
"Walaupun sebagian besar musuh kita sudah kalah, tetapi aku masih belum bisa tenang, kalau semuanya belum benar-benar dikalahkan. Mbah Gagang, Prabu Gala Ganda, dan Maha Patih Rangkat Sena masih berkeliaran di luar sana bersama dengan pasukan mereka. Ditambah lagi dengan Kerajaan Panca Warna yang sampai sekarang tidak diketahui siapa pemimpinnya." Ucap Prabu Jabang Wiyagra kepada para abdinya yang ada di ruang singgasana tersebut.
"Kenapa kita tidak kuasai saja wilayah Kerajaan Panca Warna? Romo Prabu? Soal urusan rakyat yang sudah bobrok, kita masih memiliki banyak sekali pemuka agama di tempat ini, yang pastinya bisa membimbing mereka." Ucap Prabu Sura Kalana.
Prabu Jabang Wiyagra memang ingin sekali menguasai wilayah Kerajaan Panca Warna. Tetapi terlalu beresiko untuk pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, jika memaksakan diri untuk menyerang wilayah Kerajaan Panca Warna. Karena yang mereka hadapi bukanlah prajurit kerajaan, melainkan para rakyat yang sudah bersatu untuk membela Ratu Mekar Senggani. Apalagi tidak ada satupun orang yang tahu siapa yang memimpin Kerajaan Panca Warna sekarang.
Kalau memang Kerajaan Panca Warna dijalankan oleh para menteri dan para pejabat istana, tentunya itu akan menjadi satu hal yang sangat sulit dan sangat mustahil untuk dilakukan. Kecuali Ratu Mekar Senggani memiliki kesempatan untuk berbicara dengan para abdi setianya, untuk memberikan perintah. Barulah bisa dikatakan kalau pemerintahan tetap berjalan. Namun sangat tidak mungkin sebuah kerajaan bisa berjalan tanpa adanya seorang pemimpin. Terutama dalam jangka waktu yang sangat lama.
"Seperti yang sudah kita ketahui bersama. Terlalu beresiko untuk menyerang wilayah Kerajaan Panca Warna, Nanda Prabu. Karena yang kita hadapi adalah rakyatnya, bukan bala tentaranya. Kalau kita mengirimkan para pemuka agama kita, sudah pasti mereka akan dibunuh. Tuan Zafir sudah melihat sendiri bagaimana bobroknya orang-orang yang ada di Kerajaan Panca Warna." Jawab Prabu Jabang Wiyagra.
Lalu, Patih Kayat memberikan sebuah saran kepada Prabu Jabang Wiyagra, yang sebenarnya terdengar sangat kejam, tapi bisa dibilang menjadi satu-satunya cara yang paling ampuh untuk menaklukkan semua orang yang ada di Kerajaan Panca Warna. Menurut Patih Kayat, ada satu cara yang sangat kejam, yang dijamin bisa membuat rakyat Kerajaan Panca Warna menjadi tunduk kepada Prabu Jabang Wiyagra. Dan bisa dipastikan, mereka akan menghentikan perlawanan yang mereka lakukan.
"Mohon maaf Gusti Prabu, hamba izin bicara."
"Silahkan Patih Kayat."
__ADS_1
"Sebelumnya hamba meminta maaf Gusti Prabu. Mungkin apa yang akan hamba sampaikan ini sangat bertentangan dengan kemanusiaan. Tetapi kemungkinan besar ini adalah satu-satunya cara untuk menaklukkan mereka semua."
"Katakan apa caranya Patih Kayat?"
"Ada satu cara yang terbilang sangat kejam, dan tidak manusiawi Gusti Prabu. Yaitu dengan cara membuat wabah kelaparan."
"Wabah kelaparan? Apa maksudmu Patih Kayat?" Prabu Jabang Wiyagra bertanya dengan nada tinggi, karena dia terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Patih Kayat.
Patih Kayat menjelaskan kalau wabah kelaparan ini bisa dibuat dengan mudah. Banyak sekali wilayah pertanian yang ada di Kerajaan Panca Warna. Dan seluruh rakyat Kerajaan Panca Warna hanya mengandalkan hasil pertanian untuk bertahan. Jika ladang pertanian mereka rusak, atau pun terkena hama, maka akan banyak sekali rakyat Kerajaan Panca Warna yang mengalami kelaparan karena kekurangan bahan pangan.
