DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 331


__ADS_3

Semenjak Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan kembali ke tempat pengasingan Ratna Malangi, hati Prabu Jabang Wiyagra merasa sangat tidak tenang. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Prabu Jabang Wiyagra mencoba untuk melakukan meditasi, agar bisa melihat apa yang terjadi dengan Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan. Prabu Jabang Wiyagra merasakan seperti ada hal yang tidak biasa. Seperti ada sebuah masalah besar yang menghampiri Maha Patih Lare Damar. Namun apa masalahnya, Prabu Jabang Wiyagra belum mengetahuinya.


"Apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka?" Kata Prabu Jabang Wiyagra dalam hati.


Di ruangan pribadinya tersebut, Prabu Jabang Wiyagra berusaha keras untuk menerawang keadaan Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan. Namun beliau tidak mendapatkan pandangan apapun. Pandangan mata batinnya gelap. Prabu Jabang Wiyagra pakan tidak bisa mengetahui keberadaan Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan sekarang. Prabu Jabang Wiyagra kemudian keluar dari ruangan pribadinya itu. Dan mengatakan semuanya kepada Mbah Kangkas. Dan ternyata, Mbah Kangkas juga merasakan hal yang sama. Seperti yang dirasakan oleh Prabu Jabang Wiyagra.


"Apa kita betul saja mereka berdua Mbah?"


"Sebaiknya jangan dulu Gusti Prabu. Gusti Prabu harus tetap berada di dalam istana. Sekarang ini sering sekali ada tamu yang datang ke istana Kerajaan Wiyagra Malela. Jangan sampai Gusti Prabu tidak berada di dalam istana."


"Lalu apa saranmu Mbah?"


"Hamba akan mencoba kembali untuk menerawang keberadaan Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan, Gusti Prabu. Kalau tetap tidak ada hasilnya, hamba akan meminta bantuan kepada Pangeran Rawaja Pati."

__ADS_1


"Baiklah Mbah."


Mbah Kangkas menggunakan ilmu yang ia miliki untuk menerawang keberadaan Maha Patih Galangan dan Maha Patih Lare Damar. Kali ini firasatnya benar-benar kuat. Mbah Kangkas merasa kalau ada sesuatu yang terjadi kepada Maha Patih Lare Damar dan Maha Patih Galangan. Apalagi tempat pengasingan Ratna Malangi sangat jauh dari istana Kerajaan Wiyagra Malela. Kalau sampai terjadi sesuatu, maka hanya Prabu Jabang Wiyagra-lah yang bisa sampai ke sana dengan cepat. Karena di tempat pengasingan itu, ilmu kesaktian yang dimiliki oleh seseorang, bisa secara tiba-tiba berkurang.


Hal itu sudah dialami oleh Maha Patih Lare Damar, saat dia baru saja sampai di sana. Bukan hanya Maha Patih Lare Damar saja yang merasakan hal itu. Tetapi beberapa orang Patih Kerajaan Wiyagra Malela juga sudah pernah merasakannya secara langsung. Mereka tidak mengerti apa yang terjadi dengan tempat tersebut. Tapi dari yang Prabu Jabang Wiyagra ketahui, tempat pengasingan itu memang sengaja ditanami sebuah pagar ghaib oleh Eyang Badranaya. Agar tidak ada satupun orang yang mampu membebaskan Panglima Agung Wira Satya dari sana. Karena tempat pengasingan Ratna Malangi, adalah bekas tempat untuk menahan Panglima Agung Wira Satya.


Tempat itu memiliki pagar ghaib yang sangat-sangat kuat. Tidak semua orang bisa sampai ke sana dengan cepat, jika mereka menggunakan ilmu kanuragan yang mereka miliki. Dan satu-satunya orang yang bisa sampai ke sana dalam waktu singkat hanyalah Prabu Jabang Wiyagra seorang. Karena Prabu Jabang Wiyagra mewarisi sebagian besar ilmu dari Eyang Badranaya. Sehingga Prabu Jabang Wiyagra mampu menembus tempat, itu tanpa mendapatkan hambatan sedikitpun. Namun, ketajaman batin Prabu Jabang Wiyagra tetap akan berkurang, jika beliau menerawang tempat pengasingan tersebut dari jarak jauh.


"Bagaimana Mbah Kangkas?" Tanya Prabu Jabang Wiyagra penasaran.


"Aku semakin tidak tenang Mbah. Sekarang, aku perintahkan Mbah Kangkas untuk berangkat ke Kerajaan Rawaja Pati. Katakan pada Pangeran Rawaja Pati, kalau aku memberikan perintah kepadanya, untuk menemukan keberadaan Maha Patih Galangan dan juga Maha Patih Lare Damar. Bawalah sebanyak mungkin, pasukan siluman naga yang ia miliki."


"Baik Gusti Prabu."

