DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 120


__ADS_3

Dari kejauhan Maha Patih Putra Candrasa dengarkan suara riuh dan juga suara Kaki yang bergemuruh. Tanah yang ia pijaki terasa bergetar, saat itulah semua pasukan Nyai Sukma Jaya bersiap dengan senjata-senjata mereka. Sedangkan Maha Patih Putra Candrasa terlihat sangat tenang menghadapi hal itu.


Karena selama ini Maha Patih Putra Candrasa sudah menghadapi berbagai peperangan, yang suasananya jauh lebih mengerikan daripada sekarang yang ia rasakan. Hal itu membuat sang pimpinan pasukan heran. Dari tatapannya, Maha Patih Putra Candrasa seperti tidak memiliki ketakutan dan kekhawatiran sedikitpun.


Berbeda dengan para pasukan Nyai Sukma Jaya dan sang pimpinan yang merasa khawatir dengan situasi ini. Karena musuh mereka adalah bangsa lelembut yang memiliki kesaktian, yang tidak boleh dianggap remeh. Terutama jika mereka turun langsung bersama pimpinannya.


"Rapatkan barisan kalian! Bentuk posisi lingkaran!" Perintah Maha Patih Putra Candrasa.


Semua pasukan pun langsung merapatkan barisan mereka membentuk sebuah lingkaran. Sang pimpinan pasukan heran dengan rencana Maha Patih Putra Candrasa. Tapi sekarang yang memegang kendali penuh adalah Maha Patih Putra Candrasa. Jadi sang pimpinan tidak bisa berbuat apa-apa.


Suara dan itu pun terdengar semakin mendekat. Dan benar saja jumlah pasukan jin beraliran hitam itu ternyata sangat banyak, mencapai ribuan. Dan di barisan paling belakang, Maha Patih Putra Candrasa melihat kalau pimpinan mereka juga turun langsung dalam pertempuran tersebut.


Rencana penyerangan ini jelas sudah gagal, karena mereka sudah ketahuan sejak awal sehingga para pasukan jin aliran hitam menyergap mereka dari segala arah. Dari depan belakang kiri dan kanan. Karena itulah Maha Patih Putra Candrasa membuat formasi lingkaran.


Maha Patih Putra Candrasa biarkan mereka semua mendekat terlebih dahulu, agar mereka semua masuk ke dalam jebakannya. Sehingga mereka bisa dikalahkan dengan jauh lebih mudah. Maha Patih Putra Candrasa juga sudah tahu bagaimana kekuatan pasukan Nyai Sukma Jaya.


Para pasukan Nyai Sukma Jaya dipastikan bisa kalah jika mereka menyerang dengan formasi yang acak-acakan. Untuk memenangkan pertempuran ini, Maha Patih Putra Candrasa lebih memilih untuk bertahan, dan membunuh musuh sedikit demi sedikit.


"Maha Patih! Mereka sudah semakin dekat!" Ucap sang pimpinan.

__ADS_1


"Tenang. Kita harus bertahan! Hanya Inilah satu-satunya cara untuk kita bisa memenangkan pertempuran ini! Semuanya bersiap!" Ucap Maha Patih Putra Candrasa.


Semua pasukan pun langsung menggunakan perisai mereka, dan saling menahan satu sama lain, agar barisan mereka sulit untuk ditembus. Sedangkan untuk Maha Patih Putra Candrasa, dia menggunakan ilmu kanuragannya untuk membuat kekuatan para pasukan Nyai Sukma Jaya bertambah menjadi sepuluh kali lipat lebih kuat.


Sekaligus untuk melemahkan tenaga musuh. Karena siapapun yang berusaha menembus pagar gaib, yang disalurkan oleh Maha Patih Putra Candrasa kepada pasukan Nyai Sukma Jaya, maka maka anggota tubuhnya akan langsung terpotong-potong. Jadi mereka tidak perlu lagi menyerang musuh secara langsung.


Para bangsa jin beraliran hitam itu pun semakin mendekat. Ada yang membawa tombak dan juga pedang untuk menyerang barisan pasukan Nyai Sukma Jaya. Namun saat mereka sudah sampai, dan akan menusukkan tombak mereka, seketika tomat-tombat itu pun hancur.


