DARAH TANAH JAWA

DARAH TANAH JAWA
DARAH TANAH JAWA : EPISODE 281


__ADS_3

Patri Asih melakukan meditasi untuk meningkatkan ilmu kesaktiannya. Dia mulai merasakan khawatir dengan posisinya yang sekarang. Pergerakan yang dilakukan Patri Asih dan kelompoknya ternyata sudah diendus oleh para pasukan Prabu Jabang Wiyagra. Patri Asih mempersiapkan dirinya, kalau sampai terjadi peperangan antara kelompoknya dan para pasukan Prabu Jabang Wiyagra. Karena Patri Asih merasa kalau akan terjadi pertempuran antara kelompoknya dengan pasukan Kerajaan Wiyagra Malela, dalam waktu dekat.


Patri Asih juga memerintahkan para pengikutnya untuk mengumpulkan seluruh anggota kelompok, yang tersebar di setiap lapisan Tanah Jawa. Para pengikutnya merasa sangat terkejut dengan perintah yang diberikan oleh Patri Asih. Karena tidak biasanya Patri Asih memerintahkan seluruh pasukannya untuk berkumpul di satu. Biasanya Patri Asih sendirilah yang akan mendatangi mereka satu persatu. Tapi sekarang Patri Asih memberikan perintah kepada para pengikutnya untuk mengumpulkan semua orang, yang masuk ke dalam kelompoknya.


Para pengikutnya pun dengan segera menyebarkan diri mereka ke seluruh wilayah kekuasaan Patri Asih. Mereka bergegas dengan sangat cepat untuk mengumpulkan semua orang yang terdaftar dalam anggota kelompok tersebut. Seperti musuh-musuh Prabu Jabang Wiyagra yang lainnya, Patri Asih juga merasakan kekhawatiran yang luar biasa. Wajah Prabu Jabang Wiyagra seakan terlihat dengan jelas di kedua bola matanya. Padahal Patri Asih dan Prabu Jabang Wiyagra Sudah lama tidak berjumpa. Tetapi wajah Prabu Jabang Wiyagra terlihat sangat jelas.


Patri Asih yakin, kalau Prabu Jabang Wiyagra sudah mengirimkan sesuatu kepadanya. Karena sangat tidak mungkin kalau wajah Prabu Jabang Wiyagra bisa nampak dengan jelas di hadapannya, kalau Prabu Jabang Wiyagra tidak melakukan sesuatu. Patri Asih mencoba untuk melawan Prabu Jabang Wiyagra dengan jalur ghaib. Patri Asih ingin menyerang sukma Prabu Jabang Wiyagra dengan kekuatannya. Patri Asih mencoba semua ilmu yang ia miliki untuk membunuh Prabu Jabang Wiyagra dari jarak jauh.


Mulutnya mulai komat-kamit membaca mantra. Patri Asih membayangkan dengan jelas wajah Prabu Jabang Wiyagra. Dia yang seorang ahli sihir, baginya cukup mudah untuk melakukan hal tersebut. Namun pada kenyataannya, menyerang Prabu Jabang Wiyagra bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan oleh Patri Asih. Patri Asih merasa kalau ada suatu kekuatan yang sangat besar, yang menghalangi kekutannya untuk masuk ke dalam tubuh Prabu Jabang Wiyagra. Bahkan seperti ingin melawan balik.


*


*


Di istananya, Prabu Jabang Wiyagra sendiri mulai merasa kalau tubuhnya terasa panas. Kala itu dia sedang duduk di singgasananya, ditemani oleh Mbah Kangkas dan juga para abdi yang lainnya. Prabu Jabang Wiyagra sedang menikmati jamuan-jamuan kecil bersama mereka. Beliau langsung terdiam sejenak, dan menaruh kembali makanan yang ia pegang. Prabu Jabang Wiyagra lalu mengatakan kepada Mbah Kangkas, kalau dia merasa tubuhnya sangat berbeda malam ini. Mbah Kangkas sendiri juga terkejut setelah melihat ada asap hitam yang muncul dari kepala Prabu Jabang Wiyagra.


"Mbah Kangkas. Aku merasa seperti sedang berbeda dengan tubuhku malam ini." Ucap Prabu Jabang Wiyagra kepada Mbah Kangkas.

__ADS_1


Mbah Kangkas juga langsung meletakkan gelas kaca yang sedang ia pegang, ke atas meja. Mbah Kangkas sangat-sangat terkejut melihat asap hitam yang mengepul dari kepala Prabu Jabang Wiyagra.


"Tahan Gusti Prabu! Pasti ada orang yang sedang mengirimkan teluh kepada Gusti Prabu Jabang Wiyagra!"


