DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 188


__ADS_3

Keberangkatan Panglima Galang Tantra ke Kerajaan Galang Tantra membuat hati Prabu Jabang Wiyagra senang. Karena sudah pasti Ratu Mekar Senggani dan pasukannya tidak akan bisa mengenali, mana harimau asli, dan mana harimau jelmaan. Panglima Galang Tantra beserta pasukannya bisa menyatu dengan alam. Dan masuk ke kawanan harimau yang ada di sana.


Pagi itu Prabu Jabang Wiyagra kedatangan Prabu Putra Candrasa dan juga Prabu Sura Kalana. Mereka banyak menceritakan segala hal yang berhubungan dengan kerajaan mereka masing-masing. Terutama dengan Prabu Putra Candrasa yang baru saja menjadi seorang raja. Dia masih harus mempelajari banyak hal dari Prabu Jabang Wiyagra dan juga Prabu Sura Kalana.


"Sebagai seorang raja, kamu harus mengurangi sikap kerasmu terhadap musuh-musuhmu, Prabu Putra Candrasa. Menjadi seorang raja bukan hanya soal menaklukkan musuh dengan peperangan ataupun pertikaian. Tapi memikirkan bagaimana caranya agar tidak terjadi pertikaian ataupun peperangan." Ucap Prabu Jabang Wiyagra.


"Baik Gusti Prabu. Hanya saja di saat-saat tertentu, hamba tidak kuasa menahan hawa amarah yang ada di dalam diri hamba, kalau ada orang yang berniat mengganggu ketenangan orang-orang yang ada di bawah kekuasaan Kerajaan Wiyagra Malela. Hamba tidak mau kalau sampai mereka berbuat kekacauan terlebih dahulu. Sehingga hamba memberikan hal yang kejam kepada mereka."


"Niatmu itu memang benar Prabu Putra Candrasa. Tapi niatmu itulah yang juga menjadi masalah besarmu. Kita tidak bisa menyerang musuh secara brutal kalau kita tidak memiliki alasan yang kuat."


"Baik Gusti Prabu. Hamba meminta maaf atas kesalahan hamba yang kemarin. Hamba berjanji akan lebih berhati-hati ketika menghadapi suatu masalah."


"Yah. Memang begitulah seharusnya sikap seorang raja. Ketika kamu berbuat salah, kamu harus meminta maaf. Dan ketika kamu berbuat benar, kamu harus teguh kepada pendirianmu, jangan ragu."


Perbincangan itu berlangsung selama beberapa waktu, hingga kemudian Prabu Sura Kalana mempertanyakan sebuah masalah. Yang di mana ternyata, Prabu Sura Kalana saat ini mengkhawatirkan nasib kerajaannya yang pastinya juga akan menjadi sasaran musuh. Prabu Sura Kalana sedang kekurangan pasukan untuk menghadapi kerajaan-kerajaan lain yang bisa saja menyerang Kerajaan Batih Reksa.

__ADS_1


Namun Prabu Jabang Wiyagra menenangkannya dengan berjanji akan mengirimkan bala bantuan pasukan, kalau sampai ada serangan yang datang ke Kerajaan Batih Reksa. Prabu Sura Kalana memang memiliki banyak sekali pasukan, tetapi jumlah pasukannya tidak cukup jika harus menghadapi gempuran pasukan musuh yang sudah mulai menghimpun kekuatan pasukan di kerajaan mereka.


"Tidak perlu khawatir Nanda Prabu. Aku aku pasti akan membantumu menyelesaikan masalah ini. Saranku, coba kau temui para guru-guru yang ada di semua padepokan yang ada di wilayah Kerajaan Batih Reksa. Mintalah bantuan kepada mereka. Kalau mereka mendukungmu, mereka pasti akan memberikan pasukan terbaik yang ada di padepokan mereka masing-masing."


"Baik Romo. Saya akan mencobanya nanti. Letak Kerajaan Batih Reksa cukup dekat dengan wilayah perairan, dan itulah yang saya khawatirkan Romo Prabu. Musuh bisa saja menggunakan kekuatan armada mereka, untuk menggempur pasukan yang ada di wilayah perairan."


".....Terutama dengan Ratu Mekar Senggani, yang kerajaannya sangat dekat dengan perairan. Salah satu cara untuk melemahkan kekuatan Kerajaan Wiyagra Malela, adalah dengan menyerang Kerajaan Batih Reksa terlebih dahulu, Romo. Karena dia berpikir bahwa sayalah yang menjaga perairan tersebut."