"Jadi maksudmu, wabah kelaparan itu hanya sebuah pengalihan saja?"
"Benar Gusti Prabu. Karena jika seseorang mulai merasakan kelaparan yang luar biasa, kebanyakan orang pasti tidak akan lagi memikirkan tanggung jawabnya. Selama dia bisa makan, apapun akan dia lakukan."
Prabu Jabang Wiyagra lalu meminta pendapat abdinya yang lain, tentang rencana yang diberikan oleh Patih Kayat. Walaupun rencana itu memang terbilang sangat kejam, tetapi itu adalah rencana yang sangat bagus dan sangat baik. Karena memang sangat sulit untuk mematahkan keyakinan orang-orang yang ada di Kerajaan Panca Warna. Rakyat Kerajaan Panca Warna sudah terlalu dalam meyakini apa yang diajarkan oleh Ratu Mekar Senggani kepada mereka selama ini.
__ADS_1
Dan ajaran mereka adalah ajaran yang sangat-sangat berbahaya, dan sangat-sangat menyimpang. Yang lebih mengerikan dari itu, banyak sekali rakyat Kerajaan Panca Warna sudah terkena penyakit kelamin. Hal itu disebabkan karena mereka sering melakukan hubungan dewasa dengan cara-cara yang tidak sehat. Kebanyakan juga suka sekali Bergonta-ganti pasangan. Sehingga penyakit itu ditularkan dari satu orang ke orang yang lainnya, yang sama-sama melakukannya.
Selama bertahun-tahun masa kepemimpinan Ratu Mekar Senggani, tidak ada satupun orang yang terkena penyakit seperti itu. Tetapi semenjak Ratu Mekar Senggani tidak ada di sana, seakan-akan penyakit muncul begitu saja dari dalam tanah. Menyebar ke semua orang, yang bahkan tidak melakukan hal itu sekalipun. Faktanya, masih ada beberapa kelompok orang yang tidak menganut ajaran yang Ratu Mekar Senggani. Dan lebih memilih ajaran lain yang jauh lebih baik.
"Sebenarnya cari itu adalah cara yang sangat kejam, Gusti Prabu. Namun saran dari Patih Kayat memang patut untuk dicoba, Gusti. Karena kita benar-benar sudah tidak memiliki celah untuk masuk ke sana. Kecuali dengan cara yang kejam itu." Ucap Panglima Dara Gending yang karena itu juga ada di sana.
Panglima Dara Gending menambahkan,
"Pada saat pertempuran, hamba tidak terlibat sedikitpun Gusti Prabu. Karena harus menjaga istana ini. Maka berikanlah tugas ini kepada hamba dan juga para pasukan hamba. Biarkan kami semua yang melakukannya. Karena hamba yakin, rakyat di Kerajaan Panca Warna pasti akan merasa sangat senang kalau mereka kedatangan para kaum perempuan."
Prabu Jabang Wiyagra mengangguk-angguk anda sudah mengerti apa yang dimaksud oleh Panglima Dara Gending. Prabu Jabang Wiyagra juga tahu, kalau Panglima Dara Gending memang terkenal memiliki pasukan khusus yang semuanya adalah perempuan-perempuan cantik. Yang tentunya mereka semua bisa melakukan tugas ini dengan sangat mudah. Karena yang terpenting adalah, Panglima Dara Gending dan pasukannya bisa masuk ke sana.
Setelah Panglima Dara Gending dan pasukannya bisa memasuki wilayah Kerajaan Panca Warna, mereka hanya perlu melakukan aksi mereka untuk menghancurkan semua persediaan pangan dan juga lahan pertanian milik rakyat dan juga para pejabat Kerajaan Panca Warna. Dengan begitu lengkaplah sudah penderitaan semua orang yang ada di Kerajaan Panca Warna. Selain menderita wabah kelaparan, mereka juga akan menderita wabah penyakit yang semakin hari akan semakin parah.
"Baiklah Panglima Dara Gending. Aku izinkan kamu bersama pasukanmu untuk menjalankan rencana dari Patih Kayat ini. Siapkanlah dirimu dan juga pasukanmu dengan baik. Dan usahakan semuanya tertata dengan rapi. Jangan ada yang ditinggalkan, apalagi sampai mati di sana. Kecuali dalam keadaan yang terpaksa." Ucap Prabu Jabang Wiyagra.
__ADS_1
"Nggih Gusti Prabu."