DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : Episode 81


__ADS_3

Operasi rahasia yang dilakukan oleh Prabu Jabang Wiyagra sudah diketahui oleh raja-raja besar yang lain. Prabu Jabang Wiyagra menjadikan ratusan warga desa sebagai saksi kuat dihadapan mereka semua.


Karena saat pertama kali Prabu Jabang Wiyagra mengatakan semuanya, tidak ada satu pun raja yang percaya dengan ucapannya. Mereka semua geleng-geleng kepala saat mengetahui apa yang dialami warga desa di Kerajaan Mangkon Rogo.


Selama ini Kerajaan Mangkon Rogo terlihat baik-baik saja. Tidak pernah terdengar ada masalah apa pun. Tapi Prabu Garan Darang memang sangat cerdas menyembunyikan semua kejahatannya di depan semua orang. Dia orang yang bermuka dua.


Sehingga saat para raja-raja besar yang lainnya mengetahui hal itu, mereka seakan menolak untuk percaya. Tapi kesaksian dari para warga desa adalah kesaksian yang kuat. Mereka tidak mungkin membantah semua kesaksian itu dengan pendapat apa pun.


Para raja yang datang ke Kerajaan Wiyagra Malela pun akhirnya memutuskan untuk pulang ke kerajaan mereka masing-masing. Hanya ada dua raja yang masih disana. Yaitu Prabu Ciung Wanara dan Prabu Cakra Buana. Mereka menamai kerajaan mereka berdua sama dengan nama mereka masing-masing.


"Gusti Prabu, kami berdua sudah memutuskan untuk membantu Gusti Prabu Jabang Wiyagra untuk melawan Prabu Garan Darang." Ucap Prabu Cakra Buana.


"Sebenarnya, kami berdua sudah mengetahui soal perilaku Prabu Garan Darang. Hanya saja kami menutupinya. Karena tidak ada satu pun yang mau mendukung kami." Ucap Prabu Ciung Wanara.


"Jadi, semuanya terjadi sejak lama? Dan dibiarkan begitu saja?" Tanya Prabu Jabang Wiyagra keheranan.


"Mohon maaf Gusti Prabu, kami sudah berupaya untuk merubah semuanya. Tapi kerajaan-kerajaan yang lain, banyak yang berpihak kepada Kerajaan Mangkon Rogo. Karena terikat dengan jalur ekonomi." Jawab Prabu Cakra Buana.

__ADS_1


Prabu Jabang Wiyagra pun keheranan mendengarkan penjelasan dari Prabu Cakra Buana dan Prabu Ciung Wanara. Artinya, selama ini semua kerajaan-kerajaan besar banyak yang terikat dengan Kerajaan Mangkon Rogo. Beberapa dari mereka yang secara diam-diam disetir oleh Prabu Garan Darang.


Sebagian dari mereka yang menjadi raja-raja besar, dulunya merupakan orang kepercayaan dari ayah Prabu Garan Darang. Mereka semua adalah abdi setianya. Mereka semua sudah bersumpah untuk setia kepada Kerajaan Mangkon Rogo hingga sampai ke generasi berikutnya, sekali pun Kerajaan Mangkon Rogo sudah runtuh.


Selama ini banyak sekali rahasia yang disembunyikan oleh Kerajaan Mangkon Rogo dari para raja-raja lain yang tidak menjadi budaknya. Tujuannya jelas, untuk menarik simpati mereka. Sifat ayahnya yang rakus ternyata diturunkan kepada anaknya. Dan sifat itu sudah terlihat sejak Prabu Garan Darang kecil.


Semasa kecilnya, Prabu Garan Darang tidak pernah mau kalah dari siapa pun. Dia selalu mencari cara agar bisa menang, sekali pun itu dengan cara yang sangat licik. Banyak saudara-saudara Prabu Garan Darang yang tidak suka kepadanya. Bahkan berkali-kali sempat ada yang berusaha membunuh Prabu Garan Darang.


Sayangnya tidak pernah ada satu pun orang yang berhasil membunuhnya, karena sepanjang hari dia selalu dikelilingi oleh para pengawalnya. Jumlah pengawal pribadinya pun sampai dua ratus orang. Mereka semua adalah orang-orang pilihan yang dibentuk oleh Maha Patih Jogo Rogo.


Walau pun sebenarnya Maha Patih Jogo Rogo tidak pernah suka dengan Prabu Garan Darang, tapi dia tetap menjalankan kewajiban dan menjaga kesucian sumpah setianya kepada Kerajaan Mangkon Rogo. Dia tidak peduli dengan siapa rajanya. Karena dia meyakini kalau kekuasaan Prabu Garan Darang tidak akan pernah bertahan lama.


Prabu Garan Darang sebenarnya adalah orang yang pintar. Sayangnya dia menggunakan kepintarannya untuk menyakiti orang lain. Sering sekali Prabu Garan Darang menggoda istri-istri para pejabat istana yang masih terlihat muda. Bahkan dia tidak segan untuk melakukan hal tak senonoh kepada mereka.


