
"Aku sangat berterimakasih kepada kalian semua yang sudah berusaha keras untuk memenangkan pertempuran ini."
"....Aku ingin, semua orang yang gugur, dimakamkan dengan layak. Dan berikan penghargaan juga santunan kepada keluarga mereka." Ucap Prabu Jabang Wiyagra.
"Mohon maaf Gusti Prabu hamba ingin melapor, seseorang ingin bertemu dengan Gusti Prabu." Lapor seorang pengawal kepada Prabu Jabang Wiyagra.
"Suruh dia masuk."
"Baik Gusti."
Orang itu ternyata adalah Pangeran Rawaja Pati. Dia ingin bertemu dengan Prabu Jabang Wiyagra untuk memberikan sembah hormat kepadanya.
"Terimalah sembah hormat hamba Gusti Prabu."
"Siapa namamu saudaraku? Mohon maaf, aku baru pertama kali melihatmu." Tanya Prabu Jabang Wiyagra.
Prabu Jabang Wiyagra sudah tidak heran dengan fisik Pangeran Rawaja Pati yang memiliki sisik di sekujur tubuhnya. Perawakannya yang tinggi besar membuktikan kalau Pangeran Rawaja Pati memang benar-benar seorang pendekar.
"Hamba adalah Pangeran Rawaja Pati, Gusti Prabu. Selama ini hamba merubah wujud hamba menjadi sebuah keris. Dan nama Kerajaan Rawaja Pati, diambil dari nama hamba."
"Mohon maaf Gusti Prabu. Hamba ingin menjelaskan sesuatu." Ucap Mangku Cendrasih.
"Silahkan, Mangku Cendrasih."
__ADS_1
"Pangeran Rawaja Pati adalah seorang pangeran dari bangsa siluman naga. Ayahnya seorang pendekar sakti di masa lalu, yang menikah dengan perempuan dari bangsa siluman naga. Dan Pangeran Rawaja Pati, tadinya mengabdikan dirinya kepada Prabu Suta Rawaja."
"....Tapi itu sebelum Prabu Suta Rawaja menjadi tamak dan angkuh, Gusti Prabu. Dulu Prabu Suta Rawaja adalah orang yang bijak dan santun. Sayangnya, secara perlahan dia dibutakan oleh kekuasaan."
"....Dan Pangeran Rawaja Pati inilah yang juga membantu hamba untuk mengalahkan semua pasukan yang ada di istana Kerajaan Rawaja Pati. Dia berkeinginan mengabdikan dirinya kepada Gusti Prabu."
"Apakah benar Pangeran Rawaja Pati?"
"Benar Gusti Prabu. Hamba tidak mau mengabdikan diri kepada orang yang serakah. Izinkanlah hamba untuk mengabdikan diri hamba kepada Prabu Jabang Wiyagra dan Kerajaan Wiyagra Malela."
"Aku akan senang jika engkau mau mengabdikan dirimu di Kerajaan Wiyagra Malela. Tapi apakah engkau sudah benar-benar yakin Pangeran Rawaja Pati?"
"Hamba sudah memikirkannya matang-matang Gusti Prabu. Namun, hamba memohon satu permintaan satu permintaan Gusti."
"Hamba mohon kepada Gusti Prabu Jabang Wiyagra, agar tidak menghancurkan istana Kerajaan Rawaja Pati. Gusti Prabu Jabang Wiyagra boleh menangkap atau pun menangkap Prabu Suta Rawaja."
"....Tapi hamba mohon, jangan hancurkan istananya. Karena nama istana itu diambil dari nama hamba Gusti Prabu."
Prabu Jabang Wiyagra pun mengabulkan permohonan tersebut. Karena yang terpenting untuknya adalah Prabu Suta Rawaja. Tujuannya adalah untuk menangkap Prabu Suta Rawaja dan meruntuhkan kekuasaannya. Soal istana, Prabu Jabang Wiyagra bisa saja menggunakan istana itu untuk membentuk pasukan baru disana.
Akhirnya diputuskanlah, kalau Pangeran Rawaja Pati yang nantinya akan dicalonkan menjadi pemimpin baru di Kerajaan Rawaja Pati, menggantikan Prabu Suta Rawaja jika Prabu Suta Rawaja dan kekuasaannya sudah berhasil digulingkan. Dengan menggulingkan Prabu Suta Rawaja dari tahtanya, maka zona perang akan semakin dipersempit.
Dan musuh Prabu Jabang Wiyagra hanya tinggal Ditya Kalana, dan juga musuh-musuhnya di masa lalu. Hal itu juga akan mempercepat tujuan Prabu Jabang Wiyagra untuk menyatukan seluruh Nusantara dibawah kekuasaan Kerajaan Wiyagra Malela. Dan kemakmuran serta kesejahteraan akan dapat diwujudkan.
