
"Kang, nanti malam sepertinya waktu yang tepat untuk kita melarikan diri dari tempat ini." Ucap anak buah Bajur.
"Kamu yakin?"
"Yakin Kang. Malam ini akan banyak para penjaga yang berkeliling desa. Dan sebagian dari kita juga bertugas untuk menjaga tempat ini. Jadi, kita bisa kabur bersama-sama. Tapi kita perlu menghabisi beberapa orang dari kelompok lain, yang juga ikut berjaga malam ini."
"Itu urusan gampang. Yang penting kita bisa atur waktunya saja. Jangan tengah malam, itu terlalu biasa. Kita lakukan menjelang pagi hari. Saat itu akan banyak sekali penjaga yang mengantuk, dan mulai terlelahan. Dan kalian, harus bisa mencuri waktu untuk beristirahat. Saat semuanya dimulai, tidak boleh ada yang kelelahan ataupun ketiduran. Kalian paham?"
"Paham Kang."
"Lalu, apa kita perlu membawa barang-barang yang ada di tempat ini Kang?"
__ADS_1
"Jangan. Jangan ambil satupun barang di tempat ini. Begitu juga dengan barang-barang kita. Biarkan saja. lagi pula barang yang kita bawa bukanlah barang-barang penting. Ataupun barang-barang mewah. Kita masih bisa mendapatkannya di tempat lain dengan mudah. Yang paling penting sekarang adalah nyawa kita."
"Baik Kang. Kami akan selalu siap, kapan saja Kang Bajur memberikan perintah kepada kami. Kami pastikan, kalau setiap jalur yang akan dilewati Kang Bajur terbuka lebar-lebar."
"Ya. Tapi aku berharap tidak ada yang ditinggalkan di tempat ini. Masuk bersama. Keluarpun bersama. Aku tidak mau, kalau sampai aku harus menyampaikan pesan kepada keluarga kalian. Aku ingin, kita semua tetap bersama-sama. Saling melindungi satu sama lain. Agar kita semua bisa kembali ke keluarga kita."
"Baik Kang."
Setelah selesai digunakan, senjata-senjata tersebut akan dimasukkan kembali ke dalam ruang persenjataan itu. Dan hanya pengikut setia Patri Asih saja yang bisa membuka pintu bangunan tersebut. Salah satu orang yang memegang kunci bangunan itu, selalu membawa kuncinya kemanapun ia pergi. Tidak pernah sekalipun dia melepaskan kunci itu dari sebuah kantong yang ia kalungkan di lehernya. Orang itu benar-benar mengawasi bangunan tersebut dengan sangat ketat. Setiap malam dia selalu mengitari area tersebut. Khawatir kalau akan ada orang, ataupun para pendekar yang mencuri senjata. Patri Asih juga tidak mau, kalau sampai ada pemberontakan di dalam kelompoknya. Jika sampai terjadi, maka bangunan penyimpanan senjata itulah yang akan menjadi sasaran.
Senjata-senjata itu adalah senjata yang jauh lebih modern, daripada panah dan pedang. Ada juga beberapa unit senjata jenis senapan. Yang diisi dengan bubuk peledak. Senjata-senjata modern itu mereka dapatkan dari para pemberontak negeri sebrang. Mereka juga menjual beberapa senjata asli dari negara mereka. Salah satunya adalah senjata pemanah beruntun. Yang bisa mengeluarkan ratusan anak panah dengan sekali lesatan. Walaupun jumlahnya belum terlalu banyak, tapi sudah sangat membantu Patri Asih dan para pasukannya. Banyak orang yang berhasil dilukai karena senjata-senjata tersebut. Itulah yang juga menjadi incaran Bajur dan kelompoknya. Hanya saja mereka belum dapat kesempatan.
__ADS_1
Yang terpenting sekarang, Bajur dan seluruh anak buahnya bisa melarikan diri dari tempat ini. Ada ketakutan tersendiri dalam diri Bajur. Dia takut, kalau sampai ada anak buahnya yang tertangkap ataupun dibunuh di tempat ini. Jika hal itu sampai terjadi, maka Bajur harus siap disalahkan oleh keluarga anak buahnya. Karena dialah yang memiliki rencana pelarian tersebut. Dia juga sudah berjanji akan bertanggung jawab, jika sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jumlah anak buah yang dimiliki Bajur hanya dua puluh orang saja. Tapi mereka cukup cekatan dalam berbagai hal. Jarang sekali mereka gagal ketika melakukan sesuatu. Tetap saja, hal itu tidak bisa dijadikan jaminan, kalau mereka semua bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini. Patri Asih adalah orang yang sangat kejam dan tidak berperasaan.
Siapa saja yang berani membantah perintahnya, dan melanggar larangannya, maka harus siap menerima hukuman, berupa kematian. Patri Asih hanya manis saat di awal saja. Selanjutnya, Patri Asih akan mulai menampakan sifat busuk yang tersimpan di dalam dirinya. Semua kata-kata manis yang ia keluarkan di hadapan semua orang, hanyalah untuk menarik simpati. Karena dia memiliki kepentingan sendiri. Namun pada dasarnya, Patri Asih tidak lebih buruk dari raja-raja yang lainnya, yang pernah ditaklukan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Patri Asih dan kelompoknya suka sekali membuat berbagai macam fitnah soal Prabu Jabang Wiyagra. Mereka menggunakan berbagai cara untuk bisa menghancurkan nama besar Sang Maha Raja, Prabu Jabang Wiyagra. Agar dia bisa menghancurkan kepercayaan masyarakat.
