DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 280


__ADS_3

Di sisi lain, Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan sedang berusaha untuk mendamaikan pendapat di antara para mantan anggota kelompok Satrio Luhur. Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan merasa cukup kesulitan untuk mendamaikan pendapat mereka. Terutama dengan Mbah Cala Raka, Suma Gara, dan Kala Putra, yang masih tidak suka kepada Maha Patih Lare Damar. Ditambah lagi dengan hadirnya Maha Patih Galangan, membuat semakin menjadi-jadi saja.


Tiga orang tersebut kerap kali membuat masalah dengan para mantan anggota yang lain. Padahal, Mbah Kencana Wangsa dan yang lainnya tidak pernah membuat masalah dengan mereka bertiga. Namun dikarenakan di antara mereka ada Ratna Malangi yang setiap hari harus diurus segala keperluannya, mereka bertiga selalu berusaha untuk mencari alasan agar tidak ada satu orang pun yang mempedulikan Ratna Malangi. Jika mereka bertiga terus-menerus membuat masalah, maka Ratna Malangi jelas akan dikesampingkan.


"Maha Patih, apa tidak sebaiknya Maha Patih melaporkan semuanya kepada Maha Raja? Mereka bertiga tidak pernah akur dengan siapapun. Mereka selalu membuat masalah di tempat ini." Ucap Mbah Kencana Wangsa kepada Maha Patih Lare Damar.


Maha Patih Lare Damar hanya tersenyum dan menanggapi semuanya dengan bijak. Karena Maha Patih Lare Damar sudah tahu kalau semua ini dilakukan hanya sekedar akal-akalan dari Mbah Cala Raka dan kedua temannya, untuk mengalihkan perhatian semua orang kepada Ratna Malangi.


"Maaf Mbah, saya yakin Mbah juga tahu, kalau ini semua hanyalah akal-akalan mereka bertiga saja. Mereka jika ingin mengalihkan perhatian kita Mbah. Agar Ratna Malangi bisa kita kesampingkan. Dan kita hanya disibukkan untuk mengurusi mereka bertiga saja. Nanti kalau sudah lelah, mereka juga pasti akan diam dan merasa malu sendiri." Jawab Maha Patih Lare Damar.


Maha Patih Galangan hanya tertawa kecil mendengar jawaban tersebut. Dia sendiri pun sudah tahu dari Maha Patih Lare Damar. Mbah Cala Raka-lah yang selalu menjadi biang keladi dari semua permasalahan yang ada di tempat ini. Awalnya Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan menganggap enteng semua permasalahan tersebut. Tetapi sekarang, mereka berdua menjadi curiga kepada Mbah Cala Raka. Hanya saja mereka berdua tidak menunjukkannya di hadapan orang lain.

__ADS_1


Maha Patih Lare Damar curiga kalau Mbah Cala Raka dan kedua temannya memang sengaja membuat keributan, bukan hanya sekedar untuk mengalihkan perhatian semua orang. Tapi lebih dari itu. Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan selalu berusaha untuk mengawasi gerak-gerik yang dilakukan oleh Mbah Cala Raka dan kedua temannya itu. Karena meskipun seorang pemarah, seharusnya mereka bertiga tidak sampai membenci Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan.


Maha Patih Galangan dan Maha Patih Lare Damar sama sekali tidak bersalah. Mereka berdua juga tidak mengetahui secara pasti masa lalu ketika orang tersebut. Seharusnya Mbah Cala Raka dan kedua temannya bisa memaklumi apa yang sedang terjadi. Yang membuat Maha Patih Lare Damar curiga adalah, Mbah Cala Raka, Mbah Suma Gara, dan Mbah Kala Putra, seperti sudah mengetahui apa yang dilakukan oleh Maha Patih Lare Damar, sebelum ada di tempat ini.


Waktu itu Maha Patih Lare Damar masih melakukan pencarian terhadap para mantan anggota kelompok Satrio Luhur. Tidak seperti para mantan anggota yang lainnya, ketika orang itu datang dengan sendirinya kepada Maha Patih Lare Damar. Padahal mantan anggota Satrio Luhur yang lain harus dijemput ataupun ditemui satu persatu. Kecurigaan Maha Patih Lare Damar juga didukung kuat dengan sikap mereka bertiga saat pertama kali bertemu dengan dirinya.


