DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 113


__ADS_3

Prabu Jabang Wiyagra mendapatkan banyak sekali protes dari kerajaan lain yang secara diam-diam mendukung pergerakan Maha Patih Kana Raga. Mereka semua juga menghasut kerajaan-kerajaan yang ada di bawah pimpinan Prabu Jabang Wiyagra. Dan berusaha untuk mempengaruhi pikiran mereka.


Namun para kerajaan-kerajaan yang berada di bawah pimpinan Prabu Jabang Wiyagra tidak percaya begitu saja dengan hasutan yang mereka berikan. Para raja-raja yang ada di bawah pimpinan Prabu Jabang Wiyagra mendatangi istana Kerajaan Wiyagra Malela untuk meminta kejelasan dari penyerangan tersebut.


Prabu Jabang Wiyagra lalu menjelaskan Semuanya dari awal hingga akhir. Kalau semua yang dilakukannya itu, demi kebaikan semua kerajaan yang ada di bawah kepemimpinan Kerajaan Wiyagra Malela. Karena diketahui kalau Maha Patih Kana Raga bergabung dengan musuh-musuh masa lalu Prabu Jabang Wiyagra yang sangat kejam.


Kalau Prabu Jabang Wiyagra tidak melakukan tindakan terlebih dahulu maka akan terjadi peperangan yang jauh lebih besar, dengan korban jiwa yang jauh lebih banyak. Prabu Jabang Wiyagra juga memberikan banyak sekali bukti berupa pakaian yang dikenakan oleh para pasukan Maha Patih Kana Raga.


Dan yang sungguh mengejutkan adalah, Prabu Jabang Wiyagra juga memerintahkan beberapa prajuritnya untuk menunjukkan salah satu mayat korban dari kekejaman Ditya Kalana dan para pengikutnya. Mayat itu adalah mayat seorang pemuda yang bergabung dengan pasukan Maha Patih Kana Raga.


Si pemuda itu tidak mampu menerima pelatihan dari Ditya Kalana. Sehingga dia menyatakan untuk keluar bersama dengan teman-temannya, karena merasa sudah sangat tidak sanggup lagi. Namun para pemuda itu langsung disiksa sampai mati. Dan mayatnya dibuang ke sungai.


Mayat para pemuda itu pun sampai ke sebuah pinggiran sungai yang berada tidak jauh dari wilayah Kerajaan Wiyagra Malela. Satu-satunya mayat yang masih utuh, hanyalah mayat si pemuda yang ditunjukkan kepada para raja-raja yang hadir di istana.


Sedangkan untuk mayat teman-temannya, tidak bisa ditunjukkan kepada para raja tersebut karena sudah dimakamkan. Prabu Jabang Wiyagra juga menunjukkan sebuah desa yang menjadi tempat pemakaman para pemuda mantan pasukan dari Kerajaan Gelap Ngampar itu.

__ADS_1


Untuk membuktikan semua yang dikatakan oleh Prabu Jabang Wiyagra, para raja-raja yang hadir di istana pun meminta untuk diantarkan ke sana. Prabu Jabang Wiyagra langsung memerintahkan Maha Patih Putra Candrasa dengan beberapa Patih, untuk mengantarkan para raja tersebut ke desa itu.


Para raja-raja itu pun seketika dibuat bungkam. Semua warga desa yang ada di sana pun mengiyakan peristiwa tersebut. Bahkan salah satu warga desa yang ikut menguburkan mayat-mayat pemuda itu, berani bersaksi dan bersumpah di semua depan semua orang termasuk di depan para raja yang hadir ke sana.


"Hamba berani bersumpah, kalau hamba berbohong, maka hamba siap dipenggal kepalanya di depan semua orang" Ucap lelaki itu.


Para warga desa juga bersumpah bersama-sama atas kejadian itu. Kalau mereka berbohong, maka mereka akan membakar desa mereka sendiri. Jelas aja para raja yang hadir di sana pun tidak bisa melakukan apa-apa.


Karena semua buktinya sudah jelas ditambah dengan sumpah para warga desa yang terbilang terlalu berani, kalau hanya untuk menciptakan sebuah kebohongan. Akhirnya para raja itu pun kembali ke istana Kerajaan Wiyagra Malela. Dengan penuh rasa tidak enak hati kepada Prabu Jabang Wiyagra.


