DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 247


__ADS_3

Masalah yang dihadapi oleh Prabu Jabang Wiyagra benar-benar sangat rumit. Prabu Jabang Wiyagra masih belum menemukan keberadaan para pendekar yang ia kirim ke Padepokan Mbah Kangkas. Maha Patih Lare Damar juga sedang dalam perjalanan mencari para mantan anggota kelompok Satrio Luhur yang masih tersisa. Belum lagi dengan wilayah Kerajaan Bala Bathara yang baru saja ditaklukkan.


Keberadaan Maha Patih Rangkat Sena dan Prabu Gala Ganda yang belum diketahui juga akan menjadi masalah besar untuk Prabu Jabang Wiyagra. Maha Patih Rangkat Sena dan Prabu Gala Ganda terus berpindah-pindah tempat, sehingga mereka berdua sangat sulit untuk dilacak. Sekalinya ditemukan, mereka sangat sulit untuk ditangkap. Karena mereka berdua tidak pernah melakukan perlawanan sedikitpun.


Mereka berdua tahu, kalau mereka melakukan perlawanan, maka mereka akan mudah ditangkap oleh para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela. Mereka sama-sama tidak mau bersatu, tapi juga tidak bermusuhan. Besar kemungkinan mereka bisa bersama-sama lagi, kalau mereka bisa sama-sama menguntungkan dan membutuhkan satu sama lain. Atau bisa saja mereka berdua bergabung dengan Ratna Malangi, agar tetap aman dari perburuan.


Masalah-masalah yang jauh lebih berat, secara terus-menerus mendatangi kehidupan Prabu Jabang Wiyagra. Serta merusak ketenangan dan Kedamaian di Kerajaan Wiyagra Malela. Walaupun suasana di Kerajaan Wiyagra Malela selalu ramai seperti biasanya, tetapi orang-orang di kerajaan ini masih berada dalam posisi yang waspada. Karena sewaktu-waktu musuh bisa mendatangi mereka, dan merusak semua yang ada di tempat ini.


Seluruh pasukan yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela dipersiapkan dengan sangat baik oleh Mangku Cendrasih dan Panglima Galang Tantra. Sang Maha Guru dan Mbah Kangkas juga turun tangan langsung untuk melatih para pasukan. Zafir yang sekarang sudah memiliki beberapa orang murid di padepokannya, juga mulai memperketat pelatihan kepada murid-muridnya. Karena Zafir sudah memutuskan akan berada di garis depan untuk membela Prabu Jabang Wiyagra.


Zafir juga melakukan kontak batin dengan gurunya, Syekh Hasan Baghda. Untuk meminta bantuan doa. Karena Zafir tidak bisa pulang secara langsung ke Timur Tengah. Zafir juga memiliki kemampuan untuk mengendalikan bangsa lelembut, yaitu bangsa jin beraliran putih, yang keyakinannya sama dengan yang Zafir anut. Namun Syekh Hasan Baghda memberikan peringatan kepada Zafir untuk tidak menyerang terlebih dahulu. Karena itu akan membahayakan semua orang yang ikut dalam pertempuran.


*


*


*

__ADS_1


Setelah mendapatkan petunjuk dari Syekh Hasan Baghda, Zafir langsung memberitahukannya kepada Prabu Jabang Wiyagra. Dia memberikan saran kepada Prabu Jabang Wiyagra untuk bertahan di wilayah Kerajaan Wiyagra Malela.


"Jadi, kita harus menunggu musuh yang mendatangi kita Zafir?"


"Benar Maha Raja. Karena seluruh wilayah Kerajaan Wiyagra Malela sudah dilindungi oleh para leluhur Tanah Jawa. Berbeda dengan wilayah-wilayah yang sudah Maha Raja taklukkan. Wilayah penaklukkan masih sangat baru dan perlu dilakukan penumbalan terlebih dahulu."


"Kalau memang begitu keadaannya, aku akan memberitahukan seluruh pasukanku dan para Panglima untuk berkumpul sekarang juga. Kamu bersiaplah sekarang Zafir, bersama dengan pasukanmu juga. Dan panggil seluruh pasukanmu yang berasal dari bangsa lelembut."


"Baik Maha Raja."


Zafir lalu pergi meninggalkan ruang singgasana Prabu Jabang Wiyagra, menuju ke ruangan pribadinya untuk berdoa. Karena sebelum memanggil para pasukannya yang berasal dari bangsa lelembut, Zafir harus membaca doa terlebih dahulu. Ada bacaan khusus untuk membuka portal ghaib, yang akan menjadi jalan untuk para pasukan bangsa lembut menuju ke tempat ini.


