
"Jadi apa yang membawamu ke tempat Ini saudaraku?" Tanya Panglima Galang Tantra kepada Maha Patih Lare Damar.
"Kakang Prabu Jabang Wiyagra ingin Panglima datang menghadap. Karena sudah saatnya harimau keluar dari dari sarangnya." Jawab Maha Patih Lare Damar.
Tiba-tiba saja Panglima Galang Tantra menggeram seperti seekor harimau. Tak lama dari itu, dia melompat dan berlari saat kencang dalam wujud harimau putih. Melihat hal itu, Maha Patih Lare Damar juga langsung merubah dirinya menjadi seekor harimau putih, menyusul Panglima Galang Tantra yang sudah menjauh dari tempat tersebut.
Walaupun mereka berdua sama-sama menjadi sosok harimau putih, tapi mereka sangatlah berbeda. Sosok harimau Panglima Galang Tantra jauh lebih besar, dan tidak memiliki garis di tubuhnya. Sosok harimau putih sempurna, yang memiliki tanduk di keningnya. Sedangkan Maha Patih Lare Damar memiliki loreng-loreng hitam di sekujur tubuhnya.
Perbedaan itu terjadi karena tingkatan ilmu yang dimiliki oleh mereka berdua. Panglima Galang Tantra sudah dalam wujud yang sangat sempurna, karena ilmu yang ia miliki jauh lebih tinggi daripada Maha Patih Lare Damar. Sehingga dia tidak memiliki loreng-loreng di tubuhnya. Dan wujud harimau seperti ini sangatlah jarang ditemukan.
Untuk mencapai ke titik yang sempurna, perlu perjalanan spiritual yang tinggi. Dan tidak semua orang bisa mencapainya, karena dibutuhkan waktu selama puluhan tahun. Sehingga kebanyakan akan menyerah terlebih dahulu sebelum mencapai ke titik yang sempurna. Ditambah lagi dengan tanggung jawab yang besar yang dimiliki oleh sebuah spiritual.
Setelah sampai di istana Kerajaan Wiyagra Malela. Semua pasukan penjaga langsung membukakan gerbang untuk menyambut kedatangan Panglima Galang Tantra dan juga Maha Patih Lare Damar. Semua orang memberikan hormat kepada Panglima Galang Tantra. Mereka menunduk kepala, dengan tangan kanan yang ditaruh di dada kiri mereka, sebagai bentuk penghormatan.
Panglima Galang Tantra langsung memasuki istana, dan menuju ke ruang singgasana. Di sana sudah ada Prabu Jabang Wiyagra yang menunggunya dari tadi. Di hadapan Prabu Jabang Wiyagra, Panglima Galang Tantra langsung melepaskan topeng harimau yang ia kenakan, sebagai bentuk penghormatannya kepada Prabu Jabang Wiyagra.
"Terimalah hormat hamba Gusti Prabu." Ucap Panglima Galang Tantra.
__ADS_1
"Selamat datang kembali, Panglima. Duduklah."
Panglima Galang Tantra langsung duduk di sebuah kursi yang tersedia untuknya di sana.
"Bagaimana kabarmu saudaraku?"
"Hamba sangat baik, Gusti Prabu. Dan semoga kebaikan menyertai Gusti Prabu Jabang Wiyagra."
"Ya. Terima kasih. Panglima Galang Tantra."
Prabu Jabang Wiyagra lalu menjelaskan maksudnya mengundang Panglima Galang Tantra ke tempat ini. Prabu Jabang Wiyagra ingin Panglima Galang Tantra menjadi pemimpin dari Pasukan Bara Jaya, yang baru saja dibentuk. Prabu Jabang Wiyagra mempercayakan semuanya kepada Panglima Galang Tantra untuk mengatur para anggota pasukan yang masuk ke dalam satuan khusus keprajuritan ini.
Panglima Galang Tantra jelas tidak bisa menolak permintaan dari Prabu Jabang Wiyagra. Walaupun sebenarnya, dia sama sekali merasa tidak pantas untuk mendapatkan jabatan penting tersebut. Baginya, menjadi seorang abdi setia sudah lebih dari cukup. Panglima Galang Tantra tidak pernah mengharapkan timbal balik apapun dari Prabu Jabang Wiyagra.
"Semua ini aku lakukan sebagai tanda terima kasihku kepadamu, Panglima. Dan aku berharap kamu tidak menolaknya."
