DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 314


__ADS_3

"Sebentar lagi Kota Maja Lingga dan Kota Singo Negoro akan dipersatukan oleh Sang Maha Raja. Dan pada saat itulah kita akan benar-benar menjadi saudara. Aku berharap tidak ada satupun dari kalian yang melakukan pemberontakan. Karena jika kalian sampai melakukannya, maka hukumannya bukanlah kematian, tetapi sebuah penderitaan." Ucap Panglima Bayu Kusuma kepada para pendekar.


"Baik Panglima. Kami berjanji akan setia kepada Prabu Jabang Wiyagra. Dan jika ada salah satu dari kami yang melakukan pengkhianatan, maka kami sendirilah yang akan menyerahkan orang itu kepada Prabu Jabang Wiyagra." Jawab Saktisena.


Sebenarnya sudah tidak ada lagi orang yang ingin melakukan pengkhianatan kepada Prabu Jabang Wiyagra, kecuali kalau mereka terprovokasi. Apalagi sebentar lagi Kota Maja Lingga dan Singo Negoro akan dipersatukan. Tentu hal tersebut akan menjadi sebuah era baru. Baik di kedua kota besar tersebut, maupun untuk Kerajaan Wiyagra Malela sendiri. Dan Prabu Jabang Wiyagra tidak akan membiarkan siapapun menghalang-halangi rencana pembangunan Kota Maja Negoro.


Prabu Jabang Wiyagra sudah mempersiapkan sebagian pasukannya yang terbaik, untuk mengelilingi Kota Maja Lingga dan Kota Singo Negoro. Prabu Jabang Wiyagra juga menurunkan Pasukan Bara Jaya, agar mereka menjaga perbatasan antara Kota Maja Lingga dan Kota Singo Negoro. Karena sekalipun Prabu Jabang Wiyagra sudah melakukan penjagaan yang ketat, pasti tetap saja ada orang yang ingin mengambil kesempatan dalam acara peresmian tersebut. Apalagi acara peresmian Kota Maja Negoro dilakukan di istana Kerajaan Wiyagra Malela.


Alasan mengapa Prabu Jabang Wiyagra menjadikan istana Kerajaan Wiyagra Malela sebagai tempat peresmiannya adalah, karena kalau sampai ada orang-orang yang ingin mengacaukan acara peresmian tersebut, setidaknya Prabu Jabang Wiyagra sudah mempersiapkan banyak hal di istananya sendiri. Sedangkan di Kota Maja Lingga ataupun di Kota Singo Negoro, Prabu Jabang Wiyagra belum memahami situasi secara pasti. Dan itu akan membahayakan dirinya sendiri, dan juga orang-orang yang ada sana.


Yang menjadi masalah utama Prabu Jabang Wiyagra sekarang adalah, Intan Senggani dan Patri Asih. Dua perempuan jahat itu pasti akan mencari kesempatan dalam kesempitan, agar bisa melakukan serangan kepada Prabu Jabang Wiyagra dan pasukannya. Apalagi dengan Intan Senggani, dia begitu dendam kepada Prabu Jabang Wiyagra, setelah Prabu Jabang Wiyagra mengirimkan pasukannya ke Kerajaan Panca Warna, yang membuat kekuasaan Intan Senggani bisa diruntuhkan dalam waktu satu malam. Dan sudah pasti Intan Senggani akan menuntut balas atas kekalahannya beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


Prabu Jabang Wiyagra dan Mbah Kangkas sudah memperkirakan, kalau kemungkinan besarnya, Intan Senggani akan bergabung dengan Patri Asih untuk melakukan penyerangan. Ditambah juga dengan Prabu Gala Ganda, yang sampai sekarang masih bertahan dari serangan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, di istananya. Tiga orang musuh besar Prabu Jabang Wiyagra itu pasti akan menyatukan kekuatan mereka. Karena mereka bertiga memiliki tujuan yang sama. Yaitu untuk menggulingkan kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra dan para pendukungnya.


Mereka pasti akan bersatu untuk melancarkan aksi balas dendam mereka. Walaupun mereka semua pun tahu, kalau mereka sudah pasti akan kalah di tangan Prabu Jabang Wiyagra. Namun ambisi mereka terlalu besar, dibandingkan dengan kekuatan yang ada di dalam diri mereka. Sehingga mereka tetap akan melakukan apa saja, demi mendapatkan apa yang mereka inginkan. Namun, Prabu Gala Ganda sendiri terlihat tidak begitu gencar melakukan perlawanan kepada pasukan Kerajaan Wiyagra Malela. Bahkan terkesan mengalah.


