
"Hey Panglima Galang Tantra! Jangan hanya berani menyerang pasukanku! Lawanmu yang sesungguhnya ada di sini!" Teriak Ratu Mekar Senggani di tengah-tengah kerusuhan itu.
Panglima Galang Tantra kembali merubah wujudnya menjadi manusia, dia berkata dengan lantang kepada Ratu Mekar Senggani,
"Akhirnya kau muncul juga perempuan busuk! Semua rencanamu akan berakhir malam ini! Begitu juga dengan kekuasaanmu."
Ratu Mekar Senggani tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Panglima Galang Tantra. Karena tidak akan lama lagi, para pasukannya yang lain akan sampai di tempat ini. mereka akan sampai dengan membawa rakyat Kerajaan Panca Warna yang sudah siap mati untuk Ratu Mekar Senggani.
"Mungkin kamu bisa mengalahkanku, tapi tidak dengan kekuatan rakyatku yang luar biasa. Mereka akan terus memburumu kemanapun kamu pergi. Jadi jangan harap kamu bisa menemukan tempat aman setelah ini."
"Kita buktikan saja sekarang." Ucap Panglima Galang Tantra yang langsung menyerang Ratu Mekar Senggani.
Panglima Galang Tantra langsung melancarkan pukulan dan tendangan kepada Ratu Mekar Senggani. Ratu Mekar Senggani berusaha menghindar sebisa mungkin. Dia ingin mengetahui lebih banyak tentang Panglima Galang Tantra. Karena Jika dia melakukan perlawanan sekarang, sudah bisa dipastikan dia akan kalah, atau bahkan mati di tangan Panglima Galang Tantra, yang memiliki ilmu kanuragan di atas rata-rata.
Sembari bertarung, Panglima Galang Tantra terus memprovokasi Ratu Mekar Senggani, agar membalas semua serangannya. Bahkan Panglima Galang Tantra mengejek dengan kalimat yang membuat Ratu Mekar Senggani marah besar. Sekuat apapun Ratu Mekar Senggani menahan dirinya, tetap saja dia terpancing untuk melakukan serangan kepada Panglima Galang Tantra.
"Lihatlah dirimu ratu busuk. Semua laki-laki sudah menjamah tubuhmu. Kau sudah kotor, busuk, dan sangat tidak menarik. Kalau saja kau tidak memiliki fisik yang secantik ini, pasti semua orang akan meludahimu karena merasa jijik kepadamu." Ucap Panglima Galang Tantra sembari terus menyerang Ratu Mekar Senggani.
Ratu Mekar Senggani semakin terbakar marahnya mendengar penghinaan tersebut. Dia berusaha sekuat tenaga untuk melawan Panglima Galang Tantra. Tapi tidak ada satupun pukulan ataupun tendangannya yang mengenai tubuh Panglima Galang Tantra. Dengan mudah Panglima Galang Tantra bisa menghindari setiap Serangan yang diberikan oleh Ratu Mekar Senggani kepadanya.
__ADS_1
"Kau juga akan mati malam ini Panglima! Aku tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja! Kau harus mati di tanah ini!"
Panglima Galang Tantra hanya tertawa. Dia lalu mengeluarkan sebuah ilmu ya itu Ajian Brajamusti. Panglima Galang Tantra sudah menguasai semua tingkatan dalam Ajian Brajamusti, sehingga kekuatan ajian itu berlipat ganda. Ratu Mekar Senggani berusaha menghindari serangan Ajian Brajamusti yang dilesatkan oleh Panglima Galang Tantra.
Tapi sayangnya, serangan tersebut malah mengenai para pasukan Ratu Mekar Senggani yang sedang melawan Pasukan Bara Jaya. Melihat puluhan pasukannya tewas dalam satu kali pukulan, Ratu Mekar Senggani akhirnya juga mengeluarkan ilmu pukulan yang ia miliki. Ratu Mekar Senggani juga memiliki Ajian Brajamusti. Sehingga saat ilmu yang sama, dari kedua orang itu diadu, dimulai sebuah ledakan besar di tempat tersebut.
Panglima Galang Tantra terlempar ke belakang, tapi masih dalam keadaan berdiri tegak. Begitu juga dengan Ratu Mekar Senggani yang langsung tersungkur ke tanah. Karena tubuhnya tidak mampu menahan ledakan besar tersebut. Efek Ledakan dari Ajian Brajamusti membuat tanah di sekitar Ratu Mekar Senggani dan Panglima Galang Tantra menjadi terbakar.
