DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 335


__ADS_3

"Aku tidak menyalahkanmu atas apa yang terjadi kepada Ratna Malangi, Maha Patih. Semua ini adalah kesalahan para pengkhianat itu. Aku tahu bagaimana perasaanmu. Hanya saja, aku tidak mau kamu terlalu larut dalam kesedihanmu. Ratna Malangi pasti akan sembuh. Dan sebentar lagi kita akan menemukan siapa dalang dibalik peristiwa ini. Karena para mantan anggota Kelompok Satrio Luhur itu hanya orang-orang bayaran."


"....Awalnya mereka juga terpaksa melakukan kejahatan, karena mereka kelaparan. Sampai hal itu menjadi sebuah kebiasaan. Sayang sekali, aku belum menyadarinya sedari dulu. Kalau aku menyadari apa yang telah terjadi kepada mereka, pasti aku tidak akan memberikan perintah kepadamu, untuk mencari keberadaan mereka satu persatu. Aku pastikan, mereka semua akan mendapatkan balasan yang setimpal, dengan apa yang mereka lakukan. Terutama dengan Arjuna Soma, dan juga Suma Gara." Ucap Prabu Jabang Wiyagra kepada Maha Patih Lare Damar.


Maha Patih Lare Damar merasa sangat sedih dengan apa yang telah terjadi. Apalagi Maha Patih Galangan dan seluruh pasukannya masih belum sadarkan diri. Mereka masih berada dalam kondisi koma, karena setelah diperiksa lebih lanjut oleh para tabib istana, luka yang ada di tubuh mereka sangatlah parah. Mereka juga memerlukan banyak sekali darah tambahan. Bahkan Mbah Kangkas sampai harus membuat ramuan khusus. Ramuan itu bisa menghentikan laju pendarahan yang mereka alami, agar tidak terlalu parah. Supaya mereka bisa sembuh lebih cepat dari perkiraan para tabib istana. Karena obat biasa tidaklah cukup untuk mereka, yang mengalami luka parah.


"Mohon maaf Gusti Prabu. Belum lama ini tapi istana juga harus mengurus para murid dari Padepokan Ageng Singo Negoro dan Padepokan Ageng Maja Lingga, karena banyak yang menjadi korban. Sekarang, kita juga ditimpa musibah lagi. Hamba benar-benar tidak habis pikir, Gusti Prabu. Mengapa orang-orang yang dulunya adalah para ksatria yang dihormati, sekarang berubah menjadi sekumpulan bandit." Kata Maha Patih Lare Damar.


"Aku sudah bertahun-tahun menjadi seorang raja, Maha Patih. Dulu, sewaktu Prabu Putra Candrasa masih berada di posisimu yang sekarang, dia juga mengalami hal yang sama. Aku dan Prabu Putra Candrasa sudah seringkali dikhianati, oleh pasukan kami sendiri. Awalnya memang sangat sulit, dan sangat tidak menyenangkan. Tapi lama-kelamaan, kami berdua menjadi terbiasa dengan hal itu. Di dalam sebuah kerajaan yang besar, pasti akan selalu ada orang-orang licik di dalamnya." Jawab Prabu Jabang Wiyagra.


"Iya Gusti Prabu. Hamba hanya menyayangkan hal itu. Padahal, para mantan anggota Kelompok Satrio Luhur memiliki bakat yang luar biasa. Kalau digunakan untuk kebaikan, tentunya akan jauh lebih berguna. Andaikan saja mereka mau bergabung dengan Gusti Prabu, pasti mereka tidak perlu berakhir menjadi seorang pengkhianat."


"Ya. Kamu benar Maha Patih. Tetapi, semua orang memiliki hak untuk memilih jalannya sendiri-sendiri. Mereka sudah memilih Jalan mereka, menjadi orang yang jahat. Begitu pula dengan kita. Kekuasaan dan kedudukan, kerap kali membutakan mata. Bahkan aku sendiri pun, pernah hampir lupa daratan. Namun, aku kembali berserah diri kepada Sang Hyang Wenang. Aku memohon kekuatan, untuk bisa selalu kuat menghadapi segala ujian dan cobaan."

__ADS_1


"....Hingga sekarang, aku masih bisa mempertahankan tujuan utamaku. Aku selalu berdoa setiap malam, untuk kedamaian dan kesejahteraan seluruh rakyat Kerajaan Wiyagra Malela. Namun, terkadang Sang Hyang Wenang memiliki jalan terbaik untuk kita. Apa yang selama ini aku alami, telah membentukku menjadi seseorang yang berbeda dari sebelumnya. Itulah mengapa aku bisa menjadi seorang raja besar seperti sekarang."


"....Aku berharap, kamu bisa mengambil hal-hal baik yang ada dalam diriku, Maha Patih. Kalau aku melakukan hal-hal yang buruk, jangan takut untuk mengingatkanku. Nasehatilah aku, kalau aku memang berbuat salah. Karena, kita tidak akan pernah tahu, apa yang akan terjadi di depan kita. Semua orang bisa berubah karena sesuatu. Baik ataupun buruk, pasti selalu ada pembelajaran yang sangat luar biasa di dalamnya."


