DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 114


__ADS_3

Semua raja yang sebelumnya mendukung pergerakan Maha Patih Kana Raga, sekarang sudah mulai kebingungan, karena mereka tidak memiliki seseorang yang bisa melindungi mereka lagi.


Apalagi mereka sudah masuk dalam daftar yang harus dihanguskan. Prabu Jabang Wiyagra sudah tidak mau lagi memberikan toleransi kepada kerajaan yang berusaha menjatuhkannya dan secara diam-diam menusuk Kerajaan Wiyagra Malela dari belakang.


Hanya Kerajaan Ciung Wanara dan Kerajaan Cakra Buana yang tidak masuk dalam daftar perburuan Prabu Jabang Wiyagra. Selebihnya, untuk para kerajaan yang mencoba menghalangi jalan Prabu Jabang Wiyagra, terpaksa harus dihabisi.


Kerajaan-kerajaan lain seperti, Kerajaan Wesi Kuning, Kerajaan Panca Warna, Kerajaan Kalanjana, Kerajaan Bala Bathara, Kerajaan Putra Bathara, Kerajaan Segoro Geni, Kerajaan Sangga Bumi, dan Kerajaan Pancanaka, akan diserang oleh Prabu Jabang Wiyagra.


Ada satu kerajaan yang melegenda, yang tetap berada di tengah-tengah tidak berpihak kemanapun, yaitu Kerajaan Maha Resi. Karena di kerajaan tersebut banyak sekali orang-orang suci. Dan mereka tidak pernah mau berperang dengan kerajaan manapun.


Kerajaan Maha Resi adalah satu-satunya kerajaan yang sangat tertutup dan jarang sekali berinteraksi dengan kerajaan-kerajaan besar yang lain. Baik dari rajanya, sampai kepada semua rakyatnya. Konon hal itu dilakukan demi menjaga kesucian dari Kerajaan Maha Resi.


Selama tidak ada penyerangan ke istana ataupun wilayahnya, maka Kerajaan Maha Resi tidak akan mau membunuh siapa pun. Jadi mereka hanya mau membunuh musuh yang masuk ke wilayah mereka sendiri. Prabu Jabang Wiyagra juga diberi peringatan oleh Eyang Badranaya untuk tidak menyerang kerajaan tersebut.


Karena seberapa keras pun sebuah kerajaan berusaha ingin menyerang ke wilayah Kerajaan Maha Resi, sudah bisa dipastikan akan kalah. Dan tidak akan pernah bisa kembali ke kerajaannya sendiri. Prabu Jabang Wiyagra tidak diberitahu secara lengkap oleh Eyang Badranaya soal apa yang terjadi di Kerajaan Maha Resi.


Namun jika Eyang Badranaya sudah memberikan peringatan, pasti ada alasan kuat kenapa Prabu Jabang Wiyagra tidak boleh menyerang ke sana. Prabu Jabang Wiyagra pun menuruti semua nasehat dari Eyang Badranaya. Karena dia tidak mau tujuan mulianya berubah menjadi sebuah kekejaman.


Apalagi Kerajaan Maha Resi tidak pernah mencari masalah dengan siapapun. Kerajaan Maha Resi juga dikenal sebagai kerajaan yang selalu 'Adem Ayem'. Prabu Jabang Wiyagra sendiri juga tidak pernah mendengar adanya kekacauan di Kerajaan Maha Resi. Apalagi peperangan.

__ADS_1


Banyak sekali cerita tentang kerajaan yang sangat misterius ini. Kabarnya, Kerajaan Maha Resi dipimpin oleh seorang raja yang tidak pernah sekalipun keluar dari wilayah kerajaannya. Dia bakal memerintah Kerajaan Maha Resi melalui tangan kanannya. Jadi Sang Raja tidak memerintah secara langsung.


Dan soal kehebatan yang mereka miliki, tidak ada satupun orang yang mau menceritakannya. Karena saking hebatnya mereka, mereka tidak pernah menemukan lawan yang sepadan. Dengan kata lain siapapun yang mencoba memusuhi mereka, dipastikan akan mati.


Hal ini diperkuat dengan pesan yang disampaikan oleh Eyang Badranaya kepada Prabu Jabang Wiyagra. Eyang Badranaya sangat melarang keras semua orang yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela, untuk menyerang Kerajaan Maha Resi.


Prabu Jabang Wiyagra juga menyampaikan nasehat tersebut pada para abdinya yang lain. Orang-orang seperti Mangku Cendrasih dan juga Ki Singo Rogo, sudah tidak lagi heran dengan nasehat yang disampaikan oleh Eyang Badranaya kepada Prabu Jabang Wiyagra.


Karena memang kisah mengenai Kerajaan Maha Resi sudah sangat melegenda. Begitu juga dengan kerajaannya. Bahkan tidak ada satupun raja yang pernah datang ke sana, ataupun mendapatkan undangan dari Sang Raja yang memimpin Kerajaan Maha Resi.