"Ya. Apa yang kamu katakan ada benarnya juga Nanda Prabu. Mereka pasti akan menyerang kerajaanmu terlebih dahulu. Kalau mereka berhasil, mereka akan melanjutkan penyerangan kepada kerajaan-kerajaan kecil lainnya, yang ada di bawah kekuasaanmu. Karena dari sana mereka akan mendapatkan kekuatan lebih."


"Bagus Nanda Prabu. Maha Patih, katakan kepada Mangku Cendrasih, atas perintahku, kirimkan pasukan bantuan ke wilayah perairan Kerajaan Batih Reksa. Saat ini, wilayah perairan Kerajaan Batih Reksa sangatlah penting untuk kita semua."


"Baik Gusti Prabu. Hamba Permisi. Hamba akan segera menemui Mangku Cendrasih."


"Silahkan Maha Patih."

__ADS_1


Prabu Sura Kalana mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada Prabu Jabang Wiyagra, karena sudah mau mengirimkan bala bantuan ke Kerajaan Batih Reksa. Prabu Sura Kalana sudah berusaha sebisa mungkin untuk menjaga wilayahnya, tetapi banyak sekali kendala yang terjadi. Terutama dengan para bandit yang entah datangnya dari mana.


Namun menurut perkiraan Prabu Sura Kalana, para bandit ini sengaja dikirimkan oleh Ratu Mekar Senggani beserta sekutunya, untuk mengacaukan situasi di wilayah Kerajaan Batih Reksa. Karena hanya itu satu-satunya cara yang dimiliki oleh Ratu Mekar Senggani, untuk bisa melakukan perlawanan kepada Prabu Jabang Wiyagra, dan para pendukungnya.


Namun dengan adanya tindakan seperti ini dari Prabu Sura Kalana, maka Ratu Mekar Senggani juga sama-sama akan menemukan kendala. Ditambah lagi dengan kekuatan armadanya yang tidak sebesar kekuatan armada dari Kerajaan Wiyagra Malela. Justru pasukannya bisa-bisa dihajar habis-habisan di wilayah perairan. Dan Ratu Mekar Senggani akan kehilangan kekuatan armadanya.


Tetapi kembali lagi, bahwa semua ini masih perkiraan yang belum pasti akan terjadi. Itu semuanya hasil dari pembacaan situasi, yang dilakukan oleh Prabu Sura Kalana beserta para pasukannya. Memang, setelah mengabdi kepada Prabu Jabang Wiyagra, Prabu Sura Kalana mengalami banyak sekali perkembangan dalam hal pemikiran.


Prabu Sura Kalana sekarang jauh lebih berhati-hati dalam melakukan semua tindakan. Bahkan dia mampu membaca pergerakan musuh, tanpa melihat musuhnya secara langsung. Dan tebakannya jarang sekali ada yang meleset. Prabu Sura Kalana juga sering berbagi pendapat dengan Prabu Jabang Wiyagra soal mempertahankan wilayah kerajaan mereka.


Hanya saja Prabu Sura Kalana tidak memiliki pasukan yang besar, sebesar pasukan Kerajaan Wiyagra Malela. Perkembangan pasukan di Kerajaan Batih Reksa memang tidak selalu lancar. Karena kebanyakan orang akan lebih memilih untuk bergabung dengan Kerajaan Wiyagra Malela. Tapi dari sinilah Prabu Jabang Wiyagra selalu membagi-bagi pasukannya yang ada, untuk membantu kekuatan kerajaan-kerajaan lainnya ada di bawah kekuasaannya.


Walaupun mungkin jumlah pasukan yang dia kirimkan tidak sebanyak yang dibutuhkan, tetapi sudah mampu membantu perkembangan kerajaan-kerajaan, yang ada di bawah kekuasaan Prabu Jabang Wiyagra. Prabu Sura Kalana adalah salah satu contohnya. Jumlah pasukannya sekarang bertambah banyak berkat adanya pengiriman pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela.


Jumlah pasukan Kerajaan Batih Reksa yang sekarang jauh lebih banyak daripada sebelumnya. Sedangkan alasan kenapa Prabu Sura Kalana meminta bantuan kepada Prabu Jabang Wiyagra adalah, karena sekarang situasinya sudah sangat mendesak. Dan dikhawatirkan bisa membuat kekacauan yang jauh lebih besar lagi, daripada kekacauan-kekacauan kecil yang sering kali terjadi.

__ADS_1


Sehingga mau tidak mau, Prabu Sura Kalana terpaksa harus meminta bantuan kepada Prabu Jabang Wiyagra, karena Jumlah pasukannya yang tidak mencukupi untuk menghadapi gelombang serangan dari Ratu Mekar Senggani, yang kemungkinan besar akan mengancam keamanan kerajaannya. Serangan-serangan kecil itu bisa saja nyala awalan. Ataupun uji kekuatan.


__ADS_2