
Prabu Suta Rawaja dan pasukannya yang masih tersisa berusaha membangun kembali semuanya. Tapi para pasukannya itu benar-benar sudah lelah. Mereka semua banyak yang sudah mulai mengalami gangguan mental akibat melihat kematian teman-teman mereka.
Prabu Suta Rawaja pun marah melihat para pasukannya yang sudah mulai melemah. Prabu Suta Rawaja berusaha untuk membangkitkan semangat mereka, tapi dia gagal. Para pasukannya itu hanya diam dan menunduk. Banyak dari mereka yang bahkan pergi dari Kerajaan Rawaja Pati.
Mereka yang mencoba pergi kemudian dibunuh oleh Prabu Suta Rawaja. Dia memberikan peringatan tegas kepada semua orang yang berani membangkang kepadanya. Tapi para prajuritnya itu sama sekali tidak menggubrisnya. Mereka terus berjalan perlahan-lahan meninggalkan Prabu Suta Rawaja sendirian di istananya.
"Hey! Aku adalah Prabu Suta Rawaja! Aku adalah raja kalian! Kalian harus tunduk kepadaku! Tunduklah! Tunduk!" Teriak Prabu Suta Rawaja kepada seluruh pasukannya.
Prabu Suta Rawaja merasa sangat-sangat tertekan akibat kekalahannya di medan pertempuran. Dia menangis dan berteriak tidak jelas sembari menyerang para prajurit yang sudah tidak mau lagi menjadi budaknya. Para prajurit yang sudah lemah dan tidak berdaya itu pun pasrah begitu saja saat Prabu Suta Rawaja menghajar mereka.
Sampai kemudian salah satu prajurit Prabu Suta Rawaja menyerang Prabu Suta Rawaja dengan sebuah pedang secara membabi buta. Prajurit itu menyerang Prabu Suta Rawaja dengan penuh kemarahan dan kebencian. Prabu Suta Rawaja jelas bisa menghajar prajurit itu dengan mudah.
Dengan dua kali pukulan diwajahnya saja, prajurit itu langsung ambruk. Tapi sepertinya dia tidak mau menyerah. Si prajurit kembali bangun. Dan kembali menyerang Prabu Suta Rawaja. Berkali-kali dia jatuh dan bangkit lagi. Sampai dia benar-benar tewas karena lehernya dipatahkan oleh Prabu Suta Rawaja.
Teman-temannya yang melihat hal itu pun menjadi geram dan tidak terima teman mereka dibunuh begitu saja. Padahal Prabu Suta Rawaja sendiri tahu, kalau si prajurit yang menyerangnya itu tidak ada apa-apanya dihadapannya. Tapi Prabu Suta Rawaja benar-benar tega membunuh pasukannya sendiri.
__ADS_1
Akhirnya, para prajurit Prabu Suta Rawaja pun sekarang berbalik menyerang Prabu Suta Rawaja dengan segenap kekuatan yang mereka miliki. Mereka semua menyerang dengan sangat brutal. Walau pun banyak dari mereka yang sudah terluka, tapi berkali-kali mereka juga tetap bangkit.
Prabu Suta Rawaja yang amarahnya sudah meletup-letup tanpa pikir panjang langsung mengambil pedangnya. Dia menyerang para prajuritnya sendiri dengan menebas mereka semua satu persatu. Para prajurit itu seperti dirasuki setan. Mereka sama sekali tidak takut dengan Prabu Suta Rawaja.
Mereka semua justru semakin gencar menyerang Prabu Suta Rawaja yang juga sama-sama sudah lelah dan terluka akibat pertempuran besar dengan Kerajaan Wiyagra Malela. Prabu Suta Rawaja sama sekali tidak memikirkan bagaimana nasib para prajuritnya ini.
Dia bahkan tidak menyadari, kalau para prajurit inilah yang tersisa dari semua pasukan yang ada. Prabu Suta Rawaja sudah tidak lagi memiliki satu pun pasukan. Maha Patih Raseksa juga sudah ditangkap dan dipenjara di Kerajaan Wiyagra Malela.
Yang ada dia pedulikan saat ini hanyalah meluapkan seluruh kekesalannya kepada pasukannya, yang terlihat jelas kalau mereka semua hanya butuh sedikit waktu untuk beristirahat. Dan mereka juga butuh diperhatikan dengan baik. Bukannya malah dibentak dan dihina.