Namun mereka seperti tidak peduli dengan hal tersebut. Sehingga dalam sekejap, banyak sekali pasukan musuh yang sudah terpotong-potong anggota tubuhnya. Bahkan sebagian lagi sudah mati. Pemimpin dari pasukan musuh itu tidak anti intinya mengerahkan semua pasukan yang ia miliki.


Lama kelamaan, Maha Patih Putra Candrasa juga merasakan getaran-getaran pada pagar ghaib yang dia buat. Maha Patih Putra Candrasa berusaha keras untuk menahan para pasukan musuh yang terus-menerus menghajar dinding pertahanannya.


"Sekarang!" Perintah Maha Patih Putra Candrasa.


Semua pasukan pun langsung menggunakan setiap senjata yang mereka bawa. Termasuk senjata-senjata berat yang mereka miliki, seperti panah api yang berukuran besar, dan juga ketapel yang ukurannya setinggi orang dewasa. Yang amunisinya juga berasal dari batu yang sudah dilapisi dengan minyak, lalu dibakar.


Sehingga saat itu, barisan pasukan musuh menjadi sangat kacau balau. Maha Patih Putra Candrasa langsung melompat sangat jauh. Dan dengan cepat menyerang semua pasukan musuh dengan membabi buta, menggunakan pedang yang ada ditangannya.


Maha Patih Putra Candrasa juga melemparkan beberapa dari mereka kepada yang lainnya. Supaya mereka semakin panik dan semakin kacau. Hal itu membuat pimpinan musuh ketar-ketir, karena posisi Maha Patih Putra Candrasa sudah sangat dekat dengan dirinya.

__ADS_1


Karena tidak mau mati konyol, dan menunggu sampai pasukannya habis, pimpinan pasukan musuh pun langsung turun dari kudanya, dan melompat ke arah Maha Patih Putra Candrasa. Maha Patih Putra Candrasa langsung menghindar dengan cepat. Sehingga serangan itu tidak mengenai dirinya.


"Hei manusia! Jangan ikut campur urusan kami!" Ucap pimpinan pasukan musuh.


Pimpinan pasukan musuh memiliki wajah yang sangat mengerikan, dan bisa dibilang sangat menjijikan. Dan Memiliki taring yang panjang, dan bau badannya sangat-sangat busuk. Rasanya Maha Patih Putra Candrasa ingin sekali muntah.


"Lalu bagaimana dengan kalian yang membuat onar di bangsaku? Apa kalian bisa mempertanggung jawabkannya?"


"....Kalian yang sudah menghasut semua orang untuk saling menyerang satu sama lain. Dan menimbulkan banyak sekali perpecahan dan peperangan besar, yang menjatuhkan banyak korban." Ucap Maha Patih Putra Candrasa.


Si pimpinan pasukan itu terdiam, tanpa menjawab sepatah katapun ucapan dari Maha Patih Putra Candrasa, dan dia langsung menyerang Maha Patih Putra Candrasa dengan segala kemampuan yang ia miliki. Serangannya memang sangat kuat, tapi itu punya yang besar membuat pergerakannya menjadi lambat.


Walaupun dia bangsa jin, tetap saja dia masih memiliki kelemahan, sama seperti bangsa manusia. Bahkan menurut Maha Patih Putra Candrasa, menghadapi si pimpinan pasukan musuh ini jauh lebih mudah, daripada menghadapi musuh-musuhnya di alam manusia, yang memiliki berbagai macam kekuatan.


Maha Patih Putra Candrasa tidak ingin pertarungan ini cepat selesai. Jangan mempermainkan si pimpinan pasukan dari bangsa jin ini terlebih dahulu. Supaya si pimpinan perlahan karena mengeluarkan banyak tenaga. Dan saat itu, barulah Maha Patih Putra Candrasa menyerangnya habis-habisan.


Sedangkan para pasukan Nyai Sukma Jaya, peserta sang pimpinan, masih sibuk dengan para pasukan musuh. Banyak dari pasukan musuh yang sudah mulai tumbang. Mereka semua sama-sama memiliki kekuatan yang mumpuni, sehingga pertarungan terjadi dengan sangat sengit.


Dari pihak pasukan Nyai Sukma Jaya, juga sudah menimbulkan beberapa korban. Namun korban yang mati dari pihak pasukan Nyai Sukma Jaya tidaklah sebanyak korban dari pihak musuh. Bahkan sebagian besar dari mereka masih terus bertarung dan terus menerus menyerang tanpa henti dengan senjata yang mereka miliki.

__ADS_1


__ADS_2