DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 105


__ADS_3

"Hamba mendengar banyak sekali perkembangan yang dilakukan oleh Maha Patih Kana Raga, Gusti Prabu. Secara perlahan mereka juga mulai mengalami perkembangan." Ucap Maha Patih Putra Candrasa.


"Tidak masalah kalau mereka memiliki banyak pasukan seperti dulu. Karena bagiku hasilnya akan sama saja Maha Patih. Mereka tetap akan mendapatkan kekalahan, kalau mereka tetap berpedoman kepada keburukan."


".....Maha Patih Kana Raga hanya bertumpu kepada kekuatan pasukan saja. Dan itulah yang akan membuat mereka kalah, dalam pertempuran gelombang kedua ini. Sedangkan mereka semua lemah terhadap strategi." Ucap Prabu Jabang Wiyagra.


Semua yang dikatakan oleh Prabu Jabang Wiyagra sesuai dengan semua kenyataan yang telah terjadi. Bahkan seorang Prabu Bambang Pura juga bisa kalah oleh Patih Kinjiri. Dengan strategi cerdas yang Patih Kinjiri gunakan. Ribuan pasukan Prabu Bambang Pura kala itu kalah telak.


Begitu juga dengan Maha Patih Kana Raga beserta seluruh pasukannya. Yang menjadi masalah besar Kerajaan Wiyagra Malela saat ini hanyalah musuh masa lalu Prabu Jabang Wiyagra. Mereka semua jauh lebih kuat dan jauh lebih sakti dari Maha Patih Kana Raga.


Mereka juga orang-orang yang berpengalaman dalam hal pertempuran besar. Dan kebanyakan dari mereka sudah sepuh. Semakin sepuh umur seseorang, maka akan semakin tinggi ilmu yang dia miliki. Itu adalah hal yang biasa dalam dunia kanuragan.


Tidak jarang dari musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra yang memiliki Ajian Rawa Rontek, dan juga ilmu-ilmu kelas tinggi lainnya. Mereka jelas akan sulit untuk dikalahkan. Karena mereka lebih berpengalaman. Beberapa dari mereka bahkan tahu semua ilmu yang digunakan Prabu Jabang Wiyagra.


Karena itulah Eyang Badranaya memberikan Prabu Jabang Wiyagra sebuah ilmu yang baru. Hanya ilmu yang diberikan oleh Eyang Badranaya-lah, yang belum diketahui oleh musuh-musuhnya. Ilmu yang diberikan oleh Eyang Badranaya masuk ke dalam daftar ilmu yang paling sepuh.


Bahkan kebanyakan dari ilmu-ilmu itu adalah ilmu yang sudah menjadi legenda. Karena di zaman ini, sangat jarang orang yang masih mampu memilikinya. Kebanyakan orang akan menjadi gila, atau pun mati akibat ilmu kanuragan kelas tinggi yang sangat sulit dipelajari.

__ADS_1


Eyang Badranaya bahkan menciptakan beberapa ilmu kanuragan, khusus untuk Prabu Jabang Wiyagra seorang. Ilmu yang dia ciptakan ini sudah melalui berbagai proses yang sangat lama. Dan memerlukan pemahaman tinggi, serta perumusan yang sulit.


Selain Prabu Jabang Wiyagra, tidak akan satu orang pun yang mampu mempelajarinya. Karena harus berguru secara langsung kepada Eyang Badranaya. Sedangkan Eyang Badranaya tidak pernah menerima murid, kecuali dia sendiri yang mengangkatnya.


Eyang Badranaya tidak memandang seseorang dari kesaktiannya ataupun kemampuannya. Tapi dari kebersihan hatinya. Dari seribu orang yang ingin sekali bertemu dengan dirinya, mungkin hanya satu yang ia pilih menjadi muridnya.


Dan untuk bisa menjadi muridnya, harus melewati banyak sekali proses panjang yang melelahkan. Seperti halnya Nyai Roro Pengasih yang kemudian mengabdikan dirinya di Gunung Khayangan. Dan menjadi penghuni tetap di tempat tersebut.


Eyang Badranaya mengetahui takdir dari masing-masing orang yang dia temui. Sehingga setiap orang dilatih dengan ilmu yang berbeda-beda, sesuai dengan takdir mereka, dan juga kapasitas diri mereka masing-masing.


