DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 104


__ADS_3

Dan perjuangan yang dilalui oleh Prabu Jabang Wiyagra masih sangat panjang. Karena Prabu Jabang Wiyagra masih harus menaklukkan banyak sekali kerajaan-kerajaan besar yang tidak sependapat dengan dirinya. Kerajaan-kerajaan besar yang lain memiliki pendapat dan juga kepentingan lain.


Bahkan banyak dari mereka yang juga menginginkan kematian dari Prabu Jabang Wiyagra, sekaligus kehancuran Kerajaan Wiyagra Malela. Apalagi letak Kerajaan Wiyagra Malela berada di sebuah tempat yang sangat kaya dengan sumber daya alam dan juga sumber daya manusianya.


Prabu Jabang Wiyagra sebenarnya merasa sangat sedih dengan semua peperangan ini. Prabu Jabang Wiyagra sama sekali tidak pernah menginginkan peperangan yang memakan banyak sekali korban. Dia hanya menginginkan Tanah Jawa bersatu. Dan tidak ada lagi seorang raja yang menindas rakyatnya sendiri.


Walaupun banyak sekali pihak yang mulai bergabung dengannya, tapi bukan berarti peperangan bisa dengan mudah dihentikan. Itulah salah satu alasan dari Prabu Jabang Wiyagra tidak pernah mau membiarkan musuhnya mendapatkan kesempatan kedua. Karena kebanyakan dari mereka selalu menyia-nyiakan kesempatan itu.


Mereka selalu berusaha untuk menuntut balas atas kekalahan mereka dari Prabu Jabang Wiyagra. Padahal, sebaik mungkin Prabu Jabang Wiyagra sudah berusaha untuk memberikan mereka kesempatan, dan mengingatkan hal-hal baik kepada mereka semua.


Tetapi setiap manusia memang memiliki sikap dan sifat yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Kebanyakan dari mereka hanya peduli kepada nafsu dunia yang membutakan mata mereka. Sehingga mereka tidak segan untuk melakukan hal-hal buruk.


Bahkan mereka tidak pernah segan untuk orang-orang yang ada di dekat mereka. Mereka akan melakukan apapun demi memenuhi hasrat dan keinginan mereka yang tidak pernah ada habisnya. Dan itu adalah hal yang paling dibenci oleh Prabu Jabang Wiyagra.


Orang-orang seperti mereka ini akan membuat Tanah Jawa menjadi neraka. Dibiarkan hidup terlalu lama, maka akan banyak orang yang menjadi korban. Terbukti dari semua perang besar yang telah terjadi, selama beberapa waktu ke belakang.

__ADS_1


Banyak orang-orang tidak bersalah yang dimanfaatkan untuk kepentingan para raja-raja yang rakus tersebut. Sedangkan para abdi kerajaan, terutama para prajurit yang lemah, tidak bisa melakukan perlawanan ataupun pemberontakan.


Mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan mereka saat ini. Apapun yang terjadi, mereka tetap harus patuh dan tunduk terhadap perintah raja-raja mereka. Karena mereka hanyalah orang lemah dan orang bodoh yang dengan mudah bisa dimanfaatkan.


Kebanyakan dari para prajurit yang mengabdi kepada raja-raja rakus tersebut, adalah orang-orang yang memiliki ekonomi menengah ke bawah. Sehingga mereka melakukan pengabdian itu dengan sangat terpaksa. Tidak peduli dengan apa yang akan terjadi.


Yang terpenting bagi mereka adalah, mereka dan keluarga mereka bisa aman dan bisa makan dengan layak. Karena setiap keluarga memiliki banyak sekali anak yang masih kecil, yang membutuhkan banyak sekali biaya hidup. Terutama untuk keluarga yang ingin menjadi kaya raya seperti yang lainnya.


Sebenarnya nasib para prajurit ini tidak ada bedanya, baik ketika di rumah maupun di kerajaan. Karena mereka sama-sama ditekan. Mereka para prajurit yang lama ini selalu dituntut-tunduk menjadi yang terbaik, dan rela mati untuk orang-orang yang mereka cintai. Dan juga dalam dijadikan gudang oleh para raja-raja yang tidak terperasaan itu.