Prabu Jabang Wiyagra memaklumi tentang semua itu, karena mereka adalah korban hasutan. Untung saja mereka tidak menelannya mentah-mentah. Kalau saja mereka percaya dengan semua yang dikatakan oleh para raja yang mendukung Maha Patih Kana Raga, pasti sudah terjadi kerusuhan.


".....Sekarang memang sulit membedakan mana kawan dan mana lawan. Tetapi aku yakin, selama kita masih menjaga serta menjunjung tinggi kejujuran dan kesetiaan, maka kita bisa terselamatkan dari segala macam hasutan." Ucap Prabu Jabang Wiyagra kepada semua orang yang ada di sana.


"Kami semua benar-benar memohon maaf Gusti Prabu. Karena sudah menuduh Gusti Prabu melakukan pembantaian yang tak beralasan. Padahal tujuan Gusti Prabu Prabu Jabang Wiyagra sangatlah baik."

__ADS_1


".....Sekali lagi kami mengucapkan mohon maaf, dan terima kasih untuk semua yang sudah dilakukan oleh Gusti Prabu Jabang Wiyagra."


"Tenanglah saudara-saudaraku. Aku tidak akan marah dan tidak akan kecewa kepada kalian. Justru aku merasa senang, karena kalian datang ke sini untuk mempertanyakan semuanya secara baik-baik. Dan sudah mau menerima semua penjelasan yang aku berikan, dengan segala bukti yang ada."


Sebagai permintaan maaf, para raja-raja tersebut pun bersepakat untuk meningkatkan upeti mereka kepada Kerajaan Wiyagra Malela. Mereka juga bersedia jika Prabu Jabang Wiyagra ingin menaruh pasukan-pasukan terbaiknya di kerajaan mereka masing-masing.


Karena sekarang, jumlah pasukan baru yang ada di Padepokan Ageng Reksa Pati sudah bertambah banyak. Dan sebagian besar dari mereka belum bertugas secara aktif. Mereka hanya ditugaskan ketika ada sesuatu yang mendesak saja, seperti saat sekarang ini, ketika suasana sedang memanas.


Prabu Jabang Wiyagra merasa senang dengan semua penawaran yang mereka berikan, dan menyetujui semua penawaran tersebut. Karena penempatan pasukan dari Padepodak Ageng Reksa Pati, adalah salah satu wacana besar Prabu Jabang Wiyagra ke depannya.


Supaya Kerajaan Wiyagra Malela dan semua kerajaan yang berada di bawah kepemimpinan Prabu Jabang Wiyagra, merasa lebih terlindungi. Prabu Jabang Wiyagra juga bisa mengawasi pergerakan semua raja yang ada di bawahnya dengan lebih mudah. Tanpa harus mengirimkan mata-mata.


Karena semua pasukan yang berasal dari Padepokan Ageng Reksa Pati, adalah para pasukan yang sangat setia, dan mereka tidak mudah diasut oleh siapa saja. Sekalipun mereka semua hanyalah prajurit biasa, bukan pasukan khusus Kerajaan Wiyagra Malela, tetapi mereka semua adalah orang-orang yang cerdas.


Mereka dilatih dengan sangat baik oleh Mangku Cendrasih, Maha Patih Putra Candrasa, dan juga Sang Maha Guru. Sehingga mereka memiliki wawasan yang luas, dan pemikiran yang baik. Kesetiaan dan kejujuran mereka sudah tidak perlu diuji lagi, karena mereka sudah melewati pendidikan dan ujian yang sangat berat.

__ADS_1


Tidak semua orang yang masuk ke dalam Padepokan Ageng Reksa Pati bisa lolos dengan mudah. Karena metode pelatihan yang diterapkan di Padepokan Ageng Reksapati bukan hanya kepada kekuatan fisik saja.


Tetapi juga mengutamakan kekuatan mental. Agar mental para pasukan tidak mudah goyah saat menghadapi berbagai macam masalah. Sehingga mereka memiliki mental mental baja, yang sulit untuk dibuat takut, apalagi bertekuk lutut.


__ADS_2