DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 201


__ADS_3

Prabu Gala Ganda masih menunggu dan terus menunggu kabar dari Prabu Jabang Wiyagra. Dia harap-harap cemas tentang surat yang ia kirimkan. Karena baginya, surat itu sangatlah penting. Kalau Prabu Jabang Wiyagra menerima perjanjian damai itu, maka Prabu Gala Ganda bisa aman, walaupun untuk sementara waktu. Tapi jika Prabu Jabang Wiyagra menolaknya, maka Prabu Gala Ganda akan berada dalam masalah besar.


Prabu Gala Ganda sudah tidak memiliki cukup pasukan untuk menghadapi Prabu Jabang Wiyagra dan juga para pendukungnya. Saat ini jumlah pasukan yang dimiliki oleh Prabu Gala Ganda kurang dari seratus ribu orang. Jumlah pasukan itu terlalu kecil Untuk Sebuah kerajaan yang besar. Apalagi sekarang para kerajaan-kerajaan kecil yang berada di bawah kekuasaannya juga mulai tidak lagi mempercayainya.


Prabu Gala Ganda dianggap terlalu lemah untuk menjadi seorang raja. Bahkan kebanyakan orang menganggap kalau Prabu Gala Ganda hanyalah seorang pengecut dan pecundang. Karena dia lebih banyak diam di istananya, daripada harus turun langsung untuk menyelesaikan masalah di wilayah kekuasaannya. Yang sering membuat para bawahannya merasa kesal kepadanya.


Karena Prabu Gala Ganda hanya memberikan solusi, tanpa mau mengotori tangannya sendiri. Mentang-mentang Dia adalah seorang raja, Prabu Gala Ganda benar-benar bersikap seperti Dewa yang sudah menguasai segalanya. Hal itu yang membuatnya kerap diremehkan oleh para pendukungnya sendiri. Prabu Gala Ganda bahkan tidak mendapatkan Citra yang baik di dalam pemerintahannya.


Kalau dalam pemerintahannya saja dia tidak becus, dan tidak mampu mengambil hati rakyatnya, lalu bagaimana dia bisa mengambil hati Prabu Jabang Wiyagra?


Cara yang dianggap terlalu bodoh dan kekanak-kanakan itu membuatnya semakin mendapatkan penghujatan habis-habisan dari para pendukungnya. Orang hebat sekelas Prabu Jabang Wiyagra jelas tidak akan terpengaruh oleh janji-janji manis dari orang seperti Prabu Gala Ganda. Prabu Gala Ganda menawarkan Banyak sekali hal yang sebenarnya tidak ada, kepada Prabu Jabang Wiyagra.

__ADS_1


Prabu Gala Ganda berjanji akan membuka jalur ekonomi untuk Kerajaan Wiyagra Malela. Prabu Gala Ganda bahkan mau menerima tiga puluh persennya saja, dari semua keuntungan yang ada. Sedangkan bagian tujuh puluh persen akan diserahkan sepenuhnya kepada Prabu Jabang Wiyagra. Dengan syarat, Prabu Jabang Wiyagra mau menerima perjanjian damai itu, dan tidak menyerang kerajaannya.


Bukan hanya itu saja. Prabu Gala Ganda juga menawarkan salah satu wilayahnya, ya itu sebuah tempat hiburan yang sangat terkenal di salah satu wilayah Kerajaan Putra Bathara. Prabu Gala Ganda juga akan mengirimkan pasukan yang akan membantu keamanan di Kerajaan Putra Malela. Sebagai tanda permintaan maafnya atas kematian para pasukan Kerajaan Putra Malela.


Dia juga berjanji untuk tidak lagi menindas rakyatnya sendiri. Dan akan memberikan kebebasan kepada rakyatnya, seperti yang dilakukan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Namun lagi-lagi, syaratnya adalah satu, yaitu Prabu Jabang Wiyagra tidak boleh menyerang Kerajaan Putra Bathara, apalagi menangkap Prabu Gala Ganda. Jelas itu adalah hal yang sangat mencurigakan.


Kalau Prabu Gala Ganda memang berniat baik kepada Prabu Jabang Wiyagra, tentunya dia akan berusaha untuk menemui Prabu Jabang Wiyagra secara langsung dan mengatakan semua hal yang sekarang hanya ia kirimkan melalui sebuah surat. Sebuah surat akan dianggap tidak sopan untuk hal yang sepenting itu. Kecuali Prabu Gala Ganda memang sudah memiliki hubungan dekat dengan Prabu Jabang Wiyagra.


