DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 202


__ADS_3

"Apa ada kabar dari Prabu Jabang Wiyagra? Maha Patih?" Tanya Prabu Gala Ganda kepada Maha Patih Rangkat Sena.


"Untuk saat ini belum ada kabar apapun, Gusti Prabu. Menurut hamba, Prabu Jabang Wiyagra tidak akan menerima penawaran kita Gusti Prabu. Pasti mereka memiliki rencana lain untuk membalas serangan kemarin." Jawab Maha Patih Rangkat Sena.


"Kamu benar Maha Patih, aku pun mencurigai hal itu. Prabu Jabang Wiyagra bukan orang yang bodoh dan lemah. Dada orang yang cerdas dan tidak mudah percaya begitu saja dengan apa yang orang lain ucapkan. Bisa saja dia mengirimkan mata-mata ke wilayah kita. Aku ingin kamu dan pasukanmu mengawasi setiap wilayah kekuasaanku dengan ketat, Maha Patih."


"Tentu saja Gusti Prabu. Hamba sudah menempatkan pasukan-pasukan terbaik di wilayah-wilayah yang penting. Karena kalau Prabu Jabang Wiyagra menolak perjanjian damai itu, Prabu Jabang Wiyagra akan mengerahkan seluruh pasukannya untuk menyerang kerajaan ini."


"Ya. Dan saat itu terjadi aku harap kamu sudah memiliki rencana kedua. Aku tidak mau mati ditangannya Maha Patih."


"Gusti Prabu tidak perlu khawatir soal itu. Hamba sudah mempersiapkan semuanya."


"Baguslah kalau begitu."

__ADS_1


Maha Patih Rangkat Sena adalah orang kepercayaan Prabu Gala Ganda yang sangat setia. Dia rela melakukan apa saja untuk Prabu Gala Ganda. Prabu Gala Ganda juga memang sangat baik kepada Maha Patih Rangkat Sena. Kebaikannya benar-benar tulus, sebagai balas budi atas pengabdian dan kesetiaan Maha Patih Rangkat Sena kepadanya selama ini.


Perlakuan Prabu Gala Ganda sangat berbeda kepada para abdi lainnya. Kalau dengan Maha Patih Rangkat Sena, Prabu Gala Ganda jauh lebih terbuka dan tidak banyak hal yang ditutupi. Sedangkan ketika dengan para abdinya yang lain, Prabu Gala Ganda sering menutup-nutupi sesuatu. Karena di istananya, tidak ada yang bisa ia percaya, kecuali Maha Patih Rangkat Sena.


Apalagi banyak sekali para pejabat istana yang korup, sehingga membuat Prabu Gala Ganda menjadi pilih kasih kepada para abdinya. Dia jauh lebih tegas dan jauh lebih keras kepada para abdinya, selain Maha Patih Rangkat Sena. Karena selama ini, Maha Patih Rangkat Sena adalah satu-satunya orang yang selalu setia menemani Prabu Gala Ganda.


Maha Patih Rangkat Sena juga jauh lebih bisa diandalkan daripada yang lainnya. Terkadang, para abdi Prabu Gala Ganda yang lain tidak becus mengerjakan tugas mereka. Para Patih dan juga pimpinan pasukan kerap kali gagal, setiap kali tidak ada Maha Patih Rangkat Sena. Namun jika Maha Patih Rangkat Sena yang memimpin mereka, maka semuanya akan berjalan dengan lancar.


Kegagalan mereka di penyerangan kemarin, juga akibat kecerobohan para Patih dan juga pimpinan pasukan, yang dengan congkaknya maju ke barisan paling depan, dan mencoba untuk menyerang Prabu Putra Candrasa secara bersamaan. Tetapi mereka sama sekali tidak tahu bagaimana kemampuan Prabu Putra Candrasa. Sehingga mereka kalah.


Para Patih dan pimpinan pasukan yang menyerang Prabu Putra Candrasa kalau itu langsung tumbang dengan sangat gampang. Bahkan kebanyakan dari mereka tewas di tempat dan sebagian lagi mengalami luka parah. Prabu Gala Ganda dan Maha Patih Rangkat Sena jelas kebingungan karena jumlah pasukan yang mereka bawa sangat banyak. Dan bergerak tak beraturan.


