DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 310


__ADS_3

Mendengar kalau akan ada pembangunan kota baru yang bernama Kota Maja Negoro, Patri Asih yang kala itu sudah sembuh, langsung tersulut emosinya. Dia merasa tidak terima, karena sekarang kekuatan pasukan yang miliki sudah semakin berkurang. Karena ternyata, Patri Asih juga memiliki beberapa orang dalam, di Padepokan Ageng Maja Lingga. Yang selama ini cukup membantunya dalam melakukan banyak kejahatan.


Tapi dengan tertangkapnya Jiramani dan Mahendra, yang merupakan pentolan dari Padepokan Ageng Maja Lingga, Patri Asih terpaksa harus kembali mengasingkan dirinya. Dia tidak mau kalau sampai Prabu Jabang Wiyagra dan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela menemukan tempat persembunyiannya yang sekarang. Karena kekuatan pasukannya sangat tidak cukup, kalau harus melakukan perlawanan.


Ditambah dengan Patri Asih yang baru saja sembuh dari sakitnya, setelah melakukan serangan secara ghaib, kepada Prabu Jabang Wiyagra. Patri Asih masih harus melakukan penyembuhan, agar ilmu kesaktiannya dapat dia kuasai kembali. Karena setelah menyerang Prabu Jabang Wiyagra pada malam itu, Patri Asih mengalami luka dalam yang sangat-sangat parah. Dan membuatnya tidak bisa bertarung dalam waktu yang lama.


Kalau dia tetap memaksakan diri menghadapi Prabu Jabang Wiyagra dan pasukannya, maka sudah pasti dia akan mati. Pasukan Kerajaan Wiyagra Malela semakin hari juga semakin dekat dengan tempat persembunyian Patri Asih saat ini. Sehingga semua pergerakan yang dilakukan oleh Patri Asih dan kelompoknya, pasti akan ketahuan. Dengan terpaksa, Patri Asih dan para pengikutnya terpaksa harus pergi dari tempat persembunyian mereka, menuju ke tempat yang jauh lebih aman, dari para prajurit Kerajaan Wiyagra Malela. Yang sudah sangat dekat dengan tempatnya saat ini.

__ADS_1


Patri Asih pergi dengan penuh kekesalan, bersama dengan beberapa orang pengikutnya yang masih setia kepada dirinya. Patri Asih berjanji, kalau suatu hari nanti dia akan membalas semua yang telah dilakukan oleh Prabu Jabang Wiyagra dan pasukannya, kepada dirinya. Padahal semua orang pun pasti yang tahu, kalau Patri Asih-lah yang telah bersalah. Namun dia bersikap seolah-olah dia adalah korban dari kekejaman yang dilakukan oleh Prabu Jabang Wiyagra dan juga pasukan Kerajaan Wiyagra Malela.


Padahal apa yang telah dilakukan oleh Prabu Jabang Wiyagra sudahlah benar. Prabu Jabang Wiyagra berhak untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya sendiri, dari pengaruh orang-orang jahat seperti Patri Asih. Dari yang awalnya memiliki ratusan hingga ribuan pasukan, sekarang Patri Asih bahkan hanya memiliki beberapa orang saja. Itupun para pengikut setia yang masih bisa ia bodohi. Sehingga mereka masih bertahan, dan dengan setia menemani kemanapun Patri Asih pergi. Tanpa mereka sadari, kalau sekarang mereka hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.


Patri Asih memang memiliki sebuah ilmu untuk mempengaruhi pemikiran seseorang. Sehingga dia bisa dengan mudah merekrut siapa saja, untuk bergabung dengan kelompoknya. Bahkan saat dalam perjalanan, Patri Asih masih menyempatkan dirinya untuk mempengaruhi para warga desa yang tidak tahu apa-apa. Dan menjadikan mereka sebagai budaknya. Yang siap untuk mematuhi perintah apa saja, dari Patri Asih. Mereka bahkan rela menyerahkan harta benda yang mereka miliki, kepada Patri Asih. Karena mereka sedang dalam mempengaruhi ilmu kesaktian, yang digunakan oleh Patri Asih.