"Kebaikan menyertai kalian juga saudara-saudaraku. Aku memanggil kalian karena ada sebuah masalah yang juga akan menyeret kalian semua, kalau kalian diam dan tidak melakukan apa-apa."


"Apapun permasalahannya kami akan siap membantu Tuan Zafir, selama masih berada di dalam kebaikan."


"Aku butuh kalian untuk membantu pasukan Prabu Jabang Wiyagra menjaga wilayah-wilayah penting yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela ini. Tidak akan lama lagi, Kerajaan Wiyagra Malela akan ditimpa musibah yang sangat besar, yang akan menimbulkan kekacauan dan juga kematian ribuan orang tidak bersalah."

__ADS_1


"Siapakah yang membawa masalah besar itu Tuan Zafir?"


"Dia bernama Ratna Malangi. Ratna Malangi adalah seorang penganut ilmu hitam yang kejam dan tidak berperasaan. Dia akan mengorbankan apa saja untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Dendam dan kebencian yang ia bawa dari masa lalu telah membawanya kepada lingkaran kejahatan."


"....Tak hanya itu saja. Ratna Malangi juga membawa bangsa lelembut beraliran hitam yang akan membantunya mewujudkan semua harapan-harapannya. Jika kalian tidak bertindak sekarang, maka kalian semua juga akan menjadi korban kekejaman Ratna Malangi dan para pasukannya."


Para bangsa lelembut itu saling pandang satu sama lain, tanda mereka setuju untuk membantu Zafir melawan Ratna Malangi dan ribuan pasukan lelembutnya.


"Baiklah Tuan Zafir. Seperti yang kami janjikan sebelumnya, kami akan membantumu, apapun permasalahannya. Kami akan meminta bantuan kepada para bangsa jin yang lainnya. Ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perlawanan. Sudah puluhan tahun kami hanya diam menerima kekejaman Ratna Malangi dan para pengikutnya. Sekarang, sudah saatnya keadaan berbalik."


Ternyata, selama ini bangsa lelembut dari aliran putih sering terintimidasi oleh bangsa lelembut dari aliran hitam. Mereka kerap mendapatkan serangan-serangan besar dari Ratna Malangi dan juga para pasukannya, karena Ratna Malangi tahu, banyak bangsa lelembut beraliran putih yang menjadi abdi Prabu Jabang Wiyagra. Dan untuk menghadapi Ratna Malangi, bangsa lelembut dari aliran putih juga harus bersatu padu.


Dengan bersatunya bangsa manusia dan bangsa lelembut, maka kekuatan yang dimiliki oleh Prabu Jabang Wiyagra akan semakin besar. Yang besar kemungkinannya, kemenangan akan tetap berada di tangan Prabu Jabang Wiyagra. Walaupun akan memakan banyak sekali korban yang tidak bersalah, tapi perang ini tetap harus dilakukan. Karena jika Prabu Jabang Wiyagra diam, maka akan lebih banyak lagi orang yang mati. Atau bahkan, hidup dalam perbudakan.


Ratna Malangi adalah lawan yang berat. Bahkan Sang Maha Guru juga menyatakan kalau Ratna Malangi tidak boleh dilawan dengan cara satu lawan satu. Ratna Malangi harus diserang lebih dari satu orang secara bersama-sama. Bahkan hal itu pun tidak menjamin kalau Ratna Malangi akan kalah di pertempuran nanti. Karena kekuatan yang dimiliki oleh Ratna Malangi sangatlah besar. Seorang Maha Guru saja mampu jika melawan Ratna Malangi sendirian.


Ratna Malangi masih satu zaman dengan Sang Maha Guru. Jadi dia banyak mengetahui tentang ilmu kesaktian yang digunakan oleh Sang Maha Guru pada masa sekarang. Jika Prabu Jabang Wiyagra nekat melawan Ratna Malangi sendirian, maka bisa dipastikan kalau Prabu Jabang Wiyagra akan mati di tangan Ratna Malangi. Karena Ratna Malangi mengetahui kelemahan Ajian Pancasona yang dimiliki oleh Prabu Jabang Wiyagra.

__ADS_1


Sudah banyak sekali orang yang mati di tangannya. Padahal orang-orang yang dibunuh oleh Ratna Malangi adalah orang-orang yang sakti mandraguna, dan sudah berpengalaman dalam babagan ilmu kanuragan. Tetapi di tangan Ratna Malangi, mereka bisa dikalahkan dengan sangat mudah. Bahkan banyak dari mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk melakukan perlawanan. Dan mereka mati dengan cara yang sia-sia, karena nekat melawan Ratna Malangi sendirian, tanpa bantuan.


__ADS_2