__ADS_1


Mbah Kangkas lalu merubah wujudnya menjadi seekor merpati. Mbah Kangkas terbang dengan cepat menuju ke istana Kerajaan Rawaja Pati, untuk meminta bantuan. Sedangkan Prabu Jabang Wiyagra memerintahkan kepada para pasukannya yang ada di istana, untuk menjaga istana dengan ketat. Dan menambahkan jumlah pasukan yang jauh lebih banyak lagi. Prabu Jabang Wiyagra curiga, kalau semuanya ada hubungannya dengan Patri Asih, dan juga musuh-musuh beliau yang lainnya. Karena mereka akan menghalalkan segala cara, untuk bisa menyingkirkan semua orang yang mengabdi kepada Prabu Jabang Wiyagra.


Tujuan mereka sudah jelas, ditutup mengurangi jumlah kekuatan yang Prabu Jabang Wiyagra miliki. Dengan begitu akan semakin mudah bagi mereka untuk menguasai wilayah-wilayah Kerajaan Wiyagra Malela. Dan kalau sampai semua itu terjadi, maka dengan terpaksa, Prabu Jabang Wiyagra harus menghadapi musuh-musuhnya sendirian, tanpa bantuan pasukan. Prabu Jabang Wiyagra juga mulai meyakini, apa yang telah diucapkan oleh Maha Patih Lare Damar sebelumnya. Kalau Maha Patih Lare Damar mencurigai Mbah Suma Gara. Karena dia yang sering berbuat kekacauan. Suma Gara kerap membuat masalah di tempat itu. Dan Ratna Malangi yang menjadi sasarannya.


Prabu Jabang Wiyagra mulai memikirkan bagaimana keadaan Ratna Malangi saat ini. Karena Ratna Malangi selalu menjadi sasaran utama pembunuhan. Banyak orang yang menginginkan kematiannya, karena Ratna Malangi mengetahui secara keseluruhan rahasia yang tersembunyi pada musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra. Kalau sampai Ratna Malangi buka mulut, dan mengatakan semuanya kepada Maha Patih Lare Damar, maka sudah bisa dipastikan, kalau Prabu Jabang Wiyagra akan mengirimkan seluruh bala tentaranya yang ada. Untuk menyerang semua musuh Kerajaan Wiyagra Malela yang masih tersisa.


Akan terjadi perang besar di mana-mana. Bahkan, Prabu Jabang Wiyagra sudah memperkirakan, kalau Ratna Malangi membuka semua rahasia kepada Prabu Jabang Wiyagra, maka negeri seberang pun akan terkena imbasnya.


Mengapa bisa terjadi demikian?


Karena, orang-orang dari negeri seberang pun sama-sama memiliki ambisi. Mereka ingin berkuasa di Tanah Jawa, karena Tanah Jawa sangatlah kaya. Mereka akan menggunakan orang-orang Suku Jawa asli, untuk saling membunuh satu sama lain. Tapi untuk orang-orang dari negeri seberang, tidaklah sebanyak orang-orang yang ada di Tanah Jawa ini. Pengikut aliran hitam di Tanah Jawa jauh lebih banyak, dibandingkan dengan yang ada di negeri seberang sana. Tetapi mereka memiliki pengaruh yang cukup kuat. Letak kesalahannya ada pada orang-orang di Tanah Jawa itu sendiri. Karena banyak musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra yang rela memberikan apa saja, demi mendapatkan harta dan tahta yang mereka impikan.


Padahal, secara tidak sadar, mereka sudah menyerahkan tanah mereka sendiri kepada orang-orang asing. Namun, tidak semua orang-orang dari negeri seberang seperti itu. Masih banyak juga orang-orang dari negeri seberang yang sangat baik hatinya. Bahkan tak jarang dari mereka yang membantu pasukan Prabu Jabang Wiyagra. Sampai ada yang pernah masuk ke dalam jajaran keprajuritan di Kerajaan Wiyagra Malela. Mereka merasa malu, ketika memiliki saudara sebangsa yang serakah. Jadi mereka memutuskan untuk ikut melakukan perlawanan. Berjuang bersama dengan seluruh pasukan Prabu Jabang Wiyagra.

__ADS_1


Entah apa saja yang sebenarnya tersimpan dalam otak Ratna Malangi, sehingga Prabu Jabang Wiyagra merasa begitu khawatir. Namun sudah pasti apa yang tersimpan di kepala Ratna Malangi, adalah hal yang sangat penting. Yang tidak semua orang boleh mengetahuinya. Karena jika sampai jatuh ke tangan yang salah, maka akan digunakan untuk kejahatan. Katanya, dari kabar yang beredar, Ratna Malangi juga mengetahui kelemahan Sang Maha Guru dan Prabu Jabang Wiyagra. Itulah mengapa Ratna Malangi hanya bisa dikalahkan oleh Panglima Agung Wira Satya saja. Karena Ratna Malangi selalu mengetahui kelemahan musuhnya.


__ADS_2