
Seakan tidak memiliki rasa bosan, Panglima Lara Kencana terus-menerus menyiksa si laki-laki tersebut. Sekarang keadaan si laki-laki itu benar-benar sudah payah. Dia hanya bisa merintih menahan sakit di sekujur tubuhnya. Panglima Lara Kencana belum puas menyiksa laki-laki itu. Bahkan, dia juga memaksa para pemberontak yang terkubur setengah badan, untuk melihat temannya itu sedang disiksa secara sadis. Ada yang sampai muntah, karena tidak tahan melihat penyiksaan yang diberikan oleh Panglima Lara Kencana kepada laki-laki itu.
Setelah menyayat dada orang itu, Panglima Lara Kencana sedikit demi sedikit mulai mengiris telinga kanannya. Tapi tidak sampai putus. Hal itu sengaja dilakukan, agar si laki-laki merasakan rasa sakit yang jauh lebih sakit lagi. Lalu, Panglima Lara Kencana memasukkan berbagai macam serangga ke dalam telinga kiri laki-laki itu, dengan sebuah bambu berukuran kecil yang telah dilubangi pada bagian-bagian tengahnya. Orang itu hanya bisa mengarang kesakitan sembari berusaha menepis tangan Panglima Lara Kencana. Tapi semuanya tetap sia-sia saja.
Panglima Lara Kencana kemudian mendekati para anggota kelompok pemberontak yang lainnya, untuk menanyakan siapa nama laki-laki itu.
"Siapa namanya?" Tanya Panglima Lara Kencana kepada salah seorang dari mereka.
"Namanya Ramin. Dia salah satu orang kepercayaan Patih Lanja Arang." Jawab orang itu.
Panglima Lara Kencana lalu kembali mendekati laki-laki yang bernama Ramin itu.
"Ramin. Seharusnya kamu tidak harus mendapatkan penyiksaan sekejam ini dariku. Kalau kamu mau menjaga mulutmu. Tapi sayang sekali, sepertinya kamu orang yang sangat setia kepada Patih Lanja Arang. Dan inilah akibat dari memiliki kesetiaan kepada orang yang salah." Ucap Panglima Lara Kencana kepada Ramin.
__ADS_1
Ramin tidak memberikan jawaban apapun. Dia sudah tidak peduli lagi dengan apa yang akan dilakukan oleh Panglima Lara Kencana. Dia benar-benar sudah pasrah dengan nasibnya. Ramin tahu, kalau Patih Lanja Arang tidak akan peduli kepada pasukannya sendiri. Karena yang Patih Lanja Arang kirimkan ke tempat ini hanyalah segelintir orang, yang menurutnya tidaklah penting, dan tidak terlalu memberikan pengaruh kepada kelompoknya. Siapa saja yang ada di tempat ini, mereka semua hanyalah tumbal.
Namun Ramin begitu setia kepada Patih Lanja Arang. Karena dia merasa berhutang nyawa terhadap Patih Lanja Arang. Patih Lanja Arang juga sudah memberikan kehidupan yang layak untuk Ramin dan keluarganya. Meskipun Patih Lanja Arang adalah orang yang licik dan kejam kepada siapa saja, tapi dia masih memiliki sedikit belas kasih terhadap orang-orang yang mendukung pergerakannya. Dan salah satunya adalah Ramin sendiri. Meski dia harus dihadapkan dengan penyiksaan yang sangat kejam, dia tetap setia kepadanya.
Padahal sangat mudah untuk memberikan informasi yang dibutuhkan oleh Panglima Lara Kencana dan Ratu Mekar Senggani. Tapi lebih memilih untuk menerima siksaan itu, daripada harus mengatakan semuanya kepada Panglima Lara Kencana dan Ratu Mekar Senggani. Ditambah lagi, keluarga Ramin sudah dijanjikan oleh Patih Lanja Arang, kalau Ramin dan keluarganya, akan diberikan kehidupan yang jauh lebih baik daripada sekarang ini. Ramin dan keluarganya bisa memiliki apa saja yang mereka mau.
Teman-teman Ramin yang tergabung dalam kelompok pemberontakan Patih Lanja Arang, menganggap hal itu hanyalah sebuah bualan Patih Lanja Arang saja. Demi mendapatkan perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Ada salah satu orang lagi, yang mungkin saja sudah tidak tahan melihat hal itu, lalu memberikan semua informasi kepada Panglima Lara Kencana. Tapi dengan syarat, orang itu tidak akan mengatakannya di hadapan Ramin dan teman-temannya. Karena dia akan merasa sangat bersalah.
"Dasar pengkhianat! Kau pantas untuk mati!" Ucap salah seorang lainnya.
Ratu Mekar Senggani lalu membawa orang itu ke dalam rumahnya, untuk dimintai keterangan. Ratu Mekar Senggani ingin mengetahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh Patih Lanja Arang dan juga para pejabat istana yang telah berkhianat kepada Ratu Mekar Senggani. Dan baru saat itulah semuanya terbongkar dengan jelas. Bahwa Patih Lanja Arang sengaja mengirimkan pasukan untuk mengetahui kekuatan dari Ratu Mekar Senggani saat ini. Patih Lanja Arang menginginkan kematian Ratu Mekar Senggani, agar dia tidak memiliki pesaing.
