DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 268


__ADS_3

Di dalam hutan belantara tersebut, Panglima Dara Gending bersama dengan para pasukannya sedang mengistirahatkan badan mereka, karena kelelahan sepanjang malam dan sepanjang hari. sedangkan sebagiannya lagi masih berjaga dan mengawasi tempat tersebut, Karena ditakutkan akan ada orang yang melewati daerah hutan itu, jika tidak ada yang berjaga secara bergantian.


Panglima Dara Gending mencoba memejamkan matanya agar bisa tidur. Tetapi dia tetap tidak bisa melakukannya. Hatinya dipenuhi dengan perasaan gelisah dan was-was. Yang entah kenapa dia ingin sekali cepat-cepat pergi meninggalkan tempat ini. Ingin rasanya dia segera menuntaskan tugas dari Prabu Jabang Wiyagra, dan kembali ke tempat tinggalnya, seperti biasa.


Namun Panglima Dara Gending berusaha untuk menepi segala perasaan gelisah yang ada di dalam hatinya, dengan terus memanjatkan doa-doa dalam pembaringannya itu. Dan ternyata, para pasukannya juga merasakan hal yang sama, yang dirasakan oleh Panglima Dara Gending. Tapi mereka semua sama-sama memejamkan mata, berharap bisa tidur, dan tidak mau membahasnya. Karena hanya akan memperkeruh suasana.


Semakin lama, perasaan gelisah dan was-was yang ada di dalam dirinya semakin besar. Seakan-akan perasaan itu sedang mengejarnya. Karena sudah didata lagi dengan apa yang ia rasakan, Panglima Dara Gending lalu membangunkan beberapa orang pasukannya, yang juga sama-sama berbaring di tempat tersebut, untuk membicarakan hal ini. Panglima Dara Gending merasa kalau ada sesuatu yang sangat berbahaya, yang sedang mendekat ke arah mereka.


Karena rasa gelisah itu tak kunjung hilang dari hatinya, Panglima Dara Gending akhirnya memilih pindah dari tempat itu, dan memilih untuk mencari tempat yang lain, yang menurutnya jauh lebih aman.


"Bangun semuanya. Ayo kita cari tempat yang lain saja, aku merasa kalau kita kurang aman di tempat ini." Perintah Panglima Dara Gending.


"Ada apa Panglima?"

__ADS_1


"Tidak perlu bertanya. Ayo kita pindah sekarang."


Panglima Dara Gending dan seluruh pasukannya pun pindah dari tempat itu. Mereka masuki tempat yang jauh lebih dalam di wilayah hutan tersebut. Dan setelah sampai di sana, barulah Panglima Dara Gending menceritakan semuanya. Ternyata kegelisahan Panglima Dara Gending bukan sekedar kegelisahan biasa. Awalnya dia menduga kalau dia hanya cemas dengan apa yang akan ia lakukan nanti malam. Namun, tidak lagi setelah dia mendapatkan sebuah gambaran pandangan mata batin.


Panglima Dara Gending melihat kalau banyak sekali prajurit Kerajaan Panca Warna, yang dikirim untuk mengawasi setiap daerah, yang berada dekat dengan wilayah perbatasan. Terutama dengan sebuah rumah yang menjadi tempat pembantaian Panglima Dara Gending bersama pasukannya. Kalau Panglima Dara Gending tetap berada di tempat yang sebelumnya, maka mereka akan bertemu dengan ratusan prajurit Kerajaan Panca Warna.


Jika mereka sampai ketahuan, maka apa yang sebelumnya sudah mereka rencanakan akan gagal total. Para prajurit Kerajaan Panca Warna pasti akan datang berbondong-bondong untuk menghabisi mereka semua. Apalagi kalau mereka tahu bahwa yang memimpin adalah Panglima Dara Gending. Pasti akan banyak sekali pendekar-pendekar sakti di Kerajaan Panca Warna yang akan datang ke sana. Karena mereka begitu membenci setiap orang yang berhubungan dengan Prabu Jabang Wiyagra.


"Aku yakin cepat atau lambat pasti mereka akan menemukan kita, kalau kita tidak segera menjalankan tugas ini. Sepertinya rencana nanti malam akan gagal. Atau bahkan akan ada di antara kita yang mati. Akan ada baiknya kalau kita melakukannya besok malam. malam ini pasti prajurit Kerajaan Panca Warna akan gencar mencari keberadaan kita." Ucap Panglima Dara Gending kepada para pasukannya.