Nyawa seseorang tidak akan pernah bisa digantikan dengan apapun. Sedangkan orang yang mati dalam penyerangan besar-besaran itu jumlahnya mencapai ratusan orang. Mereka semua diserang dalam posisi yang tidak siap, dan mereka semua kalah jumlah. Memang tidak bisa ditutupi, kalau Prabu Jabang Wiyagra sendiri juga pernah melakukan hal ini. Tapi dengan alasan yang kuat dan jelas. Tidak sembarangan serang.


Sedangkan yang dilakukan oleh Prabu Gala Ganda dan Maha Patih Baruncing adalah pembantaian yang mereka lakukan untuk kepentingan pribadi. Hal itu sudah sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Cara yang sama, tapi dengan tujuan yang jauh berbeda. Rakyat Kota Karta Mulya masih trauma dan masih belum bisa menerima peristiwa itu.

__ADS_1


Para prajurit juga sudah gatal, ingin sekali rasanya mereka melakukan hal yang sama kepada Prabu Gala Ganda dan sekutunya. Tetapi karena mereka sangat menghormati Prabu Jabang Wiyagra sebagai raja mereka, para prajurit ini hanya bisa menunggu perintah, karena mereka tidak mungkin melakukan penyerangan tanpa seorang pimpinan. Mereka bisa dicap sebagai pemberontak jika melakukan hal itu.


Sebenci dan sedendam apapun mereka kepada Prabu Gala Ganda, mereka tetap harus menerima semuanya. Dan menunggu waktu sampai Prabu Barajang memberikan keputusan untuk melakukan serangan balasan. Memang Prabu Jabang Wiyagra juga sudah memikirkan hal tersebut. Namun dia tidak mau gegabah, Karena sekarang kondisi para pasukannya sedang tidak baik-baik saja.


Prabu Jabang Wiyagra tidak mau mengerahkan orang-orang yang sedang dikuasai oleh dendam dan kebencian, karena itu akan membuat mereka mati sia-sia di medan peperangan. Jika Prabu Jabang Wiyagra menurut ego dan nafsunya saja, dia sudah pasti melakukannya di hari itu juga. Namun dalam sebuah peperangan bukanlah hanya soal balas membalas, ataupun tentang siapa yang menang dan kalah.


Sebuah kemenangan juga memerlukan sebuah pengorbanan. Baik menang ataupun kalah, peperangan tetap saja menimbulkan korban. Apalagi Kerajaan Wiyagra Malela dan Kerajaan Putra Bathara adalah kerajaan besar yang memiliki banyak sekali pasukan dan sekutu. Walaupun sekarang jumlah pasukan Prabu Gala Ganda sudah berkurang jauh dari sebelumnya, tapi bukan berarti kerajaannya melemah begitu saja.


Sudah pasti juga memiliki kekuatan cadangan, yang belum diketahui oleh musuh-musuhnya ataupun sekutunya sendiri. Prabu Jabang Wiyagra masih ingin meneliti terlebih dahulu tentang Kerajaan Putra Bathara dan juga Prabu Gala Ganda. Karena masalah Prabu Barajang juga belum selesai. Kekuasaan Prabu Barajang yang sekarang sudah dipegang penuh oleh Maha Patih Salara, sedang melakukan perkembangan.


Maha Patih Salara membentuk pasukan-pasukan elit untuk mempertahankan kekuasaannya di Kerajaan Bala Bathara. Sedangkan Prabu Gala Ganda sendiri tidak peduli dengan siapa yang memimpin Kerajaan Bala Bathara. Selama orang itu mau tunduk kepada perintahnya, maka dia masih bisa mendapatkan keuntungan. Lagi pula Prabu Gala Ganda memang tidak pernah menyukai Prabu Barajang.

__ADS_1


Kalau kekuasaan Prabu Barajang runtuh, maka pesaing Prabu Gala Ganda akan berkurang satu. Prabu Gala Ganda bisa dengan leluasa mengambil alih kekuasaan Kerajaan Bala Bathara. Karena dia adalah orang yang sangat cerdik. Menaklukkan seorang Maha Patih Salara adalah hal yang mudah baginya. Karena kemampuan Maha Patih Salara, baik fisik maupun otaknya, berada di bawah Prabu Gala Ganda.


__ADS_2