Karena selama dia memiliki banyak harta dan kekayaan, maka dia bisa melakukan apa saja. Patri Asih bahkan bisa mulai membentuk kembali pasukannya sendiri, dengan semua harta yang ia miliki. Patri Asih tidak ingin menyerap begitu saja. Dia akan berusaha terus, agar ia bisa menjatuhkan pemerintahan Prabu Jabang Wiyagra, dan menduduki tahta Kerajaan Wiyagra Malela. Ambisinya untuk menjadi seorang penguasa sangatlah besar. Patri Asih masih belum puas dengan apa yang ia dapatkan sekarang. Dia selalu menginginkan yang lebih, dan lebih lagi.

__ADS_1


Patri Asih memiliki sebuah impian, yaitu menaklukkan seluruh daratan dan lautan yang ada di Tanah Jawa ini. Dia tidak peduli bagaimana caranya. Apapun akania korbankan demi mencapai tujuan besarnya itu. Namun satu hal yang tidak ia ketahui adalah, dua orang kepercayaannya, yaitu Jiramani dan Mahendra, juga memiliki ambisi yang sama dengan dirinya. Patri Asih sebenarnya sudah sering sekali dibohongi oleh Jiramani dan Mahendra. Karena Jiramani dan Mahendra bukan orang yang bodoh, maka mereka berdua sangat mudah untuk membuat Patri Asih percaya.


Belum lagi, Patri Asih juga tidak terlalu becus dalam mengurus kelompoknya sendiri. Karena banya dari anggota kelompoknya, yang justru malah membencinya. Banyak sekali orang yang menginginkan kematian Patri Asih. Mereka ingin sekali Patri Asih lenyap dari dunia ini, agar orang-orang itu tidak lagi memiliki pesaing. Dikarenakan mereka juga memiliki ambisi yang sama. Mereka sama-sama ingin menjadi penguasa di Kerajaan Wiyagra Malela. Apalagi wilayah Kerajaan Wiyagra Malela sangatlah luas. Dan juga memiliki banyak sekali tempat strategis.


Bahkan dengan persenjataan yang sederhana sekalipun, sudah bisa dipastikan kalau Kerajaan Wiyagra Malela tetap akan menjadi pemenang, jika sampai terjadi peperangan dengan negara tetangga. Hal itu bisa dilihat dari kecerdasan orang-orang yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela. Kebanyakan dari mereka memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata orang biasa. Bahkan banyak sekali negara-negara tetangga yang ingin belajar dari mereka. Ada juga yang rela membayar mahal untuk satu orang cerdas, yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela. Untuk mereka pekerjakan di negara mereka.


Namun Prabu Jabang Wiyagra selalu memiliki alasan, agar negara lain tidak mengambil orang-orang cerdas yang ada di Tanah Jawa. Karena pengaruh yang sangat kuat itulah, banyak sekali orang yang semakin penasaran, dan bahkan berusaha keras agar bisa menaklukkan Kerajaan Wiyagra Malela. Mereka bahkan tidak segan untuk mengirimkan para pembunuh bayaran, untuk membunuh Prabu Jabang Wiyagra. Seperti yang juga dilakukan oleh Patri Asih, dalam beberapa waktu yang lalu. Yang harus mengakibatkan dirinya terluka parah. Untung saja dia masih berhasil selamat. Dan masih memiliki banyak sekali kesempatan hidup.

__ADS_1


Yang sangat disayangkan adalah, Patri Asih menyia-nyiakan kesempatan bagus tersebut. Padahal, kalau pada waktu itu Prabu Jabang Wiyagra mau, Prabu Jabang Wiyagra pasti sudah berhasil membunuh Patri Asih. Namun seperti biasanya, Prabu Jabang Wiyagra akan selalu memberikan kesempatan dua kali, kepada musuh-musuhnya. Sekarang, kesempatan yang diberikan oleh Prabu Jabang Wiyagra kepada Patri Asih sudah habis. Patri Asih sedang diburu oleh semua orang yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela. Karena Prabu Jabang Wiyagra berjanji, akan memberikan imbalan besar, kepada siapa saja yang bisa menemukan Patri Asih.


__ADS_2