
Maha Patih Putra Candrasa lalu diberi minuman oleh orang tersebut. Dia meneguk minumnya dengan sangat cepat karena terasa tenggorokannya begitu haus.
"Terimakasih. Kisanak ini sebenarnya siapa?" Tanya Maha Patih Putra Candrasa.
"Tidak penting aku ini siapa, dan kamu tidak perlu tahu namaku. Yang terpenting sekarang adalah, kamu sudah aman di tempat ini. Tempat ini sangat buruk untuk beberapa orang. Apalagi orang-orang sepertimu." Jawab orang itu.
"Aku tidak tahu kenapa aku bisa sampai ke tempat ini."
"Jangan berbohong. Aku sudah tahu semuanya. Aku sudah tahu tujuanmu." Ucap orang itu.
Maha Patih Putra Candrasa terkejut karena orang itu seakan bisa mengetahui isi pikirannya. Padahal Maha Patih Putra Candrasa hanya tidak mau memberikan Apa penyebabnya dia datang kemari. Karena dia belum benar-benar mempercayai dan sama sekali tidak mengenal orang ini.
Tapi lagi-lagi Maha Patih Putra Candrasa dibuat terkejut karena orang itu mengatakan,
"Kamu tidak perlu mempercayaiku. Kamu hanya perlu menuruti apa perintahku, jika kamu ingin selamat. Karena tempat ini adalah tempat yang sangat mengerikan. Jauh lebih mengerikan dari apa yang kamu pikirkan."
"Lalu aku harus bagaimana sekarang?" Tanya Maha Patih Putra Candrasa.
__ADS_1
Orang itu memberitahu secara detail tempat ini. Kalau tempat ini adalah kerajaan jin yang suka sekali berbuat onar di dunia manusia. Dengan cara mempengaruhi pikiran manusia itu sendiri, agar manusia berperang satu sama lain. Sehingga akan menimbulkan banyak korban, yang akan Menjadi santapan dari para bangsa jin nakal ini.
Kerajaan jin ini dipimpin oleh seorang raja yang bernama Prabu Kalarang. Prabu Kalarang adalah seorang raja yang sangat kejam kepada musuh-musuhnya. Dia akan menghancurkan siapapun yang berani berbuat onar di kerajaannya. Bahkan dia juga menguasai bangsa jin yang lain.
Kekuasaannya sudah melebar kemana-mana. Sehingga dia menjadi raja jin yang paling ditakuti dan disegani oleh para bangsa jin yang lain. Prabu Kalarang memang berasal dari ras bangsa jin terkuat, sehingga dia sangat sulit untuk dikalahkan. Dan belum pernah ada yang mampu mengalahkannya.
Prabu Kalarang sudah memimpin kerajaannya selama ribuan tahun. Prabu Kalarang memiliki jutaan pasukan yang siap mati untuk dirinya. Sehingga selama seharian penuh, Prabu Kalarang akan selalu dikelilingi oleh para pasukannya. Dan para pasukannya ini pun bersama-sama berasal dari bangsa jin.
Orang itu juga mengatakan, kalau Prabu Kalarang suka memakan manusia. Begitu juga dengan rakyatnya yang terkenal sebagai para penghisap darah. Orang itu juga bilang, kalau setiap malam para pasukan Prabu Kalarang akan mengitari seluruh desa. Guna mencari mangsa.
Maha Patih Putra Candrasa yang mendengar itu bergidik ngeri. Tapi entah kenapa, Maha Patih Putra Candrasa merasa kalau orang itu penuh dengan kebohongan dan omong kosong. Dia merasa kalau orang itu sedang berusaha menipu Maha Patih Putra Candrasa.
Maha Patih Putra Candrasa tidak tahu akan pergi kemana lagi, karena seolah-olah tempat ini telah mencengkeramnya. Tubuhnya juga terasa semakin lelah, karena dia sudah berjalan sangat jauh. Maha Patih Putra Candrasa lalu diajak untuk masuk ke dalam rumah orang itu.
Namun saat itu, Maha Patih Putra Candrasa lebih memilih untuk tidur di luar saja, tepat di bawah salah satu pohon. Orang itu seperti tidak senang mendapatkan penolakan dari Maha Patih Putra Candrasa. Tetapi Maha Patih Putra Candrasa tidak mempedulikan hal tersebut.
