi tidak ada satupun orang yang bisa memberikan bantuan. Mereka sebenarnya tidak mau melakukan perampokan ataupun perampasan. Hanya saja, keadaanlah yang memaksa mereka untuk melakukannya. Karena itulah mereka menerapkan peraturan. Mereka tidak boleh memeras orang miskin.


Yang menjadi sasaran utama mereka adalah orang-orang kaya, yang tidak pernah mau berbagi dengan sesama. Para pejabat korup, atau pun orang-orang yang sombong. Hal tersebut sudah dilakukan oleh Bajur dan kelompoknya selama bertahun-tahun lamanya. Selama itu pula, banyak orang yang kehidupannya berubah di bawah kekuasaan Bajur. Bajur bahkan memiliki wilayah kekuasaan yang cukup luas, yang mustahil bisa didapatkan oleh sebuah kelompok bandit kecil. Yang jumlah anggotanya tidak terlalu banyak. Bahkan seringkali Bajur dan anak buahnya juga mendapatkan ejekan serta cacian dari kelompok bandit yang lain.


Bajur dan kelompoknya, dianggap sebagai kelompok bandit paling pengecut. Karena sebagai orang yang dianggap jahat, mereka seringkali berbuat hal-hal baik. Hal yang mereka lakukan sama sekali tidak cocok dengan profesi yang mereka geluti. Sepantasnya, seorang bandit akan merampas siapa saja, tanpa mempedulikan keadaan korbannya. Namun berbeda dengan Bajur dan kelompoknya, yang masih memiliki belas kasihan. Mereka tidak peduli dengan omongan yang dilemparkan oleh kelompok bandit yang lain kepada mereka. Mereka tetap bertahan dengan keyakinan yang mereka, kalau suatu hari nanti keadaan akan membaik. Dan mereka bisa memiliki kehidupan dan pekerjaan yang layak, yang bisa menghidupi keluarga mereka.


Setiap kali mendapatkan hasil rampokan atau rampasan, Bajur dan kelompoknya akan mengumpulkannya terlebih dahulu. Dan mereka hanya akan pulang dalam waktu satu bulan sekali. Istri mereka masing-masing sebenarnya sudah saling mengetahui, apa yang telah dilakukan oleh suami mereka di luar. Tapi mereka tidak berani melarang, karena kadang memang sedang sangat sulit. Terutama untuk orang-orang seperti Bajur, yang sudah memiliki catatan kejahatan. Tidak mudah untuk Bajur bisa mendapatkan pekerjaan yang baik dan layak. Karena di tempatnya, Bajur dan teman-temannya sangat diremehkan dan dipandang rendah orang lain.

__ADS_1


Anak dan istri mereka bahkan kerap kali mendapatkan ejekan. Tapi karena sudah terbiasa, mereka tidak membalas ejekan tersebut. Mereka hanya diam dan pasrah, dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar mereka. Bajur dan kelompoknya nemang berasal dari orang-orang kalangan ke bawah. Jadi sudah biasa baginya, jika dia selalu mendapatkan ejekan dari orang lain. Bajur tidak membalas perbuatan mereka. Meskipun dia bisa dengan mudah membunuh semua orang yang telah mengejeknya itu, tapi Bajur tidak pernah melakukannya. Bajur akan berusaha sekeras apapun, demi bisa menaikkan derajat keluarganya. Agar tidak ada lagi orang yang berani menghina mereka.


Saat mendengar kalau ada seorang pemimpin yang berpengaruh, Bajur dan kelompoknya mencoba untuk mengikuti orang tersebut. Yang betapa terkejutnya mereka, kalau orang itu ternyata adalah Patri Asih. Bajur sama sekali tidak mengetahui hal itu. Dia tidak menyangka, kalau yang akan menjadi pimpinannya adalah Patri Asih. Meskipun Bajur juga beraliran ilmu hitam, tapi dia dan anak buahnya enggan untuk berbuat kejahatan. Apalagi sampai berkeinginan menaklukkan Kerajaan Wiyagra Malela. Karena ternyata, istri dan anak-anak mereka sering mendapatkan bantuan pangan dari istana Kerajaan Wiyagra Malela. Walaupun bantuan itu tidak terlalu banyak, tapi itu sudah lebih dari cukup untuk keluarga mereka.


Karena selama Bajur dan kelompoknya pergi selama satu bulan, keluarga mereka harus bertahan hidup seadanya. Dan terkadang, datang beberapa orang murid dari Padepokan Ageng Reksa Pati, yang datang dengan membagi-bagikan makanan kepada orang-orang yang kesulitan ekonomi di sana. Beberapa kali, Bajur sempat menerima kedatangan mereka di rumahnya. Mereka sebenarnya nampak curiga dengan Bajur, yang suka bepergian jauh dengan orang-orang yang ia sebut sebagai keluarganya. Padahal, mereka adalah anak buah Bajur. Dan Bajur selalu mengalihkan perhatian atau pembicaraan, setiap kali para murid itu menanyakan tentang pekerjaannya.


Namun, para murid itu tidak berani memberikan tuduhan apapun kepada Bajur, karena mereka juga tidak memiliki bukti yang kuat. Apalagi setelah mereka melihat keadaan keluarga Bajur, yang berada di bawah garis kemiskinan. Rumah mereka begitu sederhana, bahkan bisa dibilang sangat kecil untuk sebuah keluarga. Sehingga mereka tidak pernah mempertanyakan lagi pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh Bajur, dan orang-orang yang ikut pergi bersamanya. Karena yang terpenting, tujuan mereka datang ke sana adalah untuk membantu sesama, bukan untuk mencampuri urusan orang lain. Apalagi sampai mengorek informasi tentang pekerjaan Bajur, yang bagi mereka tidak jelas. Selama Bajur tidak membuat kekacauan di sana, para murid dari Padepokan Ageng Reksa Pati juga tidak akan mengganggunya.

__ADS_1


__ADS_2