
Masih di markas pribadi Maha Patih Lare Damar, semua orang yang ada di sana sedang memusyawarahkan rencana yang akan mereka lakukan. Setelah beberapa lama, Panglima Galang Tantra dan Zafir juga dipanggil ke sana, untuk ikut dalam musyawarah tersebut.
"Jadi begini Panglima. Kami semua sudah sepakat untuk meminta bantuan kepada Panglima Galang Tantra. Karena seperti yang diketahui oleh semua orang di sini. Panglima Galang Tantra memiliki ajian yang bisa merubah rupa seseorang." Ucap Maha Patih Lare Damar.
Panglima Galang Tantra lalu berfikir sejenak. Dalam benaknya, dia memang bisa melakukan hal itu. Dan Zafir juga pasti mau melakukan apa yang diperintahkan. Namun masalahnya, Zafir juga harus mempelajari lagi semua tingkah polah orang-orang yang ada di Kerajaan Panca Warna. Karena mereka semua memiliki kebiasaan bobrok yang jelas bertentangan dengan keyakinan yang Zafir anut.
"Begini, aku memang bisa membantu Tuan Zafir untuk merubah dirinya menjadi orang lain. Tapi masalahnya adalah, apakah Tuan Zafir mau melakukan kebiasaan yang bertentangan dengan keyakinannya?" Tanya Panglima Galang Tantra.
Zafir terdiam dan tertunduk, begitu juga semua orang yang ada di sana. Mereka semua bingung. Zafir juga tidak mungkin mengorbankan keyakinannya. Karena dia memiliki keyakinan yang kuat, tentang apa yang ia anut. Begitu juga dengan Maha Patih Lare Damar yang tidak mungkin memaksa Zafir untuk menjalankan rencana gila itu.
"Baiklah. Kita belum bisa menemukan solusinya. Sepertinya, Ratu Mekar Senggani memang sudah mempersiapkan semuanya, jauh sebelum dia menjadi seorang penguasa. Karena apapun yang akan kita lakukan, pasti hasilnya selalu saja serba salah." Ucap Maha Patih Lare Damar.
"Benar Gusti Patih. Ratu Mekar Senggani adalah orang yang sangat licik. Dia bahkan bisa merubah semua kebiasaan baik rakyatnya. Semua rakyat Kerajaan Panca Warna sudah tidak lagi menganut ajaran lama nenek moyang mereka. Artinya, Ratu Mekar Senggani memang cerdas dalam pemikiran."
"Hamba juga setuju Gusti Patih. Semua yang kita lakukan salah. Tidak ada jalan lain, selain melakukan penyerangan."
Ucap para Patih yang sudah mulai kesal dengan Ratu Mekar Senggani, karena menjadi satu-satunya musuh yang sulit untuk dikalahkan, dibandingkan dengan musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra yang lainnya. Para Patih dan pimpinan prajurit sudah sangat gatal, ingin sekali rasanya mereka memenggal kepala Ratu Mekar Senggani yang sangat menjijikan itu.
Namun hingga sekarang, Prabu Jabang Wiyagra melarang keras semua orang untuk melakukan penyerangan. Dan dari sinilah, muncul satu keajaiban. Panglima Galang Tantra akhirnya memiliki sebuah ide yang bagus. Dia bersama pasukan manusia harimau akan menyebar ke seluruh wilayah Kerajaan Panca Warna.
Dengan wujud harimaunya, pasti tidak akan ada orang yang bisa mengenali mereka. Panglima Galang Tantra peserta pasukan manusia harimau akan menyebar ke seluruh hutan yang ada di wilayah Kerajaan Panca Warna. Dengan begitu mereka tidak akan dicurigai oleh siapapun, karena akan dianggap sebagai hewan liar.
__ADS_1
"Ya. Mungkin hanya itu satu-satunya cara yang bisa kita lakukan untuk sekarang ini. Tapi kita tidak bisa melakukan penyerangan secara langsung, kecuali Gusti Prabu Jabang Wiyagra mengizinkannya." Ucap Maha Patih Lare Damar.
"Kalau begitu Biar aku saja yang menghadap kepada Gusti Prabu Jabang Wiyagra. Biarkan aku yang akan menjelaskan semuanya secara gamblang. Karena akulah yang akan turun tangan langsung untuk memimpin pasukan harimau." Kata Panglima Galang Tantra.
"Baiklah Panglima. Aku berterima kasih atas solusi yang sudah Panglima berikan kepada kami semua." Ujar salah seorang Patih.