Yang terpenting baginya adalah, sekarang dia bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan dari apapun dan siapapun. Maha Patih Putra Candrasa berusaha memejamkan kedua matanya. Namun disini, dia masih tetap berada dalam keadaan yang waspada. Karena Maha Patih Putra Candrasa merasa khawatir dengan orang itu.
__ADS_1
Bisa saja orang itu hanya berpura-pura baik kepadanya agar bisa menjebaknya. Dan disinilah Maha Patih Putra Candrasa baru mengingat satu hal. Kalau Prabu Jabang Wiyagra memerintahkannya untuk tetap berjalan lurus. Dan jangan berhenti sebelum dia sampai kepada tujuannya.
Tetapi Prabu Jabang Wiyagra sendiri tidak bisa memberi tahu secara pasti dimana lokasi pemberhentian Maha Patih Putra Candrasa. Karena itu adalah salah satu ujian yang harus dilewati oleh Maha Patih Putra Candrasa. Setelah menyadari hal tersebut, Maha Patih Putra Candrasa berusaha kabur dari tempat itu.
Pelan-pelan ya bangun dan melangkahkan kakinya menelusuri jalan yang menuju ke bawah. Maha Patih Putra Candrasa menengok kesana kemari untuk memastikan tidak ada yang mengikutinya atau melihatnya.
"Orang itu pasti sudah terlelap tidur. Aku harus pergi sekarang juga." Ucap Maha Patih Putra Candrasa.
Saat itu juga Maha Patih Putra Candrasa sedikit mempercepat langkah kakinya meninggalkan area tersebut. Maha Patih Putra Candrasa memutuskan untuk berjalan di pinggiran jalan yang terdapat banyak sekali pepohonan. Agar tidak ada satupun orang ataupun bangsa lelembut yang melihatnya.
Tidak menutup kemungkinan, kalau Maha Patih Putra Candrasa sampai tertangkap oleh salah satu dari mereka, maka bisa-bisa dia tidak akan pernah kembali lagi ke alam manusia. Dan Maha Patih Putra Candrasa akan terjebak di tempat ini untuk selama-lamanya.
Maha Patih Putra Candrasa sudah sangat berhati-hati kali ini, karena dia tidak ingin terjadi kesalahan sedikitpun. Maha Patih Putra Candrasa berusaha untuk mengenali setiap keadaan yang terjadi di tempat ini. Maha Patih Putra Candrasa juga berusaha untuk kembali menggunakan ilmu yang ia miliki.
Maha Patih Putra Candrasa mencoba menyayat tangannya sendiri dengan sebatang kayu. Dan kali ini berhasil, tidak ada lecet sama sekali. Yang artinya Maha Patih Putra Candrasa masih bisa menggunakan ilmunya di tempat seperti ini. Maha Patih Putra Candrasa kembali melanjutkan perjalanannya.
Di terus mengikuti jalan yang semakin kesana lebarnya semakin menyempit. Dan Selama perjalanan itu, dia tidak pernah menemukan satupun bangsa lelembut ataupun bangsa manusia yang berada di tempat ini. Terasa kalau apa yang diucapkan oleh orang itu hanyalah omong kosong belaka, untuk menakut-nakutinya.
__ADS_1
Setiap beberapa langkah sekali, Maha Patih Putra Candrasa selalu mengawasi dan melihat-lihat seluruh area di sekitarnya dan juga tempat-tempat yang akan ia lewati. Maha Patih Putra Candrasa juga tidak lupa membuat sebuah tanda, dengan mengikatkan batang pohon yang kecil-kecil. Diikatkan dari satu batang ke batang yang lainnya.
Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kalau sampai ada sesuatu yang mengejar Maha Patih Putra Candrasa, maka Maha Patih Putra Candrasa tidak akan tersesat di tempat ini. Dan dia bisa mencari lagi tempat yang jauh lebih aman. Karena tempat ini tidak semengerikan apa yang telah diceritakan oleh orang yang 'katanya' menyelamatkan dirinya itu.