DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : Episode 26


__ADS_3

“Aku ingin kalian memulai pergerakan ke wilayah Kerajaan Rawaja Pati, Kerajaan Antasura, dan juga Kerajaan Candramawa. Serang tempat-tempat penting mereka. Buat mereka sibuk dengan urusan di dalam negara mereka sendiri. Setelah itu barulah kita serang ketiganya secara besar-besaran.” Perintah Prabu Jabang Wiyagra kepada para abdinya.


Mereka semua sudah mempersiapkan pasukan mereka masing-masing. Sekarang mereka memiliki banyak sekali pasukan. Ada diantara pasukan-pasukan itu adalah orang asing yang sudah lama menetap di wilayah Kerajaan Wiyagra Malela.


Mereka memanggil bantuan kepada saudara-saudara mereka yang ada di negeri sebrang untuk membantu mengirimkan persenjataan dan juga pasukan bayaran yang sudah terbiasa dalam pertempuran.


Sehingga sekarang, jumlah pasukan Kerajaan Wiyagra Malela sudah mampu menyaingi jumlah pasukan dari ketiga kerajaan besar itu.


“Hamba sudah mempersiapkan pertahanan di istana ini Gusti Prabu. Para pasukan dari luar juga sudah siap di posisi mereka masing-masing. Sebagian lagi akan ikut dengan Patih Kinjiri di pertempuran. Dan selebihnya, akan ikut dengan para pendekar-pendekar hebat kita.” Ucap Maha Patih Putra Candrasa.


“Bagus Maha Patih. Bagaimana dengan yang lain?”


“Hamba juga sudah menaruh beberapa murid hamba di tempat-tempat penting di Kerajaan Rawaja Pati, Gusti Prabu. Mereka hanya tinggal menunggu perintah untuk melakukan serangan.” Ungkap Mangku Cendrasih.


“Hamba dengan para pendekar yang lain sudah siap memposisikan diri Gusti Prabu. Kami sudah mengetahui titik-titik penting di Kerajan Antasura dan Kerajaan Candramawa.” Ucap Singo Rogo.


“Terimakasih untuk semuanya. Dua hari lagi, akan ada perayaan ulang tahun Prabu Bujang Antasura. Pasti dia akan mengundang para raja-raja yang lain untuk hadir di pesta besar itu. Dan saat itulah semuanya akan dimulai. Aku ingin kalian melakukan serangan kejutan untuk mereka.”


“.....Sasaran utama kita adalah para raja yang mendukung Kerajaan Antasura. Dengan matinya beberapa dari mereka sudah cukup untuk mengurangi kekuatan musuh kita. Pasukan mereka pasti akan diambil alih oleh Prabu Suta Rawaja. Dan itu membutuhkan waktu yang lama. Pada saat itulah kesempatan kita untuk mengambil alih mereka semua.”


“Baik Gusti Prabu. Hamba dan yang lain akan menjalankan titah Gusti Prabu.” Ucap Mangku Cendrasih.

__ADS_1


Selepas itu mereka bergegas untuk mempersiapkan semua yang mereka butuhkan. Mereka semua memposisikan diri mereka masing-masing. Walau pun musuh belum melakukan pergerakan apa pun, tapi mereka harus tetap waspada karena lawan mereka bukan orang-orang sembarangan.


Mereka juga memiliki pasukan rahasia yang hanya muncul disaat-saat penting dan genting seperti sekarang ini. Bisa saja musuh juga melakukan serangan secara tiba-tiba. Kerajaan Wiyagra Malela menjadi tempat utama untuk seluruh pasukan yang ada.


Sedangkan istana bekas Kerajaan Reksa Pati akan menjadi tempat untuk para pasukan bayaran dan juga pasukan yang dibentuk dari para rakyat Kerajaan Wiyagra Malela. Dengan begitu musuh akan kesulitan membedakan mana pasukan kerajaan yang asli, dan mana pasukan yang hanya menjadi umpan, karena seragam yang digunakan sama.


Baik para pasukan bayaran, pasukan rakyat, mau pun pasukan dari kerajaan. Bekas istana Kerajaan Reksa Pati dipegang penuh oleh Maha Patih Putra Candrasa, dan didampingi oleh Patih Kinjiri. Pasukan dari Kerajaan Batih Reksa yang akan diikutkan dalam pertempuran juga sudah berkumpul di Kerajaan Wiyagra Malela.