Mereka bertiga seakan-akan sudah mengenal dekat Maha Patih Lare Damar. Memang, mereka berdua adalah orang-orang sakti. Tapi itu menjadi satu hal yang terasa sangat tidak normal bagi seorang Maha Patih Lare Damar. Karena tidak semua orang bisa mengenal Maha Patih Lare Damar, yang kala itu berada dalam penyamaran sebagai orang biasa. Maha Patih Lare Damar tugas sudah menggunakan ilmu yang ia miliki untuk mengelabui pandangan semua orang, yang sekiranya mengenal dirinya.


Dan untuk Ratna Malangi, sekarang dia yang telah berubah menjadi perempuan tua renta, hanya bisa melakukan kegiatan orang tua pada umumnya. Dengan kondisi tubuhnya yang seperti ini, Ratna Malangi merasa kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Dia tidak bisa lagi berjalan cepat seperti sebelumnya. Tenaganya semakin hari juga semakin berkurang. Dia benar-benar merasakan penderitaan yang dirasakan oleh orang yang sudah berusia lanjut.


Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan sebenarnya merasa kasihan dengan kondisi Ratna Malangi saat ini. Tetapi peraturan tetap harus dijalankan. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan, selain membantu Ratna Malangi dalam kegiatannya sehari-hari. Ratna Malangi merasa sangat dipermalukan di hadapan mereka berdua. Dia sadar dengan apa yang selama ini telah ia lakukan kepada mereka semua yang ada di tempat ini.

__ADS_1


Sekarang Ratna Malangi hanya bisa menyesali apa yang telah ia lakukan, tanpa bisa merubah keadaan. Tidak jarang pula Ratna Malangi menolak bantuan dari Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan. Ratna Malangi selalu berusaha untuk bisa melakukan semuanya sendiri. Apalagi kalau sampai Mbah Cala Raka melihatnya, dia pasti akan langsung mencibir dengan kata-kata yang sangat kasar, dan sangat melukai hati Ratna Malangi.


Namun Ratna Malangi hanya bisa menanggapinya dengan senyuman. Apa yang telah dilakukannya memang salah dan tidak bisa dibenarkan, sekalipun berdasarkan rasa sakit yang disebabkan karena pengalaman buruk di masa lalunya. Ratna Malangi mencoba untuk membiasakan diri dengan cibiran dan juga hinaan yang ia terima. Ratna Malangi sama sekali tidak merasa dendam kepada siapapun yang menghina dirinya. Bahkan dia sendiri pun merasa sangat pantas untuk dihina dan direndahkan.


Maha Patih Lare Damar selalu mengingatkan Ratna Malangi untuk tidak lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Agar Yang Maha Kuasa memberikan pengampunan atas dosa-dosa yang telah ia lakukan. Meskipun usia Ratna Malangi jauh di atas Maha Patih Lare Damar, tetapi Ratna Malangi merasa senang karena masih ada orang yang peduli kepadanya. Padahal dia adalah seorang penjahat kelas kakap, yang seharusnya dipenjara dan disiksa. Tapi sekarang dia masih bisa hidup dengan tenang, sekalipun berada dalam tempat pengasingan.


"Aku memang salah. Dan apa yang aku lakukan selama ini tidaklah bisa dibenarkan. Penderitaan yang aku rasakan sekarang adalah hasil dari apa yang telah aku tanam. Aku merasa sangat beruntung karena Sang Maha Raja dan Panglima Agung Wira Satya hanya mengasingkan diriku di tempat ini. Di sisa-sisa hidupku sekarang, aku memiliki kesempatan untuk berbuat kebaikan." Ucap Ratna Malangi kepada Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan.


"Benar. Yang Maha Kuasa telah memberikan jalan terbaik untuk dirimu, Ratna Malangi. Meskipun aku sendiri pun tidak suka dengan apa yang selama ini kamu lakukan, tapi dengan senang hati aku akan tetap membantumu. Jangan pernah sungkan jika kamu membutuhkan bantuanku."


"Terima kasih Gusti Patih."

__ADS_1


"Sama-sama."


__ADS_2