DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : Episode 65


__ADS_3

Hari yang telah dinanti pun akhirnya tiba. Prabu Suta Rawaja pun mulai mengirimkan kelompok pertama untuk menyusuri semua jalur yang akan dilalui oleh para pasukan yang lainnya.


Mereka semua berangkat pagi-pagi sekali, karena mereka ingin memastikan semuanya baik-baik saja. Prabu Suta Rawaja ingin bergerak lebih cepat dari Prabu Jabang Wiyagra dan pasukannya.


Prabu Suta Rawaja benar-benar sudah tersulut emosinya. Rencana Prabu Jabang Wiyagra dengan mengirimkan surat kepada Prabu Suta Rawaja berhasil sesuai dengan apa yang ia inginkan.


Karena seperti yang diketahui, Prabu Suta Rawaja mengeluarkan semua kekuatan militernya untuk menggempur pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela.


Tapi, Prabu Suta Rawaja tidak pernah mengatakan kepada siapa pun, kalau dia menerima surat dari Prabu Jabang Wiyagra. Karena surat yang dikirimkan oleh Prabu Jabang Wiyagra adalah surat ejekan yang sangat merendahkan Prabu Suta Rawaja.


Prabu Suta Rawaja masih ingat betul apa isi surat itu. Dan juga darah babi serta kotoran sapi yang dilumurkan pada surat tersebut.


Isi surat tersebut yang paling Prabu Suta Rawaja ingat adalah,


..."Prabu Suta Rawaja. Aku menantangmu untuk berperang di sebuah tempat di daerah perbukitan. Tempat itu cukup luas untukku menghabisi seluruh pasukanku, seperti dulu. Jika kamu memang seorang raja yang gagah perkasa, datanglah kesana. Bawa pasukan terbaikmu. Karena aku sudah tidak sabar ingin mencincang mereka semua."...


Prabu Suta Rawaja langsung paham siapa yang mengirimkan surat itu dan menaruhnya di dalam kamar pribadinya. Karena dia masih ingat dengan jelas peristiwa pembantain di Kerajaan Antasura dan penyerangan ke kerajaannya, yang memakan banyak korban.


Karena itulah Prabu Suta Rawaja langsung memerintahkan semua pasukannya untuk bersiap. Di surat tersebut juga terdapat sebuah peta menuju ke tempat yang dimaksud. Bahkan disebutkan juga kapan surat itu sampai di kamarnya.


Isi surat itu juga menyebutkan berapa waktu yang Prabu Suta Rawaja miliki. Semuanya detail dan tidak ada satu pun yang kurang. Dan inilah yang tidak disadari oleh Prabu Suta Rawaja. Kalau Prabu Jabang Wiyagra lebih mengenal tempat itu dari pada Prabu Suta Rawaja.

__ADS_1


Padahal, kalau Prabu Suta Rawaja mau membacanya dengan lebih teliti, dia pasti akan menyadari kalau Prabu Jabang Wiyagra mengetahui tempat itu secara detail. Mulai jarak Kerajaan Rawaja Pati ke tempat itu, sampai jalur yang akan dilewati oleh Prabu Suta Rawaja dan pasukannya.


Karena itu adalah rencana yang dibuat oleh Prabu Jabang Wiyagra, sudah pasti Prabu Jabang Wiyagra juga menempatkan beberapa pasukan terbaiknya untuk mengawasi setiap jalur yang akan dilewati oleh Prabu Suta Rawaja dan pasukannya.


Hasil laporan dari mata-matanya juga mengatakan bagaimana Prabu Suta Rawaja mengatur semua pasukan dan kekuatan yang dia punya. Sehingga Prabu Jabang Wiyagra tahu betul bagaimana kekuatan musuhnya, jauh sebelum pertempuran itu dimulai.


Ketujuh pendekar yang dikirimkan Prabu Jabang Wiyagra juga sedang bersiap di salah satu kota yang ada di wilayah Kerajaan Rawaja Pati. Mereka tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan kejutan ke dalam istana.


Penjagaan di istana Kerajaan Rawaja Pati memang sangat ketat, dan sangat kuat. Namun tidak cukup kuat untuk tujuh pendekar sakti yang dipimpin oleh Singo Rogo. Karena memimpin pasukan disana hanyalah para Patih.


Dan ada beberapa pasukan Layang Pati, tapi jumlah mereka tidak cukup untuk melawan ketujuh pendekar sakti yang memiliki berbagai ilmu kanuragan kelas tinggi. Karena jumlah mereka hanya dua ratus orang. Sedangkan tiga ratus orang lainnya ikut dalam kelompok Prabu Suta Rawaja.


Singo Rogo sudah memperhitungkan semuanya dengan baik dan teliti. Singo Rogo, Wangkal dan Joko Gondol akan bertarung menghadapi empat puluh orang Patih Kerajaan.