Maha Patih Lare Damar mendengarkan dengan seksama, apa yang diucapkan oleh Prabu Jabang Wiyagra kepadanya. Apa yang sekarang dialami oleh Maha Patih Lare Damar, itu semua tidak terlepas dari keputusan Yang Maha Kuasa. Maha Patih Lare Damar harus menjalaninya dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Tanggung jawab menjadi seorang Maha Patih, memanglah sangat berat. Tapi tidak semua orang bisa mendapatkan tanggung jawab luar biasa itu. Karena seorang Maha Patih dituntut harus selalu kuat di hadapan semua orang. Karena jika terlihat lemah, maka seluruh pasukannya pun akan ikut melemah.


"Aku yakin kamu bisa memahami apa yang aku ucapkan, Maha Patih Lare Damar. Berdoalah Kepada Sang Hyang Wenang. Dia akan selalu membantumu. Dan menunjukkan jalan terbaik-Nya kepadamu." Kata Prabu Jabang Wiyagra.


*


*


Maha Patih Lare Damar kembali melihat bagaimana keadaan Ratna Malangi saat ini. Yang awalnya tapi itu membenci Ratna Malangi, sekarang dia merasa sangat kasihan kepadanya. Selama berada di dalam tempat pengasingan, Maha Patih Lare Damar sudah menganggap Ratna Malangi seperti ibu kandungnya sendiri. Karena selama puluhan tahun, hingga dia sebesar ini, Maha Patih Lare Damar tidak pernah sekalipun merasakan kehadiran seorang ibu. Dengan melihat Ratna Malangi, Maha Patih Lare Damar seperti merasakan ada ikatan batin dengannya. Karena selama beberapa waktu, Maha Patih Lare Damar memang sangat dekat dengan Ratna Malangi. Dan selama itu pula, dia telah banyak berbagi cerita dengan Ratna Malangi.

__ADS_1


Maha Patih Lare Damar sudah mengurus Ratna Malangi dengan sangat baik. Benar-benar seperti mengurusi ibu kandungnya sendiri. Sehingga ikatan batin di antara mereka berdua sangat-sangat kuat. Melihat keadaan Ratna Malangi yang sudah sekarat, Maha Patih Lare Damar merasa sangat sedih. Dia menatap Ratna Malangi dari kejauhan, di ruangan pengobatan itu. Semua tapi yang ada di sana terlihat sangat sibuk, mengurus orang-orang yang masih sakit. Sesekali dia melihat ke arah Maha Patih Galangan. Maha Patih Galangan juga sama, masih terbaring lemah dan tak berdaya. Bahkan jauh lebih parah dari yang lainnya. Karena dia masih belum sadarkan diri.


Ratna Malangi masih bisa membuka sedikit kedua matanya. Dengan pelan dia memanggil nama Maha Patih Lare Damar.


"Damar... Dam... Ar..."


Para tabib yang mengurus Ratna Malangi langsung memberitahukan hal itu kepada Maha Patih Lare Damar. Begitu mengetahui kalau Ratna Malangi memanggil namanya, Maha Patih Lare Damar langsung mendekatkan dirinya kepada Ratna Malangi.


"Kenapa Ratna? Aku di sini..." Ucap Maha Patih Lare Damar di telinga Ratna Malangi.


Lalu Ratna Malangi menarik kepala Maha Patih Lare Damar untuk sedekat mungkin dengan mulutnya. Setelah itu, Ratna Malangi seperti mengucapkan sesuatu kepada Maha Patih Lare Damar. Entah apa itu. Tidak ada satupun orang di sana yang bisa mendengarnya. Hanya Maha Patih Lare Damar sendiri yang mengetahui, apa yang diucapkan oleh Ratna Malangi kepadanya. Namun dari raut wajah Maha Patih Lare Damar, semua orang bisa tahu, kalau Ratna Malangi mengucapkan sesuatu yang membuat Maha Patih Lare Damar terkejut. Atau bahkan sangat-sangat marah. Seperti ada hal yang sangat penting, yang membuat Maha Patih Lare Damar menyadari sesuatu.


Setelah cukup lama Ratna Malangi berbicara kepada Maha Patih Lare Damar, tanpa diduga, Ratna Malangi langsung menghembuskan nafas terakhirnya. Maha Patih Lare Damar sangat sangat terkejut dengan hal itu. Apalagi Ratna Malangi baru saja menyampaikan sesuatu kepadanya. Yang artinya, apa yang diucapkan oleh Ratna Malangi, bisa diartikan menjadi sebuah kata-kata terakhir untuk Maha Patih Lare Damar. Hal itu sama persis seperti apa yang dikatakan oleh Prabu Jabang Wiyagra sebelumnya. Bahwa, ada saat di mana Ratna Malangi akan mengucapkan sebuah kalimat yang sangat penting, tanpa Maha Patih Lare Damar sadari. Mungkin inilah yang dimaksud oleh Prabu Jabang Wiyagra. Ratna Malangi akan mengucapkan sesuatu yang sangat penting, di saat dirinya akan pergi dari dunia ini.

__ADS_1


__ADS_2