DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 136


__ADS_3

"Kenapa Maha Patih? Kenapa kamu tidak menyerangku?" Tanya Prabu Bawesi kepada Maha Patih Putra Candrasa.


Maha Patih Putra Candrasa berusaha menanggapi semuanya dengan tenang. Karena semua ini hanya berawal dari kesalahpahaman saja. Sebenarnya kalau Prabu Bawesi mau menerima keluhan dari Maha Patih Putra Candrasa dengan baik, tentu semuanya tidak akan berjalan seburuk ini.


"Mohon maaf Gusti Prabu, seperti yang sudah hamba katakan, kalau hamba datang dengan damai. Hamba tidak mau melawan Gusti Prabu, kecuali Gusti Prabu yang menyerang hamba terlebih dahulu. Karena hamba tidak mendapatkan perintah dari Prabu Jabang Wiyagra untuk menyerang Gusti Prabu." Jawab Maha Patih Putra Candrasa.


Prabu Bawesi merasa semakin kesal. Dia kemudian melangkahkan kakinya yang besar itu untuk mulai menyerang Maha Patih Putra Candrasa. Dengan satu dan dua pukulan, Maha Patih Putra Candrasa sudah dibuat kerepotan. Karena Prabu Bawesi sering menghantamkan kepalannya ke tanah, sehingga membuat tanah-tanahnya menjadi retak.


Maha Patih Putra Candrasa selalu berusaha untuk menghindari semua serangan sebisa mungkin. Namun, saat Prabu Bawesi menendangnya, Maha Patih Putra Candrasa tidak bisa lagi menghindar. Tubuhnya pun langsung terlempar sangat jauh. Prabu Bawesi bisa menggabungkan dua jurus sekaligus, yaitu pukulan dan tendangan.


Ditambah juga dengan ilmu kanuragannya yang disalurkan pada pukulan dan tendangannya, membuat kekuatannya menjadi berlipat-lipat. Untung saja Maha Patih Putra Candrasa masih bisa bertahan, dan jatuh dengan posisi yang berjongkok. Tidak sampai tersungkur ke tanah. Dan Maha Patih Putra Candrasa bisa langsung berdiri kembali.


Namun Prabu Bawesi seperti ingin meluapkan semua amarahnya kepada Maha Patih Putra Candrasa. Dia tidak membiarkan Maha Patih Putra Candrasa memiliki kesempatan untuk menyerang balik. Setiap kali Maha Patih Putra Candrasa menghindarinya, Prabu Bawesi dengan cepat langsung menyerangnya kembali.


Hal itu terus terjadi berulang-ulang, sampai Prabu Bawesi mulai merasa kelelahan. Namum tetap saja, dia masih belum berhenti menyeranga Maha Patih Putra Candrasa dengan kemampuannya. Bahkan sekarang, Prabu Bawesi mulai menggunakan ilmu kanuragannya untuk menyerang Maha Patih Putra Candrasa.

__ADS_1


Prabu Bawesi mengeluarkan ilmu pukulannya untuk menyerang Maha Patih Putra Candrasa. Dia memasang kuda-kuda dan langsung melakukan gerakan serangan. Begitu juga Maha Patih Putra Candrasa yang sudah bersiap untuk melakukan serangan balik, karena hanya ini satu-satunya kesempatan yang ia miliki.


Dengan cepat, Maha Patih Putra Candrasa langsung ambil posisi. Maha Patih Putra Candrasa menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya, sampai tuga kali, tapi dengan cepat. Dan pada tarikan nafas yang ketiga, Maha Patih Putra Candrasa langsung menghembuskan nafasnya sembari menghantamkan tangannya ke tanah.


Itu adalah Ajian Rengkah Gunung. Ajian tingkat tinggi yang tidak semua orang bisa mempelajarinya. Tidak semua orang juga bisa selamat dari serangan ajian tersebut. Ilmu itu adalah ilmu yang diwariskan Prabu Jabang Wiyagra kepadanya. Pada saat-saat mendesak seperti ini, Maha Patih Putra Candrasa akan mengandalkan Ajian Rengkah Gunung untuk menghadapi musuhnya.


Benar saja, saat Maha Patih Putra Candrasa menghantamkan tangan kanannya ke tanah, tubuh besar Prabu Bawesi langsung terpental. Prabu Bawesi berteriak dengan sangat keras, karena tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa. Seperti ditimpa sebuah gunung didadanya. Rasanya benar-benar sakit, bahkan Prabu Bawesi hampir saja tidak bisa bernafas.


Dadanya terasa sangat sesak, matanya terbelalak, dari mulutnya mengeluarkan banyak darah. Wajah Prabu Bawesi langsung putih pucat. Dia benar-benar sangat menderita. Efek dari Ajian Rengkah Gunung membuat Prabu Bawesi langsung tidak berdaya. Prabu Bawesi sangat beruntung karena memiliki pertahanan tubuh yang kuat.