Akan semakin mudah untuk dirinya mendapatkan tahta singgasana Kerajaan Panca Warna, kalau Ratu Mekar Senggani dan para pengikut setianya berhasil dibunuh. Patih Lanja Arang ingin menguasai sepenuhnya, seluruh wilayah Kerajaan Panca Warna. Dia ingin membalas semua rasa sakit yang ia dapatkan selama ini. Kebencian dan dengki sudah mendarah daging dalam diri Patih Lanja Arang. Dan dia akan melakukan segala cara untuk bisa membunuh Ratu Mekar Senggani. Kalau Patih Lanja Arang tidak bisa membunuh Ratu Mekar Senggani, maka dia akan membunuh para pengikutnya.
__ADS_1
"Lalu apa lagi yang ingin dia lakukan kepada diriku?" Tanya Ratu Mekar Senggani.
"Patih Lanja Arang juga ingin menghancurkan istana pertama Kerajaan Panca Warna. Karena menurut Patih Lanja Arang, tempat itu menyimpan banyak sekali kenangan buruknya di masa lalu. Terutama soal hubungan gelap Gusti Ratu dengan Maha Patih Baruncing. Dia masih menyimpan rasa sakit hati itu sampai sekarang, Gusti Ratu."
"Oh. Baiklah. Aku sudah bisa memahaminya. Lanjutkan. Katakan apa saja yang kamu ketahui tentang Patih Lanja Arang. Aku berjanji, aku akan membiarkanmu pulang ke keluargamu. Dan jika kamu mau, kamu bisa menjadi salah satu abdi setiaku."
Orang itu saat senang mendengar ucapan Ratu Mekar Senggani. Dia sudah sangat tidak tahan bersama dengan Patih Lanja Arang. Karena Patih Lanja Arang sering sekali berbuat kasar kepada anak buahnya sendiri. Bahkan, Patih Lanja Arang kerap kali melakukan pelecehan kepada istri-istri anak buahnya. Dan hal itu sudah berlangsung sangat lama. Ada ya sampai melahirkan seorang anak. Tapi Patih Lanja Arang yang memang seorang baji-ngan, tidak mau bertanggung jawab atas kelahiran anak itu. Dengan kejam, dia tega membunuh semua perempuan yang hamil karena ulahnya.
Sampai sekarang, di dada satupun anggota kelompok pemberontak yang berani melawan, dan membantah perintah Patih Lanja Arang. Karena Patih Lanja Arang sekarang sudah jauh lebih sakti daripada sebelumnya. Tidak ada satupun orang yang berani menantangnya. Saat dia merekrut para pasukan ini, Patih Lanja Arang juga sebenarnya mendesak dan memaksa mereka dengan kesaktian yang ia miliki. Karena itulah dia dibenci oleh pasukannya sendiri. Hanya segelintir orang saja yang setia kepadanya. Dan kebanyakan dari mereka yang menjadi pengikut Patih Lanja Arang, pasti memilih untuk tidak memiliki seorang istri.
Karena jika mereka sampai memiliki seorang istri, maka Patih Lanja Arang pun memiliki hak atas istri-istri mereka. Patih Lanja Arang pasti akan mencobai istri-istri mereka satu persatu. Untuk memuaskan hasrat birahinya. Para anggota kelompok tersebut hanya bisa menerima, tanpa bisa melakukan apa-apa. Sekalipun mereka bergabung menjadi satu untuk melawan kekejian yang dilakukan oleh Patih Lanja Arang pada mereka, mereka tetap tidak akan sanggup. Karena mereka semua sudah pernah mencobanya. Hasilnya? Mereka semua gagal total. Dan hanya mendapatkan penyerangan secara brutal.
Mendengar cerita tersebut, Ratu Mekar Senggani jadi tidak tahan. Dia ingin sekali menyerang Patih Lanja Arang dan para pengikut setianya. Dia marah, serta sangat kecewa kepada Patih Lanja Arang. Padahal, Maha Patih Baruncing tidak pernah sekalipun mengajarkan hal seperti itu kepada Patih Lanja Arang. Maha Patih Baruncing jujur mengajarkan hal-hal baik kepada anak didiknya itu. Tetapi karena hawa nafsu, dan ambisi kekuasaan yang begitu besar, Patih Lanja Arang menjadi gelap mata. Dan dengan tega dia menjebak Maha Patih Baruncing, tanpa merasa bersalah sedikitpun.
__ADS_1
Dia bisa sampai ke titik sekarang, itu pun berkat didikan Maha Patih Baruncing, yang diberikan kepadanya. Dulu, Patih Lanja Arang hanyalah seorang pecundang dan pengecut. Dia hanyalah seorang prajurit biasa yang tidak memiliki kedudukan apa-apa. Sama seperti dengan para prajurit Kerajaan Panca Warna yang lainnya. Namun suatu hari diagram dengan Maha Patih Baruncing. Sehingga Patih Lanja Arang bisa mendapatkan ilmu dari Maha Patih Baruncing. Yang kemudian mengantarkannya kepada posisi sekarang. Sampai dia memiliki banyak pasukan.