
"Tapi apakah Mbah Kangkas masih mengingat siapa saja yang pernah menjadi anggota kelompok Satrio Luhur?" Tanya Prabu Jabang Wiyagra
Mbah Kangkas mencoba mengingatnya kembali. Dia lalu meminta izin kepada Prabu Jabang Wiyagra untuk diambilkan Lontar, Tinta dan Kuas, untuk mencatat nama-nama orang yang pernah masuk ke dalam kelompok Satrio Luhur, yang kemungkinan saat ini masih hidup.
"Bolehkan hamba meminta Lontar, Kuas, dan Tinta, Gusti Prabu?"
"Boleh. Tentu saja Mbah Kangkas."
Kemudian Prabu Jabang Wiyagra memerintahkan salah seorang pelayan untuk mengambil apa yang Mbah Kangkas butuhkan.
*
*
*
Nama-nama para mantan anggota kelompok Satrio Luhur yang menurut perkiraan Mbah Kangkas masih hidup adalah,
1). Arjuna Soma
2). Surya Nata
3). Kencana Wangsa
4). Sura Dipati
5). Rana Wangsa
6). Kusuma Jaya
7). Kusuma Sara
__ADS_1
8). Jayan Dara
9). Sekar Taji
10). Gandhara
11). Subhadra
12). Suma Gara
13). Dewa Jaya
14). Rama Jaya
15). Kala Putra
16). Gawa Wangsa
17). Kasa Bengit
19). Cala Raka
20). Gandha Soma
Semua nama-nama itu ditulis dengan sangat jelas oleh Mbah Kangkas. Dengan tangan yang gemetar, Mbah Kangkas menyerahkan tulisannya itu kepada Prabu Jabang Wiyagra. Dulu para mantan anggota kelompok Satrio Luhur sudah berjanji untuk tidak saling menceritakan kisah mereka, kepada siapapun juga. Apalagi sampai menyebutkan nama mereka secara lengkap.
Namun melihat keadaan yang sudah separah ini, Mbah Kangkas merasa perlu untuk mengambil tindakan. Karena sebelum para anggota kelompok Satrio Luhur berpisah satu sama lain, mereka juga bersumpah untuk saling membantu, jika salah satu dari mereka terkena masalah. Dan sekarang, masalahnya bukan hanya Mbah Kangkas saja yang menjadi sasaran. Tetapi juga semua orang yang pernah masuk ke dalam kelompok Satrio Luhur.
Setiap orang yang pernah menjadi anggota kelompok Satrio Luhur akan diburu dan dihabisi oleh Ratna Malangi. Ratna Malangi tidak akan membiarkan satupun dari mereka hidup dengan tenang. Ratna Malangi akan terus mencari mereka ke setiap jengkal tanah yang ada di Tanah Jawa ini, sampai dendamnya terbalaskan. Sebelum semuanya selesai, Ratna Malangi akan terus mencari dan mencari tanpa henti.
Kalau satu lawan satu, jelas para mantan anggota Satrio Luhur akan kewalahan, karena Ratna Malangi juga memiliki banyak pasukan. Sedangkan para mantan anggota Satrio Luhur kebanyakan sekarang sudah berusia lanjut. Umur mereka rata-rata sama dengan umur yang dimiliki Mbah Kangkas dan Sang Maha Guru. Dan hal itu akan menjadi masalah besar bagi mereka semua.
__ADS_1
Jika mereka tidak bisa disatukan, maka tidak akan ada lagi anggota Satrio Luhur yang bisa bertahan hidup di dunia ini. Mereka semua akan mati dengan cara yang sangat mengenaskan dan mengerikan. Anak cucu mereka juga akan mengalami penderitaan yang berkepanjangan. Tidak seperti Mbah Kangkas dan Sang Maha Guru, kebanyakan para mantan anggota Satrio Luhur memilih untuk hidup normal, dengan berkeluarga.
Bertahun-tahun mereka menyembunyikan dan memendam dalam-dalam masa lalu mereka, tanpa ada satupun orang yang mengetahuinya. Tetapi sekarang, semuanya akan terbongkar. Mau tidak mau. Suka tidak suka. Mereka semua harus berkumpul menjadi satu, untuk melawan Ratna Malangi. Mbah Kangkas juga menegaskan, kalaupun Prabu Jabang Wiyagra mengerahkan seluruh pasukannya, tidak akan menjamin kalau semua keadaan akan berubah.