Ajian Brajamusti memang bukanlah ajian sembarangan. Akibatnya, tanah menjadi terasa panas. Ratu Mekar Senggani kembali berdiri dan langsung menyerang Panglima Galang Tantra, untuk kesekian kalinya. Tapi dalam keadaan yang sudah mulai melemah, Serangan yang dilakukan oleh Ratu Mekar Senggani menjadi tidak beraturan. Bahkan Ratu Mekar Senggani sudah mulai kesulitan untuk menjaga keseimbangan tubuhnya.
Melihat Ratu Mekar Senggani yang sudah mulai terdesak, Panglima Galang Tantra berniat untuk menangkap dan menculik Ratu Mekar Senggani. Tapi ternyata tidak semudah perkiraannya. Ternyata sifat jahat Ratu Mekar Senggani membentuknya menjadi sosok perempuan yang kuat. Karena meskipun sudah dihajar berkali-kali, Ratu Mekar Senggani masih tetap bisa berdiri tegak dan kembali melakukan perlawanan.
Ratu Mekar Senggani seorang perempuan yang sangat tangguh. Walaupun sering melakukan perbuatan bejat, tetapi Ratu Mekar Senggani adalah seorang ratu yang sangat bertanggung jawab. Di setiap detik pertarungan melawan Panglima Galang Tantra, Ratu Mekar Senggani berusaha untuk menghindari pertarungan di dekat para pasukannya. Dia bahkan berusaha menjauhkan Panglima Galang Tantra dari para pasukannya yang juga sedang berjuang.
Kali ini, Panglima Galang Tantra hanya berusaha untuk meraih kedua tangan Ratu Mekar Senggani, agar bisa menculiknya. Serta membawanya ke Kerajaan Wiyagra Malela. Dengan begitu semua pertempuran ini akan berakhir. Namun para pasukan Ratu Mekar Senggani juga berusaha menghalangi Panglima Galang Tantra, yang sedang berusaha untuk menangkap ratu mereka.
Bahkan ada beberapa orang prajurit yang berani menantang Panglima Galang Tantra.
"Hey! Kalau kamu ingin membawa ratu kami, langkahi dulu mayat kami!" Ucap seorang pendekar yang berusaha menyerang Panglima Galang Tantra.
__ADS_1
Panglima Galang Tantra berusaha menghindari serangan para prajurit itu dan berkata kepada mereka,
"Sudahlah. Hentikan semua pertempuran ini. Kembalilah ke keluarga kalian. Mereka menanti kepulangan kalian."
"Hidup mati kami untuk Kerajaan Panca Warna dan Ratu Mekar Senggani! Dan tidak ada satu makhluk pun yang bisa menghalangi tekad kuat kami!"
Panglima Galang Tantra dengan terpaksa harus mengajar mereka semua. dan dengan sekali pukulan mereka langsung terkapar di tanah. Panglima Galang Tantra tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut karena sekarang kondisi Ratu Mekar Senggani sudah sangat lemah, dan hampir saja tidak sadarkan diri. Panglima Galang Tantra langsung memerintahkan para pasukannya untuk mundur, menuju istana Kerajaan Wiyagra Malela dengan membawa Ratu Mekar Senggani yang sudah dalam keadaan lemah tak berdaya.
Dengan ilmu kanuragan yang mereka miliki, seketika mereka langsung lenyap dari istana Panca Warna. Para pasukan yang ada di sana pun kebingungan, karena mereka tidak mungkin bisa mengejar Panglima Galang Tantra dan Pasukan Bara Jaya. Para Patih kerajaan juga berusaha menggunakan ilmu yang sama, agar bisa menemukan keberadaan Panglima Galang Tantra dan Pasukan Bara Jaya. Tapi mereka tidak berhasil, dan malah melompat ke tempat lain.
"Sekarang bagaimana?! Ratu Mekar Senggani diculik. Kita tidak bisa melakukan apa-apa!"
"Sebaiknya kita semua kembali saja ke istana. Karena seharusnya Maha Patih Baruncing juga terlibat dalam pertarungan ini. Dia jasa harusnya berjuang bersama kita untuk mempertahankan istana. Tapi dia malah menghilang entah kemana."
Para Patih sama sekali tidak mengetahui bagaimana keadaan Maha Patih Baruncing saat ini.
"Aku yakin, pasti terjadi sesuatu kepada Maha Patih Baruncing. Ayo kita kembali saja ke istana sekarang."
"Ya sudahlah. Ayo."
__ADS_1
Para Patih tersebut pun langsung kembali ke istana. Dan di sana para pasukan yang tersisa, sedang menyelamatkan teman-teman mereka yang terluka untuk diobati oleh para tabib. Di sinilah para Patih yang menjaga istana belum mengetahui, kalau Maha Patih Baruncing sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, dan membutuhkan banyak sekali ramuan, agar bisa menyembuhkannya seperti sedia kala.