"Tenang saudara-saudaraku. Aku akan membantu semampuku. Aku berjanji, aku akan berusaha untuk tidak akan mengecewakan kalian."
"Terima kasih Panglima."
Panglima Galang Tantra lalu diantar oleh Maha Patih Lare Damar untuk menghadap kepada Prabu Jabang Wiyagra yang sekarang sedang beristirahat di kamar pribadinya. Prabu Jabang Wiyagra sangat jarang mendapatkan waktu istirahat di siang hari. Baru akhir-akhir inj dia bisa beristirahat dengan tenang, setelah banyak sekali masalah yang ia lewati.
Namun dikarenakan hal ini sangatlah penting, para pelayan akhirnya membangunkan Prabu Jabang Wiyagra yang ada itu baru saja pulas. Prabu Jabang Wiyagra terbang kaget setelah beberapa orang pelayan mengetuk-ngetuk pintu kamarnya. Prabu Jabang Wiyagra bangun dari ranjangnya. Lalu membuka pintu kamarnya, dan mendapati ada Panglima Galang Tantra dengan Maha Patih Lare Damar.
"Mohon maaf kami menggangguku Gusti Prabu. Ada hal penting yang harus kami sampaikan kepada Gusti Prabu."
"Hal penting apa?"
"Ini soal rencana untuk menaklukkan Kerajaan Panca Warna, Gusti Prabu."
"Oh ya. Sebentar...."
__ADS_1
Prabu Jabang Wiyagra masuk kembali ke dalam kamarnya untuk mengambil jubahnya. Dia lalu membasuh wajahnya dengan air yang ada di kolam pemandian. Lalu buru-buru dia keluar untuk bertemu kembali dengan Maha Patih Lare Damar dan juga Panglima Galang Tantra. Prabu Jabang Wiyagra mengajak mereka berdua untuk berbincang di ruangan yang lain.
Ada banyak sekali ruangan pribadi milik Prabu Jabang Wiyagra di istana ini. Dan setiap ruangan memiliki fungsinya masing-masing. Setelah mempersiapkan minuman untuk Panglima Galang Tantra dan juga Maha Patih Lare Damar, Prabu Jabang Wiyagra lalu duduk di kursinya, menghadap Maha Patih Lare Damar dan Panglima Galang Tantra.
"Jadi Apa rencana kalian?"
"Jadi begini, Gusti Prabu. Setelah kami memusyawarahkan semuanya, jujur kami sangat kesulitan untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan ini. Namun hamba memiliki sebuah rencana jika Gusti Prabu mengizinkannya."
"Rencana apa?"
"Hamba dengan pasukan manusia harimau akan melakukan nyusupan ke Kerajaan Panca Warna, dalam wujud manusia harimau, dan menyebar ke seluruh hutan yang ada di sana. Dengan begitu, tidak akan ada satupun orang yang mencurigai kami. Sehingga hamba dan pasukan hamba bisa mengawasi pergerakan Ratu Mekar Senggani dengan mudah."
"Itu sungguh sebuah rencana yang luar biasa, Panglima. Tapi apakah kamu yakin akan terjun langsung ke sana?"
"Hamba sudah yakin Gusti Prabu. Karena tidak ada cara lain selain cara yang apa sampaikan. Ratu Mekar Senggani benar-benar sangat cerdas dalam melindungi kerajaannya. Semua rencana yang kita miliki sudah buntu, kecuali dengan rencana ini. Jadi hamba memutuskan untuk turun tangan secara langsung, memimpin pasukan hamba."
"Kalau memang itu sudah menjadi keputusanmu, aku mengizinkanmu untuk pergi ke sana. Tapi ingat satu hal, chord dan pasukanmu tidak pernah ada di sana Panglima. Kalau sampai terjadi sesuatu kepadamu, dan juga para pasukanmu, aku tidak akan bisa membantumu."
"Tidak apa-apa Gusti Prabu. Hamba sudah siap menghadapi segala resiko yang akan terjadi."
"Terima kasih banyak Panglima. Aku akan selalu mengenang jasa-jasamu. Berhati-hatilah jika kamu dan pasukanmu akan berangkat ke sana. Doaku menyertai kalian semua."
__ADS_1
"Nggih Gusti Prabu."
Dan pada hari itu juga, Panglima Galang Tantra langsung berangkat dengan para pasukannya, menuju ke Kerajaan Panca Warna, dalam wujud harimau mereka. Mereka semua berangkat bersamaan. Dan akan berpisah di beberapa hutan yang akan ditentukan oleh Panglima Galang Tantra.