DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 149


__ADS_3

Keadaan Prabu Bawesi sangat-sangat ditutupi dari muka umum. Tidak ada satupun orang yang ada di luar istana Kerajaan Wesi Kuning tahu tentang bagaimana keadaannya saat ini. Bahkan Maha Patih Galangan sendiri tidak tahu apa yang terjadi kepada rajanya. Para Patih kerajaan juga tidak tahu mengenai hal itu.


Yang tahu dimana lokasi, dan juga bagaimana keadaan Prabu Bawesi hanyalah para raja-raja dan juga para tabib yang terlibat dalam proses penyembuhan Prabu Bawesi. Maha Patih Galangan dan para abdi Prabu Bawesi yang lain dibuat kebingungan. Setiap hari mereka mencoba untuk mencari keberadaan raja mereka.


Tujuan Maha Patih Galangan adalah, dia ingin semua peperangan ini diakhiri. Dia sudah tidak mau lagi kalau harus menindas rakyat Kerajaan Wesi Kuning. Akibat terluka karena serangan dari Pangeran Rawaja Pati, Maha Patih Galangan menjadi sadar, kalau di atas langit masih ada langit.


Kesombongannya selama ini, sama sekali tidak membawa rasa aman dan nyaman dalam dirinya. Selama ini Maha Patih Galangan tidak pernah merasakan rasa aman, karena terus-menerus diincar oleh orang-orang yang membencinya. Orang-orang yang ditindas olehnya, cepat atau lambat pasti akan datang untuk menuntut balas.


"Aku sudah tidak mau ada peperangan lagi. Aku sadar sekarang, kalau semua yang aku lakukan bersama Prabu Bawesi selama ini ternyata sudah salah besar. Rakyat kita dikorbankan hanya untuk kepentingan kita sendiri. Mereka menderita setiap hari." Ucap Maha Patih Galangan kepada para Patih bawahannya.


"Gusti Patih, memang selama ini apa yang kita lakukan sudah salah. Dan sama sekali tidak benar. Kami semua sebenarnya tidak pernah setuju dengan kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh Prabu Bawesi. Tapi orang-orang seperti kami bisa apa?" Ucap salah seorang Patih.


Maha Patih Galangan mengumpulkan ketujuh orang Patih kepercayaannya, untuk membahas masalah peperangan ini. Maha Patih Galangan dan para Patih yang ada di bawah pimpinannya, setuju untuk melakukan pemberontakan, kalau para raja-raja yang ada di bawah kepemimpinan Prabu Bawesi tetap melakukan peperangan.

__ADS_1


Maha Patih Galangan bersama ketujuh Patih kepercayaannya itu pun mulai membuat perencanaan untuk melakukan pemberontakan pertama mereka. Maha Patih Galangan ingin beberapa wilayah di sekitaran istana yang sedang dibangun benteng, dirusak dan dibakar. Maha Patih Galangan cukup memerintahkan para Patih, untuk membunuh setiap orang yang berjaga di sana .


Namun sebelum melakukan hal itu, Maha Patih Galangan dan para Patih harus mengumpulkan dulu pasukan-pasukan yang setia kepada mereka, dan yang tidak suka kepada pemerintahan Prabu Bawesi. Karena dengan begitu mereka baru bisa mendapatkan dukungan pasukan.


Maha Patih Galangan dan ketujuh Patih juga harus melakukan pencurian di beberapa gudang harta, yang terletak tidak jauh dari istana. Mereka tetap membutuhkan dana untuk melakukan penyerangan ke istana ini. Dan dengan terpaksa, Maha Patih Galangan menugaskan mata-mata kepercayaannya, untuk mengirimkan surat kepada Prabu Jabang Wiyagra.


Maha Patih Galangan mengungkapkan seluruh isi pikirannya kepada Prabu Jabang Wiyagra. Dia benar-benar sudah sadar, dan tidak mau lagi ada peperangan di Kerajaan Wesi Kuning. Maha Patih Galangan juga menjelaskan bagaimana situasi yang ada di dalam istana secara mendetail. Dari depan hingga belakang, dan dari kiri ke kanan.