Entah apa yang terjadi dengannya saat ini, tetapi berdasarkan semua laporan yang didapatkan oleh Prabu Jabang Wiyagra, dan juga para Panglima, Prabu Gala Ganda terlihat enggan untuk melawan para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela. Dia lebih banyak menghindari serangan dan lebih memilih untuk bertahan di istananya. Daripada melakukan perlawanan di tempat yang terbuka. Bahkan banyak juga pasukannya yang ditarik mundur ke istana besar. Padahal musuh-musuhnya sudah ada di depan mata.


Panglima Bayu Kusuma dan Panglima Dala Bima juga meminta kepada para pendekar untuk tetap waspada, kepada semua orang yang ada di Kota Maja Lingga dan Kota Singo Negoro. Karena bisa saja salah satu dari mereka adalah para mantan anggota kelompok Jiramani dan Mahendra, yang ingin melakukan balas dendam. Meskipun sudah banyak dari mereka yang mulai menyerahkan diri, dan juga tertangkap oleh para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, tapi hal itu tidak menjamin kalau mereka sudah habis.


Para pendekar juga diminta untuk mengawasi area perbatasan Kota Maja Lingga dan Kota Singo Negoro. Dua wilayah tersebut sekarang sangat rentan untuk dimasuki oleh orang-orang asing. Ditambah lagi, dua kota besar itu sekarang sedang mengalami perbaikan. Karena banyak sekali orang yang kehilangan tempat tinggal mereka. Sekarang banyak pasukan Prabu Jabang Wiyagra yang berada di sana, untuk melakukan pengamanan. Mereka semua ditugaskan untuk menjaga tempat tersebut, sampai peresmian Kota Maja Negoro dilakukan.


Mereka tidak akan pulang sebelum Kota Maja Negoro benar-benar diresmikan. Sekaligus mereka juga akan menunggu sampai Kota Maja Negoro berhasil dibangun kembali, setelah mengalami kerusakan yang sangat parah. Para prajurit Kerajaan Wiyagra Malela yang ada di sana sudah sepakat untuk tetap menjaga wilayah Padepokan Ageng Singo Negoro dan Padepokan Ageng Maja Lingga. Mereka ingin membantu Ki Jangkung dalam menjaga dua wilayah padepokan besar tersebut, karena kondisinya belum aman.

__ADS_1


"Dua hari sebelum peresmian, kami berdua akan menjemput kalian semua. Jadi, selama dua hari itu, aku harap tidak ada yang meninggalkan rumah. Luangkan waktu kalian untuk berpamitan dengan keluarga kalian. Mintalah restu dari mereka. Karena kalian akan berada di istana Kerajaan Wiyagra Malela untuk waktu yang sangat lama. Jangan tinggalkan rumah kalian, kecuali dalam keadaan yang mendesak." Kata Panglima Bayu Kusuma.


"Aku juga ingin berpesan kepada kalian semua. Bahwa saat peresmian akan dilakukan, kalian semua harus kami persiapkan terlebih dahulu. Prabu Jabang Wiyagra ingin memastikan, kalau kalian benar-benar sehat secara lahir dan batin. Karena menjadi pengawal pribadi Sang Maha Raja tidaklah mudah. Kalian harus benar-benar siap dengan keadaan apapun. Dan tidak boleh takut kepada siapapun." Ucap Panglima Dala Bima.


"Ya. Apa yang dikatakan oleh Panglima Dala Bima itu benar. Prabu Jabang Wiyagra menginginkan orang-orang yang kuat secara pemikiran dan perasaan. Beliau sudah banyak mengalami pengkhianatan dari orang-orang di sekitarnya. Jadi sekarang, Prabu Jabang Wiyagra akan sangat berhati-hati dalam memilih setiap orang yang akan mengabdi kepadanya. Aku harap tidak ada satupun dari kalian yang tidak siap. Karena ini adalah kehormatan untuk kita semua. Paham kalian?"


"Paham Panglima."


"Sekarang, pulanglah ke rumah kalian masing-masing. Temui keluarga kalian dan mintalah restu kepada mereka. Dan bagi kalian yang masih memiliki orang tua, jumlah tangan dan kaki mereka. Pulanglah." Ucap Panglima Bayu Kusuma sembari mempersilahkan para pendekar untuk pulang kepada keluarga mereka terlebih dahulu, sebelum berangkat ke Kerajaan Wiyagra Malela.


"Terima kasih Panglima."

__ADS_1


"Ya."


__ADS_2