Sedangkan Bamantara, Pramusita, Arsanti dan juga Utari Gita, akan mengacaukan para prajurit dan juga pasukan Layang Pati. Walau pun jumlah mereka sangat tidak imbang, tapi bukan berarti membuat mereka semua melemah.


Justru dengan jumlah mereka yang dikatakan 'jomplang' atau tidak imbang, mereka semua akan semakin terpacu untuk bertindak sesuka hati mereka. Karena jumlah musuh yang banyak, akan memacu mereka untuk bertarung dengan ganas.


Pergerakan mereka juga diawasi oleh Mangku Cendrasih. Yang semua orang pun tahu, kalau Mangkau Cendrasih bukanlah pendekar sembarangan. Dia sudah menjadi legenda di Tanah Jawa. Dan dia juga memiliki banyak sekali murid yang siap membantunya.


Apalagi dia juga memiliki ilmu kanuragan andalan yang biasa ia gunakan untuk mengacaukan musuhnya. Yaitu biji kacang hijau yang bisa berubah menjadi ratusan orang. Dan juga biji kacang merah yang bisa berubah menjadi pasukan manusia serigala.

__ADS_1


Sekeras apa pun Prabu Suta Rawaja memperhitungkan kekuatannya, dia tetap saja akan kecolongan. Karena yang dia tidak mengenal satu persatu orang yang membantu Kerajaan Wiyagra Malela. Dia sama sekali tidak tahu secara pasti siapa saja para pendekar hebat yang ada di belakang Prabu Jabang Wiyagra.


Pada kenyataannya, Prabu Suta Rawaja masih belum bisa menghilangkan rasa sombongnya. Dia masih saja membanggakan kekuatannya, tanpa memperhitungkan kekuatan musuh dengan gamblang. Dia juga mudah emosi. Dan itulah kelemahannya yang sangat rentan untuk dimanfaatkan oleh musuh-musuhnya.


Tindakannya benar-benar 'grusa-grusu'. Memang, sekarang banyak pendekar sakti yang mendukungnya. Tapi para pendekar sakti itu hanyalah para pendekar awam yang belum memiliki banyak pengalaman. Kebanyakan dari mereka juga usianya masih muda.


Sangat berbeda jauh dengan Prabu Jabang Wiyagra yang didukung oleh para pendekar sakti yang kebanyakan dari mereka usianya hampir satu abad. Prabu Jabang Wiyagra juga diketahui memiliki banyak sekali pasukan dari bangsa ghaib. Yang pastinya tidak diketahui oleh siapa pun.


Tanpa Prabu Suta Rawaja sangka-sangka, dua kerajaan besar yang ia musuhi juga sudah menggabungkan kekuatan mereka untuk mendukung Prabu Jabang Wiyagra. Yaitu Kerajaan Ciung Wanara dan Kerajaan Cakra Buana.


Dua kerajaan itu juga memiliki banyak sekali pasukan dan pendekar pilih tanding. Mereka jelas akan mengeluarkan semua pasukan terbaik yang mereka miliki untuk menghadapi Prabu Suta Rawaja dan pasukannya. Tapi Prabu Suta Rawaja selalu berfikir, kalau dua kerajaan besar itu takut untuk menghadapinya.


Padahal, selama ini mereka diam bukan karena takut. Tapi mereka sedang menghimpun kekuatan dengan kerajaan-kerajaan besar yang lain. Pertarungan ini jelas akan merambah dan menyeret hampir semua kerajaan besar yang ada di Tanah Jawa.


Karena sebagian besar dari mereka sudah bersahabat baik dan memilih tunduk dibawah perintah Prabu Jabang Wiyagra. Hanya saja semua pencapaian itu tidak dipamerkan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Karena dia tidak mau kalau musuh-musuhnya mengetahui kekuatan kerajaannya yang semakin hari semakin besar.


Kecerdasan dan juga kewibawaan yang Prabu Jabang Wiyagra miliki mampu membuat raja-raja besar di Tanah Jawa tunduk dan hormat kepadanya. Dan itu dilakukan tanpa pertumpahan darah, karena para raja-raja itu juga sama-sama menginginkan kedamaian dan persatuan.


Impian Prabu Jabang Wiyagra untuk mempersatukan seluruh Tanah Jawa dibawah kepemimpinannya, tidak lama lagi akan terwujud. Mungkin pada akhirnya tidak ada satu pun lagi kerajaan di Tanah Jawa ini yang berani mendeklarasikan perang kepada Kerajaan Wiyagra Malela.


Semua kemajuan dan juga pertumbuhan kekuatan Kerajaan Wiyagra Malela sangat-sangat disembunyikan oleh Prabu Jabang Wiyagra. Dia akan menggunakan kekuatannya yang luar biasa itu hanya dalam situasi yang penting dan genting.

__ADS_1


__ADS_2