"Tidak. Jika kita melakukannya sekarang, hasilnya akan sama saja dengan nanti malam. Akan ada banyak orang yang mati. Sebaiknya kita tetap berada di tempat ini sembari memikirkan bagaimana caranya untuk melakukan penyerangan. Kita harus menghitung waktu dengan tepat. Tidak boleh ada kesalahan sedikitpun. Kita harus mengatur lagi semuanya dari awal." Jawab Panglima Dara Gending


"....Dan yang paling penting sekarang kita harus mencari persediaan makanan dan minuman. Manfaatkan semua yang ada di dalam hutan ini. Jangan sampai kita keluar dari tempat ini sebelum besok malam. Keadaan sudah berubah di luar perhitungan kita sekarang."

__ADS_1


"Mohon maaf Panglima. Kenapa Panglima tidak menggunakan Ajian Panglimunan saja? Agar bisa masuk ke semua tempat yang ada di dalam peta ini?"


"Aku sudah memikirkan hal itu sejak awal. Tetapi setelah aku perhitungan kembali itu adalah cara yang sangat bodoh untuk kita gunakan. Prabu Jabang Wiyagra sudah melarangku untuk menggunakan Ajian Panglimunan. Karena resiko ketahuan akan jauh lebih besar. Banyak orang-orang sakti di wilayah Kerajaan Panca Warna ini. Mereka bisa mengetahui keberadaan kita dari jarak jauh, kalau kita menggunakan ajian itu."


"....Bagaimanapun caranya, kita harus tetap bertahan di tempat ini sampai besok malam tiba. Prabu Jabang Wiyagra tidak mau ada satupun dari kita yang mati di tempat ini. Prabu Jabang Wiyagra sudah mewanti-wanti, agar kita semua berhati-hati dan tidak bertindak ceroboh. Dan kalaupun aku menggunakan Ajian Sirep Rogo Sukmo, itu tidak akan berlangsung lama."


"....Ajian Sirep Rogo Sukmo memang ajian tingkat tinggi. Tapi akan sama bodohnya jika kita menggunakan di tempat yang seluas ini. Ajian Sirep Rogo Sukmo tidak akan mempan kepada orang-orang yang memiliki ilmu kesaktian lebih. Prabu Jabang Wiyagra mencurigai kalau masih ada musuh-musuhnya yang bersembunyi di wilayah kerajaan besar ini. Yang pastinya mereka juga sudah menyiapkan segala hal untuk melindungi diri mereka."


"Lalu mengapa Maha Raja mengirim kita Panglima? Kalau beliau sendiri tahu banyak sekali musuh-musuh berbahaya di wilayah kerajaan ini."


"Alasan mengapa Maha Raja mengirim kita adalah, karena beliau tahu bahwa kita mampu melakukannya. Berbeda dengan para abdi setianya yang lain, yang jurus-jurus mereka sudah bisa terbaca oleh musuh-musuhnya. Sedangkan kita, meskipun banyak sekali orang yang tahu tentang cerita kita di masa lalu, tapi mereka semua tidak tahu bagaimana cara kita membunuh musuh-musuh kita."


Semua bawahan Panglima Dara Gending akhirnya bisa memahami, mengapa Prabu Jabang Wiyagra mengutus mereka ke tempat ini. Prabu Jabang Wiyagra sudah memperhitungkan semuanya dengan matang. Kalau Prabu Jabang Wiyagra mengirimkan orang lain seperti Prabu Putra Candrasa ataupun Panglima Galang Tantra, maka musuh-musuhnya bisa mengetahui cara-cara yang mereka gunakan.

__ADS_1


Sedangkan untuk Panglima Dara Gending sendiri, tidak ada satupun orang yang tahu bagaimana cara Panglima Dara Gending membunuh musuh-musuhnya. Para pasukan yang ada di Kerajaan Panca Warna akan kebingungan mencari pelaku yang menyebabkan wabah kelaparan, dan wabah penyakit itu. Sehingga sampai kapanpun tidak akan ada orang yang tahu, kalau yang merencanakan semua ini adalah Prabu Jabang Wiyagra dan para abdi setianya.


__ADS_2