Semua orang yang ada di sana pun terkejut dan langsung berdiri. Para tabib istana juga langsung dipanggil oleh Mbah Kangkas, untuk membawa Prabu Jabang Wiyagra ke dalam kamar pribadinya. Di sanalah Mbah Kangkas dan juga Prabu Jabang Wiyagra mulai melakukan perlawanan. Prabu Jabang Wiyagra mengeluarkan ilmu yang ia miliki untuk melawan sihir Patri Asih yang sedang berusaha masuk ke dalam tubuhnya. Sedangkan Mbah Kangkas sendiri berusaha untuk memberikan tenaga tambahan kepada Prabu Jabang Wiyagra.


Hal itu juga dilakukan oleh para Patih yang ada di sana. Teluh yang dikirimkan oleh Patri Asih memang cukup kuat. Tapi juga cukup kesulitan untuk masuk ke dalam tubuh Prabu Jabang Wiyagra. Prabu Jabang Wiyagra bahkan hanya merasakan panas di tubuhnya saja. Tidak sampai merasakan sakit. Sehingga Prabu Jabang Wiyagra masih mampu untuk melakukan perlawanan.Dengan bantuan para tabib, Patih, dan juga Mbah Kangkas, kekuatan yang dimiliki oleh Prabu Jabang Wiyagra menjadi bertambah.


Dengan bantuan para abdi setianya tersebut, Prabu Jabang Wiyagra sedang berusaha untuk mengembalikan teluh yang dikirimkan oleh Patri Asih. Dan....


"Hyaaapp!!!"


Saat itu para pengikutnya kebingungan, karena tidak tahu apa yang sudah dilakukan oleh Patri Asih. Para pengikutnya berusaha untuk menolong Patri Asih dengan menyalurkan tenaga dalam. Tapi saat salah satu orang dari mereka mencobanya, orang itu terpental, sampai keluar dari kamar.


"Ayo kita gabungkan kekuatan kita!"


"Ayo!"

__ADS_1


Akhirnya mereka menyalurkan tenaga dalam mereka masing-masing, ke dalam tubuh Patri Asih. Benar saja, seluruh tubuh mereka terasa panas dan sulit untuk digerakkan. Kedua tangan mereka yang sedang menyalurkan tenaga dalam kepada Patri Asih, terasa seakan-akan sedang diisap oleh sesuatu. Mereka semua panik karena tidak bisa melepaskan tangan mereka masing-masing. Sedangkan secara perlahan tenaga dalam mereka mulai terhisap, yang membuat tubuh mereka terasa lemas, dan sangat letih.


Entah ilmu macam apa yang telah dikirimkan oleh Prabu Jabang Wiyagra, sehingga mereka semua sampai kebingungan untuk melawannya. Beruntung, Patri Asih sedikit demi sedikit sudah mulai sadar dan bisa menggerakkan tubuhnya. Namun dia merasa masih sangat lemah untuk melawan kekuatan yang dikirimkan Prabu Jabang Wiyagra kepadanya. Rasa sakit di tubuhnya juga secara perlahan mulai menghilang. Tapi kepalanya terasa sangat pusing. Dan pandangan matanya pun mulai mengabur.


Tidak nama dari itu, Patri Asih pun langsung tidak sadarkan diri. Dia tidak mampu melawan kekuatan yang dikirimkan oleh Prabu Jabang Wiyagra kepadanya. Para para pengikutnya hanya bisa membaringkan tubuh Patri Asih di sebuah ranjang yang ada di sana. Karena setelah Patri Asih sadar, mereka baru bisa menarik kedua tangan mereka. Mereka semua seperti kehilangan banyak tenaga. Tubuh mereka semua terasa lemas. Perut mereka mual. Kepala mereka juga terasa pusing. Dan dengan terpaksa mereka juga beristirahat di kamar tersebut. Karena sudah tidak memiliki tenaga untuk berjalan.


"Apa yang sebenarnya sudah terjadi?" Tanya salah satu dari mereka kepada teman-temannya.


"Entahlah. Tapi menurutku, ketua sudah melakukan perang ghaib. Dan dia kalah dari lawannya."


"Siapa orang yang bisa mengalahkan ketua kita?"


"Siapa lagi kalau bukan Jabang Wiyagra? Hanya dia yang mampu mengalahkan ketua kita."


"Kurang ajar. Raja Sia-lan. Dia pasti sudah mengirimkan teluh kepada ketua kita. Kalau sampai terjadi sesuatu kepada Nyai Patri Asih, kita juga akan terkena imbasnya."


"Ya. Tapi apapun yang terjadi kita tetap harus ikut dengannya. Aku yakin dia memiliki cara lain untuk melawan kembali Jabang Wiyagra."

__ADS_1


"Ya."


__ADS_2