"Mohon ampun Gusti Prabu. Hamba jelas tidak akan bisa menolak perintah dari Gusti Prabu. Tapi apakah hamba pantas untuk jabatan sepenting ini? Bukankah di kerajaan ini masih banyak sekali orang-orang cerdas dan juga tangguh? Mengapa Gusti Prabu lebih memilih hamba?"
__ADS_1
"Keputusanku adalah untuk memilihmu bukan yang lain. Memang benar apa yang kamu katakan, Panglima. Banyak orang yang cerdas, tapi mereka tidak cerdas dirimu. Banyak orang yang tangguh, tapi mereka tidak setangguh dirimu. Dan semua orang yang ada di istana ini sudah sepakat untuk memilihmu. Bagaimana Panglima?"
Panglima Galang Tantra melihat kesana kemari, memandang wajah-wajah orang-orang yang ada di sana. Dan mereka semua tersenyum serta menganggukan kepala mereka kepada Panglima Galang Tantra. Panglima Galang Tantra menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan. Dia lalu menegakkan badannya dan berkata,
"Hamba siap menjalankan segala perintah dari Maha Raja Gusti Prabu Jabang Wiyagra."
Semua orang yang ada di sana pun berdiri dan bertepuk tangan kepada Panglima Galang Tantra. Termasuk Prabu Jabang Wiyagra sendiri. Dia sangat senang karena Panglima Galang Tantra mau menerima jabatan penting tersebut. Pasukan Bara Jaya akan menjadi awal dari sebuah perubahan besar dunia keprajuritan di Kerajaan Wiyagra Malela.
Akan jauh lebih banyak lagi para pemuda dan juga para pendekar yang berkeinginan untuk menjadi prajurit Kerajaan Wiyagra Malela. Karena semakin banyak pasukan yang Prabu Jabang Wiyagra miliki, maka akan semakin kuat pula pertahanan di negerinya. Dan impiannya untuk mempersatukan Tanah Jawa, tidak lama lagi akan tercapai.
Pengangkatan Panglima Galang Tantra sebagai Panglima Tertinggi di Kerajaan Wiyagra Malela menjadi perdebatan di antara musuh-musuhnya. Karena selama ini, banyak sekali orang yang berusaha untuk menaklukkan Panglima Galang Tantra. Bagi siapa saja yang bisa menaklukkan Panglima Galang Tantra, maka Panglima Galang Tantra akan menjadi abdi setianya.
Dengan adanya kabar ini, musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra semakin khawatir. Mereka tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dengan adanya Panglima Galang Tantra, maka kekuatan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela akan semakin bertambah kuat dan sulit untuk dikalahkan. Semangat para pasukannya akan semakin berkobar. Bahkan banyak sekali para pemuda yang semakin antusias untuk menjadi prajurit.
Jika dijumlah secara keseluruhan, pasukan Kerajaan Wiyagra Malela sudah mencapai satu juta lebih. Itu khusus pasukan yang tersebar di wilayah kekuasaan Kerajaan Wiyagra Malela yang ada di luar. Lain lagi dengan pasukan yang ada di dalam istana. Jumlah pasukan yang ada di dalam istana sudah hampir mencapai seratus ribu pasukan. Yang kebanyakan dipimpin oleh para pendekar kelas atas, lulusan Padepokan Ageng Reksa Pati.
Belum lagi dengan para anak didik yang sekarang masih berada di Padepokan Ageng Reksa Pati. Jumlah mereka sudah mencapai sepuluh ribu orang. Dengan jumlah pasukan sebanyak itu, Kerajaan Wiyagra Malela sudah mampu menyaingi kekuatan kerajaan-kerajaan yang lain. Terutama dengan kerajaan musuh. Karena rata-rata jumlah pasukan sebuah kerajaan besar, berkisar lima ratus sampai delapan ratus ribu pasukan.
__ADS_1
Kalau Prabu Jabang Wiyagra mau melalukan serangan secara besar-besaran, sudah bisa dipastikan semua kerajaan yang ada di Tanah Jawa ini akan lengser. Karena Prabu Jabang Wiyagra sudah mengetahui setiap kelemahan kerajaan yang ada di Tanah Jawa. Termasuk kerajaan-kerajaan yang mendukung kekuatan Kerajaan Wiyagra Malela.