Pangeran Rawaja Pati lalu menceritakan sebuah kisah tentang Kerajaan Maha Resi di masa lalu. Bahwa sebenarnya Kerajaan Maha Resi banyak dihuni oleh bangsa khayangan. Mereka semua turun ke bumi dan membuat satu tempat untuk menetap.


Hal itu sangat berseberangan dengan apa yang menjadi tugas utama mereka. Karena akibat dari serangan yang dilakukan oleh salah satu dari mereka, Tanah Jawa berada dalam ketidakseimbangan.


Karena orang-orang yang berbuat jahat ternyata dipengaruhi oleh suatu kekuatan dahsyat, yang membuat mereka menjadi orang-orang yang baik. Tetapi masalahnya adalah mereka tidak benar-benar melakukan kebaikan dari dalam hati mereka sendiri, tetapi karena mereka dikendalikan.


Pengendalian pikiran yang dilakukan membuat orang-orang yang ada di Tanah Jawa menjadi terlihat tidak normal. Karena apapun yang mereka lakukan selalu dibawah pengendalian yang tidak berasal dari diri mereka sendiri. Dan mereka juga sulit untuk berkembang.


Sampai pada akhirnya para raja memutuskan untuk memulangkan salah satu anak dari bangsa khayangan, yang melakukan hal tersebut. Seseorang yang dianggap sebagai anak dewa itu merasa sangat kecewa, karena semua hal baik yang dia lakukan sudah dianggap salah dan menyalahi aturan.

__ADS_1


Padahal apa yang dia lakukan, demi kebaikan semua orang agar tidak ada peperangan, dan juga kekacauan. Namun apa yang orang itu lakukan membuat pikirannya menjadi kacau, dan selalu menganggap semua manusia itu jahat.


Sehingga orang itu memperalat manusia untuk selalu melakukan kebaikan secara terus-menerus, hingga manusia lupa kepada jati diri mereka sendiri. Karena kebaikan yang dipaksakan justru adalah suatu kejahatan.


Dia yang kecewa pun akhirnya berusaha mengendalikan pikiran orang-orang yang ada di wilayah tersebut, untuk melakukan perlawanan kepada saudara-saudaranya sendiri. Sehingga yang awalnya baik, dia kemudian berubah menjadi sangat jahat.


Hal itu sesuai dengan apa yang dikatakan oleh para raja dari khayangan. Bahwa setiap kebaikan yang dipaksakan, pasti akan menimbulkan kejahatan. Sehingga terjadilah sebuah pertempuran besar, antara bangsa manusia dan bangsa Kayangan.


Orang-orang yang berada di wilayah itu, kala itu benar-benar tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan. Dan itu terjadi selama bertahun-tahun. Karena setiap hari, mereka selalu dikendalikan oleh kekuatan yang dimiliki oleh orang yang berasal dari bangsa khayangan tersebut.


Semua pasukan bangsa khayangan pun diperintahkan untuk menangkap orang itu, lalu memenjarakannya di bagian paling dalam dari bumi. Sehingga sampai kapanpun, dia tidak akan pernah bisa keluar. Hingga ratusan tahun berlalu, dan akhirnya orang itu pun mati terkubur di bagian paling dalam dari bumi.


Kematian salah satu orang dari bangsa khayangan itu menimbulkan beberapa bencana. Salah satu bencana yang paling besar adalah gunung meletus. Dan membuat sebagian kecil tempat yang ada di Tanah Jawa kala itu menjadi rusak parah.


Banyak orang-orang yang mulai mengungsi, dari satu tempat ke tempat lain, untuk mencari tempat perlindungan yang lebih aman. Dan pada saat itu, Kerajaan Maha Resi berkontribusi besar dalam mengembalikan kejayaan Tanah Jawa. Sekaligus mengenalkan orang-orangnya kepada Yang Maha Kuasa.


Namun sebagian dari orang-orang Jawa kalan itu pun mulai tamak. Mereka mulai merasa benar sendiri, karena banyak sekali orang yang pada waktu itu menjadi raja dengan harta yang melimpah ruah seakan tidak ada habisnya. Mereka mulai saling menyerang satu sama lain, sesama orang Jawa.


Sehingga menyuburkan banyak sekali perpecahan dan peperangan besar. Kerajaan Maha Resi hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka semua karena itu adalah bagian dari takdir Yang Maha Kuasa, agar dijadikan pembelajaran untuk manusia-manusia yang hidup di masa depan. Sekaligus, agar manusia bisa menemukan jalan kebaikan yang sejati.

__ADS_1


Agar manusia juga belajar artinya persaudaraan, dan juga persatuan. Namun manusia-manusia generasi selanjutnya pun masih tetap melakukan hal yang sama. Karena mereka terlalu menuruti hawa nafsu, sehingga banyak dari mereka yang bahkan dengan tega menjadikan saudara-saudara mereka sebagai budak.


__ADS_2