Maha Patih Galangan menuliskan semua yang ada di dalam istana ini dalam surat tersebut. Surat itu begitu panjang, dan dituliskan pada sebuah kulit Maha Patih Galangan suka memberikan peta tentang kondisi yang ada di istana Kerajaan Wesi Kuning. Selama semalaman suntuk, Maha Patih Galangan menuliskan surat dan menggambar peta tersebut.


Agar tidak ada yang mengenali wajah mereka, mereka semua menggunakan penutup wajah berwarna hitam beserta topeng, dan juga pakaian yang serba hitam. Namun dalam penyerangan ke gudang persenjataan, para Patih ini tidak membawa keseluruhan pasukan mereka, karena itu akan menimbulkan kecurigaan.


Setelah berhasil mendapatkan semua senjata yang mereka butuhkan, para Patih ini memerintahkan pasukan yang mereka bawa untuk mengamankan senjata-senjata yang sudah mereka dapatkan. Sedangkan para Patih kembali melanjutkan serangan mereka ke gudang penyimpanan harta benda.

__ADS_1


Setelah membunuh para prajurit yang berjaga, mereka semua menggunakan kunci yang diberikan oleh Maha Patih Galangan untuk membuka gudang yang menyimpan harta benda, yang jumlahnya sangat banyak itu. Mereka semua terperangah, karena melihat banyak sekali emas, intan, dan berlian yang berserakan.


Tapi mereka tetap pada pendirian mereka, kalau semua harta yang akan mereka rampas adalah untuk kepentingan banyak orang, bukan untuk kepentingan diri mereka sendiri. Segera mereka mengeluarkan sebuah kain berwarna merah yang ukurannya sangat besar, yang sudah mereka siapkan sebelumnya.


Kain itu mereka gunakan untuk meraup semua harta yang ada di sana, tanpa sisa. Kain merah itu bukanlah kain merah sembarangan. Karena kain itu adalah kain bertuah, milik Maha Patih Galangan. Segala macam benda yang dibuat dari besi, pasti akan langsung raib jika ditaruh pada kain tersebut.


Karena memang fungsi kain itu adalah untuk membawa setiap harta yang diambil oleh Maha Patih Galangan. Maha Patih Galangan ternyata juga suka mengambil keuntungan pribadi, dari setiap pajak yang didapatkannya. Maha Patih Galangan mengambil harta curian itu untuk ia gunakan sendiri, tanpa sepengetahuan dari Prabu Bawesi.


Kain itu benar-benar ajaib, karena saat para Patih itu mulai menaruh bongkahan-bongkahan emas, dan juga berbagai macam harta benda ke kain tersebut, bongkahan-bongkahan emas dan semua harta yang mereka taruh langsung berubah menjadi sangat kecil. Dan dalam sekejap, harta yang mereka kumpulkan mulai menghilang dari pandangan.


Sekarang mereka semua sudah tahu kenapa Maha Patih Galangan memberikan kain itu kepada mereka semua. Tujuannya adalah untuk mengambil semua macam benda berharga yang ada di gudang penyimpanan harta. Kalau harus membawa barang-barang yang ada di sana hanya dengan kedua tangan mereka, maka mereka akan sangat kelelahan.


Tetapi jika mereka membawanya dengan kain ini, mereka bisa membawa semuanya, tanpa menyisakan apapun di tempat ini. Sehingga kalau nanti para pejabat di istana datang, mereka tidak akan mendapatkan apapun, kecuali gudang harta yang sudah kosong. Dan dengan begitu, pembangunan pertahanan di istana ini menjadi terhambat.

__ADS_1


Maha Patih Galangan masih terus sibuk dengan menggambar peta, dan juga menuliskan surat untuk Prabu Jabang Wiyagra. Sekali Maha Patih Galangan menggambarkan sesuatu, dia akan menuliskan dengan jelas segala sesuatu tentang gambar-gambar tersebut. Prosesnya pasti akan sangat-sangat lama, dan bahkan bisa memakan waktu selama berhari-hari.


Namun Maha Patih Galangan tidak menyerah begitu saja, karena dia Ingin menggapai semua harapannya. Maha Patih Galangan benar-benar ingin membuktikan kepada semua orang, terutama kepada Prabu Jabang Wiyagra, kalau dia sudah berubah, dan tidak akan mengulangi lagi kesalahannya.


__ADS_2