Tetapi usaha tersebut masih belum berhasil sepenuhnya. Kebanyakan justru mencemooh apa yang dikatakan oleh Patri Asih di hadapan orang-orang. Di sinilah Patri Asih akan unjuk taring. Dia akan memerintahkan para pengikutnya untuk menghabisi orang-orang yang bisa menghalangi jalannya. Hingga akhirnya, kebanyakan orang terpaksa mempercayai apa yang dikatakan oleh Patri Asih. Walaupun sebenarnya mereka sama sekali tidak mempercayai apa yang telah ia katakan. Bagi mereka yang memiliki nyali untuk melakukan perlawanan, pasti akan melaporkan hal tersebut kepada para prajurit Kerajaan Wiyagra Malela. Yang kemudian disampaikan kepada Prabu Jabang Wiyagra. Karena hanya itulah yang bisa mereka lakukan. Mereka tidak berani melawan Patri Asih dan pasukannya, yang jauh lebih kuat.
Yang bisa mereka lakukan sekarang hanyalah, bergerak di bawah tanah. Mereka mengirimkan informasi sebanyak mungkin kepada para prajurit Kerajaan Wiyagra Malela. Dari sinilah Prabu Jabang Wiyagra juga bisa mengetahui semua pergerakan yang dilakukan oleh musuh-musuhnya. Meskipun ada juga pasukan yang ia kirimkan untuk memata-matai Patri Asih dan para pengikut setianya, tapi hal itu masih belum cukup untuk mengenal Patri Asih lebih dekat. Prabu Jabang Wiyagra membutuhkan informasi dari semua pihak yang mendukungnya. Sekecil apapun informasi yang diberikan, tetap akan berguna bagi Prabu Jabang Wiyagra, dan para pasukannya yang terjun ke pertempuran. Dengan bantuan orang-orang seperti mereka inilah, Prabu Jabang Wiyagra dan seluruh pasukannya bisa mengetahui apa saja.
Meskipun Prabu Jabang Wiyagra sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan Patri Asih, tapi Prabu Jabang Wiyagra tidak ingin Patri Asih mati dengan cepat. Karena membunuh Patri Asih saja masih belum cukup untuk membersihkan Kerajaan Wiyagra Malela dari para sampah yang berserakan. Patri Asih juga diketahui memiliki hubungan dengan orang dalam, di salah satu kerajaan kecil, yang berada di bawah kepemimpinan Prabu Jabang Wiyagra. Prabu Jabang Wiyagra telah memberikan perintah kepada semua raja-raja yang berada di bawah kepemimpinannya, untuk memeriksa setiap pejabat yang ada di istana mereka masing-masing, dengan lebih teliti. Prabu Jabang Wiyagra juga meminta mereka untuk lebih berhati-hati kepada setiap orang yang ada di dalam kerajaan mereka, karena sangat besar potensi terjadinya pengkhianatan.
Prabu Jabang Wiyagra tidak sembarangan dalam menghadapi musuhnya. Selemah apapun musuh yang dihadapi, Prabu Jabang Wiyagra akan selalu berhati-hati. Karena jika beliau sampai salah mengambil sebuah keputusan, maka kerajaan-kerajaan kecil yang ada di bawah kepemimpinannya, pasti akan menjadi korban. Dengan wilayah kekuasaan yang semakin hari semakin meluas, Prabu Jabang Wiyagra harus benar-benar teliti dalam melakukan setiap hal. Perintah yang keluar dari tenggorokannya, adalah hukum yang harus dipatuhi oleh semua orang. Jadi, apapun yang dikatakan oleh Prabu Jabang Wiyagra, maka semua orang yang ada di bawahnya pasti akan menjalankannya. Akan sangat berbahaya, jika terjadi kesalahan.
__ADS_1
Prabu Jabang Wiyagra sendiri mengakui kecerdasan yang dimiliki oleh Patri Asih. Karena selama masa pengejaran, Patri Asih selalu saja berhasil lolos dari buruan para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela. Yang artinya, Patri Asih juga sangat teliti dalam menghadapi setiap hal. Untuk itulah, Prabu Jabang Wiyagra sengaja memancing kedatangan Patri Asih ke wilayah-wilayah besar yang ada di Kerajaan Wiyagra Malela. Dengan demikian, fokus Patri Asih akan sedikit teralihkan. Dan bisa dengan mudah masuk dalam perangkap yang sudah Prabu Jabang Wiyagra siapkan. Melawan musuh yang cerdas, juga harus menggunakan cara yang cerdas. Kesaktian dan kehebatan fisik saja tidak cukup untuk mengalahkan seorang Patri Asih, yang sudah cukup berpengalaman.