Ratna Malangi telah mewarisi seluruh ilmu kanuragan yang dimiliki oleh kakaknya. Tak hanya itu saja, Ratna Malangi juga memiliki sebuah kitab ilmu hitam yang sebagian besar isinya sudah ia kuasai. Dia sudah berubah menjadi seorang perempuan setengah iblis yang sangat-sangat mengerikan. Bahkan, Ratna Malangi memiliki dua buah tanduk di bagian kanan dan kiri kepalanya. Tanduk itu memang kecil, tapi memiliki kekuatan yang sangat-sangat luar biasa.
Dan Mbah Kangkas kalah dalam pertarungan itu karena pengaruh kekuatan yang ada pada tanduk Ratna Malangi. Tanduk itu adalah pemberian iblis yang dulu disembah oleh Kawirit. Namun Kawirit sangat berbeda dengan Ratna Malangi. Kawirit belum bisa menguasai seluruh isi kitab pemberian iblis sesembahannya itu. Dia juga kalah dengan Wira Satya yang diwarisi ilmu secara langsung oleh Eyang Badranaya. Sehingga semua yang telah dipelajari oleh Kawirit tidak ada apa-apanya di hadapan Wira Satya.
"Apakah ada hal yang bisa membuat Panglima Agung Wira Satya terbebas dari hukumannya Mbah?" Tanya Prabu Jabang Wiyagra.
"Kenapa Gusti Prabu menanyakan hal itu?"
"Aku rasa keadaannya akan berubah kalau Panglima Agung Wira Satya ada di antara kita."
Seketika Mbah Kangkas terkejut dengan ucapan Prabu Jabang Wiyagra. Apa yang diucapkan oleh Prabu Jabang Wiyagra mengingatkannya kepada ucapan Eyang Badranaya. Eyang Badranaya pernah mengatakan, kalau yang bisa membebaskan Wira Satya hanyalah seorang raja yang berhati lurus, dan tidak gila kekuasaan. Yang kemungkinan besar, raja yang dimaksud oleh Eyang Badranaya adalah Prabu Jabang Wiyagra itu sendiri. Karena semenjak Prabu Jabang Wiyagra memerintah di Tanah Jawa, keadaan orang-orang di Tanah Jawa berubah menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
"Gusti Prabu, apakah Gusti Prabu yakin ingin membebaskan Panglima Agung Wira Satya?" Tanya Mbah Kangkas.
"Kalau dia tidak berbahaya, aku akan mencari cara agar bisa membebaskannya dari hukuman Eyang Badranaya." Jawab Prabu Jabang Wiyagra.
"Untuk caranya sendiri, hamba tidak benar-benar mengerti Gusti Prabu. Tapi saran hamba, cobalah Gusti Prabu menemui Eyang Badranaya untuk meminta nasehatnya. Hanya Prabu Jabang Wiyagra sendiri yang bisa melakukan hal itu. Karena tidak semua orang bisa bertemu dengan Eyang Badranaya."
"Baik Mbah. Aku akan mencoba membicarakannya dengan Eyang Badranaya. Semoga beliau mau memberikan keringanan kepada Panglima Agung Wira Satya. Karena saat ini kita sangat-sangat membutuhkan orang seperti dirinya, untuk menghadapi Ratna Malangi."
*
*
*
Setelah mendapatkan daftar nama-nama orang yang pernah menjadi anggota kelompok Satrio Luhur, Prabu Jabang Wiyagra langsung memberikan perintah kepada Maha Patih Lare Damar untuk mencari keberadaan mereka. Karena Mbah Kangkas juga memberikan nama-nama daerah yang kemungkinan menjadi tempat tinggal mereka saat ini. Walaupun masih belum pasti, tapi hal itu tetap harus dilakukan, sebelum hal-hal buruk terjadi kepada mereka.
__ADS_1
Dua puluh orang mantan anggota kelompok Satrio Luhur itu sangat-sangat penting bagi Prabu Jabang Wiyagra. Dengan menemukan dan mengumpulkan mereka menjadi satu, maka Prabu Jabang Wiyagra baru bisa menyusun rencana untuk menghadapi Ratna Malangi dan seluruh pasukannya. Dari penuturan Mbah Kangkas, kebanyakan pasukan Ratna Malangi berasal dari bangsa lelembut yang kerap mengganggu bangsa manusia.
Mereka semua adalah para bangsa lelembut yang jahat, yang sudah mengabdi kepada Ratna Malangi selama puluhan tahun. Mereka semua benar-benar setia kepada Ratna Malangi. Karena kemanapun Ratna Malangi, mereka pasti akan mengikutinya dari belakang. Dan para bangsa lelembut itu jugalah yang telah membuat para pendekar kalah dalam pertarungan. Para bangsa lelembut itu memiliki kesaktian yang tinggi dan tidak mudah untuk dikalahkan.