__ADS_1
Pangeran Rawaja Pati juga mendukung pergerakan itu. Dia juga memutuskan untuk memanggil bala bantuan, yaitu pasukan siluman naga untuk membantu Prabu Jabang Wiyagra menggulingkan Prabu Suta Rawaja dari tahtanya. Sekaligus untuk memburu seluruh sisa-sisa pasukan yang masih setia kepada Prabu Suta Rawaja.
Hari itu, menjadi hari duka sekaligus hari yang bahagia untuk semua orang, karena jerih payah mereka membuahkan hasil yang besar. Dengan tertangkapnya Maha Patih Raseksa, maka kekuatan pasukan Prabu Suta Rawaja akan banyak mengalami kemunduran. Ditambah lagi dengan Pasukan Layang Pati yang sekarang hanya tinggal nama.
Pasukan Layang Pati sudah habis tanpa sisa. Mereka semua dieksekusi di depan umum, dengan cara dipenggal kepalanya. Untuk memberikan peringatan kepada semua orang, bagi siapa saja yang berani membuat kekacauan dan memulai peperangan dengan Prabu Jabang Wiyagra dan Kerajaan Wiyagra Malela, maka akan dijatuhi hukuman berat.
Sedangkan untuk Maha Patih Raseksa, dia kemudian dimasukkan dalam penjara bawah tanah. Bersama dengan Gabah Lanang. Pangeran Rawaja Pati juga melunturkan semua ilmu yang dimiliki oleh Maha Patih Raseksa. Pangeran Rawaja Pati tahu betul ilmu apa yang dimiliki oleh Maha Patih Raseksa. Sehingga sekarang, Maha Patih Raseksa menjadi orang biasa tanpa ilmu kanuragan.
Maha Patih Raseksa dimasukkan begitu saja ke dalam penjara bawah tanah, tanpa diobati terlebih dahulu. Gabah Lanang yang melihat adanya Maha Patih Raseksa di penjara bawah tanah itu juga terkejut. Karena Maha Patih Raseksa terkenal sebagai seorang Maha Patih yang kuat dan sulit dikalahkan. Tapi sekarang, nasib Maha Patih Raseksa setara dengan dirinya.
Di dalam penjara bawah itu, terlihat kalau Gabah Lanang sudah mulai tidak waras. Dia bahkan berbincang dengan kepala gurunya yang tidak pernah ia lepaskan. Dia terus menerus memeluk kepala gurunya itu dengan erat.
"Lihatlah guru. Maha Patih Raseksa juga ada disini. Sebentar lagi kita pasti akan memiliki banyak teman di tempat ini. Guru tidak akan kesepian lagi." Ucap Gabah Lanang sembari tertawa cekikikkan.
Penjara bawah tanah yang menyeramkan itu membuatnya semakin gila dan tidak terkendali. Gabah Lanang sering berhalusinasi. Dia mengalami depresi parah. Gabah Lanang sering berbincang dengan seseorang, padahal tidak ada apa-apa disana. Kecuali para tahanan lain yang sudah sama gilanya dengan Gabah Lanang.
Prabu Jabang Wiyagra sama sekali tidak memberikan keringanan kepada setiap orang yang masuk ke dalam penjara bawah tanah. Mereka dibiarkan menderita, gila, dan kemudian mati. Prabu Jabang Wiyagra ingin mereka semua merasakan apa yang dialami oleh orang-orang yang sudah mereka sakiti. Setiap orang yang sudah berada di penjara bawah tanah akan dibiarkan begitu saja.
Bagi mereka yang masih memiliki keluarga, keluarganya diperbolehkan untuk menjenguk. Itu pun dibawah pengawasan para prajurit istana. Mereka juga dilarang memberikan apa pun untuk para tahanan itu. Jika sampai mereka ketahuan memberikan makanan atau minuman, atau benda apa saja, maka orang yang memberikannya juga akan dimasukkan dalam penjara.
Sehingga kebanyakan dari para keluarga tahanan hanya akan melihat keadaan mereka saja. Mereka jelas tidak akan mengucapkan apa pun kepada para keluarga mereka yang ditahan. Karena percuma saja. Semua orang yang dimasukkan ke penjara bawah tanah Kerajaan Wiyagra Malela, pasti akan mengalami depresi berat.
Dengan keadaan depresi berat, kebanyakan dari mereka tidak akan mengingat siapa keluarga yang menjenguk. Karena pikiran mereka sudah teralihkan dengan semua kehalusinasian yang ada diotak mereka. Para keluarga tahanan sudah sering memohon kepada Prabu Jabang Wiyagra untuk memberikan keringanan. Tapi Prabu Jabang Wiyagra juga memberikan syarat kepada keluarga tahanan.
__ADS_1
Mereka diwajibkan untuk menyerahkan seluruh harta mereka kepada Kerajaan Wiyagra Malela. Mereka juga akan diasingkan tidak diperbolehkan untuk memiliki rumah mewah. Mereka diharuskan tinggal di dalam hutan dengan hanya menempati sebuah gubuk. Sudah pasti kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk mengorbankan keluarga mereka yang ditahan, dari pada harus mengikuti syarat yang sangat berat itu.