Maha Patih Galangan melompat ke hadapan Maha Patih Putra Candrasa, dan langsung saja menyerangnya. Maha Patih Putra Candrasa masih memiliki sisa-sisa tenaga untuk menghindari serangan tersebut. Namun karena dia cukup kelelahan saat menghadapi Prabu Bawesi, akhirnya Maha Patih Putra Candrasa lebih memilih untuk menghindari semua serangan yang datang kepadanya.


Sedikit demi sedikit, Maha Patih Putra Candrasa berusaha untuk mundur dari istana. Dan pada saat itulah, datang Pangeran Rawaja Pati yang langsung menyerang para prajurit istana, dan juga Maha Patih Galangan. Maha Patih Galangan terkejut karena dalam sekali serangan, Pangeran Rawaja Pati sudah mampu membuat semua prajurit istana terkapar tak berdaya.


Semua prajurit istana yang menyerang Maha Patih Putra Candrasa langsung dibuat mati oleh Pangeran Rawaja Pati.

__ADS_1


"Maha Patih Putra Candrasa diutus oleh Prabu Jabang Wiyagra dengan damai. Tapi kalian membalasnya dengan pukulan dan tendangan. Manusia macam apa kalian ini?!" Ucap Pangeran Rawaja Pati.


Di sinilah baru ketahuan bagaimana sifat asli dari Maha Patih Galangan. Maha Patih Galangan tidak sesantun dan sebaik yang orang-orang kira. Maha Patih Galangan ternyata ada orang yang sangat licik. Bahkan dengan gampangnya dia mengatakan kepada Pangeran Rawaja Pati, kalau Prabu Jabang Wiyagra sengaja dipancing untuk datang kemari, agar bisa dibunuh.


Tetapi sayangnya, yang datang adalah Maha Patih Putra Candrasa. Awalnya Prabu Bawesi memerintahkan Maha Patih Galangan untuk menghadap Prabu Jabang Wiyagra, agar Prabu Jabang Wiyagra mau datang ke istananya. Kalau Prabu Jabang Wiyagra sampai ke istana ini, maka seluruh pasukan Kerajaan Wesi Kuning akan langsung menyergapnya dan menghabisinya.


Namun rencana tersebut jelas sudah gagal total. Karena sekarang yang datang adalah Maha Patih Putra Candrasa. Dan dibantu oleh Pangeran Rawaja Pati yang kesaktiannya juga tidak main-main. Pangeran Rawaja Pati bahkan diam-diam membawa pasukan siluman naga bersamanya. Para pasukan siluman naga itu berada tidak jauh dari istana.


Jika sampai semua pasukan dari Kerajaan Wesi Kuning datang untuk menyerang mereka berdua, maka Pangeran Rawaja Pati hanya perlu memerintahkan para pasukannya untuk membalas serangan. Maha Patih Galangan buat cerita bohong, agar ada seseorang yang datang ke istana Kerajaan Wesi Kuning. Kalau orang tersebut berhasil dibunuh, maka itu akan menjadi sebuah peringatan bagi Prabu Jabang Wiyagra.


Prabu Bawesi tidak suka dengan Prabu Jabang Wiyagra, yang selalu saja ikut campur urusan pribadi kerajaan lain. Padahal Prabu Jabang Wiyagra berniat baik, untuk merubah tabiat buruk para raja yang suka semena-mena kepada rakyatnya sendiri. Namun Prabu Bawesi rasa sangat dirugikan dengan hancurnya Kerajaan Gelap Ngampar dan juga Kerajaan Mangkon Rogo.


Karena kedua kerajaan tersebut sangat berpengaruh dalam hal perekonomian bagi Kerajaan Wesi Kuning. Dan faktanya, Prabu Bawesi ternyata juga mengirimkan bala bantuan kepada Prabu Garan Darang dan Maha Patih Kana Raga dan juga Maha Patih Jogo Rogo. Prabu Bawesi juga memberikan bantuan persenjataan kepada Ditya Kalana, saat Kerajaan Reksa Pati masih berdiri.


Dan setelah Ketiga kerajaan besar tersebut hancur, dukungan kekuatan untuk Kerajaan Wesi Kuning menjadi sangat berkurang. Dan berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi dan kemiliteran di Kerajaan Wesi Kuning.

__ADS_1


Prabu Bawesi merasa sangat-sangat dirugikan oleh Prabu Jabang Wiyagra, sehingga dia mencoba mencari cara agar bisa menghabisi Prabu Jabang Wiyagra, sekaligus menghancurkan Kerajaan Wiyagra Malela.


__ADS_2