Sedangkan Prabu Gala Ganda dan Maha Patih Rangkat Sena juga harus menghadapi pasukan bantuan dari Kerajaan Wiyagra Malela. Ditambah lagi dengan Maha Patih Galangan dan Prabu Putra Candrasa yang terus-menerus menghajar mereka berdua tanpa henti. Walaupun kekuatan Maha Patih Rangkat Sena bisa mengimbangi Prabu Putra Candrasa, tapi hasilnya percuma saja.

__ADS_1


Karena Prabu Gala Ganda tidak mampu menghadapi Patih Rogo Geni, yang kala itu diutus oleh Maha Patih Kumbandha untuk membantu pasukan Prabu Putra Candrasa. Di tangan seorang Patih Rogo Geni, Prabu Gala Ganda tidak banyak melakukan perlawanan, karena Patih Rogo Geni terus-menerus menyerangnya, tanpa memberikannya kesempatan sedikitpun untuk membalas.


Jangankan Prabu Gala Ganda, dulu Patih Kinjiri saja pernah hampir kalah di tangan Patih Rogo Geni. Karena semua kesaktian yang dimiliki Patih Rogo Geni berasal dari Sang Maha Guru. Ilmu kanuragannya sangat tinggi dan sangat sulit untuk dihadapi. Apalagi Patih Rogo Geni adalah orang yang sangat cekatan. Dan memiliki tubuh yang tinggi besar, melebihi Prabu Gala Ganda.


Prabu Gala Ganda hampir saja sekarat karena serangan Ajian Bathara Geni milik Patih Rogo Geni. Ajian Bathara Geni adalah ajian tingkat tinggi, yang jarang sekali dimiliki oleh para pendekar seumuran Patih Rogo Geni, karena tirakatnya yang sangat berat. Orang yang memiliki Ajian Bathara Geni bisa membakar apa saja yang ada di hadapannya, hanya dengan kedua tangannya.


Bahkan, orang yang memiliki Ajian Bathara Geni bisa merubah wujudnya menjadi gumpalan api, yang bisa terbang ke sana kemari. Dan Ajian Bathara Geni hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang berhati sabar, dan mampu berdamai dengan dirinya sendiri. Sedangkan orang-orang Prabu Gala Ganda, tidak akan pernah bisa menguasai ajian tersebut. Jika dipaksakan agar bisa memiliki Ajian Bathara Geni, maka orang tersebut akan mati.


Prabu Gala Ganda jelas tidak sanggup menghadapi Patih Rogo Geni yang mengerikan itu. Bisa-bisa seluruh tubuhnya terbakar habis, kalau saja Patih Rogo Geni berubah ke wujud. Tetapi kala itu, Prabu Jabang Wiyagra datang bersama dengan Sang Maha Guru dan juga yang lainnya. Sehingga Prabu Gala Ganda memiliki kesempatan untuk melarikan diri bersama Maha Patih Rangkat Sena dan seluruh pasukannya yang masih tersisa.


Yang awalnya pasukannya sangat unggul dalam pertarungan, secara tiba-tiba mulai berubah karena kesalahan segelintir orang yang merasa dirinya sudah hebat. Yaitu para Patih dan pimpinan pasukan yang pada akhirnya harus tumbang, ini dengan satu kali pukulan. Karena Prabu Putra Candrasa menggunakan ilmu pukulannya untuk menghantam mereka semua. Sehingga tak ada satupun dari mereka yang mampu bertahan.


Beruntungnya mereka adalah, Prabu Jabang Wiyagra dan Prabu Putra Candrasa, mau mengampuni para Patih dan pimpinan pasukan yang masih bertahan hidup. Kalau saja mereka berdua tidak mengampuni para Patih dan pimpinan pasukan itu, sudah pasti sekarang Kerajaan Putra Bathara tidak memiliki Patih ataupun pimpinan prajurit. Dan akan membuat Prabu Gala Ganda semakin pusing tujuh keliling.

__ADS_1


Prabu Gala Ganda tidak mungkin mengangkat seseorang secara sembarangan untuk menjadi Patih ataupun pimpinan pasukan, kalau orang itu belum teruji kemampuannya. Sedangkan Prabu Gala Ganda sudah mengetahui bagaimana kemampuan para pasukannya, yang menurutnya juga terlalu lemah jika harus menghadapi Prabu Jabang Wiyagra dan pasukannya, yang jauh lebih berpengalaman dalam pertempuran.


__ADS_2