Prabu Jabang Wiyagra ingin sekali membebaskan orang-orang yang tertindas itu, dari cengkraman para raja-raja yang rakus. Prabu Jabang Wiyagra ingin Tanah Jawa kembali damai seperti sedia kala. Prabu Jabang Wiyagra bersumpah, akan membebaskan segala bentuk perbudakan yang ada di Tanah Jawa ini.


Prabu Jabang Wiyagra selalu menyampaikan semua keluh kesahnya kepada para pendukungnya, agar mereka semua mengerti apa tujuan dari peperangan ini. Perang ini bukan hanya soal bunuh dan membunuh, tapi sebuah perjuangan untuk keadilan yang harus ditegakkan.


Prabu Jabang Wiyagra bahkan tidak pernah melarang atau pun menahan siapa saja yang merasa sudah tidak sanggup untuk ikut berperang bersama dirinya. Karena Prabu Jabang Wiyagra ingin mereka semua melakukan ini tanpa didasari dengan keterpaksaan.

__ADS_1


Prabu Jabang Wiyagra menginginkan perjuangan dan pengorbanan yang tulus dari hati masing-masing orang. Dengan begitu, perjuangan ini baru bisa dikatakan sebagai perjuangan yang suci dan lurus. Sehingga mereka semua bisa menghadapi apapun yang menjadi penghalang untuk perjuangan besar ini.


Kelemahan pasukan musuh adalah rasa takut. Satu hal yang tidak dimiliki oleh pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela. Seberapa besar pun perang terjadi, dan seberapa banyak pun korban berjatuhan, pasukan Prabu Jabang Wiyagra tetap akan berperang sampai tetes darah penghabisan.


Sedangkan untuk pasukan musuh, mereka sudah terbiasa lari ketika melihat kekuatan lawan Mereka jauh lebih kuat. Begitu juga dengan pasukan baru yang dimiliki oleh Maha Patih Kana Raga. Para pemuda yang tergabung ke dalam keprajuritan, ternyata memiliki Nyali yang sangat ciut.


Sebelum masuk ke prajuritan para pemuda ini harus melewati beberapa tes, dan banyak sekali dari mereka yang memilih untuk mundur. Bahkan tidak jarang dari mereka yang kemudian menangis karena mendapatkan pelatihan yang amat sangat berat.


Maha Patih Kana Raga menjadi ragu kepada mereka semua. Karena mereka jauh lebih lemah daripada pasukan-pasukan yang sebelumnya. Entah kenapa kali ini, Maha Patih Kana Raga merasa kesulitan untuk mempengaruhi pasukan-pasukan baru itu.


Padahal sebelumnya, Maha Patih Kana Raga selalu bisa mempengaruhi pemikiran orang-orang yang ada di sekitarnya. Apalagi untuk prajurit baru seperti mereka. Hal itu angat mudah untuk ia lakukan. Tapi tidak dengan kali ini. Mereka semua terlalu bodoh untuk menerima pemikiran Maha Patih Kana Raga.


Namun karena hanya ada orang-orang seperti mereka, Maha Patih Kana Raga tetap memerintahkan para pasukannya untuk melatih mereka kembali. Dia bahkan mulai memerintahkan para Patih untuk turun langsung melatih para pemuda tersebut agar mereka menjadi orang-orang yang tangguh.


Latihan yang didapatkan oleh para pemuda itu dari para Patih, jelas jauh lebih berat lagi. Mereka sering dimarahi dan dipukuli karena banyak sekali dari mereka yang benar-benar lemah dan sangat penakut. Sehingga para patih yang melatih Mereka pun lama-kelamaan menjadi kesal.

__ADS_1


Maha Patih Kana Raga juga tidak menyerah begitu saja untuk melatih mereka semua. Maha Patih Kana Raga terus-menerus memberikan pengaruh dan ideologinya kepada para pasukannya yang baru terbentuk ini. Maha Patih Kana Raga terus memberikan pemikiran-pemikiran yang keras dan tegas kepada mereka semua.


Secara perlahan, pasukan yang baru dibentuk ini pun mulai terpengaruh oleh pemahaman-pemahaman keras dari Maha Patih Kana Raga. Pakan beberapa dari mereka mulai fanatik kepada Kerajaan Gelap Ngampar. Terutama kepada Maha Patih Kana Raga.


__ADS_2