Banyak sekali pendekar yang berdoa dan bahkan bertapa demi bisa bertemu dengan Eyang Badranaya. Tetapi kebanyakan dari mereka mengalami kegagalan. Karena tidak kuat menghadapi semua ujian yang mereka dapatkan, sebelum bertemu dengan Eyang Badranaya.


Eyang Badranaya juga tidak pernah mau memberikan sesuatu yang berhubungan dengan Bandha atau harta kekayaan seperti yang orang-orang pada umumnya inginkan. Jika ada orang yang berniat seperti itu, maka dia harus siap menanggung segala resiko.


Eyang Badranaya lebih mengedepankan ajaran tentang 'Welas Asih' dan juga berbagai pedoman hidup lainnya, yang dibutuhkan oleh umat manusia. Karena Eyang Badranaya hanya akan memberikan apa yang manusia butuhkan, bukan apa yang mereka inginkan.


Jadi, semua keinginan seseorang tidak akan bisa terpenuhi ketika bertemu dengan Eyang Badranaya. Kecuali, jika keinginan mereka adalah untuk belajar tentang dasar-dasar kehidupan, yang bisa berguna bagi mereka dan orang banyak. Maka Eyang Badranaya tidak akan ragu untuk mengajari orang tersebut.

__ADS_1


Namun, tidak semua dari mereka yang mendapatkan ajaran dari Eyang Badranaya bisa disebut sebagai muridnya. Terkadang Eyang Badranaya hanya mengajarkan satu ilmu yang bisa berguna untuk mereka semua. Namun satu ilmu itu bisa membuka ribuan cabang ilmu lainnya. Sehingga mereka memiliki banyak sekali pengetahuan yang selama ini mereka butuhkan.


Banyak dari orang-orang yang sudah bertemu dengan Eyang Badranaya, yang kemudian menjadi orang-orang yang berhasil. Karena mereka semua hanya mengharapkan apa yang mereka butuhkan. Dan tidak menuruti hawa nafsu mereka. Sehingga keberhasilan yang mereka harapkan, bisa mereka dapatkan.


Walaupun banyak hujan dan rintangan yang mereka hadapi, tetapi bekal ilmu dari Eyang Badranaya membuat mereka tahan dan tangguh terhadap semua ujian yang mendatangi mereka hampir disetiap waktu. Seperti halnya yang sedang dialami oleh Prabu Jabang Wiyagra sekarang.


Walaupun Prabu Jabang Wiyagra mengalami tekanan dan juga ujian yang sangat berat, tetapi Prabu Jabang Wiyagra masih tetap berdiri kokoh terhadap apa yang ia yakini. Dan tidak pernah berbelok dari jalan yang menuju tujuannya. Dan itu semua sudah terjadi selama bertahun-tahun.


Sebagai manusia biasa, terkadang Prabu Jabang Wiyagra pun mengeluh dan bersedih atas apa yang ia alami dan yang telah Ia lalui selama ini. Tetapi dia tidak pernah putus untuk berdoa kepada Yang Maha Kuasa, agar selalu diberikan ketabahan dan kesabaran yang besar untuk menghadapi segalanya.


......................


Prabu Jabang Wiyagra menatap ke seluruh langit-langit yang ada di benteng ini. Dia berkeliling sejengkal demi sejengkal seluruh area benteng untuk memastikan semuanya baik-baik saja. Prabu Jabang Wiyagra memutuskan untuk tinggal selama beberapa waktu.


Dia memberikan tanggung jawab kepemimpinan kepada Maha Patih Putra Candrasa untuk sementara waktu, selama dia berada di benteng ini. Prabu Jabang Wiyagra tidak mau lagi kecolongan. Apalagi kalau sampai ada seorang abdi kepercayaannya yang mati.


Dia ingin semua orang yang ditugaskan untuk menjaga dan mempertahankan tempat ini, selalu dalam keadaan selamat. Apalagi sampai sekarang kabar tentang musuh-musuhnya di masa lalu masih belum terdengar. Dan hal itu membuat Prabu Jabang Wiyagra merasa tidak tenang.

__ADS_1


Suatu waktu mereka pasti akan mendatangi benteng ini, dan membunuh semua orang yang ada di dalamnya. Sebagai bentuk balas dendam atas semua kekalahan mereka di masa lalu. Mereka pasti akan membunuh orang-orang yang dicintai oleh Prabu Jabang Wiyagra terlebih dahulu, sebelum mereka membunuh Prabu Jabang Wiyagra.


__ADS_2