Semua pejabat istana semuanya sudah dibunuh oleh Pangeran Rawaja Pati. Pangeran Rawaja Pati tidak menyisakan satu pun para pejabat istana. Mulai dari para pelayan, sampai para Patih kerajaan. Mereka semua dibinasakan. Sehingga tidak tersisa satu orang pun yang bisa berguna untuk Kerajaan Rawaja Pati.
Pangeran Rawaja Pati tidak terima kalau istana itu diisi oleh orang-orang yang serakah. Jadi dia membersihkan semuanya. Dia bahkan tidak memberikan pengampunan kepada siapa pun. Semuanya dibersihkan tanpa pengecualian. Dan yang tersisa dari Kerajaan Rawaja Pati hanyalah tumpukan mayat dan gumpalan darah.
Prabu Suta Rawaja masih sibuk menghadapi para prajuritnya sendiri. Dia begitu beringas membantai para prajuritnya sendiri. Dia terus saja mengoceh dan terus mengancam para prajuritnya. Tapi tidak ada satu pun dari mereka yang takut kepada Prabu Suta Rawaja. Karena bagi mereka, kematian jauh lebih baik dari pada harus terus menerus diperbudak oleh Prabu Suta Rawaja.
__ADS_1
"Siapa lagi?! Hah?! Siapa lagi yang mau mati?! Ayo maju kalian semua! Baji-ngan!" Teriak Prabu Suta Rawaja yang sudah putus asa.
Dan dari kejauhan, datanglah sebuah kejutan. Patih Kinjiri dan Pangeran Rawaja Pati datang kesana dengan para pasukan mereka. Pangeran Rawaja Pati membawa pasukan siluman naga. Sedangkan Patih Kinjiri memimpin prajurit Kerajaan Wiyagra Malela. Prabu Suta Rawaja pun semakin panik.
Dia berusaha melarikan diri dari sana. Sedangkan para prajuritnya sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi kepada mereka. Dan benar saja, para pasukan siluman Pangeran Rawaja Pati langsung menyergap dan melahap mereka semua sampai habis tanpa sisa.
Prabu Suta Rawaja menggunakan ilmu kanuragannya untuk berlari lebih kencang, menjauh dari tempat itu. Dia berusaha kabur karena dia tahu kalau Pangeran Rawaja Pati dan Patih Kinjiri pasti datang untuk menangkapnya. Dia tidak mau kalau sampai dia masuk ke dalam penjara bawah tanah Kerajaan Wiyagra Malela, yang terkenal mengerikan itu.
Namun usahanya sia-sia saja. Pasukan siluman naga Pangeran Rawaja Pati berhasil mengepungnya di sebuah hutan. Prabu Suta Rawaja sudah benar-benar terpojok. Dia tidak bisa lari kemana-mana. Semua jalan sudah ditutup oleh banyaknya pasukan siluman naga dan juga prajurit Kerajaan Wiyagra Malela.
"Menyerahlah Prabu Suta Rawaja. Kamu sudah tidak bisa kemana-mana lagi. Kamu sudah kalah." Ucap Patih Kinjiri.
Prabu Suta Rawaja jelas tidak mau menyerah begitu saja. Dia menggunakan pedangnya untuk menyerang para prajurit Kerajaan Wiyagra Malela dan juga pasukan siluman naga. Dia berusaha keras untuk bisa keluar dari lingkaran mereka. Tenaganya sudah hampir habis. Dia sudah sangat-sangat kelelahan.
Prabu Suta Rawaja baru sadar, kalau dia juga sudah mengeluarkan banyak sekali darah dari perutnya. Perutnya terluka. Begitu juga dengan dadanya yang terasa sangat sakit. Para pasukan siluman naga Pangeran Rawaja Pati juga menyerangnya dengan berbagai ilmu kanuragan, sehingga Prabu Suta Rawaja tidak mampu lagi melawan.
__ADS_1
Dia hanya bisa berteriak kesakitan akibat serangan-serangan mereka. Hingga akhirnya dia pun tersungkur ke tanah. Dia langsung ditendangi dan dipukuli secara bergantian. Setelah itu dia diikat pada seekor kuda, dan kemudian Patih Kinjiri langsung menyeretnya menuju ke istana Kerajaan Wiyagra Malela. Sebuah siksaan yang sangat pantas untuk orang seperti dirinya.