Mereka semua patuh dibawah perintah Patih Kinjiri yang diberi kepercayaan penuh atas pasukan bantuan itu. Sedangkan Prabu Sura Kalana dan Maha Patih Kumbandha beserta pasukan yang tersisa, akan menjadi pasukan penghadang yang akan memotong bantuan Kerajaan Candramawa kepada Kerajaan Rawaja Pati.


Dengan begitu, Kerajaan Rawaja Pati akan semakin kekurangan pasukan. Begitu juga dengan Kerajaan Candramawa yang pastinya akan disibukkan dengan serangan yang terjadi di wilayah mereka sendiri. Kerajaan Rawaja Pati akan kekurangan logistik ketika pertempuran besar sudah terjadi di wilayah mereka.


Jadi, rencana Prabu Jabang Wiyagra adalah, membuat musuh-musuhnya hanya sibuk dengan urusan masing-masing.


Dari sana mereka akan melemah dan semakin melemah. Kekuatan pasukan mereka akan semakin menurun.


Dan akan banyak pasukan mereka yang tewas sia-sia karena Prabu Jabang Wiyagra sudah mempersiapkan rencana khusus, untuk serangan kejutan. Sebesar apa pun kekuatan mereka, mereka tetap akan melemah jika diserang sedikit demi sedikit secara terus menerus.


Mereka akan kelimpungan, dan dalam keadaan yang terpaksa, mereka pasti akan menyerahkan diri mereka. Karena melakukan perlawanan hanya akan membuat mereka semua mati konyol.


Namun di istananya, Prabu Suta Rawaja sudah sangat yakin kalau dia akan memenangkan perang ini. Karena dia menganggap bahwa Kerajaan Wiyagra Malela dan Kerajaan Batih Reksa hanyalah sampah yang tidak berguna.

__ADS_1


“Maha Patih, kita harus mempersiapkan pesta yang besar. Karena aku yakin, kita akan memenangkan peperangan ini. Kedua kerajaan bodoh itu tidak akan mampu melawan kekuatan pasukan kita yang jauh lebih berpengalaman dalam pertempuran.” Ucap Prabu Suta Rawaja kepada Maha Patih Raseksa.


Maha Patih Raseksa sendiri sebenarnya khawatir, karena sampai sekarang dia belum bisa mengetahui secara pasti berapa jumlah pasukan musuh, dan apa saja yang sedang mereka semua rencanakan.


“Mohon maaf Gusti Prabu, apa tidak sebaiknya kita menggunakan logistik kita untuk cadangan saja? Masalah pesta bisa kita atur di lain waktu. Setelah kita memenangkan pertempuran ini.”


“Jangan bodoh Maha Patih! Apa kamu tidak mau disambut oleh puluhan wanita cantik setelah pulang dari pertempuran? Apa kamu tidak mau menikmati hidangan yang nikmat setelah hari-hari yang melelahkan? Ayolah Maha Patih! Jangan ragukan dirimu! Kamu bisa melakukan semuanya!” Ucap Prabu Suta Rawaja dengan tegas.


“Benar Gusti Prabu. Tapi hamba khawatir kalau...”


“Kalau apa? Kalau kita sampai kalah? Kerajaan ini tidak pernah kalah satu kali pun. Kau pun tahu soal itu.”


“Bukan Gusti Prabu. Hamba rasa, semua ini mencurigakan. Tidak ada kabar yang pasti mengenai pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela. Mereka seperti tenang-tenang saja dan tidak melakukan apa-apa. Bukankah itu mencurigakan Gusti Prabu?”


“Sudahlah. Kamu hanya kurang bersantai. Sesekali hibur dirimu sendiri. Masih ada waktu untukmu bersenang-senang. Carilah beberapa wanita untuk menghiburmu. Aku tidak mau kamu kalah dalam pertempuran hanya karena kamu kekurangan asupan.” Ucap Prabu Suta Rawaja sembari tertawa.


“Baik Gusti Prabu. Terimakasih.”


Maha Patih Raseksa pun pergi meninggalkan ruangan itu. Dia sama sekali tidak suka dengan sikap Prabu Suta Rawaja yang selalu meremehkan siapa saja. Padahal, sekarang situasi sudah semakin genting. Waktu juga dengan cepat berlalu.


Tapi tidak ada perintah penyerangan atau perintah apa pun yang Prabu Suta Rawaja berikan. Dia bersenang-senang dengan para wanita hampir setiap hari. Tidak ada jeda sebentar saja untuk benar-benar memikirkan kerajaannnya.

__ADS_1


__ADS_2