Semua itu jelas sangat dibenci oleh para pejabat istana yang lain. Maha Patih Maha Patih Jogo Rogo, dia juga pernah secara tidak sengaja mengatakan kepada Prabu Ciung Wanara saat ada kunjungan di istana Kerajaan Ciung Wanara, kalau dia ingin sekali melakukan kudeta.


Prabu Ciung Wanara dan Prabu Cakra Buana mencurigai, kalau Maha Patih Jogo Rogo juga sedang mencari kesempatan sekaligus mengumpul pasukan yang bisa dipercaya, untuk melakukan pemberontakan. Namun sulit itu sangat sulit dilakukan, karena moral pasukan Kerajaan Mangkon Rogo kebanyakan sudah rusak.

__ADS_1


Sangat sedikit orang yang benar-benar jujur disana. Banyak orang yang lebih memilih untuk sama-sama hidup semau sendiri, karena kebanyakan orang yang jujur pasti akan diasingkan. Orang-orang yang berusaha berbuat baik pasti akan dijauhi, bahkan dimusuhi. Karena sudah menjadi budaya mereka untuk membuat angkara murka.


Disana keadaan yang sebenarnya tidak sama seperti apa yang dilihat oleh orang-orang. Semua kejahatan Prabu Garan Darang benar-benar tersusun dengan sangat rapi. Tapi sekarang, hasilnya jelas akan berbeda. Karena pasukan Prabu Jabang Wiyagra sudah ada disana. Bahkan Prabu Jabang Wiyagra juga mengirimkan enam prajurit sakti lainnya untuk bergabung.


Namun ke enam pendekar sakti, teman-teman Utari Gita itu dimasukkan dalam jajaran pimpinan prajurit, agar mereka sulit dikenali. Jadi dari seribu prajurit istana, mereka memiliki sepuluh pimpinan. Dan keenam kepemimpinan dipegang oleh keenam pendekar itu. Hal itu dilakukan untuk mengurangi jumlah korban kematian dari pasukan Kerajaan Wiyagra Malela.


Sekaligus, hal itu nantinya akan melemahkan nyali para pasukan Kerajaan Mangkon Rogo. Karena mereka akan berfikir kalau para pimpinan prajurit saja bisa sekuat itu, lantas bagaimana dengan para pimpinan yang lebih tinggi pangkatnya? Jelas mereka akan mencari cara lain agar bisa menghadapi pasukan Kerajaan Wiyagra Malela.


Pada saat itu terjadi, Prabu Jabang Wiyagra akan mengutus Mangku Cendrasih. Karena hanya Mangku Cendrasih yang memiliki banyak pasukan siluman. Sehingga akan membuat para pasukan-pasukan terbaik Kerajaan Mangkon Rogo semakin dibuat khawatir. Dan pada puncaknya, pasti Prabu Garan Darang akan turun tangan langsung untuk menghadapi Mangku Cendrasih.


Di istana Prabu Bambang Pura, Prabu Garan Darang sedang dalam keadaan panik. Karena hampir setiap hari ada saja serangan di setiap desa. Dan para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela semakin didukung oleh para pemuda yang ada di setiap desa. Para pemuda itu kabarnya juga dilatih oleh Patih Kinjiri dan Utari Gita, sehingga mereka mampu bersaing dengan pasukan Kerajaan Mangkon Rogo.


"Tenang Prabu Garan Darang. Semuanya akan baik-baik saja. Aku akan membantumu. Asalkan, kau memberikan apa yang aku inginkan." Ucap Prabu Bambang Pura.


Prabu Bambang Pura mengajukan syarat kepada Prabu Garan Darang, yaitu memberikan salah satu pelabuhan terbesar yang ada di Kerajaan Mangkon Rogo. Yang dimaksudkan dengan 'memberikan', bukanlah memberikan wilayahnya. Tetapi memberikan sebagian besar pendapatan dari pelabuhan tersebut. Jelas banyak orang yang tidak setuju.


Tapi sepertinya Prabu Garan Darang sudah dihantui rasa takut yang berlebihan. Sehingga dia mengiyakan semua permintaan Prabu Bambang Pura. Prabu Bambang Pura juga sama-sama licik seperti Prabu Garan Darang. Bantuan pasukan, persenjataan, dan juga para pendekar-pendekar sakti dari Kerajaan Gelap Ngampar jelas tidak cukup untuk membantunya.

__ADS_1


Namun karena Prabu Garan Darang sendiri tidak memiliki rencana lain, dia dengan terpaksa melalukan hal tersebut. Apalagi, Maha Patih Jogo Rogo juga sudah pasrah dengan semua keputusan yang akan diambil oleh Prabu Garan Darang. Dia tidak mau memikirkan cara lain, kecuali ada perintah dari Prabu Garan Darang.


Bisa dikatakan, ini adalah salah satu usaha Maha Patih Jogo Rogo untuk membiarkan rajanya kalah dalam pertarungan. Dan dia bisa menjalankan rencananya untuk mengkudeta Prabu Garan Darang. Merebut tahtanya, dan memperbaiki semua yang kekacauan sudah Prabu Garan Darang buat di Kerajaan Mangkon Rogo.


__ADS_2