DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 182


__ADS_3

Pamor Prabu Barajang semakin menurun. Perintahnya kerap dibantah oleh para abdi kerajaannya. Semua orang yang ada di istana Kerajaan Bala Bathara sudah sangat muak dengan Prabu Barajang. Ingin rasanya mereka menjatuhkan Prabu Barajang dari kekuasaannya sekarang juga. Bahkan banyak pejabat istana yang mendesak Maha Patih Salara untuk menduduki tahta.


Namun Maha Patih Salara tidak mau secepat itu menduduki tahta Kerajaan Bala Bathara. Dia ingin mempelajari semua hal yang ada di kerajaan ini terlebih dahulu. Maha Patih Salara tidak mau kalau kekuasaannya hanya bertahan seumur jagung. Dia menginginkan kekuasaan yang turun temurun.


"Untuk sementara ini, aku ingin mengutamakan keamanan rakyat Kerajaan Bala Bathara terlebih dahulu. Aku tidak mau kalau kerajaan ini sampai kewalahan menghadapi gelombang serangan yang sekarang sedang terjadi." Ucap Maha Patih Salara kepada salah seorang pejabat istana.


Dia berkumpul bersama dengan beberapa orang pejabat istana yang juga menginginkan Maha Patih Salara menjadi raja, menggantikan Prabu Barajang yang sudah tidak lagi berguna. Yang sampai sekarang masih terpuruk dengan kesedihan, akibat kekalahan pasukannya di pertempuran.


"Tapi kalau seperti ini terus, kerajaan ini bisa hancur Maha Patih."


"Kerajaan ini memang sudah hancur sejak lama. Dan semuanya harus ditata ulang dari awal. Kalau kita tidak bisa bertahan dari gelombang serangan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, maka kita harus mencari tempat yang baru untuk membangun kembali Kerajaan Bala Bathara." Kata Maha Patih Salara sembari mengelus-elus janggut tebalnya.


Maha Patih Salara duduk bersama mereka di ruang pribadinya, agar tidak diketahui oleh Prabu Barajang. Apalagi sekarang Prabu Barajang sudah mulai berperilaku aneh. Hampir setiap malam terdengar suara teriakan tidak jelas dari dalam kamar Prabu Barajang. Prabu Barajang melakukan semua kesalahannya itu sendirian, tanpa mau ditemani oleh siapapun.


Bahkan di saat Maha Patih Salara mencoba menjenguknya, Prabu Barajang justru mengusir Maha Patih Salara untuk tidak lagi mengganggunya. Tapi hal itu bukan menjadi masalah besar untuk Maha Patih Salara. Karena sebentar lagi, tahta Kerajaan Bala Bathara akan jatuh ke tangannya. Dia hanya tinggal mengusir Prabu Barajang dari istana ini, setelah mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Semakin hari Prabu Barajang semakin menggila, Maha Patih. Para pelayan sudah tidak mau lagi mengantarkan makanan untuk Prabu Barajang. Mereka takut kalau sampai Prabu Barajang mengamuk."

__ADS_1


"Apapun yang terjadi kepada Prabu Barajang sekarang, tetaplah akan menjadi tugas kita untuk memperhatikannya. Karena biar bagaimanapun, dia masih raja yang sah dari Kerajaan Bala Bathara."


"Lalu apa yang harus kita lakukan Maha Patih? Kita semua sudah bosan dan muak dengan sikap Prabu Barajang yang hanya bisa memberikan perintah, tanpa bisa memberikan solusi. Bekerjanya setiap hari hanya marah-marah. Bagaimana semuanya bisa berjalan kalau dia tetap seperti ini?"


"Tenang. Semua ini hanyalah masalah waktu. Sebelum aku menduduki singgasana, aku ingin lebih dekat terlebih dahulu dengan rakyatku sendiri. Karena sudah tugas kita untuk mengembalikan kepercayaan rakyat kepada kerajaan besar ini."


Semua orang yang ada di sana tidak bisa berbuat apa-apa kalau Maha Patih Salara sudah angkat bicara. Karena Maha Patih Salara hanyalah satu-satunya harapan yang mereka miliki, untuk tetap mempertahankan kerajaan ini. Kalau saja Maha Patih Salara tidak cepat mengambil tindakan, mungkin sekarang Kerajaan Bala Bathara sudah hancur berantakan.


Maha Patih Salara langsung Membuat strategi khusus untuk mempertahankan wilayah Kerajaan Bala Bathara yang masih tersisa. Karena sepanjang hari, selalu ada saja penyerangan yang dilakukan oleh pasukan dari Kerajaan Wiyagra Malela. Sasaran mereka adalah tempat-tempat penting yang ada di wilayah kekuasaan Kerajaan Bala Bathara.


Jumlah prajurit semakin hari semakin berkurang. Setiap hari ada saja prajurit yang mati. Bahkan banyak juga para pendekar terbaik yang tewas di tempat karena berhadapan dengan pasukan terbaik Prabu Jabang Wiyagra. Sehingga kekuatan kerajaan ini benar-benar sudah menyusut parah.


Anak kecil yang Maha Patih Salara lakukan ternyata memberikan efek yang cukup besar kepada para pasukannya. Film apapun para pasukan Kerajaan Bala Bathara, mereka pasti akan tetap berusaha untuk melakukan perlawanan kepada pasukan Prabu Jabang Wiyagra, yang semakin hari jumlahnya semakin bertambah banyak.


Setiap kali pasukan Kerajaan Wiyagra Malela menduduki satu wilayah, mereka pasti akan membentuk pasukan yang baru di wilayah tersebut. Para pimpinan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela tidak pernah memandang fisik dan kemampuan seseorang yang akan mereka jadikan pasukan. Tapi yang mereka lihat adalah, seberapa besar tekad orang itu.


Kalau orang itu benar-benar berniat untuk bergabung menjadi anggota pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, pasti dia akan mengikuti dengan baik setiap peraturan yang sudah diterapkan. Demikianlah yang membuat orang-orang menjadi semakin yakin untuk bergabung menjadi anggota pasukan Prabu Jabang Wiyagra.

__ADS_1


Dengan situasi Kerajaan Bala Bathara yang sudah semakin kacau, semakin menambah keyakinan rakyatnya untuk melakukan pemberontakan kepada Prabu Barajang. Siapa yang tidak marah kalau terus menerus ditindas. Sewaktu-waktu orang-orang yang tertindas juga pasti akan melakukan perlawanan, bagaimanapun caranya.


Untuk penyerangan kali ini, Prabu Jabang Wiyagra mengirimkan Arsanti dan Pramusita untuk memimpin pasukan kerajaan. Sekaligus membantu pergerakan Utari Gita dan Bamantara. Sekaligus untuk membuka jalur penyerangan Mbah Kangkas dan para muridnya. Karena pada waktunya nanti, Mbah Kangkas juga akan melakukan serangan besar-besaran ke Kerajaan Bala Bathara.


Arsanti dan Pramusita merasa senang bisa memimpin para pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, yang tidak pernah mengeluh. Mereka selalu menjalankan perintah tanpa membantah. Karena mereka dilatih untuk beraksi, bukan untik berdiskusi. Dan mereka semua selalu siap dalam keadaan apapun. Sekalipun dalam keadaan yang sangat sulit.


Mereka semua dilatih dengan sangat-sangat keras dan tidak tanggung-tanggung. Prabu Jabang Wiyagra menerapkan aturan yang sangat tegas. Semua orang yang masuk ke dalam Padepokan Ageng Reksa Pati akan mendapatkan pelatihan yang sangat-sangat keras dan sangat-sangat melelahkan. Yang akan membuat mereka semua menjadi tangguh.


Hasilnya sekarang, tidak ada satupun pasukan Prabu Jabang Wiyagra yang akan mundur dalam pertempuran, kecuali yang terluka para ataupun mati. Terutama dengan pasukan khusus yang baru saja dibentuk oleh Prabu Jabang Wiyagra. Nama pasukan ini adalah Pasukan Bara Jaya. Pasukan Bara Jaya dibentuk oleh Prabu Jabang Wiyagra sebagai bentuk perkembangan dalam dunia kemiliteran.


Prabu Jabang Wiyagra ingin pasukan Kerajaan Wiyagra Malela berkembang jauh lebih pesat daripada sebelumnya. Selam ini, pasukan khusus Kerajaan Wiyagra Malela adalah pasukan khusus tanpa nama. Sehingga mereka tidak diberi tanda jasa apa-apa, atas pengorbanan mereka.


Dengan terbentuknya Pasukan Bara Jaya, maka para pasukan khusus tanpa nama ini akan memiliki wadahnya sendiri. Sekaligus akan menjadi salah satu kesatuan pasukan yang bisa melahirkan para pejuang-pejuang hebat lainnya. Dan dari sini, terkuaklah satu hal. Bahwa selama ini, yang memimpin pasukan khusus di Kerajaan Wiyagra Malela adalah seorang pendekar sakti mandraguna, yang dulu sangat terkenal namanya.


Pendekar ini sudah lama tidak diketahui keberadaannya. Dia tidak pernah muncul ke muka umum. Dan tidak ada satupun orang yang tahu di mana keberadaannya. Namun secara mengejutkan, dia tiba-tiba dimunculkan oleh Prabu Jabang Wiyagra ke publik. Namanya adalah, Galang Tantra. Galang Tantra sudah lama mengabdikan dirinya kepada Prabu Jabang Wiyagra.


Selama bertahun-tahun, dia menyembunyikan diri di balik topeng kulit harimau, yang tak pernah ia lepaskan. Topeng itu adalah pemberian dari Prabu Jabang Wiyagra sendiri. Kabarnya, Galang Tantra adalah pemimpin manusia harimau yang berkuasa di wilayah hutan, yang sekarang menjadi tempat berdirinya Kerajaan Wiyagra Malela.

__ADS_1


Kala itu, Galang Tantra dan Prabu Jabang Wiyagra membuat sebuah perjanjian. Siapa yang kalah dalam pertarungan, maka harus mengabdikan dirinya kepada yang menang. Jika berkhianat, maka karma berat akan menghantui keturunan mereka. Dan pada akhirnya, Galang Tantra-lah yang kalah dalam pertarungan tersebut. Sehingga dia yang pada akhirnya harus menjadi abdi setia Prabu Jabang Wiyagra.


__ADS_2